Goresan Luka Masa Lalu

Goresan Luka Masa Lalu
Ungkapan cinta dua orang pria


__ADS_3

" Jingga, sesuai dengan nama mu, kalung ini pun berwarna jingga. Sengaja Abang pilihkan ini, bukan tanpa alasan. Itu agar seumur hidupmu ,kamu bisa mengingat hari ini . Tepat tanggal dua puluh satu bulan satu tahun dua ribu dua satu aku ingin mengatakan padamu kalau aku jatuh cinta padamu, Jingga. Untuk pertama kalinya kata cinta ini aku utarakan lewat momen ini. Karena untuk melamar mu sudah tidak mungkin sebab kamu sudah menjadi istriku. Tapi entah mengapa aku merasa penting untuk mengatakan ini karena kamu adalah sesuatu yang berharga dan ini caraku untuk memberikan penghargaan untukmu. I love you my wife, please love me too...


" Secepat ini...? " Tanya Cahaya.


Sungguh tanggapan yang tak terpikirkan oleh Doni. Dia sangka Cahaya akan baper dan langsung memeluknya. Tapi dia benar benar shock dengan pertanyaan yang Cahaya lontarkan. Untuk sesaat Doni tertegun sembari memikirkan jawaban yang tepat.


" Kamu mungkin kaget dan tidak percaya. " Doni membenarkan letak kalung berbandul berlian langkah itu., kemudian membantu Cahaya untuk mengenakan kembali hijabnya. Setelah selesai Doni menarik Cahaya untuk duduk di kursi yang berbentuk sofa panjang yang muat untuk dua orang.


Cahaya mengikuti apa yang Doni arahkan . Dia masih menunggu penjelasan dari Doni. Matanya tidak luput dari wajah suaminya yang sedikit menegang. Mungkin Doni kecewa atas tanggapan Cahaya. Tapi bagi Cahaya dia perlu untuk mempertanyakan itu semua.


" Mungkin kamu belum percaya sama Abang. Tapi inilah kenyataannya , Jingga. kamu tahukan...? Kalau Abang menikahi mu atas permintaan Ibuk. Beliaulah yang jatuh cinta padamu pertama kalinya. Dan itu juga pada pertemuan pertama. " Doni mengamati wajah Cahaya yang masih menunggu Doni untuk bicara lebih lanjut.


" Hidup Abang selalu dipenuhi oleh Tiara pada awalnya. Mungkin karena dia wanita pertama yang Abang cintai. Sejak remaja hanya Tiara yang mampu masuk dalam hatiku. Dan akhirnya menikah, punya anak , hingga akhirnya....keduanya meninggal. Hanya Tiara yang ada di sini. " Doni menekankan telapak tangannya di dada.


" Dan hari hari yang penuh dengan Tiara berlanjut hingga sepuluh tahun kemudian. Foto Tiara, baju Tiara, kamar Tiara dan apapun yang menyangkut Tiara, tidak ada yang mampu Abang keluarkan dari tempatnya. Termasuk disini." Doni kembali menunjuk dadanya. Cahaya merasakan hatinya berdenyut mendengar cinta yang begitu besar dari Doni untuk Tiara. Tapi dia tetap bungkam menunggu ucapan Doni selanjutnya.


" Hingga Abang penasaran dengan wanita yang Ibuk jodohkan dengan Abang. Abang menyelidiki mu dari asal usul mu hingga saat kehidupan mu di kontrakan itu. " Kening Cahaya mulai mengkerut.


" Semuanya... ? " Tanya Cahaya.


" Semuanya tapi tidak secara detail, hanya garis besarnya saja. Dan saat itu Abang juga memiliki fotomu saat sebelum menikah. Tanpa sadar Abang tertarik ingin bertemu denganmu.Dan setelah masalah Binar mendorong Abang menyakini untuk menerima perjodohan yang Ibuk dan Rania inginkan. Walaupun dengan alasan melindungi kalian. Karena saat itu, itulah alasan yang paling tepat untuk mengikat mu. Sulit rasanya mengajakmu menikah dalam keadaan normal mengingat kamu mengalami masalah KDRT parah. " Lanjut Doni.


