Goresan Luka Masa Lalu

Goresan Luka Masa Lalu
Rencana baru Amelia 2


__ADS_3

Doni dan Cahaya berada di mobil hendak pulang ke rumah. Dari tadi Cahaya diam tanpa bicara sepatah kata pun. Matanya masih bengkak karena kebanyakan mengeluarkan air mata. Saat Doni mengatakan bahwa Amelia melamar kerja di perusahaan nya Cahaya menangis sejadi-jadinya.


Doni masih ingat tingkah Cahaya yang seperti anak kecil yang tidak mau disuntik. Jika mengingat itu Doni tersenyum sendiri tapi diwaktu yang bersamaan juga prihatin . Begitu takut dan cemasnya Cahaya jika Amelia bekerja di Aksa Group.


Flashback on


" Amelia melamar kerja ke Aksa Group, Jingga. Bagaimana menurutmu ? " Doni hanya ingin mengalihkan pembicaraan saja agar Cahaya tidak lagi baper.


Tapi sepertinya Doni salah arah pengalihan. Cahaya langsung memerah dengan air mata yang menggenang.


" Abang mau terima dia kerja ? " Tanya Cahaya dengan nada agak meninggi.


" Belum sih, cuma dia masuk dalam seleksi team HRD. Berarti dia termasuk kompeten juga. " Ucap Doni apa adanya, tanpa bermaksud apa apa. Hanya mengajak Cahaya diskusi saja.


" Abang tertarik sama dia. " Doni tercekat mendengar pertanyaan Cahaya .


" Nggak begitu konsepnya, Jingga. Abang hanya menilai dari sudut pandang pengusaha. Bukan sebagai pria. " Doni meluruskan.


" Awalnya begitu, tapi...


Cahaya tidak lagi bisa menahan bendungan air matanya. Kisah lama kembali menghantui nya. Sama seperti Fakhrul dulu juga meminta pendapat Cahaya tentang Amelia. Dengan alasan Amelia lulusan terbaik sebuah universitas menjadi alasan bagi Fakhrul menerima. Tapi siapa sangka akhirnya Amelia lah penghancur hidupnya.


Doni menyadari kebodohannya, ketakutan Cahaya sangat beralasan. Akhirnya Doni memeluk Cahaya yang tengah rapuh dalam kecemasan.


" Aya mohon jangan terima... Aya nggak mau dia kembali merebut milikku. Tolong Bang... Aya tidak mau dia ada disekitar kita. " Tatap Cahaya dalam derai air matanya.


" Ok.. ok, Abang nggak mau terima. Abang memang nggak niat sama sekali. Karena Abang sudah tahu dia siapa, mana mungkin Abang menerimanya, Sayang. " Ucap Doni menenangkan Cahaya.

__ADS_1


" Dia wanita penghancur Abang. Jangan biarkan dia mendekat. Aya nggak mau melihatnya sekitar Aya dan anak anak. Jangan... Aya mohon. " Tanpa malu Cahaya merengek seperti anak kecil.


" Iya , Sayang. Nggak akan. " Dengan lembut Doni menghapus air mata Cahaya dan kemudian mendekap kembali tubuh rapuh Cahaya.


Flashback off


Doni memandang Cahaya sekilas sambil terus menyetir. Cahaya hanya diam dan terus memandang ke depan dengan tatapan kosong. Tak bisa membiarkan hal ini berlarut larut, Doni menghentikan mobil tepat di sebuah Coffe shop kecil pinggir jalan.


Cahaya tak juga menyadari saat mobil telah berhenti total. Hingga sentuhan tangan Doni di bahunya mengagetkan nya.


" Kenapa, Bang kok berhenti ? " Cahaya memperhatikan sekeliling yang ternyata mereka berada disebuah Cafe kecil.


" Kamu melamun dari tadi, Abang perhatikan. Apa masalah Amelia masih mengganggu mu ? Tanya Doni lembut. Terlihat Cahaya menarik napas kasar.


" Setelah sekian lama, dia berani muncul. Entah kenapa Aya punya firasat buruk. Dan kenapa Aksa Group, apa itu bertanda dia tahu tentang ku ? " Ucap Cahaya dengan tetap menatap ke depan.


" Mudah mudahan ucapan terakhir Abang yang benar. " Lirih Cahaya pelan.


" Jangan dipikirkan lagi , ya. Abang dari tadi rasa diabaikan oleh mu. " Doni mengusap pipi Cahaya lembut. Ada perasaan bersalah yang Doni rasakan. Terlihat jelas ketakutan Cahaya akan terulangnya peristiwa masa lalu. Dalamnya luka pengkhianatan itu masih menimbulkan efek yang luar biasa untuk Cahaya.


" Maafkan Aya, Bang. Aya tidak bermaksud begitu. Tapi tetap saja mengingat satu nama yang Fakhrul sebut setiap kali dalam pengaruh obat jahanam itu , membuat Aya ingat akan sakitnya luka itu. " Keluh Cahaya.


