Hantu Senja

Hantu Senja
Bab 57 - Tidak Tega


__ADS_3

...༻◈༺...


Dari kejauhan June bisa melihat bagaimana Julie menatap Shane. Terasa sangat berbeda dibanding saat perempuan itu bersama dirinya.


Perjalanan menuju Kanada berjalan lancar. Shane dan Julie mencari kediaman Wilson yang terletak di kota Ottawa. Dalam perjalanan keduanya sering saling terdiam. Mereka fokus menemukan rumah Wilson.


June mendengus. Dia akan bicara dengan Shane ketika Wilson sudah ditemukan.


Hampir setengah hari mencari, Julie dan Shane akhirnya menemukan rumah Wilson. Beruntungnya pintu langsung dibukakan oleh pria itu.


Wilson sangat terkejut melihat dua orang yang datang bertamu ke rumahnya. Dia bergegas ingin menutup pintu kembali. Namun langsung ditahan oleh Julie dan Shane.


"Apa mau kalian? Aku sudah tidak bekerja lagi di perusahaan Davison!" ungkap Wilson.


"Kedatangan kami ke sini hanya ingin menanyakan sesuatu. Ini penting!" seru Shane. Dia berusaha keras menahan pintu agar tidak tertutup


"Kami mohon..." ujar Julie. "Kedatangan kami ke sini hanya ingin menemukan kebenaran," sambungnya dengan tatapan memohon. Ia juga membantu Shane menahan pintu.


"Kami berjanji akan merahasiakan keterlibatanmu!" ucap Shane.


Wilson tampak berpikir. Sampai akhirnya dia mengalah. Menatap Julie dan Shane secara bergantian.


"Masuklah..." Wilson mempersilahkan Shane dan Julie masuk. Mereka dibiarkan duduk di sofa. Sementara Wilson sendiri tampak duduk di hadapan keduanya.


"Sebelum kalian bertanya, aku ingin kalian berjanji untuk tidak pernah datang lagi. Aku tidak mau terlibat lagi dengan masalah keluarga Davison. Jujur, aku juga nyaris menjadi korban," ungkap Wilson panjang lebar.

__ADS_1


"Kau tenang saja. Kami tidak akan pernah menyebut namamu. Beritahu saja apa yang kau tahu. Karena aku menemukan data bahwa kau mendapat nilai baik saat bekerja di perusahaan ayahku. Tapi anehnya kau tiba-tiba mengundurkan diri," tutur Shane.


"Tentu saja aku mengundurkan diri. Aku tidak mau bekerja di perusahaan yang melakukan bisnis kotor," ucap Wilson.


"Bisnis kotor?" Julie mengerutkan dahi.


"Ya, bisnis kotor." Wilson mendengus. Dia segera menceritakan apa yang dirinya ketahui. Yaitu perihal produk makanan yang dibuat di keluarga Davison.


Wilson mengatakan kalau semua makanan yang diproduksi oleh perusahaan Davison mengandung obat terlarang. Alias obat yang dapat memberikan ketergantungan berlebihan.


"Bagaimana bisa? Setahuku tidak ada yang salah dengan produk perusahaan Davison? Aku melihat sendiri proses pembuatannya," bantah Shane.


"Kau yakin? Apa kau sudah memeriksa seluruh bahan mentah yang dibuat ke mesin? Apa kau juga tidak curiga kenapa produk makanan perusahaan Davison selalu laris manis? Aku bahkan melihat di internet kalau ada beberapa remaja yang tidak bisa lepas dengan permen buatan perusahaan Davison," ujar Wilson.


Shane terdiam. Saat disuruh memimpin salah satu perusahaan sang ayah, dia memang hanya memeriksa satu proses produksi pembuatan makanan. Itu pun dia lakukan secara tidak detail. Sebab tugas Shane hanya perlu bertemu dengan rekan bisnis dan melakukan penandatanganan.


Bersamaan dengan itu, June menemukan susunan ingatan yang telah hilang. Dia sejak tadi mendengarkan dari dalam kamar Wilson.


June juga ingat kalau salah satu alasan dirinya pergi menemui Wilson karena kebenciannya dengan keluarga Davison. Ia baru tahu kalau adiknya meninggal akibat makanan perusahaan Davison. Kebetulan sang adik yang bernama Clara alergi akut dengan kandungan berbahaya di produk makanan tersebut.


Selain itu, June juga menemukan beberapa ada orang yang ketergantungan dengan permen produk perusahaan Davison. Itulah alasan kenapa June berusaha mencari tahu. Hingga akhirnya dia berhasil menemukan Wilson. Orang yang memutuskan berhenti bekerja karena mengetahui kedok sebenarnya perusahaan makanan Davison.


Niat June ingin menguak semuanya ke publik, agar tidak ada korban yang meninggal seperti Clara. Namun nasib berkata lain, entah bagaimana Paul mengetahui niat June. Lalu memutuskan membuat kecelakaan berencana. Dia juga berhasil membungkam mulut Wilson karena insiden buruk yang menimpa June.


Wilson yang takut memilih pergi, langsung pindah ke tempat yang jauh. Sampai kota Ottawa menjadi pilihannya.

__ADS_1


"Aku rasa kalian mendapatkan kebenaran. Sekarang aku harap kalian pergi dari sini," imbuh Wilson.


Julie mengangguk. Sedangkan Shane tampak melamun. Fakta yang dia terima tentang keluarganya terasa sulit dipercaya.


"Ayo, Shane. Kita pergi," ajak Julie.


Shane tersadar. Dia dan Julie segera pergi dari rumah Wilson.


"Kau baik-baik saja, Shane?" tanya Julie. Dia cemas melihat wajah Shane yang terlihat murung.


"Aku hanya merasa tidak percaya dengan apa yang kudengar. Kita harus secepatnya kembali. Aku tidak sabar ingin membuktikannya sendiri!" kata Shane yang merasa tidak sabar. Dia melangkah dengan tergesa-gesa ke pinggiran jalan. Mencoba mencari taksi yang lewat. Shane tampak benar-benar gelisah.


"Shane!" Julie yang tertinggal segera mengejar. Dia dapat melihat kegelisahan yang terpampang jelas di semburat wajah Shane.


Tangan Shane gemetaran. Rasa bersalah otomatis menghantuinya. Terlebih dia sudah menjadi bagian dari bisnis keluarganya sekarang.


"Tenanglah, Shane. Apa kau tidak lelah? Kita belum makan dan istirahat semenjak datang ke sini," ujar Julie. Dia merasa khawatir dengan gelagat Shane. Sepertinya lelaki itu mengalami anxiety atau kepanikan.


"Tidak!" Shane menolak tanpa menatap Julie. Dia berhasil membuat sebuah taksi berhenti.


Julie sigap menahan kepergian Shane. Dia memegang erat tangan lelaki tersebut.


"Jernihkanlah pikiranmu, setelah itu barulah kita bisa kembali," tutur Julie.


Shane merasa bersalah. Dia menjatuhkan diri ke tanah dan berlutut.

__ADS_1


"Maafkan aku, Julie... Kau menderita karena ulah keluargaku," kata Shane yang merasa bersalah.


"Shane..." gumam Julie lirih. Dia berjongkok dan memegangi pundak Shane. Dirinya bisa melihat ketulusan lelaki itu. Lagi-lagi Julie merasa goyah. Ia jadi tidak tega membiarkan Shane menjadi tumbal.


__ADS_2