
Dunia Tersegel, Tanah Keputusasaan
Saat Ren Yuu dan Wu Qiu telah pergi, De Bao dan Ma Hu langsung bergerak ke arah lawan masing-masing dan bentrok di tempat itu. Semua makhluk yang di sana langsung menjaga jarak dan menonton pertarungan yang segera terjadi.
Hal seperti itu sering terjadi dan beberapa makhluk lainnya membuat pertarungan antar individu sebagai ajang taruhan juga.
De Bao dan Ma Hu tau bahwa Ren Yuu dan Wu Qiu kabur. Namun mereka tidak peduli saat ini karena musuh bebuyutan mereka telah tiba di depan mata. Tidak mungkin mereka melewatkan menjatuhkan calon pemimpin selanjutnya dari ras yang menjadi saingan ras mereka.
Beberapa saat kemudian, Ren Yuu dan Wu Qiu yang pergi dari tempat pertarungan dua raksasa, tiba di sebuah tempat makhluk aneh yang menjual beberapa barang yang terlihat antik.
“Berikan padaku peta tidak lengkap Tanah Keputusasaan.” Wu Qiu langsung berbicara ketika tiba di hadapan makhluk yang tampak seperti monyet.
“5.000 Crystal Emerald.” makhluk itu langsung berbicara sambil mengeluarkan gulungan aneh dari dalam bulu-bulunya yang panjang.
“Kenapa sangat mahal?” Tanya Wu Qiu tidak puas.
“Peta tidak lengkap telah di perbaharui seminggu yang lalu. Ada banyak tempat yang telah di catat di peta itu. Jika kau ingin peta yang sebelumnya, kau hanya perlu membayar 1.000 Crystal Emerald.” monyet itu berkata datar sambil mengeluarkan peta lainnya.
“Kami ingin yang terbaru.” Ren Yuu langsung berkata karena ia tidak terlalu peduli dengan Crystal Emerald. Walaupun sebenernya Crystal Emerald sangat berharga dan sulit ditemukan, benda seperti pasti akan mereka dapatkan juga nantinya di Tanah Keputusasaan. Juga, dengan peta yang lebih rinci, peluang untuk mendapatkan benda berharga pun lebih tinggi.
Wu Qiu pun tau hal itu. Tetapi sudah kebiasannya untuk menghemat sumber daya penting.
Tanpa melihat Wu Qiu yang tampak mengeluh, Ren Yuu mengeluarkan 50.000 batu Emerald Lord dari Dimensional Life miliknya. Sebab, 50.000 batu Emerald Lord adalah 5.000 Crystal Emerald.
Penjual peta itu tidak bingung sama sekali dari mana Ren Yuu mengeluarkan batu Emerald Lord. Sebab, banyak makhluk yang memiliki tubuh aneh yang mampu menyimpan benda dalam jumlah tertentu.
“Senang berbisnis denganmu.” monyet itu tetap memasang wajah datar saat mengatakan hal itu.
Ren Yuu mengangguk dan mengambil peta.
“Kita tidak perlu membuang waktu. Ayo pergi.” Ren Yuu langsung berbalik setelah menyimpan peta.
Wu Qiu hanya menghela nafas lalu mengikuti Ren Yuu.
__ADS_1
Ketika tiba di tempat yang lumayan sepi, Ren Yuu membuka peta tidak lengkap Tanah Keputusasaan. Saat menatap peta, Ren Yuu mengerut karena sangat banyak tempat di tandai dengan †. Di pojok peta, ia melihat bahwa tanda itu adalah tanda bahwa tempat itu area berbahaya sekaligus tempat untuk mengumpulkan sumber daya.
Namun tanda itu memiliki beberapa warna yang berbeda dan yang ditandai dengan warna merah merupakan salah satu tempat dengan bahaya tinggi.
“Apakah semua tempat ini berdekatan?” Tanya Ren Yuu saat menatap peta. Sebab, semuanya tampak begitu dekat.
“Tidak.” jawab Wu Qiu sambil menyentuh peta. Ia kemudian menyalurkan energi mendalamnya lalu peta perlahan terlihat seperti di perbesar sehingga jarak tempat-tempat itu semakin jauh.
“Tanah Keputusasaan sangatlah luas. Untuk mahkluk Tier True God pun akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengelilingi tempat ini.” Lanjut Wu Qiu.
Ren Yuu terkejut bahwa peta yang ia pegang memiliki fungsi seperti itu.
“Kita tidak boleh pergi ke tempat ini.” Wu Qiu menunjuk ke tempat yang memiliki tanda merah.
