God Of Darkness

God Of Darkness
Chapter 115 - Celestial Snow Fox


__ADS_3

Dunia Tersegel, Tanah Keputusasaan


Ren Yuu saat ini mengerti mengapa tempat yang mereka datangi di sebut sebagai Tanah Keputusasaan. Karena, hampir semua daerah yang ada merupakan daerah berbahaya dan tempat yang sangat sulit untuk bertahan hidup.


Dan kali ini, Ren Yuu menuju tempat paling berbahaya di Tanah Keputusasaan yang di sebut sebagai Padang Es.


Dikatakan bahwa di tempat itu sangat banyak makhluk kuno aneh yang sangat kuat. Mereka adalah ras yang menjauh dari kelompok lainnya dan tinggal di Padang Es.


Makhluk itu tidak pernah keluar dari Padang Es, itu menjadi rumah mereka walaupun mereka tinggal di pinggiran Padang Es.


Ras yang tinggal di Padang Es dirumorkan tidak mengerti bahasa yang digunakan di Dunia Tersegel, itu seperti mereka adalah ras yang sangat primitif.


Tetapi, semua anggota ras itu sangatlah kuat luar biasa. Banyak dari mereka yang telah mencapai Tier True God yang membuat banyak makhluk kuat ingin menjelajahi Padang Es jatuh di tangan para ras tersebut.


Dari informasi yang beredar, clan itu dinamai clan Salju dan ras mereka disebut sebagai Celestial Snow Fox.


Dan tentu saja mereka semua adalah Beast Race karena mampu mengambil bentuk manusia seperti pada umumnya.


Ren Yuu yang sedang bergerak tentu memikirkan seperti apa sebenarnya para anggota clan Salju.


“Pasti garis darah mereka luar biasa sehingga bisa menghasilkan banyak makhluk Tier True God.” gumam Ren Yuu.


Saat ini Ren Yuu telah memasuki wilayah Padang Es. Ia dapat merasakan bahwa suhu di tempat itu memang terlalu rendah. Jika saja ia adalah kultivator manusia biasa, mungkin ia tidak akan sanggup bertahan selama seminggu berada di tempat itu.


Semakin jauh Ren Yuu bergerak, semakin rendah suhu di tempat itu. Ia memikirkan hal di benaknya mengapa bisa ada tempat seperti itu.


“Sepertinya ada sesuatu yang istimewa di pusat Padang Es ini, dan ras Celestial Snow Fox seperti sedang menjaga pinggiran Padang Es ini agar tidak ada makhluk lain yang masuk.” Ren Yuu menaikkan sudut bibirnya karena semakin tertarik dengan apa sebenarnya yang tersembunyi di tempat itu.


Saat sedang bergerak di udara, Ren Yuu menatap ke arah kejauhan. “Hm? Apa itu?”


Ren Yuu bingung sejenak karena di kejauhan terlihat beberapa makhluk yang sedang mengejar satu makhluk yang tampak mungil.


Ada beberapa Rubah berwarna putih bersih dengan tinggi 2 meter sedang mengejar seekor Rubah putih kecil yang hanya memiliki tinggi seperempat meter.


Beberapa saat kemudian, ketujuh Rubah Putih yang memiliki tinggi 2 meter berhasil menyerang Rubah Putih kecil. Tidak hanya sampai di situ, beberapa Rubah Putih lainnya langsung mengayunkan cakar mereka ke Rubah Putih kecil itu.


Darah terlihat tercecer di mana-mana saat kejadian itu terjadi.

__ADS_1


Ren Yuu hanya menatap kejadian itu dengan seksama. Ia tidak lagi merasa iba dengan hal seperti itu karena di Tanah Keputusasaan, hanya kekuatan yang diakui.


Tetapi, Ren Yuu tetap mendekat untuk mencari tau apakah benar Rubah Putih itu adalah ras Celestial Snow Fox atau tidak.


Saat Ren Yuu semakin dekat, mereka tampaknya berbicara dengan bahasa khusus untuk ras mereka.


Ketujuh dari mereka awalnya ingin menghabisi Rubah Putih kecil itu, tetapi mereka terhenti saat Ren Yuu mendekat.


Zhep!


Ren Yuu terhenti di udara di jarak lebih dari 10 meter dan menatap Rubah-Rubah Putih itu dengan seksama.


Ketujuh dari mereka tampak marah saat menatap Ren Yuu. Suhu di tempat itu terlihat semakin dingin karena aura ketujuh Rubah Putih itu meletus.


