God Of Darkness

God Of Darkness
Chapter 81 - Menuju Tanah Keputusasaan (2)


__ADS_3

Dunia Tersegel


Bom! Bom!


Suara pertarungan terdengar terus-menerus. Teriakan putus asa, kemarahan dan caci maki terdengar di tempat itu.


Saat ini terlihat dua wanita yang sedang bertarung dengan puluhan ribu binatang monster humanoid.


Kedua wanita itu terlihat seperti sedang berebutan mangsa. Mayat terlihat di mana-mana saat mereka berdua membantai semua musuh satu per satu.


“Wanita ular! Lihat, aku membunuh sepuluh lebih banyak dari mu!” Wanita cantik yang memegang pedang besar di tangannya berkata dengan antusias. Dia tidak lain adalah Yu Ling Er yang saat ini berlumuran darah musuh-musuhnya.


Sraing!


Salah satu makhluk tersebut terbelah menjadi dua saat seorang wanita dengan mata yang memiliki pupil vertikal menebasnya dengan pedang yang tampak seperti tulang.


“Akulah yang membunuh lebih banyak ratusan dari pada dirimu, wanita bar-bar!” Balas wanita itu yang tidak lain adalah Ren Yui.


“Akulah yang lebih banyak mengalahkan musuh!” Yu Ling Er sekali lagi membantah.


“Aku!” Bantah Ren Yui lagi.


Para makhluk aneh yang mengelilingi Yu Ling Er dan Ren Yui hanya menggertakkan gigi mereka karena bahkan di situasi seperti ini, kedua wanita mengerikan itu masih sempat berdebat.


“Siapa yang lebih banyak ibu?”


“Siapa yang lebih banyak bibi?”


Yu Ling Er dan Ren Yui kemudian bertanya sambil melihat ke arah langit. Di langit, terlihat satu sosok wanita anggun dengan paras yang sangat cantik.


Mendengar pertanyaan kedua wanita itu, wanita yang berada di langit tidak tau harus menjawab apa.


Dan wanita yang berada di langit itu tidak lain adalah Cai'Zi.

__ADS_1


Ren Yui dan Yu Ling Er memiliki kultivasi Tier Penguasa Ilahi tahap awal dan Cai'Zi saat ini telah mencapai Tier Penguasa Ilahi tahap akhir dan sangat dekat dengan Tier Half God.


Sewaktu Cai'Zi pertama kali masuk, dalam waktu dua tahun, orang pertama yang ia temui adalah Yu Ling Er dan setelah itu, mereka berkelana bersama dan lima tahun kemudian, mereka bertemu dengan Ren Yui.


Mereka juga pernah bertemu dengan para kultivator yang berasal dari luar dan membantai mereka semua tanpa pandang bulu karena mencoba untuk mengganggu mereka bertiga.


“Jumlahnya sama. Cepat bereskan mereka agar kita mencarinya.” Cai'Zi memberi perintah dan yang ia ucapkan merujuk pada Ren Yuu.


“Bagaimana mungkin bisa sama?” Ren Yui dan Yu Ling Er bertanya bersamaan dengan nada tidak percaya. Karena itu, tatapan panas mereka tertuju ke kerumunan binatang monster yang sudah berevolusi tetapi tidak mirip dengan Beast Race.


Zhep! Zhep!


“Arrrgghh..” Teriakan kembali terdengar di tempat itu karena Ren Yui dan Yu Ling Er membantai mereka semua untuk mencari siapa yang membunuh paling banyak.


Cai'Zi yang berada di langit hanya membuka tutup mulutnya karena kedua wanita itu tidak terlihat seperti wanita sama sekali. Mereka berdua lebih terlihat seperti iblis sejati yang menyukai pertumpahan darah.


“Kakak, di mana kamu saat ini?” Cai'Zi merasa lelah mengurus Ren Yui dan Yu Ling Er yang setiap saat berdebat. Hanya Ren Yuu yang mampu membuat mereka berdua patuh. Jika saja Cai'Zi tidak ada di sini, kemungkinan besar Ren Yui dan Yu Ling Er akan bertarung sampai kehabisan energi.


Dan cara satu-satunya untuk membuat mereka tidak bertarung adalah dengan cara membuat kompetisi.


