
Cahaya makan dalam diam. Dia tidak menegakkan kepalanya meski sebentar. Rasa canggung masih begitu pekat Cahaya rasakan ditambah tatapan Doni yang seperti menelanjangi nya.
Tenaga yang terkuras habis ditambah jam makan siang kini menjadi makan sore membuat Cahaya merasa laparnya berkali-kali lipat. Tak peduli lagi tatapan Doni maupun jaga image , Cahaya melahap makanan hingga tak tersisa sedikitpun.
Dan akhirnya setelah menghabiskan jus mangga yang Doni siapkan tadi Cahaya merebahkan tubuhnya di sandaran kursi. Perutnya terasa ingin meledak karena semua makanan telah pindah ke perutnya.
Doni masih setia dengan tatapan penuh arti seperti tadi. Seulas senyum tipis mengukir bibirnya. Melihat istrinya makan seperti kuli bangunan terlihat lucu baginya. Apalagi penampilannya yang mengganggu mata Doni. Dan akhirnya Doni hanya bisa menelan saliva nya kuat.
" Sudah kenyang ? " Cahaya mengangguk tanpa menatap Doni. Sungguh Cahaya tidak siap menembus mata suaminya itu. Selain dari pada perasaan yang masih canggung juga pakaian nya yang jauh dari pada layak. Tapi apa boleh buat, toh ini juga karena ulah suaminya .
" Bang, pakaian Aya...
Ucapan Cahaya menggantung sebab sepasang tangan jahil telah mendekap tubuh Cahaya dari belakang dan kecupan hangat melayang di pipi kirinya.
" Bang... " Rengek Cahaya saat Doni terus mengecupi hingga rahang dan lehernya.
" Pakai itu saja... kamu seksi. " Ucap Doni dengan senyum penuh arti. Dan kembali mencuri kecupan kecupan kecil di wajah Cahaya.
Cahaya tidak menanggapi ucapan Doni. Tidak tahu mau jawab apa. Hanya menerima perlakuan mesum suaminya. Mau berdiri saja Cahaya tidak berani karena kemejanya hanya menutupi separuh pahanya. Disaat seperti ini Cahaya merasa tidak suka dengan tinggi badannya yang hampir menyamai suaminya. Jika tidak mungkin kemejanya bisa selutut.
Tiba tiba Doni memutar kursi yang Cahaya duduki menghadap padanya. Cahaya langsung merapatkan kakinya agar tidak terlalu terekspos walaupun sia sia saja. Kemudian Doni duduk di pinggir ranjang dan mengurung tubuh Cahaya dengan di kursi dengan kedua tangannya.
" Mari kita diskusi, banyak hal yang ingin Abang tanyakan padamu. Jawab jujur karena ini sangat penting. " Doni menatap Cahaya lekat. Sedangkan Cahaya hanya mengangguk tak yakin .
" Apa kamu nyaman, maksud Abang tentang kegiatan panas kita. Kamu tertekan, atau tersakiti ? " Sambung Doni.
" Aya baik baik saja. " Cahaya tidak menjawab dengan detail. Pertanyaan Doni membuatnya semakin risih.
__ADS_1
" Kamu menyukainya ? " Ingin rasanya Cahaya lari mendengar pertanyaan yang tak jelas itu. Bagaimana mungkin Cahaya mengatakan kalau dia menyukai... memalukan.
" Diam berarti iya. Kalau begitu ayo kita mulai lagi. Abang juga sangat menyukainya. " Belum lagi Cahaya memahami maksud perkataannya Doni telah menggendong tubuh Cahaya kembali ke ranjang. Tanpa memberikan sedikitpun waktu untuk Cahaya menolak keinginan nya .
" Katanya banyak yang mau dibicarakan tapi intinya cuma satu... MESUM... " Ucap Cahaya dengan wajah sebel. Doni hanya terkekeh kecil menanggapi rengekan Cahaya.
Dengan sekali sentakan kancing baju yang Cahaya pakai sudah berhamburan. Satu satunya kain pertahanan Cahaya akhirnya berakhir mengenaskan. Doni menghujani Cahaya dengan kecupan ringan yang melenakan. Cahaya yang tadinya tersentak kaget kini mulai terbawa arus yang Doni ciptakan.
" Bang...akh...ini sudah sore...
" Kita pulang malam saja, Abang mau kamu jangan menolak, Ok ! " Doni yang tadi sibuk dengan kecupannya di perut Cahaya berhenti sejenak menunggu reaksi Cahaya. Setelah yakin Cahaya menerima sentuhannya barulah Doni merambah ke tempat tempat favorit nya.
Sungguh Doni menjadi gila menyaksikan istrinya yang telah pasrah di bawahnya. Tatapan sayu Cahaya menandakan jika Cahaya pun telah terbawa hasrat karenanya. Dengan senyum penuh kemenangan Doni terus merangsang agar Cahaya merasa hanyut tanpa takut.
Hingga pergulatan berlanjut tanpa bisa dihentikan lagi. Cahaya pun mengutuk dirinya yang dengan mudah Doni taklukkan. Tubuhnya dengan murahnya menyerah pasrah. Bahkan mulutnya pun tak mampu iya kendalikan.
Dialah Fakhrul, yang dua hari ini mengintai rumah keluarga Doni. Menunggu Cahaya keluar dari rumah itu agar Fakhrul bisa menemuinya disaat yang tepat. Namun sejak siang Cahaya tidak keluar dari gedung itu, bahkan beberapa karyawan telah berangsur angsur pulang meninggalkan kantor.
