God Of Darkness

God Of Darkness
Chapter 59 - Situasi Aneh


__ADS_3

Dunia Tersegel


"Selanjutnya kau akan lebih menderita." Ucap Ren Yuu setelah selesai menghancurkan sebagian kecil jiwa Raja Naga Air.


Jiwa Ren Yuu langsung keluar dari tubuh Xinxin dan kembali ke tubuhnya sendiri.


"Ren Yuu.. kamu.." Xinxin sangat terkejut karena Ren Yuu memiliki teknik berbasis jiwa yang sangat luar biasa. Sangat jarang ada makhluk yang bisa mengeluarkan jiwanya sendiri lalu memasuki tubuh orang lain.


Ren Yuu hanya tersenyum kecil lalu menggendong Xinxin lagi setelah ia melepaskannya saat ia mengangkatnya dengan energi mendalamnya.


Saat ini Xinxin menatap ke arah Ren Yuu dengan cara yang berbeda. Dan tiba-tiba ia merasa malu karena saat ini ia tidak dibalut oleh sehelai benang pun.


"Ada apa?" Tanya Ren Yuu karena Xinxin tampak seperti orang bingung dan wajahnya sedikit memerah.


"Jangan lihat!" Teriak Xinxin tiba-tiba.


"Ha?" Ren Yuu terkejut kembali dan merasa heran dengan teriakan Xinxin. Namun, saat ia melihat sedikit ke arah bawah, ia mengerti kenapa Xinxin berteriak saat Ia menatap dua kelinci putih yang gemuk terpampang jelas di matanya.


"Ke mana matamu melihat?!" Teriak Xinxin lagi dengan wajah semerah tomat saat menatap mata Ren Yuu yang mengarah pada kelinci putihnya.


Ren Yuu merasa canggung dan melihat ke arah samping. Ia langsung bergerak karena tidak mau membuang waktu di tempat itu. Ia yakin bahwa Raja Naga Air saat ini sedang bergerak ke arah tambang.


Xinxin yang masih berada di pelukan Ren Yuu membenamkan wajahnya yang semerah tomat ke dada Ren Yuu karena merasa sangat malu. Jantungnya berdetak sangat cepat saat ini dan perasaan aneh muncul di hatinya.


Di sisi lain, Ren Yuu tentu memperhatikan perubahan wajah Xinxin dan tidak tau harus bereaksi bagaimana. Ia hanya terus bergerak ke arah luar dan tidak sampai 1 menit, ia langsung tiba di depan pintu gua.


Tetapi ketika tiba di depan pintu gua, ratusan penjaga telah menunggu kedatangan Ren Yuu karena Raja Naga Air telah memberi perintah melalui tanda Naga-nya untuk menahan Ren Yuu beberapa saat sebelum dia tiba.


"Ingin menghalangiku? Tidak tau diri!" Dengus Ren Yuu. Ia tau bahwa Raja Naga Air memberi perintah kepada bawahannya untuk menahan dirinya di depan pintu gua.


"Serang!" Teriak salah satu mahluk laut dan semua binatang monster laut yang ada di sana langsung menyerang bersamaan ke arah Ren Yuu yang masih menggendong Xinxin.


Deg!


Ren Yuu menghilang seketika sebelum semua serangan mendekat kepadanya. Semua binatang monster laut yang ada di sana berhenti mengayunkan senjata mereka dan memperhatikan sekelilingnya.

__ADS_1


"Di sana!" Salah satu dari mereka menunjuk ke arah tertentu di kejauhan.


Semua binatang monster laut itu terkejut dan langsung mengejar saat Ren Yuu sudah berada di tempat yang sangat jauh seolah-olah melakukan teleportasi.


Deg!


Deg!


Ren Yuu terus bergerak menggunakan teknik kegelapan miliknya dan berpindah terus-menerus ke tempat jauh.


"Sial! Orang itu sangat cepat bergerak!" Teriak salah satu dari mereka.


"Ayo kejar! Raja Naga Air akan marah jika kita tidak bisa menahannya di sini!" Teriak yang lainnya.


"Bagaimana cara menahannya? Mendekat pun kita tidak bisa dan dia semakin lama semakin jauh!" Teriak yang lainnya lagi saat sosok Ren Yuu hampir tidak terlihat di kejauhan.


"Sial! Raja Naga Air akan menghukum kita semua!" Hanya itu yang mereka pikirkan saat ini ketika sosok Ren Yuu tidak lagi terlihat.


