
Dunia Tersegel, Tanah Keputusasaan
Xue San merasakan sakit luar biasa di perutnya. Ia hampir tidak dapat mengikuti pergerakan Cai'Zi kali ini. Ia sadar bawah fenomena aneh terjadi kembali yang membuat kekuatan Cai'Zi meningkat pesat. Tetapi ia tidak tau bahwa kekuatan merekalah yang dilemahkan saat ini. Juga, kali ini Cai'Zi menggunakan charm yang di beri oleh Ji Xian.
Sebelumnya, dalam tiga belas kali pertempuran yang Xue San lakukan dengan kelompok Cai'Zi, Cai'Zi tidak pernah menggunakan charm sama sekali. Dan juga, kali ini Cai'Zi mengerahkan semua kekuatan penuhnya bersamaan dengan staf yang menjadi harta turun temurun clan Surgawi Xue.
Hanya pemilik Pure God's Bloodline yang berasal dari clan Surgawi Xue yang mampu menggunakan staf tersebut. Walaupun Cai'Zi belum mampu menampilkan kekuatan penuhnya, kekuatannya akan meningkat drastis saat menggunakan staf.
Staf yang di pedang oleh Cai'Zi bernama God's Scepter. Staf itu memiliki nilai yang setara dengan Void Sword milik Lin Ming dan Sea Queen Sword milik Wu Qiu.
“Sialan!” Xue Han dengan marah langsung mengayunkan cakarnya sekuat tenaga ke arah Cai'Zi yang memiliki jarak sangat dekat dengannya.
Cai'Zi melirik ke arah Xue Han dengan tatapan yang sangat dingin. Sangat jarang ia menampilkan wajah seperti itu saat sudah berkumpul kembali dengan Ren Yuu dan Ren Yui.
Sraing!
Srak!
Xue Han yang menyerang dengan sekuat tenaga tersenyum gila karena berhasil membelah Cai'Zi. Tetapi senyumnya tiba-tiba hilang ketika melihat tubuh Cai'Zi tidak mengeluarkan darah sama sekali.
Zrrrt! Zrrrt!
Tubuh Cai'Zi yang terpotong kembali tersambung seperti semula. Ini adalah kekuatan penuhnya saat menggunakan semua kemampuan Pure God's Bloodline miliknya. Hanya satu cara untuk menghadapi Cai'Zi saat ini. Yaitu, musuh harus memiliki hukum yang lebih kuat darinya untuk bisa menyentuhnya.
Dengan memegang God's Scepter, segel yang mengekang tubuh Cai'Zi oleh Dao Surgawi pun lenyap sepenuhnya. Hanya hukum yang lebih tinggi dari miliknya yang mampu untuk bertarung melawannya. Sekuat apapun musuh, jika hukumnya tidak lebih kuat dari Cai'Zi, dia tidak akan pernah bisa menyentuhnya sampai kapanpun.
“Kau adalah yang pertama! Aku akan membuatmu mengerti bagaimana ketika aku sedang marah!” Cai'Zi langsung mengayunkan staf miliknya ke arah dada Xue Han sekuat tenaga.
Xue Han buru-buru menyilangkan kedua lengannya di depan dadanya untuk mencoba bertahan sambil melapisinya dengan energi mendalamnya.
Buak!
Zhung!
__ADS_1
Xue Han yang menerima pukulan langsung oleh Staf milik Cai'Zi langsung melesat seperti meteror ke arah salah satu bangunan yang ada di sana.
Bom!
Tempat suci clan Salju bergetar hebat saat benturan terjadi. Semua petarung yang ada di sana menatap ke arah tempat kejadian. Para anggota clan Salju memasang wajah jelek karena melihat tuan muda mereka di pukul sangat keras.
Sementara itu, kelompok Cai'Zi menyeringai melihat kejadian itu. Mereka tentu sadar bahwa Cai'Zi belum pernah menampilkan kekuatan penuhnya sewaktu bertarung melawan Xue San sedari dulu.
Dengan peningkatan kekuatan kelompok Cai'Zi menggunakan charm dan pelemahan kekuatan anggota clan Salju melalui Rune, serta menggunakan God's Scepter, Cai'Zi tentu mampu melenyapkan Tier True God 4th Heavenly Layer. Jika tidak menggunakan cara seperti itu, ia tidak akan memiliki kesempatan sama sekali melawan makhluk makhluk selevel Xue San dan Xue Han.
