Goresan Luka Masa Lalu

Goresan Luka Masa Lalu
Hadiah spesial untuk yang spesial


__ADS_3

Cahaya benar benar lemas hingga beberapa kali hampir oleng ketika berjalan menuju lift. Doni yang melihatnya segera menahan tubuh Cahaya agar tidak jatuh. Cahaya hanya bisa membuang muka dengan sebel melihat senyum tengil suaminya .


Akhirnya dengan sedikit memaksa Doni memeluk pinggang Cahaya selama di lift. Sementara Cahaya yang tidak bertenaga terpaksa menggantungkan berat badannya sepenuhnya pada Doni.


" Jangan cemberut gitu , dosa marah marah sama suami. " Ucap Doni melihat Cahaya membuang muka masamnya.


" Habis suaminya mesum tidak ketolong. " Jawab Cahaya yang masih memeluk Doni erat karena takut jatuh.


" Siapa suruh jadi enak banget gitu. Abang kan jadi nagih, Jingga. " Ucapan Doni mendapatkan cubitan di pinggangnya dari Cahaya.


" Aauch... sakit , Dek. " Hati Cahaya menghangat mendengar panggilan baru dari Doni.


" Ocehan mesum Abang bikin Aya makin lemas mendengarnya . " Rengek Cahaya.


Doni tersenyum tanpa Cahaya sadari. Perut bawahnya kembali mengeras. Suara manja istrinya membuat Doni gila. Susah payah Doni menahan diri jika tidak bisa bisa Cahaya akan terkapar pasrah di lift saat ini juga.


" Apakah dulu kamu juga seperti ini dengan mas mantanmu ? " Tiba tiba saja Doni penasaran dengan Cahaya yang dulu.


Tubuh Cahaya menegang seketika. Cukup mengejutkan saat suaminya menanyakan masa lalunya. Cahaya enggan membicarakan tentang lelaki yang pernah menjatuhkan nya ke titik terendah dalam hidupnya. Tapi dengan menarik napas dalam Cahaya menjawab pertanyaan Doni.


" Tidak... meski Aya dulu mencintainya, tapi ada rasa sungkan untuk tertanam dalam hati. Karena dia mungkin termasuk orang yang kaku dan sedikit dingin. Jika bicara seperlunya saja. Membuat Aya terbiasa meniru caranya berkomunikasi . " Cahaya kembali terbayang masa masa dengan Fakhrul.


Fakhrul gila kerja dan ambisius. Semua rencana hidupnya terperinci dan memiliki target tertentu. Dan dia selalu terpaku pada target pencapaiannya. Mungkin terbiasa terdidik disiplin dan bekerja keras. Hal itulah yang membuat Fakhrul terlihat dingin dan kaku .


Cahaya merasa sungkan untuk bermanja dan merengek karena takut Fakhrul muak padanya. Apalagi ayah Cahaya pernah berpesan agar Cahaya jangan terlalu bergantung pada suami berusahalah untuk mandiri dan jangan menyusahkan. Karena seorang pria tidak menyukai wanita yang banyak tingkah.


Tapi siapa sangka hal itulah yang menjadi alasan dan membuat Fakhrul mencari wanita lain . Yang manja dan terlihat lemah dan butuh sandaran. Tapi penuh tipu daya. Dan Fakhrul masuk dalam perangkap wanita ular itu hingga membinasakan semuanya.


" Kalau begitu selalu lah seperti ini jangan berubah. Sekarang Abang tahu jika sebenarnya inilah dirimu. Kamu berubah karena pria biadab itu dan luka yang dia tinggalkan. " Doni tiba tiba menggendong Cahaya yang membuat Cahaya spontan melingkarkan tangannya di leher Doni.


" Akh.. Abang !!! Aya kaget tahu . Kenapa digendong, Aya masih bisa jalan. Kan malu ada yang lihat di lobi. " Protes Cahaya.


" Semua sudah pada pulang, tinggal security dan beberapa OB saja. Jadi tidak usah malu anggap kita lagi shooting. " Ucap Doni penuh maksud. Tentu saja ada maksud lain di balik tindakan Doni.


Akan ada seseorang dengan setia menonton kemesraan mereka nantinya. Dan Doni ingin membuat orang itu mati kepanasan karena cemburu. Tanpa Cahaya sadari Doni sedang membalaskan dendamnya . Doni akan membuat Fakhrul menyesali semua kebodohan nya terhadap Cahaya. Hingga menangis darah karena penyesalannya itu.


