
Dunia Tersegel, Tanah Keputusasaan
“Satu cara? Apa itu?” tanya Cai'Zi dengan nada lembut seperti biasa.
Semua yang ada di sana tau bahwa Cai'Zi sangatlah lembut ketika sedang berbicara. Tetapi, di balik sisi lembutnya itu, ada kengerian sesungguhnya untuk seorang kultivator.
Hanya Lan Yehuang yang sangat mengenal Cai'Zi sedari dulu di planet Desolate walaupun mereka tidak pernah memiliki kontak. Ia sudah tau bahwa Cai'Zi memang terlihat sangat baik, lembut kepada siapa saja, tetapi sangat mengerikan jika sedang serius.
Dan selama 6 tahun belakangan ini, Ji Yan dan Bei Xu telah di tendang habis-habisan oleh Cai'Zi karena terkadang terlalu sembrono. Terutama untuk Bei Xu yang terkadang suka bergerak sendiri.
Bei Xu membuat kesalahan besar sewaktu melawan tetua Xue San yang hampir menewaskan Ji Xian. Setelah pertarungan usai, Cai'Zi menghajarnya sedemikian rupa. Bahkan dengan tubuh agung sang Buddha miliknya, Bei Xu tidak dapat bertahan dengan satu teknik milik Cai'Zi.
Sejak saat itu, jika Cai'Zi yang berbicara, ia tidak berani menyela lagi sama halnya untuk Ji Yan karena ia juga pernah di tindas secara parah oleh Cai'Zi yang selalu terlihat tersenyum, lembut dan pemaaf.
Dari semua itu, mereka telah menyadari bahwa Cai'Zi adalah iblis wanita yang memakai topeng wanita cantik yang lemah lembut.
“Itu adalah tempat suci clan Salju.” Xiao Bai tidak lagi menyembunyikan niatnya untuk membongkar apa isi tempat suci clan Salju.
Semua yang ada di sana menjadi serius seketika.
“Ya. Itu adalah tempat terakhir yang bisa kita tuju selain dari pusat clan Salju. Tetapi, tempat itu di jaga oleh salah satu Celestial Snow Fox yang setara dengan Xue San dan Xue Dao. Bukankah begitu Yui?” Cai'Zi berbicara sambil menoleh ke arah putrinya.
“Ya ibu.. aku dapat merasakan nafas Beast Race dari kejauhan sekalipun. Dan memang benar bahwa Celestial Snow Fox yang menjaga tempat suci itu sangatlah kuat luar biasa.” ucap Ren Yui serius.
“Hmp! Kita hanya perlu memukulnya seperti Xue Ja.. Xue ntah apa pun namanya itu.” Dengus Yu Ling Er sambil memakan daging di tangannya.
__ADS_1
Ren Yui melirik ke arah Yu Ling Er dengan tatapan tidak puas. Tetapi ia menahannya untuk saat ini.
Ji Yan dan Bei Xu berkeringat menatap ke arah Yu Ling Er karena takut Cai'Zi akan marah kembali saat ini.
“Ling Er, sesekali kamu harus menggunakan otak, bukan otot saja.” Cai'Zi menghela nafas panjang melihat tingkah laku murid pertama Ren Yuu.
“Hehehe..” Yu Ling Er menjulurkan lidahnya karena merasa sedikit malu juga. Ia hanya mendengarkan perkataan Cai'Zi saat ini walaupun tidak sepatuh saat Ren Yuu yang memberi perintah.
Sementara itu, Lan Yehuang dan Xiao Bai hanya bisa terdiam menatap ke arah Yu Ling Er karena tidak tau harus berkata apa. Dalam pikiran mereka, bagaimana cara Ren Yuu bisa melatih murid seperti Yu Ling Er menjadi sangat kuat karena terlihat hanya menggunakan otot saja sedari dulu.
Siapapun akan bingung karena Yu Ling Er terlihat seperti kultivator sempurna dari segala sisi walaupun tidak ada yang tau bahwa dia sangat rentan dengan serangan jiwa. Kecepatan, kekuatan, pertahanan, insting, refleksi, energi dan hukum serta teknik milik Yu Ling Er hampir tidak bisa di saingi saat sedang bertarung.
“Bagaimana cara Ren Yuu melatih anak ini?” batin Xiao Bai dan Lan Yehuang bersamaan.
