
Tubuh Ren Yuu gemetaran saat melihat semua keluarganya. Ia sadar bahwa jika pertarungan pecah, akan banyak yang tewas.
“Apa yang kau inginkan dariku?” tanya Ren Yuu lagi dengan mata merah. Ia memikirkan segala cara saat ini untuk mengambil kembali Xing Jianying.
“Kau tidak perlu tau. Yang pasti, kau harus ikut denganku.” Sheng Mei perlahan menekan pedang di tangannya ke arah Xing Jianying dan darah perlahan menetes.
“Berhenti!” teriak Ren Yuu saat menatap Sheng Mei tidak bercanda sama sekali saat ini.
“Jadi apa yang akan kau lakukan?” tanya Sheng Mei datar.
“Aku akan ikut denganmu!” ucap Ren Yuu.
“Tidak Yuu'er! Guru tidak mengijinkan mu!” teriak Hao Yue keras.
“Tidak Guru, aku harus!” balas Ren Yuu.
“Tidak Gege, jangan lakukan apa yang dikatakan olehnya!” Xing Jianying yang sedang di tawan berkata dengan nada sedih dan mata berkaca-kaca. Ia tidak menyangka bahwa dirinya akan menjadi beban saat ini dan membuat Ren Yuu dalam bahaya.
Ren Yuu sama sekali tidak membalas. Ia mengirim transmisi suara kepada Gurunya karena ia memiliki rencana. “Guru, biarkan aku pergi. Aku memiliki cara untuk kabur darinya.”
“Apa yang kamu katakan Yuu'er? Aku tidak akan mengijinkan mu!” Hao Yue tidak melihat ke arah Ren Yuu tetapi mengirim transmisi suara kembali.
“Percayalah Guru. Aku pasti bisa lolos.” balas Ren Yuu.
Hao Yue sangat berkonflik saat ini. Ia baru saja bertemu kembali dengan muridnya tetapi sudah mengalami situasi seperti ini. Ia mengepalkan tangannya dengan erat lalu memutuskan untuk percaya kepada muridnya itu.
“Berhati-hatilah.” Hao Yue mengirim transmisi suara kepada Ren Yuu kembali.
Ren Yuu tersenyum kecil. Ia menatap Sheng Mei dengan wajah dingin seperti biasa.
“Apa keputusan mu? Apakah kau ingin berperang?” tanya Sheng Mei datar seperti biasa.
“Aku akan ikut dengan mu! Lepaskan dia!” balas Ren Yuu.
Sheng Mei melirik ke arah salah satu bawahannya yang memiliki kultivasi Tier True God 5th Heavenly Layer.
“Bawa dia! Jika dia bersama mu, tidak mungkin dia akan kabur!” perintah Sheng Mei.
__ADS_1
“Baik Yang Mulia.” seorang pria paruh baya mengangguk.
“Majulah, ketika kau ikut dengannya, aku akan melepaskan wanita ini.” ucap Sheng Mei.
“Jangan Guru!” Yu Ling Er dan Xue Ling Long mencoba menghentikan Gurunya karena mereka berdua memiliki firasat yang sangat buruk.
“Ayah!”
“Kakak!”
Ren Yui dan Cai'Zi pun mencoba untuk menghentikan Ren Yuu.
“Buat mereka pingsan.” ucap Ren Yuu kepada Hao Yue dan Lin Shi.
Mereka berdua hanya mengangguk karena Hao Yue pun telah mengirim pesan kepada Lin Shi.
Buak! Buak!
Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Hao Yue dan Lin Shi langsung membuat kedua murid Ren Yuu pingsan. Ren Yui dan Cai'Zi pun memiliki hal yang sama karena rekan Lin Shi langsung membuat mereka pingsan juga. Bahkan Lan Xiuro pun ikut di buat pingsan karena dia pun ingin menghentikan Ren Yuu.
“Tolong pikirkan kembali Ren Yuu.” Xueqi pun mencoba menahan Ren Yuu walaupun ia tidak bergerak.
Sementara Wu Qiu hanya mengepalkan tangannya dengan sangat kuat. Ia saat ini berada di tempat yang paling belakang. Ia meneteskan air matanya karena ia tau bahwa ada sesuatu yang salah saat ini. Melihat wajah Ren Yuu yang tampak percaya diri, ia paham bahwa di balik topeng wajah percaya diri itu, ada terlihat keputusasaan yang begitu dalam.
“Bibi, Xueqi, jangan khawatir.” hanya itu yang bisa dikatakan oleh Ren Yuu saat ini.
Xiao Bai, Lan Yehuang yang sedang membawa Lan Xiuro, Ji Yan, Ji Xian dan Bei Xu memiliki tatapan rumit saat menatap Ren Yuu. Jika Ren Yuu meminta untuk berperang, mereka pasti akan ikut. Tetapi terlihat seperti Ren Yuu tidak ingin kehilangan seseorang dan mereka tau bahwa Xing Jianying adalah istri pertama Ren Yuu.
