Goresan Luka Masa Lalu

Goresan Luka Masa Lalu
Usaha Fakhrul


__ADS_3

" Kau tidak mendengar ucapan istriku... bangsat...!! " Doni tiba tiba datang dan langsung menghadiahi Fakhrul dengan pukulan telak di wajahnya.


" Bugh "


" Bugh "


" Abang... sudah , sudah. Jangan kotori tanganmu. " Pekik Cahaya setelah terlepas dari kuncian Fakhrul.


Cahaya langsung menarik Doni menjauhi Fakhrul yang terpental akibat pukulan penuh emosi Doni. Fakhrul tersenyum remeh sambil meludah bercampur darah akibat bibirnya pecah.


" Pukulan mu boleh juga. Tapi aku rela kau pukul beberapa kali pun. Karena aku yakin Cahaya tidak akan diam saja melihat aku terluka. " Fakhrul mencoba untuk mengambil kesempatan untuk memancing amarah Doni.


" Kau terlalu percaya diri, bangsat seperti mu tidak pantas dikasihani. Jingga ku memang berhati lembut . Jika aku mau, aku bisa membunuhmu saat ini juga. Tapi aku tidak mau istriku melihat apalagi merasakan sisiku yang lain ketika berhadapan dengan musuh. " Ucap Doni dengan tatapan menajam.


" Kaulah yang terlalu percaya diri. Cahaya tidak akan bisa berpaling dariku. Bahkan meski aku menduakan nya selama itu dia masih menerima ku dengan tangan terbuka. " Ucap Fakhrul dengan sombong.


Doni tak sengaja meremas tangan Cahaya kuat saking geramnya dengan ucapan Fakhrul. Menyadari itu Cahaya mengelus bahu Doni untuk memenangkan nya. Barulah Doni sadar.


" Aku bukan menerima dengan ikhlas, Mas . Tapi aku terpaksa. Aku sebatang kara, dan hanya kamulah tempatku pulang. Tapi aku tidak mau bodoh untuk kedua kalinya. Waktumu sudah habis untuk ku sejak aku melihat Binar ku hancur karena kebodohan itu. " Ucap Cahaya lantang meski tidak bisa dipungkiri suaranya bergetar bercampur air mata.


" Kau dengar itu, sekarang menjauh dari keluarga ku. Tempat mu tidak ada lagi di hati mereka. Biarkan mereka bahagia, sekarang pergilah selagi aku berbaik hati padamu. " Ucap Doni penuh tekanan.


Doni merangkul Cahaya untuk meninggalkan tempat itu. Mobil mereka hanya beberapa meter saja dari tempat itu. Tapi langkah mereka terhenti oleh teriak penuh amarah tepat di belakang mereka.


" Aku tidak akan menyerah, aku yakin akan mendapatkan mu lagi. Bagaimana pun caranya. " Fakhrul telah berdiri kembali dan kini menatap penuh keyakinan.


Doni melepaskan Cahaya dan bergerak mendekati Fakhrul. Sontak Cahaya meraih tangan suaminya untuk tidak meneruskan langkahnya.


" Abang... jangan.! " Ucap Cahaya ketakutan.


" Tenanglah, Abang tidak akan bertindak kasar. " Ucap Doni menenangkan Cahaya sembari mengusap tangan Cahaya.


Setelah lepas dari pegangan Cahaya, Doni kembali mendekati Fakhrul dan langsung menarik krah bajunya.

__ADS_1


" Dengarkan aku, dari pada mengejar istriku lebih baik kejar mantan gundikmu. Dia tengah bersenang senang menikmati harta rampasan. Dan jika kau butuh bantuan, aku punya alamatnya lengkap dengan isi rekeningnya. " Doni bicara setengah berbisik. Dan hanya bisa didengar oleh Fakhrul.


Melihat Fakhrul tersentak kaget, Doni melemparkan senyuman miring. Dia tahu Fakhrul berpikir keras saat ini. Dan Doni berharap pancingan nya berhasil. Sedetik...dua detik... hingga lima detik Fakhrul tidak juga merespon, Doni kembali berkata.


" Kalau kau tidak berminat juga nggak apa, toh aku juga tidak dirugikan. " Saat Doni berbalik Fakhrul langsung menahannya .


" Berikan alamatnya padaku." Ucap Fakhrul cepat. Menimbulkan senyum kemenangan di bibir Doni.


" Tidak segampang itu, aku mau kau menandatangani surat perjanjian. Baru aku berikan alamatnya. Tidak cuma alamat, aku akan memberikan seluruh hasil penemuan ku. Aku yakin kau tak akan menyesal. " Ucap Doni penuh arti.


" Perjanjian apa yang harus aku tandatangani." Tanya Fakhrul.


" Perjanjian kau tidak akan menggangu keluarga ku selamanya. Jangan takut, kau tidak akan rugi. Mantan gundik mu semakin seksi dan aku yakin dia sangat panas. Buktinya kau menyia nyiakan malaikat cantik demi dirinya. " Doni terkekeh penuh ejekan. Sedangkan Fakhrul menatap tajam dengan wajah memerah.


