God Of Darkness

God Of Darkness
Chapter 121 - Bertemu Kembali


__ADS_3

Dunia Tersegel, Tanah Keputusasaan


Lan Xiuro terlihat buru-buru pergi yang membuat De Gao bingung.


“Cepat kawal nyonya!” perintah De Gao kepada beberapa Ice Giant terkuat di sekitarnya.


“Baik tuan!” beberapa Ice Giant tersebut langsung bergerak mengikuti Lan Xiuro.


De Gao menghela nafas panjang saat semua Ice Giant telah pergi kecuali untuk satu, yaitu putranya, De Bao yang selalu diam sedari tadi.


“Aku tidak mengerti mengapa benda yang menciptakan kita di masa lampau memiliki tuan seperti itu.” ucap De Gao dengan nada pahit.


De Bao juga mengangguk setuju dan tidak bisa tidak merasa lelah juga menghadapi sifat Lan Xiuro.


“Tetapi aturan tetaplah aturan. Nyonya adalah pemimpin kita saat ini. Itu adalah hukum mutlak untuk ras Ice Giant.” sambung De Gao lagi walaupun tampak sangat enggan.


“Ayo kita pergi. Kita tidak boleh membiarkan nyonya tanpa pengawalan. Jika terjadi sesuatu padanya, kita tidak mungkin bisa berkembang lebih jauh.” lanjut De Gao lalu berjalan perlahan keluar dari tempat itu.


“Ya ayah.” De Bao mengangguk kecil lalu mengikuti De Gao untuk menyusul Lan Xiuro.


**


Lan Xiuro terus bergerak dengan kecepatan penuhnya dengan wajah yang sangat bersemangat. Walaupun aura yang ia rasakan berbeda, ia tidak akan pernah melupakan sensasi dari energi Kegelapan milik Ren Yuu.


“Itu pasti suami.. itu pasti..” Lan Xiuro yang sedang bergerak dengan buru-buru memasang wajah penuh kerinduan. Ia tidak sabar ingin melihat Ren Yuu lagi.


Tetapi wajah Lan Xiuro gelap tiba-tiba. “Itu pasti beberapa Ice Giant yang sedang melawan suami. Sialan! Aku akan menjadikan kalian kristal tidak berguna jika menggores suamiku sedikit saja.”


Ice Giant yang sedang melawan Ren Yuu saat ini tidak tau bahwa ia telah menggali lubang kuburannya sendiri.


**


Di tempat Ren Yuu berada, ia terus bentrok melawan Ice Giant yang memiliki tingkat kultivasi jauh diatasnya.


Tring!

__ADS_1


Benturan antara tombak hitam kebiruan dengan pedang besar biru putih terjadi kembali yang membuat energi kuat meletus ke segala arah.


Ice Giant yang sedang melawan Ren Yuu tampak sedikit kelelahan walaupun tidak ada luka di tubuhnya.


Sementara itu, Ren Yuu tidak terlihat kelelahan sama sekali karena ia memiliki persediaan energi yang sangatlah banyak. Ia pun tidak terluka sedikitpun.


Walaupun kekuatan Ice Giant yang sedang dihadapinya masih diatasnya, pengalaman pertempuran nyata membuat semuanya berbeda.


“Ternyata kekuatanku sudah bisa menyaingi Tier True God 1st Heavenly Layer yang terlemah. Tetapi, jika saja pengalaman pertempuran musuh lebih tinggi, mungkin aku akan kalah.” batin Ren Yuu saat mendorong Dragon Slayer Lance sekuat tenaga.


Tanpa teknik bertarung senjata tombak pun, Ren Yuu terlihat mahir menggunakannya karena insting dari garis darah Kirin.


“Aku tidak menyangka kau akan sekuat ini. Tetapi kau hanya mampu mengimbangi aku dari jajaran anggota ras Ice Giant terlemah yang telah mencapai tingkat kekuatan True God.” ucap Ice Giant yang sedang melawan Ren Yuu.


Mata Ren Yuu menyipit sedikit karena sedari awal sudah menduga bahwa Ice Giant dihadapannya adalah yang terlemah diantara semua ahli di dalam ras Ice Giant.


“Dan kali ini, aku akan memperlihatkan kekuatan sejati ras Ice Giant!” ucap Ice Giant tersebut. Serpihan kristal perlahan muncul di sekitarnya yang membuat Ren Yuu sangat waspada.


Ren Yuu langsung mengepakkan sayapnya dan mundur menjaga jarak karena merasakan ancaman besar.


