
Ruang hampa
Saat ini Ren Yuu sedang bergerak menggunakan teknik Darkness Shift. Sudah delapan bulan waktu berlalu dan ia masih belum tiba juga di Alam Dewa Laut.
“Aku tidak menyangka bahwa jarak ke tempat itu sangatlah jauh.” gumam Ren Yuu dan merasa sedikit bosan saat ini.
Tiba-tiba wajah Ren Yuu cemberut saat merasakan ada seseorang di dalam Dimensional Life miliknya mencoba untuk membolongi penghalang.
“Ck!” Ren Yuu berdecak. Ia sedikit kesal karena harus bepergian seorang diri tanpa teman berbicara. Ia pun berhenti untuk memeriksa Dimensional Life miliknya.
Tanpa membuang waktu, ia langsung masuk ke dalam sana dan ingin tau siapa yang mencoba menghubunginya karena ia tau apa maksud dari serangan seseorang sebelumnya.
Ketika Ren Yuu masuk ke dalam Dimensional Life, ia membeku saat mendengar suara seseorang yang telah lama tidak ia dengar.
“Akhirnya kau muncul juga untuk bertanggung jawab?”
Ren Yuu sedikit kaku mendengar kata-kata bertanggung jawab. Ia menghela nafas lalu menoleh ke arah belakang dan menemukan Xinxin yang menatapnya dengan wajah sedikit cemberut. Tetapi itu membuatnya semakin cantik.
“Akhirnya kamu selesai juga berkultivasi Xinxin.” ucap Ren Yuu dengan senyum di wajahnya. Tetapi tatapan Ren Yuu teralihkan saat menatap sedikit ke bawah karena Xinxin menggunakan pakaian yang lumayan sempit dan membuat dua kelinci putih besar terlihat hendak melepaskan diri.
Tentu hal itu akan terjadi karena pakaian yang dipakai oleh Xinxin adalah milik Yu Ling Er yang memiliki tubuh lebih kecil dari pada Xinxin.
Wajah Xinxin gelap saat melihat mata Ren Yuu yang tertuju pada dua kelinci putih miliknya. “Ke mana matamu melihat, sialan!”
Xinxin pun langsung menerjang ke arah Ren Yuu dan mencoba untuk menendang pusaka keluarga Ren.
Melihat dengan hukum Takdir, wajah Ren Yuu pucat seketika. Ia buru-buru menghindarinya. Ia tidak menyangka bahwa Xinxin ingin menendang pusaka pribadinya.
__ADS_1
“Jangan lari!” teriak Xinxin saat mengejar Ren Yuu lagi.
Ren Yuu hanya bisa menghela nafas panjang. Bukan salahnya jika Xinxin memamerkan dua kelinci putih tersebut.
Karena Xinxin terus mencoba untuk menendangnya, Ren Yuu pun tidak mempunyai pilihan lain dan bergerak dengan kecepatan tinggi lalu muncul di belakang Xinxin.
“Berhentilah Xinxin. Kenapa kamu begitu marah?” tanya Ren Yuu lalu memeluk Xinxin dari belakang. Ia sudah mengingat bagaimana reaksi Xinxin sebelumnya jika ia melakukan hal seperti itu.
Dan sesuai prediksi Ren Yuu, Xinxin membatu di tempat dan wajahnya sedikit memerah. Hanya di depan Ren Yuu citranya sebagai seorang mantan penguasa hilang sepenuhnya.
“A-apa yang kau lakukan? Jangan peluk aku!” teriak Xinxin gugup. Ia mencoba melepaskan tangan Ren Yuu tetapi ia bahkan tidak menggunakan energinya. Itu tampak seperti seorang gadis biasa yang tampak menolak tetapi senang dengan perlakuan seperti itu.
Ren Yuu terkekeh karena suara Xinxin terdengar sangat gugup saat ini. Ia sudah tau kenapa seperti itu dan ia juga tidak mencoba untuk menghindari Xinxin karena ia ingat apa yang dikatakan oleh Wu Qiu sebelumnya ketika mereka belum terpisah.
“Bertanggung jawab? Tanggung jawab seperti apa yang kamu inginkan?” tanya Ren Yuu sambil menaruh dagunya di pundak Xinxin.
