God Of Darkness

God Of Darkness
Chapter 209 - Konsep kehidupan


__ADS_3

Ren Yuu yang berkelana bersama dengan Mei menyaksikan kehidupan kecil yang terlihat sangat rapuh diantara manusia biasa. Ia melihat pengorbanan, kesetiaan dan keinginan untuk hidup. Hal itu mengingatkannya akan sesuatu yang terlupakan. Ia terlalu fokus meningkatkan kekuatannya di masa lalu untuk melindungi sesuatu yang berharga baginya.


Tetapi, apakah ia pernah menghargai kehidupannya sendiri? Jawabnya adalah tidak. Walaupun mati, ia merasa tidak masalah supaya semua orang yang ia sayangi tidak menderita.


Semuanya memang berkaitan dengan Profound Emperor Darkness. Karena saat ini garis darah tersebut telah dilucuti, kepribadian Ren Yuu sedikit berubah setelah menyaksikan kehidupan yang rapuh di planet Desolate.


Karena itu, ia akhirnya mengerti dari konsep kehidupan yang sebenarnya. Ren Yuu sangat mengerti satu hal yang membuat dirinya selalu gagal memahami sesuatu.


Ren Yuu saat ini sudah berkelana selama satu setengah tahun bersama dengan Mei. Dalam waktu itu, kultivasi Mei pun meroket ke tingkat mengerikan dan bisa di juluki monster. Dengan semua sumber daya yang ada di cincin ruang Ren Yuu, tentu tidak akan sulit bagi kultivator fana untuk meningkat pesat.


Saat ini Ren Yuu sedang berada di sebuah tebing di wilayah pulau Fang yang telah berubah menjadi nama pulau Ren.


Ren Yuu dan Mei menatap dari kejauhan istana besar yang terletak tidak jauh dari Gunung Suci, sumber energi Ilahi di planet Desolate.


“Pergilah Mei, kau telah mengikutiku selama satu setengah tahun ini. Aku tidak memiliki waktu yang banyak tersisa. Lagi pula, aku telah memahami sesuatu. Mungkin dengan ini aku akan mendapatkan jalan baru.” ucap Ren Yuu.


“Tidak! Aku akan tetap mengikutimu. Kondisimu saat ini semakin memburuk, kau tampak menjadi tua lebih cepat!” Mei membantah seketika. Ia sangat berterima kasih kepada Ren Yuu tentang semua ajaran yang diberinya.


Mei menganggap Ren Yuu sebagai sahabat sekaligus Guru yang membimbingnya untuk menemukan jalan baru, bukan menjadi katak di dalam sumur atau pengecut yang hanya ingin hidup sendiri tanpa melawan dunia yang kejam.


Ren Yuu yang memiliki wajah hampir tua hanya bisa cemberut. Namun ia tersenyum karena selama ini Mei selalu menghiburnya. Jika tidak, ia mungkin akan mati kesepian. Namun, setelah berkelana dalam waktu yang lama, melihat kegigihan Mei dan penghargaannya atas kehidupan membuka mata Ren Yuu.


Saat ini hanya ada satu taruhan yang tersisa untuk Ren Yuu. Dan ia akan melakukannya dalam waktu setengah tahun.


“Ayo pergi.” Ren Yuu perlahan berjalan ke Gunung Suci. Saat ini Gunung Suci tidak lagi di jaga, banyak kultivator yang datang ke tempat itu untuk berkultivasi karena di buka untuk umum.

__ADS_1


Selama perjalanan beberapa hari, Ren Yuu menuntun Mei ke tempat yang ia pernah masuki. Tempat itu sangat tertutup dan tidak mungkin dilacak oleh siapapun di planet Desolate.


“Akhirnya sampai.” Ren Yuu menatap hutan belantara dengan tatapan serius saat ini.


“Hm? Apa yang menarik dari tempat ini?” tanya Mei heran karena tempat itu sama seperti hutan lainnya di belakang mereka.


“Apakah kamu ingat tentang Original Core yang aku suruh bentuk dalam waktu setengah tahun belakangan ini?” tanya Ren Yuu.


“Origin Core Darkness?” tanya Mei heran.