" Kapan...?


" Terserah padamu. "


" Ok, aku yang akan menghubungi mu. "


Doni pergi begitu saja, sambil menggandeng Cahaya dengan mesra. Meski dadanya panas Fakhrul tidak dapat berbuat apapun saat ini. Dan sekarang mendengar Doni bisa melacak keberadaan Amelia, membuatnya ciut. Fakhrul yakin Doni bukan orang sembarangan yang bisa dia remehkan.


Harapan untuk mendapatkan Cahaya semakin tipis. Apalagi Cahaya menatap Doni penuh cinta, tidak seperti dirinya. Yang hanya mendapat tatapan penuh ketakutan dari Cahaya.


Fakhrul menatap kedua suami istri itu hingga mobil mereka tak lagi kelihatan. Dengan langkah berat Fakhrul pun kembali ke mobilnya. Tapi saat berbalik dia hampir menabrak seseorang yang berdiri tepat di belakang nya.


" Apa yang Doni tawarkan, hingga kamu mau melepaskan Cahaya. Bukan kah Cahaya sangat cantik. Kenapa kamu mengalah. " Ucap seorang wanita tak Fakhrul kenal.


" Siapa kamu, apa urusanmu mengurusi urusanku. " Ucap Fakhrul kesal dengan wanita itu.


" Kenalkan aku Marinda, aku teman kencan suami Cahaya. Kepentingan kita saling menguntungkan. Jika kamu mau, kita bisa bekerja sama. " Ucap Marinda enteng.


" Apa kamu tidak melihat, jika mereka saling mencintai. Tidak mudah untuk di pisahkan. Dan aku punya prioritas lain sekarang. Untuk Cahaya aku tunggu waktu yang tepat. Kamu boleh bekerja sendiri aku tidak berminat. " Fakhrul belum bisa percaya pada wanita di depannya ini.

__ADS_1


" Jangan buru buru Tuan. Ini kartu namaku. Siapa tahu nanti kita bisa saling membutuhkan. " Marinda percaya suatu saat dia butuh pria ini.


Tanpa menolak Fakhrul menerima kartu nama Marinda dan memberikan kartu namanya untuk Marinda.


" Ini kartu namaku, siapa tahu kamu benar. Kita bisa saling membutuhkan. " Ucap Fakhrul penuh arti.


Biarlah kini dia mengalah sementara. Setelah mendapatkan Alamat Amelia dan mengambil kembali hartanya. Dia akan kembali mengejar Cahaya. Mungkin dia akan memberikan Amelia sedikit pelajaran berharga agar tidak berani bermain main lagi dengannya.


Fakhrul tersenyum licik, begitu pun dengan Marinda. Keduanya bersalaman sebelum berpisah pada tujuan masing masing. Sebuah jalan skenario terancang cantik di kepala Fakhrul . Dengan keyakinan Fakhrul akan tidur nyenyak malam ini.


*****


Kini Cahaya dan Doni tidur saling berhadapan. Mata Doni tidak bisa berpindah dari wajah istrinya yang semakin hari semakin cantik. Mata coklat besar dengan bulu mata lentik itu terlihat cantik ketika sesekali mengedip.


Dan lihatlah tubuh Cahaya, kini terekspos kemana mana. Atas permintaan Doni Cahaya hanya mengenakan gaun tidur sepaha. Dengan punggung terbuka lebar dan tali yang menggantung di leher. Tanpa br* dan dalaman.


Doni memang sudah gila, bahkan Cahaya sudah panas dingin dari tadi ditatap lekat sedari tadi .


" Kenapa gelisah gitu ? " Tanya Doni enteng tanpa merasa berdosa.


" Abang kok malah bertanya ? Aya ditatap terus dari tadi sampai tak bisa napas tau. Lagian ini... Aya disuruh pakai ini tanpa dalaman. Nggak nyaman, Bang. " Sungut Cahaya sambil menarik ujung gaunnya yang tidak menutupi pahanya.


" Kamu cantik kayak gitu, Sayang. Berpakaian lah seperti ini jika mau tidur. Abang suka. " Doni tersenyum penuh maksud.


" Maunya Abang, tapi Aya masuk angin ini lama lama. " Bukannya kasihan Doni malah tertawa lepas melihat wajah Cahaya bersemu.


" Ini biar gampang, Jingga. Tinggal copot ini... " Doni menarik tali kecil di tengkuk Cahaya. " Dan naikan ini. " Tangan jahil Doni sudah merayap diantara paha Cahaya.


Cahaya hanya bisa menahan napas dan memejamkan matanya menahan rasa yang ditimbulkan oleh ulang tangan nakal suaminya. Doni tidak bisa menahan diri jika sudah melihat kepasrahan Cahaya. Dengan tersenyum licik Doni memulai aksinya. Dan akhirnya yang terdengar hanyalah rengekan manja serta pekikan kecil dari bibir Cahaya.


...****************...


Happy reading everybody 💕

__ADS_1


__ADS_2