
Konsep kematian..
Di benak Ren Yuu, kata itu terus menggema. Apa sebenarnya konsep kematian? Untuk apa kematian ada? Apakah kematian adalah akhir dari segalanya?
Ren Yuu terus memahami semua itu. Untuk menguasai kitab Samsara Life And Death, ia harus memahami arti sebenarnya dari konsep kehidupan dan kematian.
Fokus Ren Yuu saat ini terpaku pada kata kematian. Di benak Ren Yuu muncul cara untuk memahami konsep kematian ketika ia telah belajar selama lebih dari sebulan.
Di sisi lain, Mei terkejut bahwa Ren Yuu tidak lagi meminta makan seperti setiap hari. Ia masih bisa merasakan nafas Ren Yuu saat ini dan tubuhnya tampak telah mati.
“Apa yang terjadi? Tubuh Ren Yuu seperti mati. Namun masih memiliki nafas. Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus membangunkannya?” Mei telah berhenti berkultivasi dan merasa gugup saat ini.
Namun, ketika mengingat kata Ren Yuu untuk memahami sesuatu, Mei akhirnya hanya duduk diam dan terus melihat Ren Yuu dari waktu ke waktu.
Waktu terus berlalu dan satu bulan lagi telah terlewati dalam sekejap. Ren Yuu belum bergerak sama sekali namun kini perubahan terjadi pada tubuh Ren Yuu.
Ren Yuu bertambah tua dengan kecepatan yang sangat tinggi. Mei yang menyaksikan itu semakin gugup tetapi ia tetap menunggu. Ia sadar bahwa Ren Yuu sedang melakukan sesuatu saat ini. Jika tidak, kejadian seperti itu tidak akan terjadi.
“Kehidupan, kematian..”
“Hidup untuk mati dan mati untuk hidup.”
“Kehidupan berjalan menuju kematian dan kematian ada untuk menciptakan kehidupan.”
Ren Yuu terus berbicara dalam benaknya sendiri. Ini adalah konsep sebenarnya dari kehidupan dan kematian. Ketika memahami semuanya, energi aneh menyelimuti tubuh Ren Yuu.
Ini adalah energi khusus untuk mengolah kitab Samsara Life And Death. Walaupun persyaratan dari kitab itu adalah harus memahami hukum Kehidupan dan Kematian, tentu saja persyaratan lainnya adalah memahami konsep kehidupan dan kematian itu sendiri.
Prang!
Sesuatu meledak di dalam kepala Ren Yuu saat energi spiritualnya perlahan merembes keluar. Tetapi ia tidak terbunuh seperti yang seharusnya.
Hal itu dikarenakan ia dilindungi oleh kekuatan Samsara Kehidupan dan Kematian. Ren Yuu memasuki sembilan Istana Dao miliknya sendiri saat ini. Ia belum bisa menggunakan energi spiritual sebenarnya. Energi spiritual itu hanya bocor sendirinya karena kitab Samsara Life And Death.
“Inikah Sembilan Istana Dao milik ku?” gumam Ren Yuu saat jiwanya yang hampir padam terbangun.
Jika dari awal Ren Yuu bisa melakukan hal ini, ia pasti akan bertemu dengan Nan Bei Yun dan Kaisar Jiwa.
Ren Yuu merasakan jiwanya diambang kehancuran. Ia saat ini mengerti lebih jelas kondisi jiwanya sendiri.
__ADS_1
“Beginikah situasi saat sumber jiwa direbut?” wajah Ren Yuu muram seketika. Ia tau bahwa tidak ada cara untuk memulihkan sumber jiwa yang telah dilucuti.
Lalu tatapan Ren Yuu teralihkan saat ia merasakan ada jiwa murni di dekatnya.
“Hm? Apa ini?” jiwa Ren Yuu yang hampir hancur perlahan mendekat ke arah jiwa yang tampak aneh dan tidak memiliki pemilik.
Jiwa itu sangat murni dan membuatnya merasa hangat. Ia perlahan menyentuh jiwa itu dan terkejut tiba-tiba.
“Sumber jiwa? Bagaimana bisa?” Ren Yuu terkejut saat merasakan jiwa itu.
Tubuh jiwa Ren Yuu gemetaran saat ini. Ia paham akan suatu hal. Ia sudah memahami konsep kehidupan dan kematian yang membuatnya bisa mengolah kitab Samsara Life And Death. Tetapi sebenarnya ada satu kendala yang tidak terpenuhi. Ia tidak memiliki sumber jiwa yang mampu membuatnya mengolah kitab Samsara Life And Death.
Tanpa membuang waktu, Ren Yuu mengarahkan tangan jiwanya memasuki jiwa kecil itu.
Jiwa itu secara otomatis bergabung ke dalam jiwa milik Ren Yuu. Ini adalah perasaan yang sangat hangat yang tidak pernah dialami oleh Ren Yuu.
“Ini adalah sumber jiwa. Tapi milik siapa?” Ren Yuu yang merasakan sumber jiwa itu bergabung dengan tubuhnya tidak bisa tidak bertanya pada dirinya sendiri.