“Kau harus bertanggung jawab karena telah melihat semua tubuhku sebelumnya.” bisik Xinxin seperti suara nyamuk. Wajahnya Semerah tomat karena tidak menyangka kata-kata seperti itu akan keluar dari mulutnya.
Ren Yuu tidak bisa berkata-kata karena Xinxin ingin menjadi miliknya. Namun, ketika mengingat kembali apa yang semua istrinya katakan tentang Xinxin begitu juga dengan kakaknya, ia memang sudah mengambil keputusan dari dulu untuk mengambil Xinxin sebagai miliknya.
“Tentu saja aku akan bertanggung jawab. Apakah kamu ingin melakukannya sekarang?” bisik Ren Yuu di telinga Xinxin.
Hembusan nafas Ren Yuu di telinganya membuat tubuh Xinxin gemetaran tak terkendali. Ia pun semakin malu karena kata-kata Ren Yuu yang mengatakan tentang melakukan dan ia tentu tau apa maksudnya.
“Apakah kau menginginkan aku? Tetapi aku tidak ingin terburu-buru..” bisik Xinxin dengan suara yang semakin lama semakin kecil. Ia saat ini sangat terlihat seperti gadis muda yang sedang jatuh cinta. Selama menjadi seorang penguasa di Nether Sea Continent, ia tidak pernah dekat dengan lelaki manapun dan ketika naik ke Alam Ilahi, ia pun hanya terus berkultivasi. Dan sampai saat ini, ia tidak pernah mengenal tentang hubungan antara pria dan wanita yang membuatnya seperti itu.
Ren Yuu semakin tertawa di dalam hati karena Xinxin sangat terlihat tidak menolak sama sekali. Tetapi ia tentu saja tidak akan melakukannya saat ini karena masih banyak yang harus dilakukan.
__ADS_1
“Baiklah, suatu hari nanti kita akan melaksanakannya.” Goda Ren Yuu sambil mencium pipi Xinxin.
Jantung Xinxin seakan hendak melompat saat Ren Yuu mencium pipinya. Ia tidak tau harus berbuat apa saat ini dan hanya bisa menjadi patung batu dengan wajah yang sangat merah.
“Bisakah kau melepaskan ku?” tanya Xinxin gugup.
Ren Yuu terkekeh karena suara Xinxin saat ini berbicara dengannya terdengar sangat lembut. Ia pun melepaskannya dan Xinxin sedikit lega walaupun merasa kecewa.
“Uhuk..”
Suara batuk Nie Xuang terdengar yang membuat Ren Yuu tercengang sedikit lalu melihat ke arah belakang.
“Apakah kau itu sangat suka melihat generasi muda yang sedang dimabuk asmara?” batin Ren Yuu saat menatap Nie Xuang dengan tatapan kosong penuh arti.
Nie Xuang merasa canggung di tatap seperti itu oleh Ren Yuu.
Sementara itu, Xinxin sangat malu karena ada yang melihat bahwa Ren Yuu memeluknya dan menciumnya. Ia menundukkan kepalanya di kedua kelinci putih besar miliknya.
“Maafkan telah mengganggu tuan.” Nie Xuang awalnya hanya ingin menyapa Ren Yuu tetapi ia mengambil waktu yang salah dan langsung kabur setelah membungkuk ke arah Ren Yuu.
Ren Yuu mengabaikan Nie Xuang dan menatap ke arah Xinxin. “Oh, aku tidak menyangka bahwa kamu akan mencapai Tier True God juga.”
Xinxin tersadar dari rasa malunya dan langsung merasa bangga. Ia tidak pernah memperlihatkan sifatnya yang seperti itu kepada siapapun dan hanya kepada Ren Yuu ia melakukan hal itu agar mendapatkan pujian dari kekasih hatinya.
“Tentu saja. Biar kamu tau, aku juga telah membuat Bloodline milikku berevolusi menjadi Atlantis God Bloodline!” ucap Xinxin sambil mengangkat sedikit kepalanya. Ia tetap menatap Ren Yuu dengan mata sedikit memohon dan berkata dalam hati. “Puji aku.. cepat puji aku atas pencapaian ku..”
Mulut Ren Yuu terbuka dan tertutup beberapa kali karena merasa bahwa wanita di hadapannya bukanlah Xinxin. Dan tatapan mata itu Ren Yuu tentu mengerti apa artinya. Itu sama dengan tatapan ketiga muridnya ketika ingin dipuji.
__ADS_1