
Hari hari terus berlalu , tidak terasa tinggal dua hari lagi Cahaya resmi dengan status barunya. Dan selama beberapa hari ini Fakhrul tidak menampakkan batang hidungnya. Sesuai ucapan terakhirnya akan membiarkan Cahaya untuk beberapa waktu. Tapi siapa yang menduga waktu yang Fakhrul berikan dimanfaatkan oleh Cahaya dengan sangat baik.
Sementara Cahaya melakukan tugasnya seperti biasa. Dan hari ini adalah hari terakhir baginya untuk membuat dagangan. Karena mulai besok Cahaya akan disibukkan dengan persiapan pernikahannya. Tidak banyak yang akan disiapkan, hanya saja satu hari menjelang pernikahan Cahaya akan menginap di hotel tempat acara berlangsung. Begitu juga dengan seluruh keluarga Doni.
Dan setelah acara akad sekaligus resepsi kecil itu, Cahaya langsung diboyong ke rumah Doni. Itulah sebabnya jika hari ini Cahaya sudah memulai mengemas barang-barangnya.
Dan sejak pulang dari membeli cincin serta mahar nya Cahaya tidak pernah bertemu dengan Doni. Hanya sekedar mengirim pesan, itupun hanya menanyakan hal hal yang menyangkut persiapan pernikahan mereka.
" Ting"
Notifikasi pesan dari Doni terlihat dari layar ponsel Cahaya.
Rd aksa
Kata Ibuk, kamu datang ke rumah sore ini untuk fitting terakhir, apa benar? Aku malah disuruh pergi biar tidak ketemu kamu. Aneh kan ? Zaman apa ini, masih saja ada acara pingintan. Padahal diluar sana malah banyak yang hamil duluan.
" Apa dia mau ikutan menghamili duluan, koq malah ngomel ke aku, aneh. " Gumam Cahaya sendirian . Dan beberapa saat kemudian Cahaya pun membalas pesan Doni.
Jingga
Iya... sekitar jam dua siang, InsyaAllah.
Kemudian Cahaya melanjutkan acara packing nya . Tapi kembali terhenti karena ponselnya kembali berkelip.
RD aksa
Bagaimana perasaan kamu, tinggal dua hari lagi. Semoga kamu tidak berubah di saat terakhir.
" Apa dia cemas aku tinggalkan di pelaminan ? Jangan jangan dia suka baca novel DITINGGALKAN DI PELAMINAN, he.. he.... Lucu juga dia. " Tanpa sadar Cahaya mulai merasakan perasaan yang aneh. Entahlah ... Cahaya juga tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya.
Belakangan Cahaya selalu menunggu pesan dari Doni. Tidak mungkin Cahaya mengirim duluan. Walau bagaimana pun Cahaya masih sangat canggung. Mengambil keputusan untuk menikah dalam waktu dekat dengan orang yang baru saja dia kenal. Sungguh hal yang paling luar biasa yang Cahaya lakukan. Dan bagaimana mungkin Cahaya bersikap sok akrab, bisa bisa Doni illfeel duluan padanya.
Jingga
__ADS_1
Aku akan bertanggung jawab dengan keputusan yang sudah aku buat . Abang jangan khawatir
RD aksa
Abang ? Manis sekali. Aku ingin mendengarnya langsung. Ucapkan nanti pas sesaat setelah akad.
Jingga
Tidak seumur hidup
RD aksa
Tentu, rilisnya habis akad, ok
Jingga
👍
Cahaya menekan dadanya, dan bergumam sendiri. " Secepat ini... kenapa aku jadi takut. " Ya... Cahaya takut sakit, karena rasa seperti p ini pernah membuatnya sangat sakit.
Disaat Cahaya mencoba menetralisir perasaannya, Doni malah tersenyum menatap benda persegi yang menyala di hadapan nya. Entah mengapa dia merasa suka mengusik Cahaya dengan cara konyol seperti ini.
Hal yang tidak pernah dia lakukan sebelum nya, tidak juga terhadap Tiara. Doni mencintai Tiara sejak pandangan pertama. Mereka teman satu kelas , Doni siswa berprestasi di bidang akademik. Sementara Tiara sering mewakili sekolah mengikuti lomba modeling, MC bahkan menjadi Duta sekolah.
Pembawaan Tiara yang low profile dan humble membuat Doni dengan mudah mendekatinya. Hingga hubungan mereka berlanjut bertahun tahun. Dan tepat di usia mereka dua puluh lima tahun mereka memutuskan untuk menikah.
