God Of Darkness

God Of Darkness
Chapter 32 - Keterkejutan Xueqi


__ADS_3

Dunia Tersegel


Pertarungan antara Ren Huanran dan Xueqi terus berlanjut dan mereka sudah bertarung selama 4 hari lamanya.


Bom!


Mereka berdua terpisah kembali dan menatap ke arah lawan masing-masing dengan wajah yang sangat serius.


"Kau sungguh kuat. Baru kali ini aku melawan seseorang sepertimu." Ren Huanran membuka suara untuk pertama kalinya. Ia hanya mau berbicara kepada individu yang ia akui selain dari keluarganya.


"Kau juga kuat. Para Kultivator di Alam Semesta ini memang memiliki talenta yang sangat banyak. Sangat disayangkan bahwa kau terlahir di Alam Semesta yang menjijikkan ini." Balas Xueqi.


Alis Ren Huanran naik mendengarkan perkataan Xueqi. Namun, ia bukanlah individu yang hanya mendengar saja jika seseorang berbicara. Ia langsung menganalisis apa yang Xueqi katakan. Dan memang benar, ia pun tau bahwa Realms Of The Chaos adalah alam semesta terlemah dan para kultivator di dalamnya merasa bahwa mereka adalah yang terkuat dan berkuasa.


Dan yang membuat Ren Huanran terkejut luar biasa walaupun tidak menunjukkannya, kata-kata Xueqi menyiratkan bahwa ia tidak berasal dari Realms Of The Chaos.


Memang benar Xueqi lahir di Underground World, planet Desolate. Tetapi asal aslinya adalah Realms Of The Fairy.


"Dari mana asalmu?" Ren Huanran tentu saja penasaran dari mana asal Xueqi karena kakek buyutnya Lao Tze selalu mencoba mencari jalan menuju Alam Semesta lain. Dan mungkin Xueqi adalah sumber informasi yang berharga.


Xueqi tidak menjawab sama sekali. Ia bertanya balik kepada Ren Huanran. "Kenapa kau bertanya? Apa kau mencoba untuk keluar dari Realms Of The Chaos?"


Ren Huanran mengangguk pelan. Ia saat ini sudah tidak berniat lagi untuk bertarung karena kekuatan mereka sangatlah sama dan ia tau bahwa mereka berdua hanya akan mati kehabisan energi jika melanjutkan pertarungan.


"Tidak ada jalan ke Alam Semesta lain. Jika ingin keluar dari Realms Of The Chaos, seseorang harus memiliki kekuatan untuk mampu merobek penghalang yang memisahkan Alam Semesta ini dengan Alam Semesta lainnya."


"Kecuali.." Xueqi menghentikan kata-katanya karena masih ada satu cara lagi. Ia juga sadar akan sikap Ren Huanran yang tampak tidak ingin bertarung lagi. Ia juga sama, hanya kematian yang menunggu mereka berdua jika terus melanjutkan pertarungan.


"Kecuali apa?" Tanya Ren Huanran dengan wajah serius.


Xueqi terdiam sejenak lalu menjawab. "Kecuali kalian memiliki Artefak tertentu yang berhubungan dengan Alam Semesta lainnya."

__ADS_1


Ren Huanran mengerti seketika. Hanya dengan tingkat kultivasi tertentu seseorang mampu untuk pergi ke Alam Semesta lainnya dan dengan alat transportasi antar Alam Semesta. Dan itu bukan Alat transportasi antar semesta yang biasa.


Xueqi tau seseorang yang memiliki Artefak seperti itu walaupun hanya satu tujuan yang bisa dicapai. Dan yang memilikinya adalah suaminya, Ren Yuu. Yaitu, Sea God Palace yang berasal dari Realms Of The Sea.


"Lalu.." Xueqi berhenti berbicara karena ia ingin bertanya hal yang membuatnya penasaran setiap saat.


Ren Huanran menaikkan sebelah alisnya karena Xueqi tampak sedang bingung saat ini.


"Kita tidak perlu bertarung lagi. Herbal itu adalah milikmu karena kau telah mengatakan informasi apa yang aku butuhkan."


"Juga, tampaknya kau memikirkan sesuatu dan terus menatap ke arah ini." Ucap Ren Huanran sambil mengangkat Dagger Of Death.


Xueqi mengangguk kecil dan berkata. "Siapa kau? Dari mana asalmu?"


Ren Huanran bingung dengan pertanyaan Xueqi tetapi ia tetap menjawab. "Ren Huanran dari planet Desolate."


Xueqi tercengang mendengarnya dan tau bahwa Ren Huanran sangat berkaitan dengan Ren Yuu. Dan tentu ia telah pernah mendengar tentang Ren Huanran, bibi angkat Ren Yuu yang telah lama menghilang.