Sementara itu, Ji Xian hanya menatap sedikit iri kepada Yu Ling Er karena semua kultivator wanita akan ingin seperti Yu Ling Er yang kuat dari segala sisi.
Cai'Zi merenung sejenak dan memikirkan langkah kedepannya.
“Jika memang seperti itu..” Cai'Zi menghentikan kata-katanya dan melihat ke arah Ji Xian lalu melanjutkan. “Berapa waktu peningkatan yang bisa kau berikan kepadaku dengan rune dan charm?”
Ji Xian terdiam sejenak. Untuk meningkatkan kekuatan kultivator sekaliber Cai'Zi, akan sangat membebaninya.
“Aku bisa meningkatkan sedikit. Tetapi, lebih baik aku fokus kepada pelemahan energi dan hukum musuh. Itu akan lebih efektif. Jika benar Celestial Snow Fox yang menjaga tempat itu sekuat Xue San, kita pasti bisa menekannya atau membunuhnya.” ujar Ji Xian.
“Jika begitu, sudah di putuskan. Yui.. coba hapus keberadaan Ji Xian nanti ketika bertarung. Lawan kita adalah Beast Race. Aku tau kamu mampu untuk menutup penciuman mereka.” ucap Cai'Zi saat menatap ke arah putrinya.
__ADS_1
“Baik. Itu bukan masalah ibu.” Ren Yui langsung mengangguk setuju.
“Kita akan beristirahat selama beberapa hari sebelum menyerang tempat suci clan Salju. Ini rencananya..” lalu Cai'Zi langsung menyusun rencana untuk membantai penjaga tempat suci clan Salju yang bernama Xue Han, putra Xue Wen.
**
Sementara itu, Ren Yuu yang membawa Xue Ling Long bersamanya, sedang bergerak dengan kecepatan penuh diikuti oleh Lan Xiuro. Tujuan mereka saat ini juga menjadi tempat yang paling di jaga di clan Salju.
“Ling-Ling, apakah kamu tau apa isi dari tempat suci itu?” tanya Ren Yuu penasaran.
“Aku tidak tau Guru. Ketika akan mendekat ke tempat itu setiap kali, akan ada anggota clan Salju yang menemukan ku. Mereka tidak mengijinkan aku masuk ke tempat itu. Dan juga, tidak ada informasi apa sebenarnya isi dari tempat itu.” jawab Xue Ling Long sedikit malu karena menuntun Gurunya ke tempat yang bahkan ia tidak tau apa isinya.
Tetapi Xue Ling Long tidak tau bahwa dia lahir di tempat itu dan di bawa oleh anggota clan Salju kembali ke dalam clan. Namun ia selalu merasa bahwa tempat itu sangat terkait dengannya yang membuat instingnya selalu menuntunnya ke tempat itu.
“Tidak apa-apa. Itu adalah tempat suci, jadi wajar saja di jaga dengan ketat. Tetapi kita akan menyusup ke dalam sana nantinya.” Ren Yuu langsung menghibur murid kecilnya itu karena memang wajah sedikit bersalah.
“Bagaimana menurutmu Xiuro..” Ren Yuu menoleh ke arah Lan Xiuro.
“Dari semua hal yang telah aku pikirkan dan semua informasi tentang clan Salju yang aku peroleh, ada hal janggal di sini.” ucap Lan Xiuro sambil melihat ke arah Xue Ling Long.
“Hm, apa itu?”
“Coba pikirkan kembali. Itu adalah tempat suci. Ling-Ling yang memiliki garis darah yang bisa menekan makhluk sekuat Xue Fu pun di larang keras mendekat. Dan informasi lainnya, tidak ada catatan tentang asal usul Ling-Ling.” ucap Lan Xiuro.
Xue Ling Long bingung dengan perkataan Lan Xiuro tetapi tidak terlalu memikirkannya. Ia merasa bahwa itu karena tempat suci sehingga ia di larang masuk sewaktu masih kecil. Jika ia berpikir kembali, ia pasti langsung mengerti. Tetapi fokus Xue Ling Long saat ini tertuju pada apa isi tempat suci itu.
__ADS_1
Sementara itu, Ren Yuu melebarkan matanya lalu menatap ke arah muridnya. “Jadi seperti ini. Dasar clan Salju sialan!” batin Ren Yuu karena ia langsung membuat spekulasi bahwa tempat suci clan Salju merupakan tempat kelahiran Xue Ling Long.