“Sepertinya kami akan menuju ke tempat itu. Dunia ini sangatlah luas. Dan Tanah Keputusasaan adalah tempat kemungkinan besar kakak datang juga.” Gumam Cai'Zi saat menatap ke arah tertentu. Ia mengambil keputusan saat ini dan akan mencoba meyakinkan Ren Yui dan Yu Ling Er untuk pergi ke sana dengan iming-iming nama Ren Yuu. Sudah pasti mereka berdua akan setuju dan membuat kompetisi siapa yang lebih dulu sampai di Tanah Keputusasaan.


**


Di suatu tempat di pulau langit, dua sosok saat ini sedang bertarung habis-habisan.


Bom! Bom! Bom!


“Raor...”


Auman seekor Naga terdengar. Terlihat saat ini sosok Naga berwana emas sedang bertarung melawan pria tampan berambut hitam yang memegang dua pedang di tangannya.


“Aku tidak menyangka dunia ini akan masih memiliki binatang yang lebih perkasa dari pada binatang suci Azure Dragon.” Gumam pria itu yang tidak lain adalah Ji Yan.

__ADS_1


Di hadapan Ji Yan saat ini sosok Naga emas perkasa meraung keras.


“Dunia ini? Aku berasal dari dunia luar dasar sialan!” Naga emas perkasa tersebut mendengar ucapan Ji Yan dan langsung membalasnya.


“Apa? Sejak kapan di dunia luar menghasilkan spesies sepertimu?” Ji Yan mendengus tidak percaya dan langsung menyerang kembali.


Sosok Naga emas perkasa tersebut mendengus juga lalu masuk ke mode manusianya. Tentu dia tidak lain adalah Xiao Bai yang telah terpisah dari Ren Yuu dan bertemu dengan Ji Yan.


Mereka pun kemudian bertempur kembali. Kekuatan mereka berdua tampak seimbang satu sama lain dan pasti akan memakan waktu yang lama untuk menentukan siapa pemenangnya.


Tidak jauh dari posisi pertarungan tersebut, sosok wanita cantik sedang menonton dengan seksama.


“Kenapa mereka berdua terus bertarung? Aku butuh rekan untuk pergi ke tempat itu karena tempat yang di sebut sebagai Tanah Keputusasaan sangatlah berbahaya. Dan mereka berdua berasal dari dunia luar juga.”


“Apa aku harus menunggu mereka untuk selesai?”


Wanita cantik itu menghela nafas panjang. “Ketika mereka berdua melemah, aku akan memisahkan mereka.” Gumam wanita cantik itu yang tidak lain adalah Lan Yehuang. Ia tentu mengenal siapa Ji Yan dan sosok Xiao Bai tidak ia kenali sama sekali.


Tetapi, ia yakin bahwa Xiao Bai tidak seperti Beast Race pada umumnya karena terlihat bahwa Xiao Bai ingin menjelaskan sesuatu kepada Ji Yan.


“Semoga kita bisa bertemu di sana, Xiuro..” Lan Yehuang hanya bisa menggelengkan kepalanya karena sudah tau bahwa adiknya akan pergi ke Tanah Keputusasaan juga untuk mencari keberadaan Ren Yuu.


**


Sementara itu, di tempat lain, sosok pria botak tampan yang menunjukkan wajah kesal setiap saat, sedang bergerak dengan kecepatan tinggi di udara.


“Sial! Kenapa wanita ini terus mengikutiku?” Ucap pria botak itu yang tidak lain adalah Bei Xu.


Di belakangnya, satu wanita terus mengikutinya dari waktu ke waktu.


“Botak..! Jangan tinggalkan aku! Kita saling mengenal saat ada kompetisi di luar sana. Bantu aku mencari adikku!” wanita cantik yang sedang mengejar Bei Xu, berteriak dengan kesal karena Bei Xu mencoba kabur.


Wanita itu tidak lain adalah Ji Xian, kakak dari Ji Yan yang sedang mencari keberadaan adiknya. Dan ia tidak menduga dalam 9 tahun pencarian, individu yang pertama ia temui adalah Bei Xu.

__ADS_1


“Menjauh dariku sialan!” Teriak Bei Xu sekuat tenaga tanpa menoleh ke belakang.


Mereka berdua berteriak di sepanjang jalan. Dan Bei Xu yang saat ini sedang kesal tidak punya arah dan tujuan sama sekali. Tetapi, arah ia bergerak sangat tidak terduga, karena tempat itu adalah tujuan semua para jenius muda yang berasal dari luar Dunia Tersegel, Tanah Keputusasaan.


__ADS_2