" Kita tidak tahu takdir hidup kita kedepannya, tapi jika kita dipertemukan dengannya suatu saat, bisakah kamu untuk tetap tegar. Berdiri tegak di samping ku. Jangan perlihatkan sisi rapuh mu. Agar tidak ada lagi yang merendahkan dirimu ataupun menganggap dirimu lemah. " Pinta Doni yang khawatir.


Doni takut ada seseorang yang akan memanfaatkan kelemahan Cahaya. Trauma yang mengikis rasa percaya dirinya. Yang membuat dirinya tidak berharga atau pun lebih buruk dari orang lain. Seperti Marinda yang selalu menyerang sisi lemah itu setiap kali bertemu. Itu pulalah yang Doni takutkan jika Cahaya bertemu Amelia.


Bagaimana pun Cahaya pernah merasa tidak berharga saat tahu suaminya dulu memiliki wanita lain. Merasa tidak berarti dan bukan yang diprioritaskan dan merasa lebih buruk dan gagal meraih cinta suaminya .Itulah yang terjadi pada korban perselingkuhan. Rasa percaya dirinya anjlok hingga dasar terendah.

__ADS_1


" Bantu Aya, Bang. Untuk merasa aman dan pantas untuk berada di sampingmu. " Cahaya membalas tatapan Doni dengan tatapan penuh harap.


" Tentu, Sayang. Hanya kamu yang pantas, percayalah. Dan yakinkan dirimu, Abang bukan pria itu. Semakin bertambahnya waktu kita bersama, Abang merasa semakin mencintaimu, sungguh ini bukan bualan. Jika Abang bertemu dirimu terlebih dahulu, mungkin Abang akan langsung jatuh hati padamu. Tapi Abang bersyukur kini kamu disini. Di sisiku untuk menjadi yang terakhir. " Hati Cahaya benar benar basah hari ini.


Ucapan Doni tidak pernah gagal membuat Cahaya merasa hangat. Doni lihai memberikan support pada Cahaya agar tidak merasa rendah diri. Padahal Cahaya tak perlu merasa rendah dari orang lain karena memang Cahaya jauh lebih baik dari mereka.


" Tunggu disini, Abang take away aja kopinya. " Doni membuka safety belt dan hendak keluar tapi tertahan oleh tangan Cahaya.


" Abang, Aya sayang Abang. Terima kasih atas semuanya. " Ucap Cahaya bergetar.


" Abang yang terima kasih sama kamu, sudah bersedia menikah sama Abang. Terima kasih untuk rasa bahagia yang luar biasa ini. Tetaplah jadi Jingga Abang yang kuat " Doni mengecup kening Cahaya dalam . Keduanya saling melemparkan senyum yang penuh bahagia.


*****


Di sisi lain Amelia merasa kesal karena gagal masuk ke Aksa Group. Setelah melewati seleksi yang ketat hingga dirinya masuk dalam lima besar, namun gagal disaat saat terakhir. Amelia memang mengetahui jika CEO Aksa Group adalah suami Cahaya. Tujuannya masuk ke Aksa Group adalah untuk mendekati Cahaya.


Pengaruh Cahaya sangat besar untuk Fakhrul. Oleh sebab itu Amelia ingin memanfaatkan Cahaya untuk mendapatkan Farel kembali. Kemungkinan Fakhrul mendengarkan Cahaya jauh lebih besar dari pada Amelia yang memohon.


Cahaya seorang ibu pasti bisa lebih peka terhadap perasaannya. Entah Cahaya mau membantu atau tidak Amelia juga tidak begitu yakin. Tapi di langkah awalnya saja Amelia telah gagal . Bagaimana untuk selanjutnya, kini Amelia bingung sendiri.


Amelia telah menjual rumah dan mobilnya. Dan untuk menetap kembali di kota ini Amelia membeli rumah yang lebih kecil dan mobil yang lebih murah dari miliknya sebelumnya. Agar bisa bertahan hidup untuk sementara terpaksa Amelia menghemat uang hasil keuntungan restoran yang terakhir.


Meski sebenarnya Amelia memiliki seorang ibu di kota ini. Tapi Amelia telah tidak pernah berhubungan lagi sejak ibunya memutuskan menikah dengan pria lain setelah ayahnya meninggal dunia. Karena pria itu adalah musuh ayahnya sewaktu masih hidup. Amelia tidak menyukai nya dan tidak menyetujui pernikahan ibunya. Dan sejak itu Amelia hidup seorang diri.


Kini Amelia harus berusaha keras agar tidak menjadi pengangguran miskin. Satu satunya cara adalah mencari pekerjaan. Satu langkah nya telah pupus dan Amelia harus mencari peluang yang lain. Karena untuk mendapatkan Farel kembali Amelia harus mapan secara finansial.


...****************...

__ADS_1


Maaf pendek Readers🙏 💕


__ADS_2