Goresan Luka Masa Lalu

Goresan Luka Masa Lalu
Rencana baru Amelia


__ADS_3

Seminggu berlalu sejak pembicaraan antara Amelia dan Fakhrul. Sudah seminggu juga Farel dibawa Fakhrul ke Jakarta. Rasa rindu Amelia tidak terlukiskan. Tidak pernah berjauhan lebih dari dua jam. Itupun karena Amelia harus mengecek restoran sekali seminggu.


Tapi kini Amelia harus menjaga jarak selamanya dengan anaknya. Sungguh Amelia tidak mampu membayangkan. Baju Farel yang tersisa menjadi teman tidurnya sejak itu. Amelia seperti mati tapi tetap bernyawa. Benar yang Fakhrul ucapkan ini seperti hukuman dari kesalahan masa lalu.


Hari ini Amelia harus ke restoran pusat. Fakhrul masih berbaik hati memberikan keuntungan bulan lalu untuknya. Menyisakan rumah dan mobil miliknya. Dan hari ini dia telah janji temu dengan Haris, mantan rekan kerjanya. Dan banyak hal yang Amelia ingin bahas dengan Haris.


" Hai, maaf menunggu lama. Aku sedikit repot tadi. Maklumlah ini baru seminggu, aku masih harus banyak belajar. " Cerocos Haris, saat menemukan Amelia menunggu di ruang kerjanya yang baru.


" Tidak masalah, aku baru beberapa menit. " Balas Amelia.


" Kamu mau mengambil keuntungan bulan lalu, kan. " Tanya Haris tanpa basa basi. " Padahal bisa aku transfer. Jadi kamu tidak usah repot kemari. " Lanjut Haris.


" Aku memang ingin bertemu denganmu. " Ucapan Amelia membuat Haris menatap kearahnya.


" Ada yang ingin kamu tanyakan ? Atau ada sesuatu yang lain ? " Tanya Haris.


" Kamu tahu dimana Fakhrul merawat anakku. ? Tanya Amelia tanpa berbelit belit.


" Tentu saja, tapi aku tidak bisa memberi tahukan padamu. Itu janjiku pada Fakhrul. " Ucap Haris dengan tenang.


" Haris... aku tahu kamu punya perhatian khusus padaku. Aku mohon sebagai seorang teman yang baik , tolong aku, Ris. " Rayu Amelia dengan sedikit memohon.


" Aku akui dulu aku bahkan punya rasa yang besar padamu. Tapi rasa itu aku bunuh perlahan saat menyaksikan kalian bercinta di kantor . Aku tidak menyangka wanita yang cerdas seperti mu tanpa merasa berdosa merayu Bosnya yang telah beristri. Kecewa... itulah yang aku rasakan. Tapi sebulan setelah kamu menghilang perusahaan Fakhrul dinyatakan hancur, disanalah aku merasa bersyukur Karena hatiku tidak terlibat jauh denganmu. Kalau tidak mungkin aku akan lebih hancur lagi. Aku kira kamu gadis polos ternyata tak ubah seperti ular berbisa. " Ucap Haris tajam sedikit tersenyum miring.


Amelia merasa tertohok oleh ucapan Haris. Amelia tahu Haris dulu menyukai nya, maka nya dengan percaya diri Amelia datang minta bantuan Haris. Tapi ternyata dosa masa lalu sangat sulit untuk di hilangkan noda nya.


" Maaf Haris, aku kesini hanya ingin mengetahui kondisi anakku. Itu saja, bukan untuk menggoda mu. Maaf jika kamu terganggu. " Amelia berusaha untuk tersenyum meski bibirnya terasa kaku. Dia tidak menyalahkan Haris dengan segala ucapannya. Seperti kata Fakhrul anggap saja ini sebuah hukuman.