" Ibuk pernah berkata agar Abang berusaha menerima seseorang, dan membiarkan seseorang itu masuk maka barulah Abang bisa lepas dari jerat masa lalu . Kata Ibuk tidak akan sulit untuk menerimamu dan menyukai kamu. Dan ternyata benar Abang memang terlalu mudah untuk jatuh pada pesonamu. " Doni meraih tangan Cahaya dan mengelus lembut dengan ibu jarinya. Sehingga Cahaya duduk miring menghadap Doni.


" Kamu datang dengan cara yang tidak bisa, menjadi dirimu sendiri . Dengan sikap apa adanya dan seadanya dirimu. Kamu tidak tertarik pada uangku, kedudukan ku, dan status sosial ku. Jika Abang tidak menarik mu untuk mendekat maka kamu akan selalu merasa tidak layak. Dan kamu masuk ke dalam hatiku dengan perhatianmu, dengan sikap sederhana mu, dan dengan kasih sayangmu terutama untuk Ibuk . Kamu tulus tanpa kamu memikirkan kebahagiaan mu. Selalu mengutamakan ku,Ibu dan anak anak. Itulah yang menawan dalam dirimu. "


" Jadi jangan salahkan Abang jika jatuh cinta semudah itu. " Lanjut Doni. " Bagaimana ? Apakah sudah percaya ? " Tanya Doni menunggu tanggapan Cahaya.

__ADS_1


" Terima kasih sudah menjadikan Aya berharga. Memiliki Abang adalah sebuah keberuntungan untuk ku dan anak anak. Jujur Aya merasakan spesial hari ini, apalagi ini. Aya tahu ini tidaklah berlian biasa. Aya merasa tidak pantas. Tapi setelah Abang bicara tadi Aya ingin jadi milikmu selamanya. Bolehkah...


Doni menarik Cahaya lembut masuk dalam dekapan nya. Mengecup wajah samping Cahaya dan puncak kepalanya berkali kali. Hatinya hangat meski Cahaya tidak menjawab pernyataan cintanya secara gamblang. Tapi Doni tahu Cahaya memiliki rasa yang sama dengannya. Keduanya larut dalam euforia hati yang sama sama berbunga.


*****


Cahaya menunggu Doni di parkiran. Setelah menghabiskan makan malam mereka, Doni mengajak pulang karena sudah larut malam. Tapi sesampainya di parkiran Doni mendadak ingin ke toilet. Jadi terpaksa Cahaya menunggu Doni menyelesaikan urusannya terlebih dahulu.


Tanpa Cahaya sadari seseorang mendekat padanya. Dan kemudian menarik tangan Cahaya sedikit keras hingga tubuh Cahaya terseret ke arah pria yang menariknya dan nyaris bersentuhan. Beruntung Cahaya reflek menangkup tasnya di bagian depan tubuhnya. Tentu saja kejadian itu membuat Cahaya spontan terpekik.


Setelah menajamkan penglihatannya barulah Cahaya menyadari jika orang itu adalah Fakhrul. Dengan cepat Cahaya mendorong Fakhrul sekuat tenaganya . Namun tenaga Fakhrul bukanlah tandingan untuk Cahaya.


" Lepas, Mas... " Cahaya berusaha menegaskan suaranya. Tapi suaranya tetap terdengar bergetar. Sangat disayangkan parkiran yang luas terlalu sepi dan tidak seorangpun yang terlihat oleh Cahaya.


" Aya, jangan takut. Mas tidak akan menyakitimu. Mas hanya ingin bicara sebentar. " Fakhrul berusaha melembutkan suaranya meskipun hatinya tengah bergemuruh karena cemburu.


