Goresan Luka Masa Lalu

Goresan Luka Masa Lalu
Para pengganggu


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul tujuh malam. Kedua pasangan yang telah selesai berbagi rasa itu keluar dari gedung Aksa Group. Dengan tatapan penuh cinta, senyum yang merekah, dengan pakaian yang berbeda dan genggaman tangan yang saling bertaut.


Tidak ada yang menyadari hal itu, kecuali Fakhrul yang masih menunggu Cahaya di seberang gedung itu. Berbekal sebuah teropong kecil yang telah Fakhrul siapkan untuk mengintai Cahaya beberapa hari ini. Fakhrul dapat melihat jika kini Cahaya bersama Doni keluar dari lobi.


" kamu tersenyum Aya, aku bisa melihat dari mata kamu. Meski kini wajahmu tertutup aku bisa membayangkan wajah cantikmu saat tersenyum. Senyum yang selalu aku lihat saat aku pulang ke rumah. Atau saat kita sedang berdua menghabiskan waktu. Senyum itu dulu milikku, Aya...


Fakhrul bergumam sendiri sambil terus memantau lewat teropong kecilnya.


" Bajumu juga berganti, apa pria itu telah merobek pakaian kamu saat kalian bercinta... bangsat !! " Fakhrul memukul stir mobil itu berkali-kali. Tanpa dia sadari kini kedua tangannya telah memar dan membengkak.


" Nikmatilah dengannya sementara Aya, aku akan segera merebut mu. Kamu hanya milik ku, sampai kapanpun. Cahaya... aku merindukan mu. " Fakhrul menangis. Dadanya sesak sedari tadi.


Entah apa yang ada dipikiran Fakhrul, menunggu Cahaya dan menyaksikan kemesraan kedua pasang suami istri itu. Walaupun Fakhrul tahu akan sangat menyakitkan. Tapi bodohnya Fakhrul tetap bertahan hanya untuk menatap wajah Cahaya nya.


Egois memang, dan inilah Fakhrul. Memiliki sifat keras yang susah menerima kekalahan. Sama seperti saat bersama Amelia. Dia enggan melepaskan Cahaya dan tidak mau meninggalkan Amelia. Fakhrul merasa dia bisa memiliki semua yang dia inginkan. Dan saat Amelia mampu mengelabui nya disaat itulah egonya terluka.


Bukan nya sadar dengan kesalahannya, tapi Fakhrul malah mencari pelampiasan yang salah. Dan akhirnya kewarasan dan kesadaran nya direnggut oleh obat dan minuman jahanam itu. Otaknya mulai rusak dan juga kemanusiaan nya menipis.


Fakhrul masih memantau saat Cahaya masuk ke mobil milik Doni. Mobil itu bergerak ke arah berlawanan dengan rumah keluar Aksa. Kening Fakhrul mengkerut sejenak lalu menghidupkan mesin mobilnya. Fakhrul mengikuti kemana arah mobil Doni bergerak.


" Mau kemana laki laki itu membawa mu, Aya. Apa kalian mau ke hotel ? Apa dia begitu ketagihan padamu ? " Fakhrul sibuk dengan pemikirannya sendiri.


Tapi pikiran Fakhrul salah, Cahaya dan Doni memasuki sebuah restoran tidak jauh dari kantor Doni. Setelah memarkirkan kendaraan nya dengan baik Doni dan Cahaya keluar bersamaan dan berjalan saling bergandengan.


Mereka duduk di sudut yang agak tersembunyi agar memudahkan Cahaya untuk membuka cadar nya tanpa terlihat oleh orang lain. Setelah memesan makanan Cahaya minta izin ke toilet. Doni menoleh ke arah luar restoran dan menangkap objek yang sedari tadi meresahkan nya.


Tidak lama kemudian mobil Fakhrul meninggalkan restoran itu setelah memastikan Cahaya memang hanya pergi makan di restoran itu. Dan besok Fakhrul akan melakukan pengintaian lagi. Sampai dia bisa mendapatkan kesempatan bertemu dengan Cahaya secara langsung.

__ADS_1


Setelah mobil yang Doni curigai itu berlalu pergi, Doni langsung menghubungi Aryo. Ada sesuatu yang harus Doni pastikan . Dan hanya Aryo yang bisa melakukan itu semua.


" Yok, pria itu mengawasi Cahaya. Apa masalahnya telah selesai di Australia ?


" ..... "


" Kalau begitu aku butuh pengawal merangkap supir untuk Cahaya. Besok harus ada . "


"...... "


" Ok, aku tunggu. Apa kamu sudah menemukan wanita itu. Aku ingin segera ,Yok ...! Aku ingin pria itu sibuk dengan mantan gundiknya. Agar tidak mengganggu anak dan istriku lagi. "


"...... "


" Baiklah... aku percayakan semua padamu. "


Sebenarnya sejak siang tadi Doni sudah tahu jika ada yang memantau gedung perusahaan miliknya. Pengawal yang berkamuflase sebagai satpam yang mengabarkan jika ada mobil yang mencurigakan. Mobil itu berhenti di seberang gedung setelah mobil yang Cahaya tumpangi parkit di basement kantor.