**


Dimensional Life


Ren Yuu saat ini sedang mengobati Xiao Bai yang belum sadarkan diri.


"Sepertinya butuh beberapa hari untuk Xiao Bai pulih." Ren Yuu yang menghentikan penyaluran energi dan hukum Kehidupan ke tubuh Xiao Bai hanya bisa menghela nafas.


Walaupun luka-luka Xiao Bai telah hampir pulih, tidak semua bisa di sembuhkan hanya dengan energi dan hukum Kehidupan. Sisanya akan pulih sendiri yang dimiliki oleh Xiao Bai.


Ren Yuu hanya bisa menunggu Xiao Bai pulih untuk memberi benda yang akan membuat kekuatannya meningkat drastis. Yaitu, buah Bintang Kehidupan. Dengan sumber daya itu, kemungkinan Xiao Bai akan mencapai Tier Penguasa Ilahi tahap menengah. Tetapi pasti Xiao Bai akan memikirkan hal yang sama dengan Ren Yuu dan berencana untuk meningkatkan kultivasinya sampai Tier Penguasa Ilahi tahap awal saja.


Menunggu waktu Xiao Bai pulih, Ren Yuu langsung mengeluarkan benda yang ingin ia pelajari sedari dulu. Yaitu, kitab Samsara Life And Death.

__ADS_1


Ketika membaca bagian pertama dengan seksama, Ren Yuu langsung tau bahwa untuk menguasai kitab Samsara Life And Death, seseorang diharuskan untuk memulai dari awal lagi.


Tetapi, keunggulan dari kitab Samsara Life And Death, ketika seseorang melakukan reinkarnasi, ia tidak akan memiliki halangan apapun untuk mencapai levelnya yang pernah ia peroleh terakhir kali.


Hanya satu yang dibutuhkan oleh para kultivator yang mengolah kitab Samsara Life And Death, yaitu, waktu. Walaupun tidak ada hambatan dalam menerobos kultivasi, tetap saja mengumpulkan energi akan lama juga.


Terlihat seperti kitab Samsara Life And Death hanya membuang-buang waktu karena memulai dari awal lagi. Tetapi nyatanya tidak seperti itu. Semua kultivator pasti mau memulai dari awal lagi karena setiap mereka mencapai level tertentu, pasti akan ada hal yang tidak sempat mereka raih dan hal itu bisa diraih saat memulai dari awal lagi.


Fondasi seseorang pun pasti akan meningkat berkali-kali lipat serta ketebalan energinya pun akan lebih besar setiap melakukan reinkarnasi. Juga, jika kultivator ingin hidup lebih lama, mereka bisa menggunakan reinkarnasi ketika usia yang seorang kultivator miliki hampir habis.


Ren Yuu tersenyum pahit karena saat ini ia tidak mungkin mengolah kitab Samsara Life And Death karena waktu yang dibutuhkan untuk mencapai levelnya saat ini bukan waktu yang singkat.


"Sepertinya aku hanya bisa mengolah kitab Samsara Life And Death ketika keluar dari Dunia Tersegel. Jika saja aku memiliki lebih banyak waktu di Dunia Tersegel..." Ren Yuu menggelengkan kepalanya karena itu adalah hal yang mustahil untuk dicapai.


"Ughh.." Xiao Bai tiba-tiba sadar. Ia melihat ke sekelilingnya dan menatap ke arah Ren Yuu yang memasang wajah pahit akibat kitab Samsara Life And Death.


"Sepertinya kucing sialan itu telah binasa." Gumam Xiao Bai.


"Oh? Sepertinya kau sudah sadar." Ren Yuu melihat ke arah Xiao Bai karena mendengar gumaman Xiao Bai.


"Berapa lama?" Tanya Xiao Bai sambil perlahan duduk.


"4 hari." Jawab Ren Yuu.


Xiao Bai mengangguk kecil karena sudah menduga hal itu.


"Apa kau tidak mau buah Bintang Kehidupan?" Tanya Ren Yuu sambil menunjuk pohon kecil di dekat pondok bambu.


Xiao Bai menoleh ke arah pohon Bintang Kehidupan. "Buah itu belum matang sepenuhnya. Mungkin butuh waktu sekitar 10 tahun lagi agar bisa di konsumsi." Ucap Xiao Bai.


"Lalu, apakah kau akan ikut denganku selama 10 tahun menunggu buah itu matang?" Tanya Ren Yuu.

__ADS_1


Wajah Xiao Bai jelek seketika karena ia merasakan perasaan tidak enak. Sebab, setiap kali ia bertemu dengan Ren Yuu ataupun pendahulu Ren Yuu, ia akan selalu terkena musibah yang akan membuatnya kerepotan.


__ADS_2