Ren Yuu perlahan melayang ke arah Sheng Mei sambil berkata karena semua regunya perlahan mundur menjaga jarak atas permintaannya. “Lepaskan dia.”
“Tidak Gege, jangan lakukan itu.” Xing Jianying meneteskan air matanya saat ini. Tetapi Ren Yuu tidak mencoba untuk menghiburnya.
“Aku akan memegang kata-kataku, saat kau telah menjauh bersama bawahanku, aku akan melepaskannya!” balas Sheng Mei.
“Apa kau pikir aku akan percaya begitu saja?” tanya Ren Yuu dingin.
“Tidak ada gunanya bagiku untuk membunuhnya jika kau ikut denganku. Juga, apa kau punya pilihan lain? Kau hanya memiliki pilihan berperang atau ikut, kau tidak memiliki hak untuk mengajukan sesuatu apapun!” nada Sheng Mei tiba-tiba dingin.
__ADS_1
Mata Ren Yuu menyipit sedikit dan tau bahwa ia memang tidak memiliki pilihan saat ini. Jika berperang, anggota keluarganya yang lain pasti akan dalam bahaya. Ia tidak memiliki waktu untuk memasukkan semua dari mereka ke dalam Dimensional Life miliknya dan kabur. Pasti beberapa dari keluarga dan rekannya di tangkap lalu di bunuh. Ia tidak ingin itu terjadi.
Dengan keberadaan Sheng Qi'er, pasti banyak dari mereka yang tewas. Ia paham hanya dengan gerakan singkat Sheng Qi'er yang langsung memukul Gurunya.
Level kekuatan Tier True God 7th Heavenly Layer memang sangat mengerikan. Bahkan seratus individu seperti Hao Yue pun tidak akan mampu melawannya dalam waktu lama.
Ren Yuu tetap diam. Ia perlahan mendekat ke arah Sheng Mei, saat itu terjadi, satu sosok yang merupakan bawahan Sheng Mei muncul di belakangnya.
Tak! Tak! Tak!
Tubuhnya langsung di pukul oleh jari-jari beberapa kali untuk menyegel Kultivasinya. Ren Yuu sudah tau ini akan terjadi. Tetapi ia tetap diam saja.
“Bawa dia pergi menjauh, aku akan menyusul mu.” perintah Sheng Mei kepada bawahannya.
Bawahan Sheng Mei mengangguk dan langsung membawa Ren Yuu dengan kecepatan tinggi ke arah tertentu.
Hao Yue yang menatap itu memiliki mata merah. Jika Sheng Mei tidak menepati kata-katanya, ia pasti akan membakar semua esensi darahnya untuk membunuh ****** yang mengancam muridnya.
Riak energi yang berasal dari Hao Yue dirasakan oleh Sheng Mei. Ia tau bahwa individu kuat seperti Hao Yue akan pasti bisa membunuhnya seketika saat Sheng Qi'er di buat sibuk oleh individu yang berada di sebelah Lin Shi. Ia tidak mau mengambil resiko dan pasti akan melepaskan Xing Jianying.
“Gege!” Xing Jianying memberontak di tangan Sheng Mei. Auranya meledak seketika karena ia membakar esensi darahnya. Ia merasa sangat putus asa saat ini ketika Ren Yuu di bawa pergi.
“Cih!” Sheng Mei berdecak lalu memukul leher Xing Jianying yang mencoba mengamuk sekuat tenaga.
Xing Jianying yang di pukul tepat di lehernya, merasa pandangannya tiba-tiba gelap. “Kenapa hal ini harus terjadi?”
“Kenapa aku begitu lemah dan selalu harus dilindungi?” batin Xing Jianying yang tidak terima sedikitpun apa yang terjadi saat ini. Ia mencoba menjaga kesadarannya tetapi percuma saja. Ia langsung menutup matanya dan pingsan di tangan Sheng Mei.
“Apa yang kau lakukan?” teriak Hao Yue sekuat tenaga dan aura ganas meledak seketika. Ia sudah sangat marah melihat Ren Yuu di bawa pergi dan kali ini Xing Jianying diperlakukan seperti itu.
Sheng Mei menatap Hao Yue yang meledak marah dan langsung melempar Xing Jianying ke arah Hao Yue.
Hao Yue yang telah melesat, langsung terhenti dan menangkap Xing Jianying. Saat itu terjadi, individu yang menjadi rekan Lin Shi pun bergerak.
Sheng Qi'er pun langsung bergerak untuk menahannya sementara itu dua bawahan Sheng Mei lainnya langsung mencoba menahan Lin Shi.
Melihat semua itu, Sheng Mei hanya menatapnya acuh tak acuh. “Untuk menghormati keputusan Ren Yuu, jangan bunuh mereka. Tetapi tidak masalah jika meninggalkan beberapa luka.” perintah Sheng Mei dan ia sudah melakukan apa yang harus dilakukan.
__ADS_1