God Of Darkness

God Of Darkness
Chapter 76 - Momen Kebersamaan


__ADS_3

Dunia Tersegel


“Ayo kita bunuh dia!” ucap Ren Yuu karena tentu ia berniat untuk memusnahkan siapa yang berhubungan dengan Ning Fengzi.


“Ya.” Xing Jianying mengangguk kecil karena ia tentu sangat membenci Ning Fengzi juga beserta semua yang berhubungan dengannya.


Zhep!


Penghalang yang menutupi jarak puluhan meter dari Ren Yuu dan Xing Jianying sebelumnya menghilang dalam sekejap.


“Akhirnya kalian keluar juga. Deng-..” Ning Zen belum menyelesaikan kata-katanya dan di potong oleh Ren Yuu.


“Tidak perlu berbasa-basi. Kau ingin mati seperti apa?” Tanya Ren Yuu datar.


Xing Jianying menutup mulutnya dengan sebelah tangan dan terkikik karena merasa sangat lucu.


Wajah Ning Zen gelap seketika mendengarnya. “Apa kau bilang? Kultivator lemah sepertimu akan mati dalam waktu yang sing-..”


Ren Yuu langsung memotong ucapan Ning Zen kembali. “Kau ingin bertarung atau ingin mengobrol? Apakah otakmu sudah tidak beres?”


Krak! Krak!


Suara gertakan gigi terdengar dari mulut Ning Zen. Ia merasa sangat terhina dengan kata-kata Ren Yuu sebelumnya.


“Dasar bocah sialan!” Teriak Ning Zen dan langsung melesat ke arah Ren Yuu dan Xing Jianying.


“Kau adalah murid dari Ning Fengzi, jadi, kau akan mati di sini sekarang juga.” Ucap Ren Yuu saat aura Kegelapan merembes dari tubuhnya. Armor tercipta perlahan dan menutupi seluruh tubuhnya.


“Gerbang Pertama..”


“Gerbang Kedua..”


Dark King : Gate Of Darkness!


Zhep!


Ren Yuu menghilang seketika dan muncul di hadapan Ning Zen.

__ADS_1


Ning Zen terkejut luar biasa saat Ren Yuu tiba-tiba muncul di hadapannya. Ia tidak percaya sama sekali dengan apa yang ia lihat karena merasa tidak mungkin seseorang yang memiliki kultivasi Tier Penguasa Ilahi tahap awal akan memiliki kecepatan seperti itu.


“Mati!” Ucap Ren Yuu sambil mengayunkan Dagger di tangan kanannya sekuat tenaga. Ia tidak akan memberi ampun kepada seseorang yang menjadi murid dari musuh Gurunya.


Melihat tebasan tunggal mengarah ke lehernya, mata Ning Zen melebar seketika. Ia buru-buru mengangkat senjatanya untuk menahan serangan Ren Yuu.


Sraing!


Crash!


Mata Ning Zen memancarkan ketakutan luar biasa saat ia melihat senjata miliknya yang merupakan senjata Tier Penguasa Ilahi di belah begitu saja oleh tebasan yang tampak sederhana dari sebuah Dagger.


Karena tebasan Ren Yuu menebas senjata milik Ning Zen, serangan sebelumnya tidak berhasil mencapai leher Ning Zen. Tetapi ia tidak kecewa sama sekali. Ia melihat ke arah belakang Ning Zen dan Ren Yuu tersenyum kecil di balik armornya.


Jleb!


Sebuah pedang kemudian muncul di dada Ning Zen. Ia gemetaran dan menatap ke arah bawah dan menemukan pedang telah menembus tubuhnya di bagian dada sebelah kiri.


“Dasar licik!” Ning Zen berkata dengan mata semerah darah saat mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Ren Yuu. Ia tau bahwa seseorang yang berada di belakangnya adalah Xing Jianying.


“Licik? Tidak ada kejujuran dalam perang!” Balas Ren Yuu dingin dan mengayunkan Dagger di tangan kirinya.


Sraing!


Kepala Ning Zen langsung terpenggal seketika dengan mata melotot dan penuh ketakutan. Ia tidak menyangka bahwa riwayatnya akan tamat di tangan kultivator yang sedari awal menjadi targetnya.


Setelah kepala Ning Zen terpenggal, teknik yang Ren Yuu gunakan sebelumnya langsung pudar. Ia merasa sedikit kelelahan hanya karena menggunakan teknik tersebut dalam waktu singkat. Tentu hal seperti itu akan terjadi karena belum lama ini ia menggunakannya. Bahkan Ren Nie memperingati dirinya agar tidak menggunakan teknik tersebut berturut-turut dalam beberapa hari.


Ren Yuu menatap ke arah mayat Ning Zen yang terjatuh ke bawah. Lalu ia melihat kembali ke arah Xing Jianying yang selalu menatapnya dengan seksama.