Lalu ketujuh dari Rubah Putih itu perlahan berubah menjadi bentuk manusia. Lima diantaranya adalah pria dan dua diantaranya adalah wanita. Mereka semua tampak sangat muda. Dan yang membuat Ren Yuu sedikit terkejut, semua dari mereka adalah makhluk Tier Half God Early.


“Mereka pasti ras Celestial Snow Fox yang berasal dari clan Salju..” batin Ren Yuu.


Ketujuh dari mereka berbicara seperti sedang mendiskusikan sesuatu. Sementara Rubah Putih kecil yang sedang terluka hanya menatap kejadian itu dengan mata kosong. Tidak tau apa yang dipikirkannya saat ini.


Zhep! Zhep! Zhep!


Ketujuhnya langsung melesat dan mengelilingi Ren Yuu dari segala arah.


“Hm? Apa yang kalian inginkan?” tanya Ren Yuu heran walaupun sudah tau bahwa ketujuh dari mereka ingin membunuhnya.


Salah satu dari mereka kemudian berbicara dengan bahasa aneh yang Ren Yuu tidak ketahui.


Setelah itu, mereka semua langsung menyerang bersamaan dan itu sudah ada dalam prediksi Ren Yuu. Sebab, dari informasi yang beredar, ras Celestial Snow Fox memang membunuh semua makhluk yang mendekat ke wilayah mereka tanpa pandang bulu.


“Sepertinya kalian ingin mati..” ucap Ren Yuu datar dan di tangan kanannya muncul Bloody Mist Sword.


“Gaya Keenam, Tarian Empyrean..”


Light God's Sword!


Sraing! Sraing! Sraing!

__ADS_1


Ren Yuu langsung bergerak dengan kecepatan penuhnya. Ia langsung menebas ke sana kemari tanpa pandang bulu juga karena terlalu malas untuk bertanya kembali.


Srak! Srak! Srak!


Para Rubah Putih itu terkejut dengan kecepatan Ren Yuu yang tidak bisa mereka ikuti sama sekali.


Ren Yuu terus mengayunkan Bloody Mist Sword tanpa emosi sama sekali. Dalam waktu kurang dari setengah menit, hanya satu dari Rubah Putih yang tersisa.


“Hanya tinggal kau saja..” ucap Ren Yuu datar saat menatap ke arah pemuda yang tampan dengan warna rambut putih bersih.


Rubah Putih itu gemetaran di seluruh tubuhnya karena tau bahwa mereka telah memancing amarah makhluk mengerikan. Ia berbicara dengan nada gugup tetapi Ren Yuu sama sekali tidak tau apa yang dikatakannya. Ia menduga bahwa musuh di hadapannya mencoba untuk meminta belas kasihan agar tidak di bunuh.


“Sangat disayangkan bahwa aku yang saat ini tidak mau mengampuni seseorang yang mencoba untuk membunuhku sebelumnya.”


Setelah mengatakan itu, Ren Yuu menghilang seketika dan muncul di hadapan Rubah Putih itu sambil mengayunkan Bloody Mist Sword.


Sraing! Sraing!


Dua tebasan langsung mendatar tanpa bisa dihindari oleh Rubah Putih. Ia berteriak kesakitan saat kedua lengannya langsung di penggal oleh Ren Yuu.


Ren Yuu hanya memasang wajah datar, ia langsung menangkap kepala makhluk itu karena ia berniat melakukan hal yang seharusnya dilakukan.


Yaitu, mencari sebuah informasi.


“Devour..” gumam Ren Yuu saat pusaran putih yang terbuat dari energi spiritual muncul di kepala makhluk itu.


Ren Yuu telah menggabungkan Devour Teknik dengan energi Spiritualnya agar lebih cepat untuk menyerap ingatan seseorang dan itu memang sangat ampuh tanpa efek samping sama sekali.


“Arrrrggghh..” Rubah Putih itu berteriak kesakitan karena ingatannya diserap secara paksa.


Setelah selesai, Rubah Putih itu terlihat seperti orang idiot, Ren Yuu pun langsung menusuknya dengan Bloody Mist Sword.


Jleb!


Setelah mengering, Ren Yuu menarik Bloody Mist Sword lalu menyimpannya.


Di sisi lain, Rubah Putih kecil yang sebelumnya di tindas gemetaran tak terkendali saat melihat kejadian itu.

__ADS_1


__ADS_2