
Ren Yuu membawa Mei ke suatu tempat yang luasnya jauh dari kota Baisha.
“Uhuk..” Ren Yuu memuntahkan sesuap darah sekali lagi dan ia berlutut ke tanah dengan tubuh gemetaran.
“Sial! Hanya tersisa 2 tahun.” batin Ren Yuu.
Di sisi lain, Mei merasa mual karena belum pernah ia bergerak dengan kecepatan setinggi itu. Kepalanya pusing saat ini. Saat ia pulih, ia bingung karena dirinya dan penyelamatnya saat ini berada di tempat yang sangat sepi.
Ketika Mei melihat Ren Yuu yang tampak menderita, ia gugup seketika. “Tuan.. apa yang terjadi? Apakah anda baik-baik saja?”
Mei mencoba membantu Ren Yuu untuk berdiri. Sifatnya saat ini telah sangat berubah karena kejadian di masa lalu.
“Aku tidak apa-apa.” balas Ren Yuu sambil melambaikan tangannya yang sedikit gemetaran.
Mendengar suara Ren Yuu, tubuh Mei membatu di tempat. Ia tentu tidak akan pernah melupakan suara Ren Yuu walaupun mungkin ada perbedaan.
“Ren... Yuu...” gumam Mei.
Ren Yuu yang sudah berdiri kembali, menarik nafas dalam-dalam. Ia membuka topengnya dan menampilkan wajahnya kepada Mei. “Lama tidak bertemu, Mei..”
Mata Mei berkaca-kaca karena tidak menyangka bahwa dermawan yang membantunya adalah pria yang ia khianati di masa lalu. Ia langsung berlutut dan bersujud dengan air mata yang mengalir di pipinya. “Maafkan aku..”
“Maafkan aku karena melakukan hal itu padamu dahulu.”
“Aku sangat menyesal. Aku ingin bertemu kembali dengan mu agar bisa meminta maaf.”
Mei terus menangis sambil bersujud di kaki Ren Yuu.
Ren Yuu terkejut dengan apa yang Mei lakukan. Ia tidak mengharapkan bahwa Mei akan melakukan hal seperti itu. Dari nada permintaan maaf Mei, ia paham bahwa Mei dipenuhi dengan penyesalan dan permintaan maafnya sangat tulus.
__ADS_1
“Berdirilah Mei.. kamu tidak perlu melakukan itu, aku sudah memaafkan mu dari dulu.” Ren Yuu langsung membantu Mei untuk berdiri.
Mei yang berdiri, menggigit bibirnya dengan kuat dan menangis lebih keras. Ia langsung memeluk Ren Yuu dengan erat saat ini.
Ren Yuu merasa tidak berdaya. Ia merasakan sakit karena di peluk oleh Mei sekuat tenaga. Tetapi ia hanya diam karena tidak ingin membuat Mei sedih dengan mendorongnya. Bukannya ia memiliki perasaan lagi kepada Mei, tetapi ia masih ingat bahwa mereka adalah sahabat dalam waktu yang sangat lama. Hanya karena Mei beralih ke pria lain, itu tidak akan membuatnya lupa bahwa hanya Mei dan Cai'Zi yang mau bermain dengannya ketika mereka masih kecil.
Setelah beberapa saat, Mei akhirnya tenang dan melepaskan pelukannya. Ia menunduk malu karena tiba-tiba memeluk Ren Yuu.
Tentu Mei saat ini juga tidak punya perasaan kepada Ren Yuu. Tetapi alih-alih rasa cinta, pandangannya kepada Ren Yuu saat ini hanya rasa kagum dan hormat.
“Baiklah, ayo duduk dulu.” Ren Yuu kemudian duduk dan bersandar di sebuah pohon.
Mei langsung menurut saat ini dan menatap Ren Yuu dengan seksama. “Kapan kamu kembali? Dan kenapa wajahmu sangat pucat?” tanya Mei sedikit panik.
Ren Yuu menatap ke arah Mei dengan tatapan kosong karena sifat Mei yang ini sama ketika mereka masih kecil dan selalu peduli padanya ketika terjadi sesuatu pada dirinya.
Mei gemetaran mendengarnya. Air matanya kembali menetes saat ini. Ia tentu dapat melihat dari wajah Ren Yuu yang pucat serta tubuh yang selalu gemetaran bahwa Ren Yuu sangat menderita saat ini.