Zhep!
Sumber jiwa itu menyatu dengan jiwa Ren Yuu sepenuhnya. Ia terkejut saat ada beberapa ingatan tentang pemilik sumber jiwa itu.
Dalam sumber jiwa itu, Sheng Mei bahkan meninggalkan catatan tentang bagian kedelapan kitab Samsara Life And Death.
Namun, fokus Ren Yuu saat ini adalah ingatan tentang masa lalu Sheng Mei.
Terlihat seorang gadis kecil yang terengah-engah dan seluruh tubuhnya berlumuran darah.
“Bangun Sheng Mei! Kekuatan klan kita tidak hanya terbatas pada itu!” seorang pria muda dengan sayap hitam di punggungnya memerintahkan Sheng Mei untuk terus melanjutkan pelatihan neraka dengan membunuh jutaan makhluk sewaktu dirinya berumur 7 tahun.
Sheng Mei kecil juga memiliki sayap hitam di punggungnya. Ren Yuu merasa heran untuk sesaat, tetapi ia tau bahwa Sheng Mei menderita semenjak dirinya masih berusia 7 tahun.
Ingatan tersebut kemudian terpotong dan Ren Yuu membaca ingatan lainnya.
Sheng Mei kini berusia 15 tahun. Dirinya telah hidup tanpa emosi. Ia seperti mesin pembunuh untuk klan-nya sendiri.
“Sheng Mei! Kau adalah jenius terbesar di clan Jin. Walaupun kau hanya memiliki setengah garis darah klan kita, kau memiliki potensi tinggi untuk mencapai kekuatanku!” pria muda dengan sayap hitam di punggungnya mengajari Sheng Mei tentang cara untuk menjadi yang terkuat. Tetapi itu hanya fasad karena ia ingin membuat senjata pembunuh nomor satu tanpa emosi.
Ingatan kembali terpotong saat Ren Yuu membacanya. Lalu ada ingatan kabur tentang perang besar dan Sheng Mei mengambil pilihan untuk pergi karena ia masih belum sepenuhnya memutuskan emosinya sendiri.
__ADS_1
“Apa itu? Ingatan apa ini? Kapan itu terjadi?” banyak pertanyaan di benak Ren Yuu saat ini karena hanya itu ingatan yang ada di sumber jiwa milik Sheng Mei yang di tinggalkannya untuk Ren Yuu.
“Apa tujuanmu Sheng Mei?” gumam Ren Yuu. Ia masih membenci Sheng Mei sampai saat ini tetapi ia menyampingkan pemikirannya terlebih dahulu.
Jiwa Ren Yuu kembali tertidur seperti yang seharusnya.
Di luar, tubuh Ren Yuu perlahan menjadi lebih tua.
“Sudah waktunya!” batin Ren Yuu. Ia membuka matanya terlebih dahulu.
“Mei, kemarilah..” ucap Ren Yuu yang sudah memiliki penampilan seorang kakek tua saat ini.
Mei buru-buru mendatangi Ren Yuu.
Ren Yuu mengangkat jari telunjuknya dan setetes darah perlahan keluar. Tubuh Ren Yuu tampak lebih tua saat mengeluarkan setetes darah tersebut.
“Seraplah ini. Ini adalah kekuatan yang akan membuatmu mencapai level Dewa suatu hari nanti.” ucap Ren Yuu yang membuat Mei terkejut luar biasa.
“Jangan banyak bertanya. Aku tidak memiliki waktu lagi saat mengeluarkan ini!” Ren Yuu langsung mengirim setetes darah itu kepada Mei.
Tanpa menunggu jawaban Mei, Ren Yuu langsung menutup matanya dan mengolah kitab Samsara Life And Death karena ia tidak memiliki waktu lagi.
Tubuh Ren Yuu perlahan bersinar terang. Kabut emas menyelimuti tubuhnya dan semakin lama semakin banyak.
Mei langsung mundur membawa setetes darah tersebut.
Ren Yuu sangat berterimakasih kepada Mei karena telah merawatnya selama ini. Ia tau bahwa potensi Mei akan terhenti di Tier Ilahi tahap menengah dan tidak bisa maju lebih jauh lagi sehingga ia memberinya 5% Bloodline miliknya. Yaitu, Bloodline Kirin, atau lebih tepatnya Dark Kirin. Itulah sebabnya Ren Yuu menekan Mei untuk memadatkan Origin Core Darkness.
Aura yang menyelimuti Ren Yuu perlahan memadat dan membentuk kepompong seperti telur emas.
Deg! Deg!
Detak jantung Ren Yuu perlahan melambat lalu terhenti sepenuhnya. Namun, energi Ilahi dalam jumlah besar terus meresap ke dalam kepompong tersebut.
Dan inilah awal mula kehidupan baru untuk Ren Yuu karena ia akhirnya mengolah bagian pertama kitab Samsara Life And Death.
Reinkarnasi pertama telah dimulai.
Arc 9 End
__ADS_1