“Kenapa? Setauku, tempat itu pasti memiliki sesuatu yang berharga sehingga di buat merah. Aku tau tempat itu berbahaya, tetapi di mana ada bahaya, di situ ada peluang.” ucap Ren Yuu dengan alis sedikit terangkat.
“Apa otakmu semakin tidak beres Yuu'er? Aku mengerti apa yang kau katakan. Namun tempat itu memang sangatlah berbahaya. Bahkan banyak makhluk Tier True God yang jatuh di beberapa tempat itu!” Wu Qiu sedikit kesal karena tampak Ren Yuu sangat meremehkan Tanah Keputusasaan.
Sebelum Ren Yuu bisa membantah, Wu Qiu langsung berbicara lagi. “Kita akan pergi ke tempat ini terlebih dahulu. Tempat ini juga berbahaya untuk para makhluk Tier Half God. Tetapi aku yakin bisa mengatasi masalah yang akan datang nantinya.” Wu Qiu menunjuk ke area yang memiliki tanda berwarna oranye.
Ren Yuu menghela nafas karena ia tau bahwa saudarinya pasti akan menendangnya jika membantah.
“Lalu bagaimana dengan tempat ini? Hanya ada dua tempat seperti ini.” Ren Yuu menunjuk peta yang memiliki tanda berwana hitam.
“Jangan pernah berpikir untuk pergi ke tempat itu. Bahkan makhluk Tier True God hanya memiliki peluang hidup 20% di tempat itu!” Wu Qiu langsung berkata dengan nada dingin karena ia tau bahwa Ren Yuu pasti mungkin mencoba untuk pergi ke sana.
“Iya kakak..” Ren Yuu menjawab dengan nada sedikit takut karena wajah Wu Qiu saat ini tampak sangat mengerikan.
“Seperti aku akan percaya pada kata-katamu!” Dengus Wu Qiu lalu menyita peta.
“Kita akan pergi ke arah sana terlebih dahulu.” Wu Qiu langsung melayang dan bergerak ke arah tertentu dengan wajah kesal.
Ren Yuu tidak bisa berkata-kata karena saudarinya menyita peta darinya. Ia memang memiliki niat untuk pergi ke lokasi paling berbahaya. Sebab, ia hanya bisa memikirkan tempat seperti itu yang akan bisa meningkatkan kekuatannya dalam waktu singkat. Ren Yuu menghela nafas lelah lalu mengikuti saudarinya.
__ADS_1
**
Lebih dari seminggu kemudian, tiga wanita tiba di pinggiran Tanah Keputusasaan. Mereka bertiga adalah Cai'Zi, Ren Yui dan Yu Ling Er.
“Akulah yang pertama tiba.” Yu Ling Er yang baru saja menginjak tanah, berkata dengan nada bangga karena merasa ia telah menang dalam segi kecepatan saat berlomba menuju Tanah Keputusasaan.
“Akulah yang lebih dulu tiba. Apa kau tidak sadar bahwa kakiku yang pertama kali mendarat?” Dengus Ren Yui.
“Apa kau buta? Siapapun tau bahwa akulah yang pertama kali tiba!” Yu Ling Er sekali lagi berkata dengan nada dingin ke arah Ren Yui.
“Kaulah yang buta! Akulah yang menang kali ini!” Ren Yui sekali lagi berkata sambil melototi Yu Ling Er.
Mereka berdua saling menatap untuk beberapa detik lalu berbicara bersamaan. “Apa kau ingin bertarung?”
Cai'Zi yang berada di belakang Ren Yui dan Yu Ling Er hanya menatap kedua wanita itu dengan tatapan sangat kesal.
“Sudah cukup!” Cai'Zi berteriak karena sudah tidak tahan lagi mendengar ocehan kedua wanita itu.
Rambut Cai'Zi perlahan melayang ke udara dan wajahnya tampak sangat dingin. Ia menatap Ren Yui dan Yu Ling Er dengan tatapan sangat marah.
Glug..!
Ren Yui dan Yu Ling Er menelan air ludah mereka sendiri saat menatap penampilan Cai'Zi. Baru kali ini mereka berdua melihat wajah Cai'Zi yang tampak begitu kesal.
Sebelumnya, Cai'Zi hanya menceramahi mereka dan itu juga menggunakan nada lembut. Tapi kali ini, mereka berdua tau bahwa Cai'Zi telah kehilangan kesabarannya.
“I-ibu..”
“Bi-bibi..”
“Sepertinya aku harus mengajari kalian lebih tegas kali ini!” ucap Cai'Zi dingin dan auranya sedikit bocor.
Ren Yui dan Yu Ling Er pucat seketika dan hanya bisa berkata dalam hati. “Kita dalam bahaya!”
__ADS_1