" Apa yang kamu lakukan di sana sekian lama, Aya. Apa kamu bercinta dengannya. Apa dia mengurung mu di ruangannya. Bangsat...!! " Fakhrul geram sendiri dengan pemikiran nya. Napasnya sesak karena amarah yang memuncak. Ingin rasanya Fakhrul mengobrak-abrik gedung itu untuk menemukan Cahaya nya. Tapi Fakhrul masih waras untuk bisa menahan diri.
Cara kasar tidak bisa dia lakukan untuk memenangkan hati Cahaya. Fakhrul harus bersabar dan yakin pasti ada jalan untuknya kembali dengan Cahaya.
" Sialan lama sekali... " Fakhrul memukul stir mobilnya melampiaskan kemarahan. Hatinya mendidih membayangkan Cahaya berbagi peluh dengan pria lain.
Fakhrul sangat hapal dengan Cahaya saat bercinta. Cahaya yang berisik tapi Fakhrul suka itu. Hanya saja Cahaya cendrung pasif. Makanya saat bertemu Amelia yang aktif Fakhrul merasa terlengkapi hingga terperosok dalam kubangan dosa bertahun tahun lamanya. Pengkhianatan yang harus dia bayar mahal hingga sekarang.
" Amelia .... dimana kau. Saat aku menemukanmu, maka aku akan mencabik cabik tubuhmu . Agar kau tahu rasanya jadi Cahaya. " Darah Fakhrul kian mendidih mengingat wajah lugu Amelia yang memperdaya nya.
__ADS_1
Gadis muda yang baru saja lulus kuliah yang menjadi karyawan nya. Tapi pintar dan kompeten dalam bekerja. Siapa sangka dengan suara manja dan rengekan yang tidak dimiliki oleh Cahaya membuat Fakhrul merinding saat mendengar nya.
Hingga suatu saat mereka lembur, tak sengaja baju Amelia ketumpahan kopi panas. Memaksa Amelia membuka Blazer nya menyisakan tank top hitam berenda yang sangat seksi. Karena suara rengekan manja Amelia yang kepanasan membuat Fakhrul membuka dan melihat bekas tumpahan kopi yang telah memerah.
Dengan sigap Fakhrul mengambil salep luka bakar yang ada di kotak P3K yang tersedia di pantry. Tanpa berpikir panjang lagi Fakhrul membantu Amelia mengoleskan gel dingin itu di perut nya. Terdengar rintihan manja Amelia yang memancing jiwa bejat Fakhrul saat jari jari Fakhrul menyentuh kulit lembut itu .
Entah siapa yang memulai keduanya larut dalam tatapan saling memuja hingga bibir mereka pun saling bertaut. Fakhrul tak bisa menjaga komitmen nya terhadap Cahaya untuk pertama kalinya Fakhrul mengkhianati pernikahan nya.
Dan saat Fakhrul berhasil menembus Amelia di bawah kungkungan nya barulah Fakhrul terhenyak saat menyadari Amelia masih virgin dan Fakhrul lah yang pertama merusaknya. Tapi hasrat tak lagi bisa Fakhrul kendalikan .
" Maaf Amelia aku tak bisa lagi berhenti, jika tadi kamu menolak mungkin kamu masih utuh sekarang. " Ucap Fakhrul di tengah petualangan nya.
" Lanjutkan saja, Pak. Aku juga ingin memberikan nya padamu. Karena aku mengagumimu sejak awal. Nikmati saja...
Ucapan Amelia membuat Fakhrul lupa akan dirinya, istrinya dan anak anaknya. Penyatuan terlarang yang menjadi awal kebiasaan yang menyesatkan. Hingga susah bagi Fakhrul untuk berhenti. Tidak ada yang tahu kecuali mereka berdua. Hingga bertahan selama tujuh tahun lamanya.
Cinta yang Fakhrul elu kan untuk Cahaya hanya ucapan kosong karena selama perselingkuhan itu terjadi Cahaya sering tidur sendiri dan jarang tersentuh oleh Fakhrul. Pesona Amelia yang agresif membuat Fakhrul tidak menyadari jika Cahaya telah dia jauhi.
Tapi Cahaya tidak pernah protes atau menuntut lebih. Cahaya istri yang penurut dan tidak neko neko. Cahaya selalu menerima jika Fakhrul berdalih keluar kota atau lembur. Tidak ingin menambah beban suaminya yang telah bekerja keras untuknya dan anak anaknya. Karena Cahaya melihat dan merasakan hasil kerja keras suaminya. Oleh sebab itu Cahaya hanya diam dan percaya sepenuhnya pada suaminya .
Fakhrul kembali ingat akan Cahaya, siapa yang tidak bangga punya istri seperti Cahaya. Pintar masak, pandai merawat rumah, ibu yang baik, istri yang sempurna. Tutur kata nya lembut dan tak pernah bersuara tinggi, ramah dan santun . Dan sikapnya yang penuh perhatian dan hangat.
Jika saja Fakhrul punya waktu lebih dengan Cahaya bisa saja Cahaya pintar dan liar di ranjang. Tapi Fakhrul malah membuang waktu dengan wanita yang haram untuk nya. Bukannya mendidik Cahaya agar sesuai kemauannya.
Kini saat Cahaya lepas darinya baru Fakhrul sadar tidak ada yang lebih baik dari Cahaya nya.
...****************...
__ADS_1
Happy Reading 💕