God Of Darkness

God Of Darkness
Chapter 206 - Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Kota Baisha saat ini sangatlah ramai. Zaman kultivator telah membuat semua tempat menjadi sangat berbeda. Terlihat banyak sekolah bela diri didirikan dan semua anak yang ada di kota memiliki cita-cita menjadi salah satu kultivator.


Juga, Ren Yuu mendengar tentang kabar yang membuatnya tersenyum di balik topeng kayu yang ia kenakan. Di tiga benua dan benua bawah laut, ada satu sekte kuat yang ingin dimasuki oleh semua kultivator.


Sekte itu bernama Nine Realms Sect. Itu adalah sekte ciptaannya sendiri yang awalnya di kelola oleh Feng Yin berserta semua kenalannya. Tetapi semua dari mereka yang menjadi generasi tua telah ikut bersama dengan Ren Huanran sebelumnya ke Alam Ilahi. Jadi, sudah pasti tidak ada seseorang yang Ren Yuu kenali yang mengurus sekte ciptaannya itu.


Kota Baisha telah berkembang sangat besar kali ini karena banyak rumor yang beredar bahwa pendiri Nine Realms Sect tumbuh di kota Baisha.


Karena itu, ada satu cabang Nine Realms Sect yang lumayan besar di kota tersebut. Karena adanya cabang Nine Realms Sect di kota itu, kota Baisha menjadi sangat luar biasa besar.


Di mana-mana kultivator akan terlihat. Zaman sudah berubah saat ini. Banyak kabar beredar bahwa Medan perang Bell's sangat populer juga karena berita tentang dirinya menaikkan level kekuatannya di tempat itu.


Ren Yuu tidak menyangka bahwa akan banyak legenda tentang dirinya di planet Desolate saat ini. Ia merasa sedikit lucu juga sebenarnya. Jika ada seseorang yang mengetahui dirinya saat ini berada di planet Desolate, mungkin keributan besar akan terjadi. Ia telah mengambil keputusan dengan membuat topeng kayu untuknya sendiri agar tidak menimbulkan keributan.


Dengan perlahan, Ren Yuu menyusuri kota Baisha, dan yang membuat Ren Yuu terkejut, cabang sekte yang ia dirikan dibuat di tempat tinggalnya dahulu sebelum menjadi kultivator. Ia tidak bisa berkata-kata saat ini.


Ketika mendekat ke arah cabang Nine Realms Sect, Ren Yuu melihat banyak anak-anak yang melakukan latih tanding. Ia tidak menyangka bahwa pengaruh dunia kultivator akan menjadi seperti itu.


Ketika menatap cabang Nine Realms Sect dari jarak yang tidak terlalu jauh, wajah Ren Yuu memerah sedikit karena ada patung dirinya di buat. Patung itu sangat menyerupai dirinya yang sedang memegang Bloody Mist Sword di tangan kanan dan Trident Of Destiny di tangan kiri.


Patung itu dibuat seperti tugu dan banyak dari orang-orang yang akan datang ke tempat itu setiap hari.


Ada beberapa monumen tentang semua pencapaiannya di masa lalu yang membuat Ren Yuu tidak bisa berkata-kata.

__ADS_1


Ren Yuu merenung kembali. Jika saja inti jiwanya tidak dilucuti, ketika ia tewas, ia pasti akan kembali ke kolam jiwa clan Feng. Tetapi saat ini tidak mungkin karena sumber jiwanya telah hilang. Ia seperti cangkang kosong saat ini.


“Ibu.. aku ingin menjadi seseorang seperti Kaisar Ren Yuu! Dia sungguh gagah dan hebat!” seorang bocah berusia 6 tahun berkata dengan antusias kepada ibunya saat menatap ke arah patung Ren Yuu.


“Hehehe, nak, berjuanglah dengan keras, ibu yakin kamu pasti bisa.” ibu dari bocah itu menyemangati putranya.


Semua anak kini mengidolakan Ren Yuu dan bercita-cita untuk menjadi seperti dirinya.


Ren Yuu terkekeh kecil mendengar bocah itu. Ia juga terkejut bahwa dirinya di juluki sebagai kaisar.


“Ibu, apakah Kaisar Ren Yuu sudah mati?” tanya bocah itu lagi dengan nada sedikit kompleks.