Karena cinta yang begitu besar membuat Doni memanjakan Tiara. Apa yang Tiara inginkan pasti dia berikan. Doni tidak bisa menolak rengekan Tiara. Tapi Tiara tetap seorang istri yang baik. Dia tetap melakukan tugasnya sebagai istri dengan baik. Dan tidak ada tingkahnya yang membuat Doni kesal ataupun marah. Kecuali satu, Tiara keras kepala. Jika dia bilang A maka harus A , tidak bisa ditawar jadi B bahkan H yang bunyinya hampir sama.
Pernah Doni meminta merubah panggilan nya setelah menikah, tapi Tiara tidak pernah mau hingga Tiara tiada. Tiara terbiasa memanggil nama Doni sejak awal. Kadang memanggilnya "sayang " jika ada maunya.
Itulah kenapa Doni merasa ada yang hangat di hatinya mendengar Cahaya memanggilnya "Abang" . Doni tidak menyangka jika Cahaya menuruti permintaan nya begitu mudah. Dua karakter yang bertolak belakang.
Tiara yang lembut dan anggun, manja. Terlihat lemah dan butuh perlindungan, tapi memiliki sifat keras . Sementara Cahaya terlihat kuat, tegas, mandiri namun lemah lembut dan penurut.
__ADS_1
Ah... tiba tiba Doni mulai membandingkan kedua wanita itu. Sesaat kemudian Doni memijit pangkal hidungnya. Menutup ponselnya dan segera bangkit.
Doni hendak menemui teman temannya di sebuah Restoran yang telah di reservasi. Doni ingin menjamu mereka sekalian mengundang secara langsung. Walaupun diantara mereka sudah ada yang tahu tapi Doni ingin melakukan secara resmi.
*****
Pernikahan mendadak itu telah rampung sembilan puluh persen. Tinggal finishing dekorasi dan persiapkan untuk hari H. Besok acara akan dilaksanakan pukul dia siang hari dan dilanjut resepsi pukul delapan malam.
Semua hanya acara sederhana, mengundang sedikit orang yang penting penting saja. Selain kerabat dan teman dekat, ada beberapa petinggi perusahaan dan karyawan. Juga kolega bisnis yang berhubungan dengan Aksa Corporation dan Malik Group milik keluarga Adnan Malik, suami Rania.
Meski begitu semua tetap mewah dan elegan, karena sebagian seorang yang diperhitungkan dalam dunia bisnis tidak mungkin Doni hanya melakukan syukuran menurut versi Cahaya.
Dan di sinilah kini Cahaya. Rencana semula sore hari menjelang hari pernikahan nya Cahaya baru ke hotel. Tapi semua berubah karena ulah Rania. Pagi harinya Rania sudah melimpir ke rumah Cahaya untuk menjemputnya. Dengan alasan atas perintah calon mertua.
Dan akhirnya Cahaya yang polos pun percaya. Dan ternyata Rania menyewa satu kamar hotel khusus untuk melakukan perawatan menjelang pernikahan. Dengan mendatangkan tenaga ahli dari sebuah Klinik Kecantikan ternama.
" Rania, apa ini diperlukan. Aku... aku tidak nyaman, Nia. " Rania mengernyitkan dahinya bingung .
" Kenapa ? Bukankah ini hal yang biasa. Apa kamu tidak pernah melakukannya. " Setahu Rania dulu Cahaya adalah istri orang berada, mana mungkin tidak pernah melakukan perawatan tubuh.
" Tentu saja pernah, tapi aku malu karena ada beberapa bekas luka di tubuhku. Aku tidak percaya diri. " Cicit Cahaya.
" Tidak masalah, mereka tidak akan menghina kita hanya karena itu. Percayalah pada ku. " Bujuk Rania.
Sejenak Cahaya pun berpikir tentang kepercayaan diri nya yang telah hilang sejak luka luka itu mulai mendera tubuhnya. Cahaya tidak pernah merawat lukanya dengan baik karena keterbatasan dana. Dan kini bagaimana dia bisa seyakin ini menikahi seorang pemilik perusahaan yang gagah dengan tubuhnya yang penuh parut.
Tiba tiba wajah Cahaya memucat. Cahaya tidak terpikirkan sampai kesitu. Apa yang harus Cahaya lakukan. Betapa malunya saat Doni melihat semua itu. Seketika Cahaya kehilangan nyalinya.
" Nia, bisakah kita batalkan saja pernikahan ini....
...****************...
Happy Reading 💕
__ADS_1