" Tidak masalah Amel, aku tidak mau ikut campur urusan mu dengan Fakhrul. Tapi jika kamu masih bisa menerima saran seorang teman. Menjauh lah dari Fakhrul , dia sedang berusaha mengendalikan diri agar tidak bertindak brutal. Kehilangan Cahaya menghancurkan dunianya. Dan jangan mendekati singa yang lagi kehilangan betinanya. Atau kamu yang akan dicabik cabik olehnya. Kamu tidak tahu betapa beratnya kehidupannya setelah kamu hancurkan hasil kerja kerasnya. Tidak hanya kehilangan harta, tapi juga harga dirinya. Hingga membuatnya terjebak dalam obat obatan. Dan berakhir dengan kondisi Cahaya yang meregang nyawa. "


Haris menarik napas sejenak, dia sesak sendiri mengingat kisah yang Fakhrul ceritakan padanya dua bulan lalu. Pertemuan yang tidak sengaja dengan Fakhrul yang sedang frustasi karena melihat Cahaya hidup bahagia dengan pria lain.


" Cahaya masih menerima Fakhrul saat tahu kalian mengkhianati nya. Tanpa bertanya dan tanpa mau mengungkitnya. Kamu telah melukai hati seorang bidadari baik hati. Kamu tahu Amelia... Cahaya malah tidak pernah menghujat perbuatan kalian. Dia menerima Fakhrul dengan tangan terbuka. Tapi sayang Fakhrul tidak bisa berpikir jernih saat itu hingga tergoda obat sialan itu. Dan Fakhrul menghabiskan masa rehab selama dua tahun untuk bisa sembuh. Saat dia kembali keadaan telah berubah. Cahaya telah menikah dengan pengusaha kaya raya dan hidup bahagia. "

__ADS_1


Haris mengakhiri cerita nya. Sambil menatap Amelia yang berlinang air mata. Terlihat raut penyesalan wajah Amelia. Tapi Haris hanya menatap datar. Haris takut tergoda dengan tipe wanita seperti Amelia. Tidak tahu apa yang tersimpan di balik wajah cantiknya.


" Sepertinya aku harus bertemu Cahaya, untuk minta maaf. Terlalu banyak sakit yang aku tinggalkan untuknya. " Ucap Amelia kemudian.


" Sebaiknya menjauh Amelia, jangan menampakkan diri. Itu mengingatkannya pada lukanya. Kata Fakhrul Cahaya mengalami gangguan psikis kalau nggak salah .. ..Anxiety Disorder. Dan itu akan kambuh jika berhadapan dengan trauma ataupun penyebab trauma. Jadi jika kamu menyesal maka jauhilah , jangan buat dia semakin menderita. "


Ucapan Haris menerbitkan sebuah ide bagi Amelia. Tanpa Haris sadari Amelia tersenyum penuh arti yang sangat tipis. Amelia akan berjuang sekali lagi untuk mencapai tujuannya. Untuk Farel apapun akan Amelia tempuh segala cara. Semoga perawatan Farel berhasil dan Amelia tinggal mengambil disaat Farel telah sembuh.


" Baiklah Ris, terima kasih telah mengingatkan aku. Aku tahu aku bukan wanita yang baik. Tapi aku akan berusaha untuk menjadi lebih baik. Untuk masalah uang tolong ditransfer saja. Aku rasa bagian admin masih menyimpan nomor rekening ku. " Ucap Amelia akhirnya.


" Ok, nanti aku transfer. "


" Kalau gitu aku permisi, semoga kamu bisa memajukan restoran ini . Ini hasil kerja keras ku, meski uangnya milik Fakhrul. " Amelia tersenyum manis sebelum melangkah.


Haris memandang punggung Amelia yang menghilang di balik pintu. Haris bersyukur tidak sampai terjebak dengan perasaannya terhadap Amelia. Tapi sangat disayangkan Fakhrul yang memiliki istri yang nyaris sempurna seperti Cahaya bisa tergelincir pada rayuan Amelia.


*****


Beberapa hari kemudian...


Untuk tahap terakhir seleksi adalah tugas Doni yang menentukan. Sambil membalik balik beberapa data pribadi para pelamar itu Doni mengamati dengan cermat. Hingga tiba pada map yang ketiga Doni mengernyit dahinya. Doni terpaku pada foto yang terlampir pada CV milik salah seorang pelamar . Setelah melihat nama pemilik foto itu Doni tersenyum miring penuh arti.


Mata Doni menatap ke arah sofa. Cahaya duduk sambil membaca majalah Fashion Muslimah. Hari ini Cahaya seperti biasa mengantarkan makan siang untuk Doni. Tapi sayang Doni tidak bisa menikmati Cahaya hari ini karena Cahaya kedatangan tamu bulanannya.


