
Setibanya di pulau, Cahaya terpana dan takjub dengan keindahan pantai berpasir putih itu. Pulau yang cukup besar diantara pulau pulau lain di sekitarnya. Pulau pribadi ini hanya dihuni oleh para pekerja villa dan resort yang Max pekerjakan. Mereka diizinkan membawa keluarga karena untuk kenyamanan mereka disediakan rumah rumah kecil khusus karyawan.
Ada beberapa villa berbagai ukuran berjejer mengikuti garis pantai. Dan di kawasan hutan cemara buatan terdapat resort dan cottage. Kawasan pulau pribadi ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas lengkap dan canggih.
Semua telah memilih kamarnya masing masing. Doni dan Cahaya memilih kamar di lantai bawah, sama halnya dengan Rania dan Adnan juga Ibu Ratih. Sementara anak anak di lantai atas bersama dengan beberapa pelayan yang mereka bawa.
Tanpa membuang waktu anak anak langsung menyerbu pantai setelah menyusun bawaan mereka di kamar masing masing. Sedangkan Ibu Ratih memilih istirahat karena mabuk laut. Rania dan Adnan mengawasi para bocah bersama dengan para pelayan . Sementara Doni hanya mengekori Cahaya kemana pergi. Hingga akhirnya Doni menarik Cahaya ke bangku panjang di bawah sebuah pohon.
" Duduklah, Jingga . Jangan terlalu banyak bergerak, nanti kamu kecapean. " Ucap Doni sembari menarik Cahaya dengan lembut.
Mau tidak mau Cahaya akhirnya menurut. Meski hatinya masih ingin menyusuri pantai. Cahaya tahu Doni mengkhawatirkan dirinya. Itulah sebabnya Cahaya tidak membantah Doni.
" Aya belum capek kok, Bang. Pantainya bersih dan indah. Aya sudah sangat lama nggak ke pantai yang seperti ini. Mungkin waktu Darmawisata saat SMA. " Wajah sumringah Cahaya dihiasi senyuman.
"Mulai sekarang, kapan saja kamu mau bilang saja sama Abang. Maka saat itu juga kita akan pergi. " Jawab Doni.
" Benar ya, Bang. Jangan ingkar lho. " Cahaya memeluk lengan Doni sembari merebahkan kepalanya di bahu suaminya.
" Beneran !! Kapan saja kamu mau. " Jawab Doni meyakinkan.
" Makin sayang deh, kalau manis gini. " Dengan gemas Cahaya menarik hidung Doni lembut. Dan dapat hadiah kecupan di kening oleh Doni.
Keduanya saling melemparkan senyuman penuh cinta. " Kapan kapan Abang mau bawa kamu pergi berdua saja. " Ucap Doni.
" Mana mungkin, ini bentar lagi lahir. Sampai dua tahun asi, Bang. Lagian mana tega ninggalin anak masih kecil. " Bantah Cahaya.
" Iya... ya, berarti rencana Abang dipending lama. Nggak apa apa yang penting suatu saat kita bisa pergi berdua. Abang menyesal tidak membawamu bulan madu waktu itu. " Keluh Doni.
" Ada kok, Abang lupa ya. Kan kita bulan madunya di kamar khusus lantai teratas gedung Aksa Group. Nggak sembarangan orang bisa menikmati sensasinya seperti kita. " Cahaya terkekeh melihat Doni yang memukul keningnya mendengar sindiran Cahaya.
__ADS_1
" Maaf ya, Abang memang bukan suami yang baik . " Doni mengusap pipi Cahaya yang tanpa cadar.
" Abang yang terbaik untuk Aya. Nggak usah merasa buruk. Aya nggak butuh apapun, cukup Abang setia dan penuh perhatian seperti ini sudah cukup bagi Aya. " Jawab Cahaya apa adanya.
" Kamu memang istri yang sempurna. Bodohnya orang yang menyia nyiakan wanita sebaik kamu. " Doni menatap Cahaya lekat. " Akh... Abang mau seret kamu ke kamar kalau kayak gini. " Doni menyugar rambutnya , mendadak pening menatap mata bulat istrinya.
" Ayo lah, Aya juga ingin istirahat . " Cahaya bangkit menarik Doni untuk ikut dengannya.
" Kamu nggak menyesal, Sayang. Abang rasa kamu nggak bisa istirahat jika kita sudah sampai kamar. "
" Nggak akan, Aya yakin bisa tidur lebih nyenyak setelah sedikit olah raga. " Jawab Cahaya ambigu dengan kerlingan nakal menggoda Doni.
"Dasar istri nakal, berani godain Abang. Awas kalau php. " Keduanya berjalan bergandengan menuju villa. Dengan senyum yang tak lepas dari keduanya.
Matahari yang mulai tinggi membuat udara terasa cukup panas. Rania pun mengarahkan para bocah untuk menepi ke villa untuk istirahat. Dan dilanjutkan sore nanti ke hutan pinus untuk mencari lokasi berkemah.
*****
Doni tersenyum sendiri mengingat Cahaya yang belakangan sedikit berani. Mungkin pengaruh hormon kehamilan yang membuat Cahaya mudah terangsang dan sedikit panas. Seperti tadi Doni hanya asal bicara, tapi Cahaya langsung menginginkannya.