" Tidak, kamu pasti akan lari dan menjauhiku. Dengar Aya Mas ingin mengatakan padamu, jika Mas sudah sembuh. Mas sudah direhab selama kurang lebih hampir dua tahun hingga dinyatakan bersih . " Fakhrul masih saja mengoceh tanpa memperhatikan jika Cahaya kini telah gemetaran karena ulahnya.


" Lepas Mas, Aya mohon... " Bukan sekedar ketakutan akan Fakhrul saja, tapi Cahaya juga tidak mau bersentuhan dengan Fakhrul. Karena Fakhrul bukanlah lelaki yang boleh untuk menyentuhnya.


" Dengarkan Mas, Aya. Mas masih sangat mencintaimu. Masih sama seperti dulu dan tak sedikitpun berubah Aya. Ayo kita mulai semuanya dari awal bersama anak anak. " Ucap Fakhrul tanpa rasa malu.


" Aya bersuami, jadi tolong...tolong lepaskan." Dengan berusaha untuk tetap tenang Cahaya menarik tangannya dari genggaman Fakhrul, tapi sia sia saja. Mata Cahaya liar menoleh ke kiri dan ke kanan berharap ada yang datang. Tapi harapan Cahaya juga sia sia.


" Tidak masalah Aya, Mas bisa membawamu jau dari sini. Kita ke Australia ya. Bercerai lah dengannya, Mas akan membantumu. Mau ya...? " Fakhrul masih menahan hati untuk tidak menarik Cahaya dalam rengkuhannya .


Fakhrul begitu kecewa melihat Cahaya yang ketakutan padanya. Tapi Fakhrul berusaha untuk tidak peduli. Dia hanya perlu meyakinkan Cahaya jika dia masih mencintainya.

__ADS_1


" Maaf Mas, Aya sudah menikah dan Aya... mencintainya...


" Tidak Aya... kamu hanya nyaman dengannya. Mungkin karena dia bersikap baik padamu. Oleh sebab itu Mas janji akan memperlakukan kamu lebih baik. Percayalah... Mas yakin kamu masih cinta sama Mas, bukankah Mas cinta pertama mu ? " Fakhrul masih sangat percaya diri.


" Tidak lagi... please... lepas... " Cahaya makin ketakutan. Pegangan Fakhrul semakin ketat pada tangannya sehingga menimbulkan rasa sakit.


" Jangan paksa Mas untuk memaksa, Aya. Mas tahu kamu sekarang masih belum yakin. Tidak apa yang penting kamu mau ikut dengan Mas , nanti pasti kamu kembali terbiasa. " Ucapan Fakhrul semakin tidak masuk akal.


Cahaya tahu tidak ada gunanya bersikeras dengan Fakhrul. Cahaya tahu betul karakter keras kepala Fakhrul. Dia tidak akan berhenti sebelum mendapatkan yang dia mau. Cahaya hanya berharap Doni datang menyelamatkannya dari monster yang menakuti Cahaya ini.


"Aya, jika kamu menolak jangan salahkan Mas jika maksa, ayo... " Tiba tiba Fakhrul kembali menarik Cahaya ke arahnya dan bermaksud untuk mendekap nya.


" Lepas atau aku berteriak...! " Cahaya menghentakkan tangannya keras meski tidak bisa melerai pegangan Fakhrul. Tapi setidaknya bisa menghindari pelukannya.


" Jangan keras kepala, Sayang... Ayo...! " Fakhrul mulai menampakan amarahnya. Wajahnya mengeras dan memerah.


" Kamu yang keras kepala. Aku sudah menikah dan aku mencintai suamiku. " Pekik Cahaya dengan emosi yang meluap. Tubuhnya menggigil bukan hanya karena takut tapi juga karena amarah mulai terpancing.


" Kau tidak mendengar ucapan istriku... bangsat...


" Bugh "


" Bugh "


...****************...


Sorry late... 🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2