God Of Darkness

God Of Darkness
Chapter 239 - Penguasa Dan Penjaga


__ADS_3

Ren Yuu tidak bisa berkata-kata saat melihat ke arah Xinxin. “Apakah dia benar Xinxin?” tanya Ren Yuu dalam hati karena sangat bingung dengan sifat Xinxin saat ini.


Karena tidak ingin Xinxin kecewa, Ren Yuu pun langsung memujinya karena sangat tau apa yang diinginkan oleh Xinxin. “Kamu sungguh hebat untuk mencapai prestasi seperti itu, Xinxin. Luar biasa!”


Mendengar pujian Ren Yuu, hati Xinxin berbunga-bunga dan langsung menerjang ke arah Ren Yuu lalu memeluknya dengan erat.


Setelah beberapa saat, Xinxin menyadari apa yang ia lakukan dan buru-buru mendorong Ren Yuu menjauh. “Kenapa kau mengambil keuntungan dariku?” tanya Xinxin dengan wajah merah seperti darah.


“Mengambil keuntungan darimu? Bukankah kau yang memelukku dengan erat sebelumnya?” tanya Ren Yuu dalam hati dengan wajah tidak karuan saat ini.


“Baiklah Xinxin, ada hal penting yang ingin aku katakan padamu saat ini.” ucap Ren Yuu dengan wajah serius.


Wajah Xinxin pulih seperti semula karena menatap Ren Yuu yang memandang ekspresi sangat serius. “Ada apa?”


“Saat ini kita sedang berada di tempat yang ingin kamu tuju selama ini.” Balas Ren Yuu dengan senyum kecil di wajahnya.


Xinxin tertegun sementara waktu. “Apakah kita saat ini...”


“Ya. Kita berada di Realms Of The Sea. Aku sudah mencapai Semesta ini kurang lebih 3 tahun.” ucap Ren Yuu.


“Apakah akhirnya janji yang telah dibuat akan dipenuhi saat ini?” wajah Xinxin bersemangat sedikit dan mengepalkan tangannya dengan kuat. Ia tentu tidak akan pernah melupakan tugasnya sebagai mantan Goddess Of The Sea di planet Desolate.


“Aku tidak tau janji seperti apa yang kalian buat. Apakah kamu ingin keluar atau ingin tetap berada di Dimensional Life? Aku saat ini sedang dalam perjalanan menuju tempat yang disebut sebagai Alam Dewa Laut.” lanjut Ren Yuu.


“Apakah masih lama kita mencapai tempat itu?” tanya Xinxin buru-buru. Ia tentu menyimpan sebuah rahasia dan itu ia warisi dari pendahulunya. Ketika mencapai Realms Of The Sea, ia harus pergi ke tempat yang disebut sebagai Alam Dewa Laut dan mengunjungi salah satu clan terkuat di sana untuk memenuhi janji leluhur Atlantis Race di planet Desolate.


“Tidak sampai 1 bulan. Saat ini aku sedang berada di kekosongan. Tetapi aku rasa kamu harus menunggu ketika tiba di tempat itu lalu keluar.” saran Ren Yuu.


“Baik. Ketika mencapai tempat itu, bawa aku keluar.” Xinxin mengangguk setuju.


Ren Yuu mengangguk kecil lalu berkata sebelum keluar dari Dimensional Life miliknya. “Xinxin, pakailah pakaian lain karena kedua benda itu tampak ingin kabur dari tempatnya.”

__ADS_1


Zhep!


Ren Yuu menghilang dari Dimensional Life miliknya dan Xinxin membatu di tempat. Ia memerah saat mendengar apa kata-kata Ren Yuu yang terakhir. Ia pun menoleh ke arah bawah dan menatap kedua kelinci putih besar miliknya. “Kenapa ini semakin besar dari terkahir kali?”


**


Ruang hampa


Ren Yuu yang baru keluar dari Dimensional Life miliknya, tersenyum kecil. Ia pun langsung membuat lubang kegelapan lagi lalu masuk ke dalam menuju Alam Dewa Laut.


Waktu terus berlalu. Tidak sampai tiga minggu kemudian, Ren Yuu yang berada di kekosongan melihat di kejauhan.


Tatapannya tertuju pada planet raksasa. Itu adalah planet terbesar yang pernah Ren Yuu lihat seumur hidupnya. Juga, tempat itu sangat berbeda dengan planet lainnya di Realms Of The Sea.


Alam Dewa Laut sepenuhnya tidak memiliki daratan. Tidak seperti planet lainnya yang memiliki sedikit daratan.


“Itukah Alam Dewa Laut?” gumam Ren Yuu saat berhenti di jarak yang lumayan jauh dari Alam Dewa Laut.


Tetapi Ren Yuu tidak khawatir sama sekali tentang itu. Ia pun menggunakan Bloodline Atlantis miliknya karena yakin dengan itu ia akan bisa masuk ke dalam sana.