Tanpa ada kata-kata, Ren Yuu dan Xing Jianying langsung perlahan mendekat kembali.


Ketika jarak mereka berdua sangat dekat, Ren Yuu langsung menyentuh kedua pipi Xing Jianying. Ia pun langsung mencium bibir tipis wanita yang menjadi istri pertamanya itu. Xing Jianying pun tidak menolak sama sekali.


Tidak jauh dari mereka, Wu Qiu sedang mendekat dengan Bone Dragon Abyssal di tangannya yang hampir kehilangan nafasnya.


Saat jaraknya dengan Ren Yuu dan Xing Jianying sudah sangat dekat, Wu Qiu terhenti sejenak dan menatap kedua pasangan itu dengan seksama.

__ADS_1


Wu Qiu tetap menunggu dan sudah 2 menit berlalu tetapi Ren Yuu dan Xing Jianying masih terlihat sedang menunjukkan cintanya antara satu sama lainnya.


Ren Yuu dan Xing Jianying pun yang saat ini dalam momen romantis mereka tidak menyadari kedatangan Wu Qiu sama sekali. Mereka tenggelam dalam dunia mereka sendiri saat ini.


Semakin lama Wu Qiu semakin tidak sabar menunggu pasangan dihadapannya untuk berhenti. Karena itu membuat batuk palsu agar Ren Yuu dan Xing Jianying sadar akan keberadaannya.


“Uhuk..”


Saat suara batuk palsu terdengar, Ren Yuu dan Xing Jianying tiba-tiba tersadar dan langsung mundur seketika.


“Kakak..” Ren Yuu sedikit gugup karena sedang bermesraan dengan istri tercintanya saat saudarinya berada di sekitarnya.


Sementara itu, wajah Xing Jianying memerah dalam sekejap. Tentu ia merasa malu karena tampaknya Wu Qiu telah menonton mereka beberapa saat lalu. Ia sebelumnya bertanya-tanya siapa Wu Qiu, tetapi saat Ren Yuu menyebutnya kakak, ia tidak bertanya lagi siapa sebenarnya Wu Qiu.


“Apakah kalian perlu tempat untuk bermesraan lebih lama?” Tanya Wu Qiu dengan wajah datar.


Ren Yuu dan Xing Jianying malu mendengarnya dan tidak tau harus bagaimana menjawab.


Wu Qiu menatap Xing Jianying dengan seksama. Ia telah memprediksi identitas Xing Jianying karena ia tentu tau siapa saja istri Ren Yuu walaupun ia belum bertemu beberapa dari mereka seperti Cai'Zi dan Lan Xiuro.


Namun, ada dua istri Ren Yuu yang memiliki rambut berwarna putih. Salah satunya adalah Xiao Xiao dan ia sudah mengenalnya. Yang satu lagi adalah Xing Jianying yang belum pernah ia temui sekalipun. Dan karena itu, ia sudah menebak siapa sebenarnya Xing Jianying.


“Itu..” Ren Yuu tersadar seketika dari rasa malunya saat menatap Bone Dragon Abyssal yang sekarat dan sedang di cekik oleh Wu Qiu.


“Dia lumayan kuat untuk makhluk setingkat dirinya. Tetapi dia salah memilih lawan dan tentu aku akan langsung menyiksanya.” Ucap Wu Qiu.


Ren Yuu tidak heran sama sekali karena dengan tingkat kekuatan saudarinya saat ini, tidak akan sulit baginya untuk mengalahkan makhluk Tier Penguasa Ilahi manapun.


Xing Jianying di sisi lain terkejut saat melihat penampilan Bone Dragon Abyssal. Ia tentu tau bagaimana karakteristik para Abyssal Race dan sebagian besar dari Abyssal Race terlihat sangat menjijikkan.


“Bagaimana bisa Abyssal Race berada di sini?” Tanya Xing Jianying tiba-tiba.


“Apa kamu tidak menyadari keberadaannya sebelumnya? Dia datang ke tempat kami dan mencoba untuk menahan kami agar kami tidak menuju ke tempatmu bertarung. Tampaknya dia sudah mengawasimu sedari awal.” Ucap Wu Qiu.


Wajah Xing Jianying mengerut seketika karena tidak menyangka bahwa akan ada makhluk yang mengawasi mereka bertarung sebelumnya dan ia tidak mampu melacak Abyssal Race tersebut.


“Sekarang tidak masalah. Aku telah menyegel kekuatannya. Lalu, apa yang ingin kamu lakukan padanya, Yuu'er?” Tanya Wu Qiu.

__ADS_1


Ren Yuu menaikkan sudut bibirnya karena Bone Dragon Abyssal dihadapannya bisa menjadi sumber informasi yang berharga.


__ADS_2