Setelah mengawasi beberapa jam mobil itu masih saja diam di tempat nya membuat Doni makin curiga. Doni meminta nomor plat mobil itu pada pengawalnya. Dan benar saja nomor mobil itu sama dengan milik Fakhrul yeng telah Doni kantongi sejak Fakhrul mengancamnya di hari pernikahannya.


Doni menatap ke arah toilet karena Cahaya tak kunjung kembali. Kemudian Doni menyibukkan dirinya dengan ponsel sambil menunggu Cahaya dan makanan mereka sampai.


Sementara di toilet tanpa diduga Cahaya bertemu Marinda.


" Wah... sepertinya kamu sedang menikmati jadi Nyonya Aksa , ya. " Sindir Marinda yang menatap Cahaya yang sedang memperbaiki hijab dan cadarnya.


" Oh... kamu. Kamu sedang menunggu kiranya. Maaf sebelumnya sekedar mengingatkan kalau aku memang Nyonya Aksa. " Ucap Cahaya santai.

__ADS_1


Marinda sebenarnya hendak keluar dari restoran saat melihat pasangan suami istri yang sedang bergandengan memasuki restoran. Pasangan yang sangat Marinda kenal tentunya. Marinda mengurungkan niatnya hendak keluar. Menunggu saat untuk menyapa orang yang dia cintai itu. Tapi saat Cahaya berjalan menuju toilet, Marinda gatal ingin menjatuhkan mental lawannya.


" Kamu kira Doni begitu tergila gila padamu, NYONYA !? Dia hanya terpaksa menikahi mu hanya demi ibunya yang penyakitan. Jadi jangan sombong dulu. " Sarkas Marinda dengan mata setajam elang.


" Dia memang tergila gila pada ku sekarang. Dan kamu harus terima kenyataan itu. " Cahaya merubah posisinya dari menghadap cermin sekarang menghadap Marinda tanpa takut.


" Kamu hanya mimpi, Cahaya. Jika tidak ada kamu Doni selalu ada untukku. Kami terbiasa berdua... yah... kamu tahukan maksud ku. " Marinda sengaja membuat Cahaya berpikir liar.


" Kamu boleh saja menghayal sangat tinggi, tapi tetap saja aku istri Abang sekarang. Dan kami mulai saling punya rasa yang sama. Dan kamu tahu ? Abang itu sangat maniak, tak cukup sekali. " Ucap Cahaya sedikit berbisik namun terdengar sangat jelas.


Marinda memerah karena marah. Emosinya terpancing oleh ucapan Cahaya. " Kamu pasti sudah melihat foto Tiara bukan ? Dia sangat cantik , semok dan seksi . Itulah selera Doni. Sedangkan kamu wanita tipis ,siapa yang bergairah melihat tubuh rata mu itu. He... he.." Marinda mulai menjatuhkan mental Cahaya dengan menyinggung tubuhnya.


Tapi Cahaya tersenyum manis sambil menarik bagian depan hijabnya sehingga memperlihatkan lehernya. " Lihat ini , suamiku begitu bergairah dengan tubuhku ini hingga dia menandai hampir setiap jengkal nya. Kamu mau lihat semuanya ? " Cahaya menarik resleting gamisnya di bagian dadanya. Sehingga terekspos sempurna mahakarya Doni yang dia lukis sore tadi memenuhi leher dan dada Cahaya.


Marinda terhenyak melihat bekas bibir yang bertaburan di dada dan leher Cahaya. Bahkan tanpa sadar mata Marinda membulat sempurna dengan tangan yang menutup mulutnya yang ternganga. Cahaya tersenyum tipis melihat reaksi Marinda. Dengan santai Cahaya menutup kembali apa yang telah dia buka tadi. Dan berlalu tanpa kata meniggalkan Marinda yang mengumpat sendiri.


Setelah keluar dari toilet wajah Cahaya yang memperlihatkan senyuman kini berubah datar. Hatinya tersentil saat Marinda menyebut nama Tiara. Kesempurnaan yang Tiara miliki selalu berhasil membuat Cahaya kembali insecure. Hubungannya dan Doni memang mulai membaik tapi sampai saat ini Cahaya belum tahu posisinya di hati suaminya.


Saat bercinta pun Doni belum pernah menyebutkan satu kata sakral yang sangat ingin Cahaya dengar dari Doni. Itulah sebabnya Cahaya kehilangan rasa percaya diri jika dibandingkan dengan Tiara.


Doni melihat Cahaya yang berjalan ke arahnya. Tatapan Cahaya yang kosong dan tak fokus menarik perhatian Doni. Wajahnya terlihat muram berbeda dengan saat dia hendak ke toilet tadi. Jingga nya tadi terlihat cerah tanpa beban kini terlihat sedih dan tertekan.


" Ada apa kenapa kamu terlihat sedih ? " Tanya Doni sambil menggenggam jemari Cahaya yang mengepal di pangkuannya.


" Apa Abang suka wanita yang padat berisi dan berdada besar....


...****************...

__ADS_1


Happy Reading 💕


__ADS_2