“Ya. Salurkan mereka di lokasi ini. Kerahkan semuanya.” ucap Ren Yuu kepada Mei.


Mei yang bingung tidak bertanya lagi. Ia langsung melakukan apa yang dikatakan oleh Ren Yuu.


“Apa itu?” Mei terkejut karena ada portal tiba-tiba terbuka.


“Ini adalah tempat paling unik di planet ini. Aku telah meletakkan mekanisme khusus agar tempat ini terbuka ketika menggunakan energi Kegelapan. Di masa lalu, aku pernah masuk ke dalam.” jawab Ren Yuu tetapi tidak menceritakan tentang Eon.


“Oh?” Mei penasaran seperti apa sebenarnya isi dari tempat itu.


“Ayo kita masuk.” Ren Yuu berjalan ke dalam portal dan Mei ikut dari belakang.


Saat mereka masuk, mekanisme yang Ren Yuu letakkan di portal itu langsung bekerja dan menutup kembali portal.


Ketika melewati portal, energi yang digunakan mengikat Eon telah lenyap yang membuat Ren Yuu menyipitkan matanya.

__ADS_1


“Apakah segel telah lepas?” batin Ren Yuu. Ia sangat ingin memeriksanya tetapi merasa ragu. Ia kemudian melihat ke arah jalan masuk ke tempat segel Eon. Beberapa saat kemudian, ia melihat ke arah jalan menuju Vena energi Ilahi. Ia langsung berjalan ke arah tersebut diikuti oleh Mei.


Karena tidak ada energi yang berasal dari segel Eon, Ren Yuu tidak membutuhkan bantuan Mei lagi untuk melindunginya. Tetapi ia tetap membiarkannya ikut.


Setelah bergerak hampir setengah hari, Ren Yuu dan Mei tiba di ujung gua. Namun gua itu sangat unik. Semua dinding gua adalah Crystal yang menghasilkan energi Ilahi.


“Tempat ini mengandung energi Ilahi yang sangat padat.” Mei sangat terkejut karena tidak menyangka bahwa akan ada tempat seperti ini di planet Desolate.


“Aku belum mencapai Tier True God sebelumnya. Dan tempat ini adalah yang paling cocok untuk memulai.” batin Ren Yuu.


“Berkultivasilah di tempat ini Mei, tidak akan lama bagimu untuk mencapai Tier Ilahi. Tetapi jangan lengah karena akan ada kesengsaraan petir yang harus kamu jalani ketika mencapai Tier Ilahi.” ucap Ren Yuu.


“Oh? Lalu, apa yang akan kamu lakukan?” tanya Mei.


“Menghabiskan waktu dan mencoba sesuatu.” Ren Yuu perlahan berjalan ke sebuah batu yang mengeluarkan energi Ilahi yang sangat padat. Batu itu tepat berada di atas Vena Ilahi di planet Desolate.


Mei awalnya bingung tetapi tidak bertanya lagi. Ia perlahan duduk bersila untuk berkultivasi. Tetapi ia tidak akan melepaskan pelacakannya dari Ren Yuu. Ia akan menahan terobosan ke Tier Ilahi agar Ren Yuu tidak terganggu.


Ren Yuu pun duduk di atas batu itu dan merasakan perih saat energi Ilahi yang begitu padat menyentuh kulitnya. Tetapi ia tetap menahannya lalu menutup matanya.


“Konsep kehidupan.. aku telah melihat semua kehidupan yang dijalani oleh manusia biasa. Menghargai kehidupan, hidup di dalamnya, jalan bersama kehidupan lainnya, memperoleh kehidupan, kehilangan kehidupan.” batin Ren Yuu saat mulai memahami semuanya. Akhirnya Ren Yuu memahami arti konsep kehidupan. Selama ini ia selalu gagal untuk memahami kitab Samsara Life And Death karena tidak mendalami konsep tersebut.


Dan kali ini, ia telah memahami konsep kehidupan dan yang terakhir, ia hanya perlu memahami konsep kematian.


Ren Yuu paham satu hal, untuk memahami konsep kematian itu sendiri, ia harus mati untuk memahaminya.

__ADS_1


__ADS_2