God Of Darkness

God Of Darkness
Chapter 232 - Kematian Patriak Clan Liu


__ADS_3

“Kau..” Patriak clan Liu sangat marah saat ini. Walaupun Ren Yuu telah diakui oleh Trident Of Destiny, ia tidak memiliki kewajiban untuk tunduk padanya. Ia adalah seorang Patriak dari clan tingkat tinggi di planet Laut Kaca. Harga dirinya sebagai seorang pemimpin tentu saja sangat tinggi, kecuali jika Ren Yuu telah menyandang gelar Dewa Laut, ia tidak akan keberatan untuk tunduk. Tapi di sini, ia tau bahwa Ren Yuu bukanlah Atlantis Race sejati melainkan campuran dengan ras lainnya meskipun Ren Yuu sebenarnya hanya memasukkan garis darah Atlantis ke tubuhnya.


“Apakah kau yakin bahwa kau bisa membunuhku?” Ren Yuu menyeringai sambil menarik Trident Of Destiny. Ia ingin menyerang kembali tetapi terkejut dengan sesuatu yang ia lihat melalui hukum Takdir. Ia pun langsung melompat ke belakang sejauh mungkin.


“Anak ini...” Patriak clan Liu semakin muram karena sebelumnya ia ingin menyerang Ren Yuu sekuat tenaga. Itu adalah serangan tersembunyi tetapi ia tidak menyangka bahwa Ren Yuu akan mengetahuinya. Ia langsung menyadari bahwa Ren Yuu adalah pengguna hukum Takdir.


“Meski kau memiliki Trident Of Destiny, kau bukanlah penguasa sah Realms Of The Sea! Karena itu, tidak akan masalah jika aku membunuhmu di sini sekarang juga!” setelah mengatakan itu, aura Patriak clan Liu meledak. Tato-tato di tubuhnya yang awalnya pudar tampak bersinar terang. Tanda di dahinya bersinar karena mengaktifkan Heavenly Bloodline Atlantis.


“Perlihatkan jika kau mampu!” Ren Yuu tersenyum jahat dan langsung membuat kuda-kuda menyerang menggunakan Trident Of Destiny.


Sementara itu, Leizu yang sedang dipenjara juga terkejut dengan apa yang muncul di tangan Ren Yuu. “Bagaimana bisa Atlantis Race diakui oleh Trident Of Destiny? Ren Yuu memang tidak sederhana sama sekali.” batin Leizu.


Bahkan kedua Tetua clan Liu dan juga Liu Zhanya dan Xiuyu yang sedang bertarung pun tidak menyangka bahwa Ren Yuu memiliki Trident Of Destiny bersamanya yang sudah dikabarkan menghilang dari Realms Of The Sea semenjak kenaikan Dewa Laut baru.


Ren Yuu dan Patriak clan Liu saling memandang, tidak lama kemudian, mereka berdua bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah musuh masing-masing.


Walaupun Patriak clan Liu saat ini terluka, hal seperti itu tidak akan mengganggunya dalam pertarungan.


Tring!


Saat keduanya tiba di depan musuh masing-masing, benturan logam terdengar sangat keras dan energi dan hukum yang luar biasa menyebar ke segala arah.


Ren Yuu langsung menarik Trident Of Destiny kembali dan mengayunkannya ke arah kepala Patriak clan Liu.


Patriak clan Liu yang melihat itu pun memiringkan kepalanya dengan sangat cepat. Walaupun ia tidak menguasai hukum Takdir seperti Ren Yuu, insting dan pengalamannya dalam bertarung tidak bisa dipungkiri karena itu mampu melawan hukum Takdir.


Saat Trident Of Destiny melewati kepalanya, Patriak clan Liu pun membuat kuda-kuda dan menyerang sekuat yang ia bisa. Ia berjongkok sedikit lalu melesat melewati Ren Yuu dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Sraing!


Tring!


Ren Yuu yang sudah melihat itu melalui hukum Takdir hanya memiringkan sedikit gagang Trident Of Destiny dan menahan tebasan Patriak clan Liu.


Saat memiringkannya pun, Ren Yuu sekaligus memutar Trident Of Destiny dan menusuk ke arah belakang.


Jleb!


