God Of Darkness

God Of Darkness
Chapter 233 - Awal Mula Kejatuhan Clan Liu


__ADS_3

“Berikutnya adalah giliran kalian berdua!” Ren Yuu pun langsung melesat ke arah salah satu Tetua yang bertarung dengan Liu Zhanya.


Bahkan Leizu pun yang melihat Ren Yuu bergerak tidak berdiam diri. Ia pun bergerak ke arah Tetua lainnya yang melawan Xiuyu. Ia tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk membunuhnya karena di masa lalu, para Tetua clan Liu terus memburu dirinya hingga harus naik ke permukaan.


“Sial!” Tetua clan Liu yang melihat Ren Yuu menerjang ke arahnya pun pucat seketika. Ia tentu sadar bahwa ia tidak mungkin menang melawan Ren Yuu yang bahkan bisa membunuh Patriak dalam waktu yang bisa dikatakan sangat singkat.


Ren Yuu yang sedang mendekat, menatap Tetua tersebut yang mencoba melarikan diri ke pintu masuk dimensi. Pintu tidak lagi di segel karena Patriak clan Liu telah tewas.


“Kau ingin kabur? Tidak semudah itu!” Ren Yuu menyeringai dan langsung melempar Trident Of Destiny saat ia sedang bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Zhung!


Trident Of Destiny yang telah dibaluti oleh energi dan hukum Air tingkat keempat pun melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Tetua tersebut.


Tetua tersebut merasakan bahaya mendekat dan ia dengan paksa bergerak ke samping.


Bom!


Trident Of Destiny membentur pasir dan ledakan besar terjadi serta angin kencang bercampur energi dan hukum Air tingkat keempat meledak ke segala arah.


Keringat dingin menetes di dahi Tetua clan Liu karena ia sangat dekat dengan kematian. Saat ini ingin bergerak lagi, ia merasakan bulu-bulu kuduknya berdiri berteriak tanda bahaya.


Dan benar, Ren Yuu telah tiba di belakang Tetua tersebut dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Kematianmu pun telah tiba!” ucap Ren Yuu dingin sambil membuat gerakan dengan tangannya seperti gaya menusuk. Jari-jari Ren Yuu kini diselimuti oleh energi berwarna emas dan memancarkan aura yang sangat panas.

__ADS_1


“Tidak akan semudah itu menjatuhkan ku bocah!” teriak Tetua tersebut sekuat tenaga saat ia membakar esensi darahnya dalam jumlah yang sangat besar.


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Tetua itu berbalik dan mengayunkan pedangnya juga ke arah tusukan yang Ren Yuu lancarkan.


Tring!


Suara benturan logam terdengar dan membuat Tetua clan Liu terkejut luar biasa. Ia tidak menyangka bahwa tubuh Ren Yuu terasa seperti sebuah Artefak.


Tentu hal seperti itu akan terjadi. Sebenarnya Ren Yuu pasti akan terpotong secara langsung jika tidak menggunakan trik kecil. Dengan menggunakan tubuh Ilahi Yang serta energi dan hukum Yang tingkat keempat, panas yang terpancar dari tusukan Ren Yuu itu sangatlah tinggi. Itu membakar energi dan hukum Air milik Tetua tersebut hingga habis sehingga itu hanya tampak seperti ayunan pedang biasa dengan tenaga. Karena Ren Yuu sudah melihat hasilnya dengan hukum Takdir, ia sama sekali tidak ragu melakukannya.


“Kau! Bagaimana bisa?” Tetua itu tidak bisa tidak bertanya karena apa yang ia lihat adalah hal yang paling mustahil yang pernah ada. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa Ren Yuu telah membakar energi yang melapisi pedangnya tepat di mana bilah pedang itu bersentuhan dengan jari-jari Ren Yuu.


Ren Yuu tersenyum jahat dan mengulur waktu. “Bagaimana bisa? Aku heran kenapa pria tua sepertimu yang telah hidup dalam waktu yang lama sama sekali tidak menyadarinya.” ejek Ren Yuu.


Ren Yuu menyeringai karena mengambil waktu mengalihkan perhatian Tetua dan mengendalikan Trident Of Destiny untuk membunuh Tetua tersebut.


