
...༻◈༺...
Sore telah tiba. Shane dalam perjalanan menjemput Julie. Kebetulan June duduk di sampingnya. Terus menatap Shane dengan mata memicing.
"Jangan coba-coba menyentuh Julie-ku! Hanya aku yang boleh menyentuhnya saat merasukimu!" tegas June. Suaranya tentu tak dapat didengar oleh Shane. Lelaki berkacamata itu justru terbuai dengan musik yang terputar.
Lagu John Mayers berjudul New Light dinyanyikan oleh Shane. Membuat June kesal mendengarnya.
...🎶...
...Oh I want a take two...
...I wanna break through...
...I wanna know the real thing about you...
...So I can see you in a new light...
...Yeah if you give me just one night...
...You're gonna see me in a new light...
...Yeah if you give me just one night...
...To meet you underneath the moonlight......
"Bisakah kau berhenti? Suaramu tidak sebagus itu, Shane!" ucap June sambil mengusap dua telinganya berulang kali.
Toko-toko di pinggiran jalan tampak memperlihatkan hiasan khas natal. Wajar saja, sebentar lagi hari natal akan tiba.
Shane terpikirkan untuk memberikan Julie hadiah. Sebelum menjemput gadis itu, dia singgah sebentar di sebuah toko.
__ADS_1
"Kenapa kau berhenti, Shane? Apa kau mau membuat Julie menunggu terlalu lama? Dia pasti sudah pulang bekerja sekarang," protes June ketika mobil Shane berhenti di depan toko. Wujudnya yang tak kasat mata dan tak dapat didengar omongannya, jelas diabaikan Shane. Lelaki tersebut turun dari mobil dan segera masuk ke toko.
June lantas tak punya pilihan selain ikut. Dia mengekori Shane dari belakang. Saat itulah Molly tiba-tiba muncul di sampingnya.
"Aku kebetulan jalan-jalan di sekitar sini. Aku langsung kemari saat melihatmu. Aku penasaran kenapa kau mengikuti lelaki culun itu?" tukas Molly sembari melipat tangan di depan dada.
"Aku dan Julie sepakat untuk menjadikannya tumbal. Keluarga Davison ternyata terlibat dengan kecelakaan yang aku dan Julie alami," jawab June. Dia terus mengikuti Shane. Heran ketika melihat lelaki itu memilih-milih perlengkapan wanita.
"Benarkah? Itu rumit. Tapi aku harap kau berhasil. Karena setahuku, belum pernah ada hantu yang bisa mendapat kehidupannya kembali," tanggap Molly.
"Aku yang akan memecahkan rekor itu." June yakin dirinya bisa. Segalanya dia lakukan demi cintanya terhadap Julie.
June mendekati Shane. Dia menyaksikan Shane mengambil sebuah syal rajut berwarna merah muda.
"Dia sepertinya ingin membelikan Julie hadiah," tebak June.
"Ya, aku yakin seratus persen. Mengingat besok adalah hari natal," imbuh Molly. Dia terlihat melihat-lihat pakaian yang ada di sekitar. Bersikap layaknya manusia yang sedang berbelanja.
"Aku tidak boleh kalah!" kata June. Dia langsung merasuki Shane begitu saja.
Molly cukup kaget menyaksikan tindakan June. Matanya membulat.
"Kau juga mau membelikan Julie hadiah?" tanya Molly sambil berkacak pinggang.
"Tentu saja. Aku sangat tahu apa yang disukainya," sahut June yang sudah memegang kendali tubuh Shane.
June tidak lupa mengambil hadiah pembelian Shane terlebih dahulu. Bukannya memilih pakaian yang ada, dia malah berjala keluar toko.
"Kau mau kemana?!" tanya Molly.
Namun June tidak menjawab. Dia berjalan melewati pintu sambil menenteng tas berisi hadiah yang dibeli Shane.
__ADS_1
June mendatangi toko perhiasan. Dia masuk ke sana. June mencoba melihat-lihat perhiasan yang ada.
Kala June menatap ke sepasang cincin, sekilas ingatan tiba-tiba muncul. Dia melihat dirinya dan Julie memilih cincin pernikahan.
Senyuman lantas mengembang di wajah Shane. Mengingat June tengah merasuki lelaki tersebut.
June bisa merasakan sesuatu dari ingatan yang diterimanya. Dia bisa merasakan kembali kebahagiaan dan kemesraannya bersama Julie di masa lalu.
"Aku akan ambil ini!" ujar June seraya menunjuk sepasang cincin yang sukses menarik perhatiannya.
Pelayan toko segera membungkus perhiasan yang di inginkan June. Lelaki itu langsung melakukan transaksi pembayaran.
Mata June terbelalak saat mendengar betapa mahalnya cincin yang dia beli. Meskipun begitu, dia tak peduli. Lagi pula dia memakai uang milik Shane.
June menggunakan kartu debit Shane. Dia berharap uangnya cukup untuk membeli sepasang cincin tersebut.
"Sial! Kau harusnya membeli satu cincin saja," komentar Molly. Kepalanya muncul dari samping kanan June.
"Semuanya sudah dibayar. Terima kasih sudah berkunjung, Tuan..." ucap pelayan toko. Dia menyerahkan perhiasan yang dibeli June. Lelaki itu lantas mendengus lega. Ia langsung keluar dari toko perhiasan.
"Apa kau akan terus merasukinya seharian?" tanya Molly.
"Tidak. Aku mau menyimpan cincinnya dulu," sahut June. Dia menyembunyikan cincin pembeliannya ke dalam tas yang berisi hadiah Shane.
"Kenapa kau menyimpannya di sana? Bagaimana kalau Shane tahu?" timpal Molly.
"Itulah rencanaku. Aku ingin Shane menikahi Julie secepat mungkin. Aku sudah muak terus diabaikan."
"Oh... Kau cemburu dengan Shane." Molly menyimpulkan.
June tidak menanggapi. Dia keluar dari tubuh Shane. Lelaki berkacamata itu sontak merasakan sensasi kejut di badannya. Dia menoleh ke kiri dan kanan. Shane tentu merasakan ada yang aneh.
__ADS_1
Shane memegangi tengkuk. Dia yang tak dapat mengetahui apa yang terjadi kepada dirinya, bergegas masuk ke mobil. Shane menyimpan hadiah untuk Julie di kursi belakang.