Greatest Husband

Greatest Husband
Tunggu


__ADS_3

Kara terdiam sesaat, kemudian tersenyum."Kamu pada akhirnya mencintainya?" tanyanya.


Wanita itu mengangguk."Dia bukan orang yang baik, bukan juga orang yang jahat. Ada kalanya kami bertengkar, dia mengumpat, mengatakan aku hanya siluman. Ada juga saatnya dia menangis, saat ayahnya meninggal, aku hanya diam dan memeluknya."


"Kalian menikah?" tanya Kara padanya.


Star mengangguk, wajahnya tersenyum. Namun senyuman yang terasa pahit, menyembunyikan isi hati sebenarnya."Kami memang menikah, tapi terasa seperti cinta yang hanya sesat. Pada akhirnya keluarganya mengetahui segalanya, putra tunggal mereka menikahi seekor siluman, itulah hari perpisahan kami."


"Aku kembali menjalani kehidupan sebagai rubah kecil. Sedangkan, dia tinggal dalam rumah yang besar, terkadang ketika dia tertidur, aku memasuki jendela menatap wajahnya. Air matanya belum mengering. Apa mungkin dia merindukanku? Karena aku juga merindukannya. Tapi, aku tidak dapat menentang semua orang, dia juga tidak. Sehingga perlahan aku memutuskan untuk pergi." Jelas Star matanya menelisik, tersenyum dalam air mata yang mengalir, menetap bunga mawar merah segar dengan tetesan air di kelopaknya, pada rangkaian bunga di atas meja.


Kekasihnya sudah tiada 400 tahun yang lalu, perasaan sakit itu masih ada, membekas hingga kini.


"Kamu tidak kembali menemuinya? Kalian saling mencintai bukan?" tanya Kara.


Star menghapus air matanya sendiri."Iya kami memang saling mencintai. Kami kembali bertemu puluhan tahun kemudian, dia tidak menikah. Dengan tubuh yang sudah renta, kulit yang keriput dan sakit-sakitan. Tidak memiliki sanak keluarga lagi, saat itulah kami tinggal bersama membangun rumah kecil. Seperti milikmu, tahun-tahun yang indah kami lalui, setiap hari hanya tersenyum dengan kulit keriputnya. Tubuhnya yang perlahan sulit digerakkan, aku masih mencintainya, masih merawatnya. Kamu tahu kenapa?" tanya Star.


Kara hanya menggeleng terdiam menatap ke arahnya.


"Karena hanya dia yang menemaniku. Rubah putih kecil yang kotor terkena abu akibat hutan berkabut yang dibakar oleh manusia. Aku mencintai tangan kecilnya saat pertama kali bertemu dengannya, saat beranjak dewasa, aku semakin mencintainya. Hingga dia menunjukkan kelembutannya di masa tuanya. Sialnya, aku bertambah mencintainya wajah keriputnya. Junichi, aku bodoh bukan?" tanya Star, mengepalkan tangannya.


Kara hanya tersenyum, tidak menjawabnya karena dia juga sama bodohnya. Seharusnya, tidak jatuh cinta pada manusia, tapi hati tidak dapat dikendalikan. Kenapa mereka tidak jatuh cinta saja? Kenapa harus dengan makhluk yang rapuh?


Bibir Kara bergetar senyuman yang terlihat palsu, menyembunyikan segalanya. Mengingat rasa sakitnya saat mengetahui kematian Fu. Kenangan yang diingatnya kala, mengetahui tubuh itu berlumuran darah segar, mengetahui rasa sakit yang mendera dadanya kala sebuah pedang menembus tubuh kekasihnya.

__ADS_1


"Kalian sempat bahagia. Itulah yang terpenting." Kata-kata yang diucapkan oleh Kara.


Wanita itu mengangguk."Sebenarnya aku hanya menjadi beban baginya. Karena mungkin, jika aku tidak ada, dia akan menikah dengan manusia biasa. Memiliki anak, dapat tersenyum bersama anak dan istrinya. Tidak menolak semua wanita cantik yang mendekatinya. Tapi pada akhirnya, dia berakhir seorang diri tidak menikah lagi, menungguku kembali menemuinya. Hingga, tetap bersamaku di akhir hidupnya."


"Jika bisa, aku ingin menua dan mati bersamanya. Tapi nyatanya tidak, aku tetap seperti ini. Dia berubah menua, kemudian terkubur dalam tanah. Mati dalam wajah keriputnya, aku sudah berusaha. Dia selalu melihat ke arah cermin, diam-diam menangis tengah malam, menatap wajahku yang cantik. Sedangkan, makin hari dia semakin lemah Dan menua. Hingga pada akhirnya, meninggalkanku. Apa ini salah? Tapi aku mencintainya. Makhluk rapuh yang tidak abadi, sampai sekarang aku masih mencintainya." Star menatap ke arah Kara.


Kara terdiam sesaat, wajahnya berusaha tersenyum. Hanya berusaha mengetahui masa depan yang akan menantinya. Mungkin saja perkataan Star adalah kebenaran. Shui tidak akan bahagia dengannya. Detik demi detik waktu yang berlalu, rupanya tidak akan berubah. Sedangkan istrinya akan menua. Shui mungkin akan merasa rendah diri. Tapi, ketentuan tidak dapat dirubah. Ini benar-benar sulit dan menyakitkan, bolehkah dirinya menjadi manusia?