Sesampainya nya di luar lobi Doni menurunkan Cahaya tanpa melepaskan dekapan nya. Merogoh sakunya untuk mengambil kunci mobil dan menyuruh pengawal samarannya untuk mengambil mobilnya di parkiran khusus.

__ADS_1


" Kenapa kita nggak langsung ke Basement saja. Dari pada menyusahkan security itu. " Tanya Cahaya heran.


" Kamu berat, sayang. Mana sanggup Abang menggendong hingga Basement . " Gurau Doni.


" Ish... kemarin katanya kurus, sekarang berat. Yang benar yang mana. Lagian Aya bisa jalan, kenapa digendong. " Ucap Cahaya tidak terima dengan pernyataan Doni.


" He.. he... gitu aja tersinggung. Nggak berat kok, Abang bercanda. Hanya ingin saja membawa kamu kesini. Menunggu berdua sambil bermesraan lebih asyik. " Cahaya memukul bahu Doni gemas dengan tingkah mesum suaminya.


Sedangkan Doni terkekeh sambil mengecupi wajah Cahaya berkali kali. Dari hidung kening dan pipi. Bahkan Doni tak sungkan mencium bibir Cahaya meski terhalang cadar.


Hanya beberapa menit saja melihat adegan mesra mantan istrinya mampu membuat mata Fakhrul memerah. Antara menahan amarah dan air mata. Dadanya terasa panas menyaksikan kemesraan pasangan halal itu. Sungguh miris jika saja Fakhrul memiliki waktu sedikit saja untuk istrinya dulu. Andai saja dia punya pertahanan yang kuat dulu. Dan banyak lagi andai andai yang lain yang ingin Fakhrul gaungkan.


" Kenapa sesakit ini Cahaya. Apa kamu juga sesakit ini dulu saat tahu aku membagi tubuhku di ranjang wanita lain. Kenapa aku tidak peka dengan rasa sakit mu. Aya... aku ingin mengulang waktu. Kembalilah... sekali saja ,satu kesempatan maka kamulah ratu sesungguhnya."


Fakhrul buta , Cahaya sudah menjadi ratu di rumah Doni. Bahkan lebih dari yang Fakhrul punya. Tapi Fakhrul tak peduli itu, yang dia inginkan hanya Cahaya.


Kedua pasangan itu telah menghilang di balik kotak besi dengan harga fantastis itu. Dengan setia Fakhrul masih mengekori kemana arah tujuan mereka. Kali ini Doni mengajak Cahaya ke pusat perbelanjaan. Doni ingin membelikan Cahaya perhiasan.


 Doni sudah memesan sebuah kalung dengan bandul berlian berwarna jingga. Yang dikenal dengan nama fancy orange Diamond . Sesuai dengan nama Cahaya , Jingga yang merupakan panggilan kesayangan Doni . Bukan tanpa alasan Doni memesannya karena Orange Diamond sendiri adalah lambang sebuah keberhasilan dan kesuksesan.


Mobil Doni telah terparkir cantik di pelataran parkir mall terbesar di kota. Tempat para konglomerat dan artis terkenal mencari barang barang branded dan yang pasti super mahal.


Cahaya begitu takjub melihat interior mall tersebut. Ini pertama kalinya Cahaya melihat secara langsung. Biasanya hanya mendengar dan melihatnya di majalah saja. Kesan mewah tidak bisa dipungkiri dari penampilan luarnya saja. Dan ternyata bagian dalam mall itu lebih luar biasa.


" Abang... kita ngapain ke sini, ada yang mau Abang beli ? " Tanya Cahaya penasaran.


" Tentu saja ada, tapi bukan buat Abang. Buat hadiah seseorang. " Jawab Doni tanpa menjelaskan lebih lanjut.


" Oh iya, teman Abang yang ulang tahun itu, ya? " Doni hanya tersenyum menanggapi.


Setelah sampai di tujuan Doni langsung menyerah nota pesanan pada salah seorang karyawan toko perhiasan itu. Tak lama kemudian karyawan itu kembali dengan sebuah kotak perhiasan yang telah dibungkus rapi. Doni langsung membawa bingkisan tanpa memeriksanya.