“Jangan menangis. Semuanya telah terjadi. Hei, cobalah gunakan ini dan keluarkan semua benda yang ada di dalamnya.” Ren Yuu mengeluarkan cincin ruang dari jarinya dan memberinya kepada Mei.
“Aku tidak bisa menggunakan energi spiritual lagi karena itu akan membunuhku dalam sekejap.” lanjut Ren Yuu.
Mei mengerti dan langsung mengeluarkan semua benda dari dalam cincin ruang Ren Yuu walaupun isinya sangat sedikit. Semua benda penting tentu Ren Yuu tempatkan di dalam Dimensional Life miliknya.
Setelah semua benda keluar, Ren Yuu memeriksa tumpukan benda di hadapannya. Ia merasa pahit karena tidak ada benda yang bisa digunakan untuk memperbaiki tubuhnya.
Mei di sisi lain terkejut karena bahkan ia melihat beberapa batu yang memancarkan aura kuat. Itu tidak lain adalah beberapa batu Emerald Lord dan Crystal Emerald. Tetapi ia tidak memiliki keserakahan sama sekali dimatanya.
“Sepertinya harapan terakhir ku telah habis.” Ren Yuu menghela nafas panjang lalu menyuruh Mei menyimpan kembali semuanya.
__ADS_1
“Gunakanlah ini untuk berkultivasi. Kamu pasti menjadi kuat nantinya.” Ren Yuu memberi cincin ruang kepada Mei karena tidak ada benda berharga di matanya dengan semua benda itu walaupun ada juga beberapa senjata kuat.
“Tapi.. tapi.. semua benda itu sangat berharga.” Mei menolak dan sekaligus gugup.
“Tidak. Semua benda itu tidak memiliki kegunaan lagi bagiku.” balas Ren Yuu.
“Lalu, apa yang akan kamu lakukan sekarang?” tanya Mei gugup.
Ren Yuu memakai kembali topengnya lalu berbalik. “Aku akan pergi ke beberapa tempat. Jaga dirimu baik-baik, Mei..” ia langsung perlahan berjalan meninggalkan Mei yang tampak membeku.
Mei melihat cincin ruang di tangannya dan menatap Ren Yuu kembali. Ia memakai cincin ruang itu lalu mengejar Ren Yuu.
“Ren Yuu.. tunggu! Aku ikut!” teriak Mei.
Ren Yuu berhenti dan berbalik. “Akan percuma bagimu untuk ikut karena aku sebenarnya tidak memiliki tujuan.”
“Aku akan tetap ikut denganmu!” balas Mei keras kepala. Ia tentu ingin merawat Ren Yuu di sisa waktunya yang tersisa. Ia tidak akan membiarkan Ren Yuu sendirian karena ia tau bagaimana rasanya sendirian. Hal itu sangat menyakitkan, kesendirian adalah hal paling mengerikan di dunia ini, itulah kesimpulan yang dibuat oleh Mei.
Ren Yuu hanya menggelengkan kepalanya lalu perlahan berjalan. Ia tidak mengusir Mei kembali karena ia melihat mata Mei yang tampak tidak mau merubah keputusan.
Lalu mereka berdua pun pergi mengembara tanpa arah dan tujuan. Selama ini, Ren Yuu merasakan lapar di perutnya karena tidak ada energi mendalam yang mengalir di tubuhnya. Ia menahan semua energinya di dalam dantian-nya agar tidak menyebar ke seluruh tubuh. Hal itu membuat dirinya menjadi manusia biasa.
Selama itu, Mei selalu membuat masakan untuk Ren Yuu. Ia merawat Ren Yuu dengan hati-hati dan tidak ingin melihatnya merasakan sakit lebih banyak karena selama di perjalanan, ia mengetahui dengan kasar bagaimana tubuh Ren Yuu saat ini.
Waktu terus berlalu, Ren Yuu dan Mei yang berkelana telah menyaksikan banyak hal di planet Desolate. Selama di perjalanan, Ren Yuu pun memandu kultivasi Mei yang membuatnya meningkat sangat cepat. Juga, dengan bantuan Crystal Emerald, tingkat kultivasi Mei meroket tinggi.
Selama dalam perjalanan, Ren Yuu telah menyaksikan banyak kehidupan. Dari semua itu, ia mengerti apa artinya hidup yang sebenarnya.
Dan satu kejadian yang ia saksikan membuat semuanya berubah. Dan ini adalah sesuatu yang membuatnya memahami sesuatu yang penting. Jalan untuk kembali.
__ADS_1