Dengan ******* berat Doni menutup file file yang tadi diperiksa nya. Dengan pelan Doni melangkah menuju sofa tempat Cahaya duduk santai. Saking fokusnya Cahaya tidak menyadari jika Doni sudah berada di belakang nya. Doni merangkul leher Cahaya dari belakang kemudian melayangkan kecupan pada pipi Cahaya.


" Abang... bikin kaget Aya. " Pekik Cahaya terkejut oleh tingkah suaminya.


" Serius amat, sampai nggak nyadar Abang disini dari tadi . " Ucap Doni sambil beranjak ke depan Cahaya dan duduk di sampingnya.


" Bajunya cantik cantik, meski kekinian tapi tetap syari. " Ucap Cahaya tanpa mengalihkan pandangannya pada majalah.


" Ayo nanti sore kita ke butiknya, beli yang kamu suka. " Doni menatap Cahaya yang berbinar melihat para model di majalah itu.

__ADS_1


" Beneran ? Asyik... beli baju baru. " Tanggap Cahaya dengan gaya anak anak yang kegirangan. Doni terkekeh melihat Cahaya yang menggemaskan.


" Jangan tersenyum terlalu manis, nanti Abang jadi kepengen. " Rengut Doni yang pura pura sedih.


" Sabar ya, Sayang. Tinggal tiga atau empat hari lagi. " Ucap Cahaya sambil tersenyum jahil.


" Lama...


" Nggak lama kalau nggak dipikirin. "


" Tetap saja kepikiran itu terus , kalau lihat kamu gini. "


" Masak cuma tiga hari nggak sabar, gimana kalau Aya hamil ? Biasanya Aya drop kalau awal awal hamil dan dilarang gituan hingga beberapa minggu. Terus kalau lahiran juga nunggu masa nifas selama empat puluh hari. Kalau Abang tidak sanggup , apa Abang akan mencari wanita lain ? " Cahaya tiba tiba terlihat serius dengan wajah memerah menahan deru napasnya dan bendungan air matanya.


Doni merasa bersalah sekarang. Niat hatinya untuk menjahili Cahaya malah mengingatkan Cahaya pada masa lalu kelamnya. Perbuatan Fakhrul yang mulai mendua saat Cahaya dalam keadaan hamil Binar kembali mengambang dalam ingatan Cahaya.


" Mana ada begitu. Abang orangnya setia ya... sembarangan kalau ngomong. Abang nggak butuh wanita kalau kepengen. Kamu lupa kalau Abang menduda sepuluh tahun. " Doni berusaha untuk membalikkan mood Cahaya yang mulai melow.


" Tetap saja Abang punya banyak wanita yang bisa diraba raba, kan . Yang katanya sampai dibawa berlibur ke pulau dan nginap segala. " Cahaya kembali ingat ucapan Marinda waktu itu. Dan Doni terdiam, bingung mau jawab apa. Nyatanya memang begitu, meski tidak sampai kelewat batas.


" Tapi selama itu Abang nggak sampai berhubungan badan, Jingga. " Ucap Doni membela diri .


" Tetap saja laki laki ngga ada yang bisa dipercaya. " Pekik Cahaya kesal. Dan bendungan air matanya akhirnya tumpah ruah tak terkendali. Entah kenapa dadanya tiba tiba sesak.


" Hei... sayang, kok malah nangis. " Doni meraup tubuh Cahaya yang tengah bergetar dalam tangisnya.


" Jangan samakan Abang dengan bajingan itu. Abang tidak akan melakukan apapun yang akan menyakitimu. Percaya sama Abang sayang. " Doni memejamkan mata dan memeluk erat Cahaya.


Bisa Doni rasakan betapa membekas nya kisah pahit yang terukir dalam hati Cahaya. Dan getaran tubuh Cahaya membuat Doni merasa bersalah telah memancing perdebatan dengan Cahaya tadi. Hati Doni terasa tersayat mendengar isak istrinya.


" Amelia melamar kerja ke Aksa Group...


...****************...

__ADS_1


Happy Day Readers 💕


__ADS_2