" Ayo, kita pergi ! " Doni langsung meraih tangan Cahaya dan berjalan meninggalkan toko itu menuju sebuah restoran elit.


Ternyata Doni telah memesan privat room untuk mereka. Tentu saja Cahaya merasa itu terlalu berlebihan . Buat apa privat room jika hanya untuk makan malam saja .


" Abang, apa ini tidak berlebihan, kan lebih enak makan seperti biasa. Selain rame juga murah. Rasanya juga tidak kalah enak. " Protes Cahaya.

__ADS_1


" Istri Abang memang unik. Beda dengan yang lain . Wanita lain akan menuntut untuk Dinner di hotel berbintang atau restoran mewah. Kamu malah minta makan di tempat biasa.. " Ucap Doni dengan menatap Cahaya penuh rasa bangga.


" Hanya makan saja Abang. Paling satu piring juga udah kenyang buat apa tempat bagus dan mahal. Toh yang kita makan bukan tempatnya juga. Menurut Aya itu pemborosan. " Cahaya mengeluarkan isi hatinya sesungguhnya.


" Nggak apa apa sesekali. Kadang kita perlu ke tempat bagus bukan untuk menikmati makanannya. Tapi kita butuh sebuah momen yang bagus untuk orang orang yang spesial. Menyenangkan seseorang atau mungkin merayakan sesuatu. Ada alasan untuk kita pergi ke tempat yang tidak biasa. " Doni tak henti menatap Cahaya yang kini sudah menanggalkan cadar nya.


" Apakah hari ini ada sesuatu yang kita rayakan. " Selidik Cahaya.


" Tidak...hanya saja bagi Abang hari ini spesial dan dengan orang yang spesial. " Cahaya merasa wajahnya menghangat dan bisa dipastikan merona. Cahaya menunduk untuk menghilangkan grogi nya.


Tiba tiba pintu ruang VIP restoran itu diketuk dan beberapa pelayanan datang membawa hidangan untuk mereka. Setelah menata dengan rapi mereka pun keluar setelah berpamitan dengan rasa hormat.


Doni bangkit dan menarik Cahaya untuk berdiri bersamanya. Kemudian membuka hijab syari Cahaya dengan hati hati.


"'Abang, kenapa dibuka ? " Pekik Cahaya tertahan.


" Sebentar saja, Sayang. "


" Jangan bilang Abang mau...


' Husst... pikiranmu, Dek. Ayo siapa yang mesum di sini ? " Doni memicingkan matanya menatap dengan tatapan menuduh.


" Habis Abang....


" Tenanglah, gini gini Abang tahu tempat, Sayang. Abang mau pasangkan ini, hadiah untukmu. " Doni membuka bingkisan dari toko perhiasan tadi.


Sebuah kalung dengan bandul fancy orange Diamond berkilau indah terpapar cahaya lampu restoran itu. Cahaya menatap penuh takjub bercampur rasa tidak percaya jika Doni memberikan itu untuknya. Walaupun Cahaya buta tentang perhiasan tapi Cahaya bisa menilai harga yang tidak biasa dengan melihat rupanya saja.


" Abang ini indah sekali. Pasti harganya mahal. " Mata Cahaya tidak beralih dari benda kecil berkilau itu.


Doni meraih kalung yang terbuat dari emas putih itu lalu mengalungkan nya pada Cahaya. Tanpa segan Doni mengecup tengkuk Cahaya setelah kalung itu terkancing sempurna. Setelahnya Doni membalikkan tubuh Cahaya agar menghadap padanya. Dengan tatapan lekat Doni berkata....


" Jingga, sesuai dengan nama mu, kalung ini pun berwarna jingga. Sengaja Abang pilihkan ini, bukan tanpa alasan. Itu agar seumur hidupmu ,kamu bisa mengingat hari ini . Tepat tanggal dua puluh satu bulan satu tahun dua ribu dua satu aku ingin mengatakan padamu kalau aku jatuh cinta padamu, Jingga. Untuk pertama kalinya kata cinta ini aku utarakan lewat momen ini. Karena untuk melamar mu sudah tidak mungkin sebab kamu sudah menjadi istriku. Tapi entah mengapa aku merasa penting untuk mengatakan ini karena kamu adalah sesuatu yang berharga dan ini caraku untuk memberikan penghargaan untukmu. I love you my wife, please love me too...


...****************...


Happy day readers, I love you too💕

__ADS_1


__ADS_2