“Tidak nak! Legenda mengatakan bahwa Kaisar Ren Yuu naik ke alam yang lebih tinggi. Dikabarkan bahwa dia abadi dan suatu hari nanti akan kembali ke dunia ini untuk memerintah dunia ini.” ibu dari bocah itu berkata dengan nada penuh hormat sambil menatap ke arah patung Ren Yuu.


“Abadi? Siapa yang membuat legenda itu?” Ren Yuu menghela nafas dalam hati karena saat ini ia sedang sekarat.


Di Dunia Tersegel, baginya memang telah lewat 100 tahun, tetapi di dunia ini hanya berlalu selama 1 tahun. Semua perjalannya pun ia ingat kembali, dalam waktu itu banyak hal yang telah ia lalui untuk menjadi kuat. Naasnya, saat ini semuanya telah hilang dan tinggal kenangan.


Ren Yuu berharap bertemu dengan Gurunya, istrinya, putrinya, murid-muridnya dan rekan rekannya. Ia teringat kembali kepada kakek dan neneknya, ibunya saat ini yang tidak tau di mana. Juga, ia belum bertemu Xiao Xiao yang telah hilang bersamaan dengan ibunya.


Tanpa Ren Yuu ketahui, air matanya perlahan jatuh karena kecil kemungkinannya untuk bertemu dengan mereka lagi. Sebab, God Race saat ini sedang menginvasi Realms Of The Chaos yang membuat semua dari mereka harus bersembunyi.


Ren Yuu juga tidak tau bahwa Abyssal Race juga sudah perlahan masuk ke Realms Of The Chaos untuk menguasai alam semesta itu. Dengan tidak adanya para dewa, Realms Of The Chaos sudah pasti jatuh di tangan mereka.

__ADS_1


“Dunia ini juga dalam bahaya. Tetapi aku tidak memiliki apa-apa lagi untuk melindunginya.” Ren Yuu menghela nafas panjang saat ini. Ia tidak sadar sama sekali bahwa ada beberapa sosok kuat yang menjaga dunia ini, salah satunya adalah Winged Tiger God muda yang pernah ia lawan sebelumnya.


“Tidak ada gunanya untuk memikirkan itu. Aku hanya berharap mereka bisa bertahan dari invasi. Tetapi untuk bertahan pun, hanya kecil kemungkinannya.” Ren Yuu menggelengkan kepalanya sambil perlahan berjalan. Walaupun ia tau bahwa saat ini energi Ilahi telah beredar kembali di planet Desolate, tetap saja para kultivator di sini hanya memiliki tidak sampai ratusan kultivator Tier Ilahi. Itupun sudah pasti berada di tahap awal.


Ren Yuu sudah menduga semua itu dan tidak bisa berbuat apa-apa.


Saat perlahan berjalan, suara ledakan kecil terdengar tidak jauh dari posisinya.


Ren Yuu melihat ke arah suara ledakan yang ternyata adalah sebuah benturan tubuh dengan sebuah bangunan.


“Uhuk..”


Seorang wanita yang baru saja menembus tembok, memuntahkan sesuap darah dari tubuhnya.


“Ha-ha-ha! Bagaimana pelacur kecil? Apa kau tau kekuatanku?” sosok pria dewasa tertawa terbahak-bahak saat perlahan keluar dari dinding yang roboh.


Wanita yang di pukul tersebut memegang perutnya yang terkena tendangan yang sangat keras. Ia menatap pria yang menendangnya sebelumnya.


“Kenapa? Apa salahku sehingga kau melakukan ini? Aku hanya ingin hidup damai!” wanita itu mencoba berdiri dengan susah payah sambil berbicara.


“Kenapa? Untuk pelacur sepertimu pantas mendapatkan itu! Semua kultivator pasti berpikiran sama!” pria itu meludah ke samping karena merasa jijik dengan wanita itu.


Wanita itu hanya mengepalkan tangannya dengan kuat sampai berdarah karena kuku-kuku jarinya merobek kulitnya sendiri.

__ADS_1


Di sisi lain, Ren Yuu sedikit gemetaran saat melihat wanita itu. Ia tentu mengenal dengan jelas siapa itu dan dia adalah salah satu alasan utama ia mendapatkan masalah di awal memasuki jalan kultivasi.


“Mei..” batin Ren Yuu saat menatap wanita yang diperlakukan seperti sampah oleh banyak orang-orang di tempat itu.


__ADS_2