Patriak clan Liu yang baru saja melewati Ren Yuu pun tertusuk di punggungnya. Ia tentu dapat merasakan Trident Of Destiny awalnya ingin menusuk jantungnya, ia menghindar sebisanya tetapi ia tetap saja di tusuk.


Patriak clan Liu pun bergerak ke depan dan melepaskan diri dari Trident Of Destiny.


Tetapi hal berikutnya membuat Patriak clan Liu semakin terkejut.


“Sialan!” Patriak clan Liu memutar tubuhnya sebisanya sambil mengayunkan pedangnya untuk menahan Trident Of Destiny agar tidak menikamnya.


Ren Yuu yang melihat itu hanya menyeringai kejam. Ia menggerakkan jari-jarinya karena ia tentu dapat mengendalikan Trident Of Destiny dari kejauhan sekalipun.


Sraing!


Patriak clan Liu menebas udara kosong dan terkejut tiba-tiba saat merasakan sakit luar biasa di dadanya.


“Kau..” Patriak clan Liu semakin marah karena Trident Of Destiny hampir saja menembus jantungnya. Ia meraih gagang Trident Of Destiny untuk mencabutnya dari dadanya.


“Sudah waktunya bagimu binasa! Inilah yang kau dapatkan jika mencoba memanfaatkan aku dan melawanku serta mencoba membunuhku!” Ren Yuu menyeringai saat tangan kanannya bersinar terang. Itu adalah energi dan hukum Air tingkat keempat yang diubah melalui energi Dewa.

__ADS_1


Trident Of Destiny berdengung sesaat karena Ren Yuu memberi perintah. Trisula itu kemudian dibaluti oleh energi luar biasa yang bahkan membuat Patriak clan Liu terkejut dan ia ketakutan saat ini.


“Mati!” gumam Ren Yuu dan telah melihat hasilnya memalui hukum Takdir. Ia pun mengepalkan tangan kanannya yang awalnya ia arahkan ke Trident Of Destiny.


“Tungg-...”


Jrezh!


Sebelum menyelesaikan kata-katanya, Energi dan hukum Air yang membentuk trisula besar menembus jantung Patriak clan Liu.


“Uhuk..” Patriak clan Liu memuntahkan darah yang sangat banyak karena jantungnya hancur seketika. Wajahnya sangat pucat dan penglihatannya mulai kabur. Ia tidak menyangka bahwa seseorang yang menggunakan Trident Of Destiny akan memiliki kekuatan tempur yang sangat tinggi karena Ren Yuu saat ini hanya Tier True God 1st Heavenly Layer dan mampu membunuhnya yang memiliki kultivasi Tier True God 4th Heavenly Layer.


Ren Yuu menatap ke arah Patriak clan Liu dengan tatapan datar tanpa emosi. Ia langsung menarik kembali Trident Of Destiny yang membuat tubuh Patriak clan Liu bergetar.


Patriak clan Liu menatap Ren Yuu dengan penuh kebencian. Pandangannya sangat kabur saat ini dan tubuhnya tumbang ke belakang karena daya hidupnya telah hilang.


“Jika saja aku tidak memiliki Trident Of Destiny, mungkin aku akan binasa di tangannya.” batin Ren Yuu.


Tempat itu hening seketika. Pertarungan antara dua Tetua clan Liu dengan Liu Zhanya dan Xiuyu pun terhenti lalu menatap ke arah tubuh Patriak clan Liu yang telah tergeletak di atas pasir.


Sedangkan untuk Leizu, ia pun terlepas dari penjara yang dibuat oleh Patriak clan Liu. Ia tidak menyangka bahwa Ren Yuu tidak membutuhkan usaha yang besar untuk membunuh Patriak clan Liu. Ia menatap ke arah langit karena tujuannya untuk membunuh Patriak clan Liu telah terpenuhi walaupun sebenarnya ia sedikit tidak puas karena bukan ia yang membunuhnya.


Setelah itu, Leizu menenangkan dirinya dari emosinya saat ini dan menatap ke arah dua Tetua yang tersisa.


Sementara itu, dua Tetua terkuat clan Liu memiliki wajah pucat karena pemimpin mereka telah tewas.


Ren Yuu pun melihat ke arah dua Tetua dan menaikkan sudut bibirnya dan langsung bergerak untuk menyerang. “Berikutnya adalah giliran kalian berdua!”

__ADS_1


__ADS_2