Jawabannya tidak, perlahan tubuh Kara akan berubah sedikit demi sedikit, mengikuti bentuk roh yang ada di dalamnya. Pada saat itu dirinya hanya siluman yang tidak akan dapat menjadi manusia. Hanya dapat kembali menjaga Shui tetap bahagia dari jauh.


"Aku lebih bodoh darimu, aku bertemu dengannya. Kemudian menikah dengannya, menggunakan tubuh ini. Mengetahui hasil akhirnya, tidak ada jalan untuk kebahagiaan semuanya akan berakhir dengan duka dan penantian. Tapi aku ingin tetap melanjutkannya." Jelas Kara


"Setelah 400 tahun, aku juga menemukannya. Tapi, aku tidak berani mendekatinya. Mungkin dia sudah melupakanku, menatapnya berbicara bersama wanita lain. Perasaan kita masih sama, tapi perasaan mereka tidak. Walaupun, mereka terlahir kembali, tidak akan ada kita diingatan mereka. Dia berkata tidak mencintaiku, saat aku memeluknya. Dia menolak, dan mendorongku tetap pergi dengan wanita lain. Itu menyakitkan untukku." Ucap Star, terlihat cemburu menggebrak meja menggunakan gelas minumannya yang cukup besar setelah meminum minuman dingin itu hingga kandas.


"Kamu marah? Dekati dia pelan-pelan, seperti sebelumnya. Mungkin akan ada kesempatan untukmu. Memang sangat menyebalkan ketika kita mengingat segalanya. Tapi pasangan kita melupakan, dengan wajah barunya. Aku masih menganggapnya sebagai kekasih, tapi baginya aku hanya orang asing." Kara tersenyum, menghela napas, mulai mengiris daging di hadapannya.


"Aku istrinya! Itu artinya dia berselingkuh!" Dengan semangat Star, berucap.


"Omong-omong bentuk tubuhmu tidak buruk. Bahkan dulu banyak siluman yang ingin menjadi pasanganmu. Tapi kenapa suamimu menolakmu? Walaupun dia terlahir kembali, dengan ingatan yang hilang, tidak masuk akal kamu ditolak oleh pria," tanya Kara mengenyitkan keningnya penasaran.


"Itu karena dia tidak dapat bermain atau aku goda untuk bermain di ranjang. Dia hanya tertarik bermain dengan wanita lain, benar-benar pria br*ngsek!" Geram Star, tapi dirinya tertunduk masih mencintai suaminya.


"Jangan menyerah dekati dia pelan-pelan. Kamu siluman, menggoda manusia adalah keahlianmu. Contoh aku, kami bahkan sudah berciuman seperti dulu. Walaupun, tidak lebih dari itu," jelas Kara memberikan motivasi.

__ADS_1


"Dulu saat dia datang menemuiku dengan wajah seperti kakek-kakek, setiap malam kami bermain di ranjang bersama. Tapi sekarang, ketika aku menciumnya dia langsung mendorong. Apa aku kurang cantik?" Star menghela nafas berkali-kali tidak habis fikir.


"Mungkin dia buta, hingga tidak dapat melihat kecantikanmu. Walaupun, kecantikan mu tidak sebanding dengan Fu," gumam Kara.


"Aku cantik, lebih cantik dari pacarmu. Kamu saja yang buta." Kesal Star sampai saat ini belum berhasil mendekati reinkarnasi suaminya.


"Aku ingin tahu, apa kamu punya fotonya? Bagaimana wajah reinkarnasi suamimu sekarang?" tanya Kara.


"Dia benar-benar tampan. Banyak wanita yang mendekatinya," Dengan antusias Star menunjukkan foto reinkarnasi suaminya.


Kara membulatkan matanya, menipiskan bibir menahan tawanya. Menatap foto laki-laki yang benar-benar rupawan."Jangan mendekatinya. Tunggu saat yang tepat," sarannya.


"Kenapa? Sudah sekitar 400 tahun, kami tidak bertemu. Aku ingin bermanja-manja, menumpahkan rindu padanya." Ucap Star.


"Kamu ingin menumpahkan rindu beradegan ranjang dengan suamimu? Dia masih berusia sekitar 5 tahun. Kamu ingin menidurinya? Lebih baik jangan! Tunggu dia dewasa dulu," ucap Kara tertawa hingga memegangi perutnya sendiri.


Suara kursi roda terdengar dari daerah lorong. Wanita itu mengetahuinya, pendengaran rubah lebih tajam daripada burung gagak. Wanita yang ingin Kara merasakan penderitaan yang sama dengannya.


Bug!


Suara pintu terbuka terdengar, bersamaan dengan Star yang menarik Kara dengan wajah yang begitu dekat, hanya berjarak beberapa centimeter. Dari sudut pandang Shui mereka bagaikan tengah berciuman.


"Kara!" teriaknya geram dengan tingkah suaminya. Bukan hanya Sonya tapi berselingkuh dengan selebriti? Benar-benar pemuda tengil br*ngsek.

__ADS_1


__ADS_2