Lamunan Doni terputus oleh getaran ponsel di nakas. Dengan pelan Doni bangkit dan meraih ponselnya. Melihat siapa yang memanggil, Doni bangkit menuju arah jendela agar Cahaya tak terganggu oleh suaranya.
" Ya... Max. Tumben kamu menelpon ku. " Tanya Doni tanpa basa basi .
" Sorry Bro, ganggu liburan kamu. Tapi ada yang penting ingin aku sampaikan. " Jawab Maxim dari seberang panggilan.
" Ada Max, sepertinya serius. "
" Sekali lagi sorry, aku tidak bisa menghalangi nya. Maksudku Marinda...! Dia tahu kamu di pulau sekarang dan dia sedang menuju ke sana. Aku sudah menghalanginya tapi dia tidak mendengarkan ku. Aku tidak bisa berbuat apa apa, Bro. Please for give me...
__ADS_1
" Darimana dia tahu aku di sini ?" Tanya Doni merasa tak tenang.
" Aku sedang bicara dengan Randi, tak sengaja didengar oleh Marinda. Akh... wanita itu tak ada lelahnya mengejar mu. Padahal aku bersedia memberikan seluruh hatiku untuknya. " Keluh Maxim.
" Apa yang dia mau, aku sudah menolaknya secara terang terangan. Istriku sedang hamil Max, aku harap dia tidak membawa masalah. " Doni mendesah lelah.
" Sayangnya aku ada kerjaan penting, jika tidak aku akan menyusul. Setidaknya aku bisa mengawasi Marinda agar tidak bertingkah. Tapi... don't worry Bro, aku usahakan secepatnya bisa menyusul kalian. " Jawab Maxim
" Thanks, Bro. Aku tunggu kamu. "
Doni kembali menarik napas lelah. Matanya kembali menatap tubuh yang bergelung di ranjang. Doni benar benar resah memikirkan Marinda yang tidak mau menyerah menggapainya. Bahkan Doni terang terangan menampakkan rasa cintanya pada Cahaya tapi Marinda tidak peduli.
Lelah dengan pemikirannya sendiri akhirnya Doni ikut bergabung dengan Cahaya. Memeluk tubuh hangat istrinya dari belakang dan menghirup aroma Rose yang menggairahkan dari tubuh Cahaya. Tapi dengan setengah sadar Cahaya berbalik menghadap Doni. Dan kini Cahaya lah yang menghirup aroma maskulin di dada Doni. Doni terkekeh kecil melihat tingkah Cahaya yang sangat suka mencium aroma tubuhnya bercampur keringat.
" Akh... istriku ini, menggemaskan sekaligus menggairahkan. Jika tak mengingat kehamilan ini aku hajar hingga lelah dan minta ampun. " Doni bergumam dalam hati.
Akhirnya Doni ikut terlelap bersama Cahaya dengan saling berpelukan.
Di sisi lain Marinda telah berada disebuah speedboat menuju pulau. Dengan senyum penuh maksud yang mengembang di bibir seksinya. Marinda menggunakan dress selutut tanpa lengan bermotif floral berwarna lilac bercampur putih. Dengan sepatu sandal yang bertali melilit hingga betisnya. Tak lupa topi lebar menutupi kepala yang terlihat serasi dengan kaca mata hitam membingkai matanya.
Tak ada yang kurang dari Marinda. Tubuh langsing yang padat berisi di tempat yang tepat. Rambut coklat dark yang dibuat sedikit curly di bagian bawah. Kulit putih mulus yang terawat, dan wajah yang cantik sebelas dua belas dengan Tiara. Tidak ada yang kurang dan tidak pula berlebihan.
Tapi pesonanya tidak mampu menawan seorang Ramadhoni Aksa. Dari awal Marinda telah menobatkan dirinya sebagai pengganti Tiara. Dengan ber-make up seperti Tiara. Mulai dari bentuk alis, filter bibir dan warna softlens yang sering Tiara pakai. Tapi tak membuat Doni tertarik padanya.
Bahkan tak jarang Marinda seperti menyodorkan dirinya pada Doni. Meski Doni tak menolak sentuhan tapi Doni tidak pula tertarik untuk berbuat lebih. Dan sekian lama kebersamaan mereka tak cukup membuat Doni untuk menoleh padanya. Marinda tak patah arang, kini Doni telah menikah tapi tak jua menyurutkan langkah Marinda untuk terus berusaha.
Dalam pemikiran Marinda Doni hanya menikah karena terpaksa. Dan pemikiran itu terus dia bangun dalam benaknya. Dan Marinda tidak peduli dengan pendapat yang lain . Baginya apapun yang dia mau pasti dia perjuangkan.
Dibesarkan dengan uang dan sebagai anak tunggal yang selalu dimanjakan membuatnya tumbuh menjadi sosok yang egois dan seenaknya. Apalagi kedua orang tuanya yang berpisah saat dirinya remaja membuat Marinda semakin tidak terkontrol karena kedua orang tuanya sibuk dengan urusan masing masing.
__ADS_1
...****************...
Happy Reading 💕