Setelah berubah, Ren Yuu pun langsung melesat dengan kecepatan tinggi menuju Alam Dewa Laut. Setelah bergerak hampir setengah jam, Ren Yuu pun tiba di penghalang tersebut.


Ketika tubuhnya menyentuh penghalang, ada sedikit perlawanan tetapi lenyap seketika. Ia langsung masuk ke dalam Alam Dewa tanpa hambatan sama sekali. Itu sesuai dengan prediksi Ren Yuu bahwa garis darah yang ia terima di planet Desolate sebelumnya merupakan milik Atlantis berpengaruh di Alam Dewa Laut.


Ren Yuu terus bergerak melewati kabut aneh yang menyelimuti Alam Dewa. Saat itu juga, ia merasakan Bloodline Atlantis di dalam tubuhnya seperti berteriak kegirangan. Tubuhnya secara otomatis menyerap energi tertentu di Alam Dewa Laut tersebut walaupun ia belum masuk kedalam.


“Aura ini..” wajah Ren Yuu terkejut luar biasa. Ia merasakan bahwa Bloodline tampak seperti berada di mana-mana ketika belum masuk ke Alam Dewa Laut.


Dari itu semua, Ren Yuu telah membuat spekulasi tentang apa artinya itu. “Jika memang benar apa yang aku pikirkan, selain energi dewa yang melimpah di tempat ini, ada satu lagi energi yang menyebar ke seluruh tempat. Energi itu seperti hukum walaupun tidak. Ini sama seperti suasana di tempat Kirin berada!” tubuh Ren Yuu gemetaran karena membuat spekulasi bahwa satu energi lainnya berasal dari tubuh sosok makhluk yang memiliki tingkat yang sama dengan Kirin.


Walaupun energi itu tidak menaikkan level Bloodline seperti aura yang dikeluarkan Kirin, tetap saja hal itu memiliki fungsi uniknya sendiri.

__ADS_1


Walaupun Ren Yuu belum tau apa fungsi sebenarnya, ia tersenyum lebar karena masuk ke Alam Dewa Laut merupakan sebuah keharusan.


**


Di suatu tempat di Alam Dewa Laut


Pria yang merupakan Dewa Laut saat ini membuka matanya dan menatap ke arah kejauhan.


“Oh? Tampaknya kau telah tiba lebih cepat dari pada yang ku prediksi. Kau membawa Trident Of Destiny dan Sea God Palace bersamamu. Tetapi, kau akan mengikuti ujian untuk dirimu sendiri saat ini. Akan banyak jenius muda yang memiliki Atlantis God Bloodline yang akan merebut kedua harta Atlantis itu darimu. Dan juga..”


“Tampaknya kau membawa wanita yang akan memenuhi janji yang Guruku buat dengan manusia di planet Desolate walaupun akulah yang secara pribadi datang ke sana.” Dewa Laut saat ini tersenyum kecil dan menghilang dari tempatnya berada.


Dewa Laut tiba di sebuah kota yang tampak seperti clan. Ia langsung bergerak ke arah bangunan tertentu dan itu merupakan bangunan pemimpin clan tersebut.


Sosok pria paruh baya yang sedang bersantai tiba-tiba terkejut dan melihat ke arah tertentu. Ia langsung memperbaiki postur tubuhnya dan menunggu kedatangan seseorang.


“Apa yang membawa anda kemari, Dewa Laut?” tanya pria paruh baya tersebut sambil membungkuk.


“Chu Feng.. waktunya telah tiba! Kirim pesan kepada semua Patriak clan yang ada di Alam Dewa Laut! Dan tidak perlu memanggilku Dewa Laut karena aku juga bagian dari clan ini.” ucap Dewa Laut dengan nada datar.


“Tidak bisa, anda akan tetap menjadi penguasa sah Realms Of The Sea dan aku harus melakukan hal yang harus dilakukan seperti pendahulu ku dan pendahulu anda.” ucap Chu Feng penuh hormat.


Dewa Laut tersebut hanya menghela nafas melihat sosok dihadapannya yang merupakan Patriak clan Chu saat ini.


“Lakukan sesukamu. Dia telah tiba dan saatnya untuk melakukan pemilihan. Seperti yang telah tercatat, tidak ada informasi tentangnya dan ini murni untuk menentukan siapa pemilik sah Trident Of Destiny dan Sea God Palace! Jangan kecewakan aku, Chu Feng!” setelah mengatakan itu, Dewa Laut langsung menghilang.


Chu Feng menatap kepergian Dewa Laut dan mengangguk kecil. Mereka adalah sahabat dan mereka memiliki tuan yang memiliki persahabatan juga.


Tetapi jalur keduanya berbeda karena salah satunya menjadi Penguasa Realms Of The Sea dan satu lagi menjadi Penjaga Realms Of The Sea.


Chu Feng pun menghilang dari tempatnya berada untuk mempersiapkan ujian untuk pemilik sah Trident Of Destiny dan Sea God Palace.

__ADS_1


__ADS_2