“Oh? Kau sungguh waspada!” Ice Giant itu berkata dengan nada kagum. Ia mengangkat pedang miliknya ke arah atas untuk memulai teknik miliknya yang berasal dari garis darah mereka.


Kedua Ice Giant lainnya juga langsung melihat ke arah sumber energi yang mendekat dan mereka langsung kaku di tempat begitu juga dengan Ice Giant yang sedang melawan Ren Yuu.


Di sisi lain, Ren Yuu juga merasakan ada yang mendekat. Karena bingung dengan reaksi para Ice Giant, ia langsung mencoba melacak siapa yang mendekat dengan energi spiritualnya.


Ren Yuu pun menjadi kaku di tempat karena banyak pikiran aneh terlintas di benaknya.


Wushh!


Dalam waktu beberapa detik kemudian, sosok wanita cantik tiba di sekitar tempat pertarungan Ren Yuu. Ia berhenti di udara dengan nafas agak terburu-buru sedikit.


“Xiuro..” batin Ren Yuu dan tersenyum kecil. Ia sudah tau bahwa sedari awal ia merasakan energi yang familiar walaupun tidak terlalu yakin sebelumnya. Tetapi, saat ini ia sudah membernarkan spekulasinya.


“Nyonya..” ketiga Ice Giant yang berada di tempat itu langsung berlutut ke arah Lan Xiuro yang masih berada di udara.

__ADS_1


“Nyonya?” Ren Yuu tercengang seketika dan menatap Lan Xiuro dengan tatapan aneh.


Lan Xiuro tidak peduli dengan para Ice Giant karena tatapannya saat ini tertuju pada Ren Yuu. Ia merasa ragu saat melihat Ren Yuu yang berada di mode setengah Naga.


“Naga?” gumam Lan Xiuro bingung.


“Lama tidak bertemu, Xiuro..” ucap Ren Yuu saat menatap Lan Xiuro yang bingung menatapnya.


Lan Xiuro gemetaran tiba-tiba dan matanya berkaca-kaca. “Apa yang tejadi padamu?”


Ren Yuu merasa bingung awalnya. Tetapi ia langsung sadar dan kembali ke wujud aslinya. Ia juga menyimpan kembali Dragon Slayer Lance karena merasa bahwa ia tidak akan bertarung lagi.


Saat Ren Yuu kembali ke wujud manusia, Lan Xiuro langsung melesat dengan kecepatan tinggi dengan air mata yang terlihat menetes di pipinya.


Tidak jauh dari tempat itu, Xue Ling Long menatap apa yang terjadi dengan tatapan kosong dan bingung.


“Bukankah itu pemimpin baru ras Ice Giant dari rumor yang beredar?” Xue Ling Long bingung dan tidak tau harus bereaksi seperti apa. Ia hanya menunggu saja karna masih tidak berani mendekat.


“Suami!” teriak Lan Xiuro dan langsung memeluk Ren Yuu dengan erat.


Ketiga Ice Giant yang sedang berlutut gemetaran tiba-tiba. Mereka bertiga saling memandang dan memasang wajah pucat seperti pantat ayam.


Ketiganya saling memandang dan tatapan mereka bertiga menyiratkan sesuatu. ‘Kita dalam bahaya!’


Ren Yuu langsung memeluk Lan Xiuro juga. Tentu saja ia merindukan istrinya yang memiliki sifat sangat aneh.


“Aku sangat merindukanmu.” Lan Xiuro mencengkram erat baju Ren Yuu dengan air mata yang terus menetes.


“Aku juga merindukanmu.” ucap Ren Yuu sambil membelai kepala Lan Xiuro dengan lembut.


Tidak lama kemudian, beberapa anggota ras Ice Giant yang kuat lainnya pun tiba di tempat kejadian.


Mereka semua menatap adegan itu lalu menghela nafas panjang karena sudah tau bahwa orang yang dicari Lan Xiuro telah ditemukan.


Semua dari mereka yang baru saja tiba tentu melihat tempat kejadian dan siapapun tau bahwa ada yang baru saja bertarung.

__ADS_1


De Gao yang baru tiba juga menatap semua yang ada di sana. Lalu tatapannya tertuju pada tiga Ice Giant yang memiliki wajah pucat.


“Tampaknya kalian telah melakukan kesalahan kali ini, jangan minta tolong padaku karena aku tidak mau terkena imbasnya.” ucap De Gao saat melihat ketiga Ice Giant tersebut menatapnya dengan tatapan minta tolong.


__ADS_2