“Sungguh ironis bukan? Apa kau tidak pernah menyangka bahwa riwayat clan Liu akan jatuh di tangan orang sepertiku?” ucap Ren Yuu sambil mengayunkan lengan kirinya yang telah di bentuk persis sama dengan tangan kanannya.


Sebelum Tetua itu menjawab, Ren Yuu langsung menusuk kepala Tetua tersebut dan membakar semua isi otaknya.


Tentu Ren Yuu tidak akan peduli dengan jawaban apa yang akan di berikan oleh Tetua itu karena itu pasti membosankan menurutnya.


“Satu lagi telah selesai.” gumam Ren Yuu saat melihat tubuh Tetua clan Liu tergeletak di atas pasir. Ia pun langsung mencabut Trident Of Destiny dari tubuh Tetua clan Liu tersebut.


Liu Zhanya yang melihat pertarungan itu tidak bisa berkata-kata karena kecakapan Ren Yuu dalam pertarungan sangatlah mengerikan. Ia sekarang sadar bahwa apa yang dikatakan Leizu tentang nafas Ren Yuu yang terasa sangat kuat adalah nyata. Juga, ia sampai saat ini masih bertanya-tanya di mana Ren Yuu mendapatkan Trident Of Destiny yang merupakan senjata utama untuk posisi Dewa Laut di Realms Of The Sea.

__ADS_1


Ren Yuu yang mengambil Trident Of Destiny pun langsung menyimpan Trisula itu dan menatap pertarungan antara Leizu dan Xiuyu yang bekerja sama melawan Tetua clan Liu lainnya.


Dari pertarungan itu, Ren Yuu paham bahwa tidak akan butuh waktu yang lama bagi mereka berdua untuk memusnahkan Tetua tersebut.


“Siapa kau sebenarnya?” Liu Zhanya yang mendekat ke arah Ren Yuu tidak bisa untuk menutupi rasa penasarannya. Ia telah melihat pertarungan Leizu dan Xiuyu dan tau bahwa mereka akan menang sebentar lagi.


“Siapa aku? Aku Ren Yuu.” jawab Ren Yuu memperkenalkan dirinya acuh tak acuh.


Liu Zhanya tercengang mendengar jawaban Ren Yuu. Tetapi itu tidak salah sama sekali karena memang ia bertanya siapa Ren Yuu. Namun tujuannya sebenarnya bertanya bukanlah nama Ren Yuu melainkan asal-usulnya.


“Bagaimana kau bisa menggunakan Trident Of Destiny? Yang aku tau, hanya seroang Atlantis yang bisa menggunakan senjata Dewa itu.” ucap Liu Zhanya.


Ren Yuu menatap wanita di hadapannya dengan seksama. Ia terdiam sejenak lalu menghela nafas panjang. “Itu karena sudah di takdirkan.” jawab Ren Yuu lagi yang membuat Liu Zhanya memiliki urat-urat tebal di dahinya. Ia sangat marah karena Ren Yuu dua kali memberinya jawaban yang sungguh tidak memuaskan.


“Arrrgggg!”


Suara teriakan terdengar. Ren Yuu dan Liu Zhanya melihat ke arah sumber suara dan menatap salah satu Tetua terkuat clan Liu pun timbang juga.


Ren Yuu yang menatap itu tersenyum kecil. Ia mengambil Bloody Mist Sword lalu melemparnya ke arah mayat Patriak clan Liu.


Ketika Bloody Mist Sword tertanam di mayat itu, mayat Patriak clan Liu pun mengering seketika. Setelah itu Ren Yuu mengambil Bloody Mist Sword dan melakukan hal yang sama untuk dua Tetua lainnya.


Leizu, Liu Zhanya dan Xiuyu menatap apa yang dilakukan oleh Ren Yuu dengan wajah sedikit ngeri. Mereka tidak mengetahui tentang Bloody Mist Sword tetapi tau bahwa pedang itu sangatlah kuat dan juga jahat karena menyedot darah mayat.


Ren Yuu yang telah menyimpan Bloody Mist Sword, menatap ke arah ketiganya lalu berkata dengan senyum kecil. “Selanjutnya adalah clan Liu. Apakah kalian setuju?”

__ADS_1


__ADS_2