Xue Han yang baru saja terkena pukulan, perlahan keluar dari puing-puing es. Ia merasakan sakit luar biasa di kedua lengannya. Baru kali ini menerima serangan sekuat itu dari Cai'Zi.
“Bagaimana bisa dia sekuat itu?” Xue Han menggertakkan giginya dengan kuat dan melihat ke arah Xue San yang sudah melayang di udara juga dengan wajah sangat jelek.
“Xue San! Keluarkan semua kekuatan kita! Jika tidak, akan sulit menumbangkan wanita itu!” Xue Han muncul di sebelah Xue San sambil mengirimnya pesan mental.
Xue San mengangguk kecil. Ia tau bahwa saat ini melawan Cai'Zi sama seperti melawan makhluk yang hampir memiliki satu tahap kekuatan di atas mereka secara tiba-tiba.
Siapapun tidak akan ada yang percaya bahwa ada kultivator Tier True God 1st Heavenly Layer yang mampu menekan dua makhluk Tier True God 4th Heavenly Layer secara langsung.
Cai'Zi yang melayang di udara juga mengerutkan keningnya karena merasakan charm yang ada pada tubuhnya memudar dengan cepat. “Aku tidak boleh membuang waktu!”
Cai'Zi menghentakkan staf miliknya di udara tetapi seperti mengenai sesuatu di udara.
Ting!
Gelombang energi berwana biru yang hampir tak terlihat menyebar ke segala arah.
Awan tiba-tiba berkumpul di langit yang membuat daerah tersebut tampak menjadi gelap seketika.
“Berhati-hatilah!” ucap Cai'Zi dingin.
Zhep!
__ADS_1
Cai'Zi pun kembali melesat ke arah Xue Han dan Xue San.
Xue Han dan Xue San pun tidak akan mau menyerah melawan Cai'Zi karena jika mereka tidak mengalahkannya, rahasia yang ada di tempat suci clan Salju akan terbongkar.
Bom! Bom! Bom!
Pertempuran dengan kekuatan penuh antara Cai'Zi melawan Xue Han dan Xue San pun pecah seketika.
Cai'Zi saat ini bertarung dengan sekuat tenaga sambil mempersiapkan satu teknik warisan clan Surgawi Xue. Ia juga mempersiapkan teknik lainnya untuk melindungi rekan-rekannya.
Tidak jauh dari tempat itu, Ren Yuu yang sedang bergerak bersama dengan Lan Xiuro dan Xue Ling Long, menatap ke arah langit. Daerah tersebut sudah tampak gelap yang membuatnya mengerutkan kening.
“Apa yang terjadi?” tanya Lan Xiuro yang juga menatap ke arah langit.
Ren Yuu terdiam karena tidak tau mengapa ada fenomena aneh yang tiba-tiba berada di langit.
Xue Ling Long pun menatap ke arah langit dengan seksama dan mencoba memeriksanya. Tetapi ia tidak menemukan apa-apa selain dari hukum yang sangat kuat sedang berkumpul yang hampir tidak dapat di deteksi.
Sama halnya bagi Ren Yuu. Ia dan muridnya memiliki energi spiritual yang sangat kuat pun hampir tidak dapat merasakan hukum yang berada di udara. Hanya hukum yang samar-samar yang dapat mereka berdua rasakan.
“Guru! Lihat itu!” Xue Ling Long berteriak ngeri saat menatap awan yang ada di langit tiba-tiba berkumpul membentuk bola raksasa berwana hitam yang memiliki petir biru keunguan di setiap permukaannya.
Mata Ren Yuu dan Lan Xiuro pun melebar saat menatap kejadian itu.
Tidak lama kemudian, teriakan seroang wanita menggema di langit. Ren Yuu tentu sangat mengenali suara tersebut yang membuatnya terkejut.
“God's Judgment : Arrival Of Disaster!”
Bola hitam raksasa tersebut langsung menerjang ke arah bawah yang membuat mata Ren Yuu, Lan Xiuro dan Xue Ling Long melebar selesai.
Tanpa membuang waktu, Lan Xiuro langsung mengendalikan Heart Mirror dan membuat pelindung untuk melindunginya bersama dengan Ren Yuu dan Xue Ling Long.
Blar!
__ADS_1
Bola hitam raksasa tersebut langsung menghantam permukaan es. Saat itu terjadi, listrik dalam jumlah yang sangat besar terhempas ke segala arah.