**


Xinxin yang berada di pelukan Ren Yuu hanya tersenyum manis karena ia sudah menduga bahwa Ren Yuu akan mudah kabur dari sekelompok binatang monster laut yang lemah.


Dan sambil bergerak pun, Ren Yuu tidak berhenti sama sekali menyembuhkan Xinxin yang membuat Xinxin semakin kagum dengan pengendalian energi dan hukum Ren Yuu lakukan.


Saat mencapai kolam sebelumnya, Ren Yuu langsung melompat ke dalam yang membuat Xinxin bingung tetapi tetap diam seperti biasa dan memeluk Ren Yuu dengan erat.


**


Di tambang batu Emerald Lord berada, Raja Naga Air tiba dalam waktu 3 menit kemudian. Saat menatap para bawahannya yang hanya menunduk, Raja Naga Air semakin marah dan auranya meledak yang membuat daerah itu bergetar.


"Sialan! Sialan! Sialan!" Raja Naga Air terus-menerus berteriak dan mengutuk seseorang yang mengacaukan semua rencananya.


Wu Qiu telah menghilang dan kali ini Xinxin pun menghilang. Ia merasa bahwa kedua hal itu berhubungan dengan orang yang sama. Ia telah melihat penampilan Ren Yuu melalui bawahannya dan tau bahwa itu adalah orang yang sama ketika Ren Yuu masuk ke dalam wilayahnya dan bertemu dengan Wu Qiu.


"Aku akan memburumu manusia sialan!" Teriak Raja Naga Air dalam wujud Naga-nya. Ia juga menghancurkan banyak tempat di sekitar tambang karena amarah yang meledak-ledak.

__ADS_1


**


Saat ini Ren Yuu sudah pindah ke kolam lainnya. Ia merasa luar biasa bahwa seseorang mampu menciptakan tempat teleportasi dan tidak ada riak energi dan hukum yang terasa di kolam itu.


Ren Yuu melompat ke luar kolam sambil terus menggendong Xinxin.


Xinxin sebenarnya ingin melepaskan diri dari gendongan Ren Yuu karena saat ini ia tidak memakai busana apapun. Tetapi ia tidak bisa karena lukanya yang bahkan saat ini masih pulih sedikit.


Ren Yuu menatap ke arah Xinxin lagi dan bertanya hal yang mengganggunya sedari awal.


"Xinxin, kenapa lambang Bloodline mu terus muncul, dan kenapa warnanya merah?" Tanya Ren Yuu heran.


"Haaaaah.." Xinxin menghela nafas panjang lalu menjelaskan situasinya saat ini.


"Butuh waktu beberapa tahun bagiku agar Bloodline milikku kembali seperti semula." Lanjut Xinxin saat menjelaskan.


"Kenapa kamu sangat ceroboh? Apa yang akan terjadi padamu dalam beberapa tahun itu sebelum kekuatanmu pulih?" Tanya Ren Yuu tidak puas karena merasa Xinxin terlalu ceroboh.


"Lalu apa yang harus aku lakukan? Apakah aku akan berdiam diri ketika binatang sialan itu menelanku?" Teriak Xinxin lagi dengan wajah kesal.


Ren Yuu merasa heran bahwa Xinxin terlihat sangat berbeda dari terakhir kali mereka bertemu. Dahulu Xinxin akan terlihat sangat santai, anggun dan yang terpenting, dia selalu memancarkan aura seorang penguasa.


Tapi kali ini, Xinxin terlihat seperti gadis yang sedang bertengkar dengan kekasihnya.


"Baik.. baik.. tidak perlu marah. Kamu terlihat sangat manis jika sedang marah." Balas Ren Yuu dengan senyum khasnya yang membuat Xinxin tiba-tiba terlena.


"A-apa yang kau katakan?" Xinxin semakin malu karena tidak menyangka bahwa Ren Yuu masih sempat merayunya di saat seperti ini.


Tetapi Ren Yuu sebenarnya tidak merayu Xinxin. Ia hanya berkata apa adanya.


Sebelum Ren Yuu membalas, Xinxin berkata lagi. "Ren Yuu.. bisakah kamu memberi aku pakaian?"


Ren Yuu membeku sejenak lalu tatapannya tertuju kembali ke dua kelinci putih yang sangat besar.


Plak!

__ADS_1


Dan suara tak enak terdengar di tempat itu dan menggema ke tempat yang lumayan jauh.


__ADS_2