Hantu Senja

Hantu Senja
Bab 51 - Mengaku Kepada Shane


__ADS_3

...༻◈༺...


"Jadi kau ingin berkomunikasi dengan Shane?" Molly memastikan.


"Ya!" June langsung mengangguk.


"Oke, aku punya waktu untuk membantumu," ucap Molly.


"Kau bicara seperti sedang kehabisan waktu saja," komentar June.


"Aku memang kehabisan waktu. Ayahku sudah mulai membaik, June. Aku rasa sebentar lagi aku akan pergi ke alam baka," jelas Molly.


"Benarkah? Aku sangat senang mendengarnya," tanggap June.


"Jadi kau tidak sedih akan berpisah denganku?" tanya Molly seraya memanyunkan mulut kecewa.


June hanya tersenyum. Dia segera memberitahukan rencananya kepada Molly. June ingin Molly merasuki seseorang dan bicara kepada Shane.


"Itu rencana yang cukup ekstrem. Tapi aku tidak mau berada di tubuh manusia cukup lama. Mengerti?" ujar Molly. Dia tidak perlu berpikir panjang untuk setuju dengan rencana June.


June dan Molly sepakat melakukan rencana ketika Shane pergi bekerja besok. Mereka berniat melakukannya tanpa sepengetahuan Julie. June tak lupa memberitahu Molly mengenai apa saja yang ingin dikatakannya. Mengingat wujud June akan berubah jadi asap jingga saat pagi.


Tidak terasa hari itu tiba. Molly sudah merasuki seorang wanita paruh baya yang kebetulan lewat. Di sebelahnya ada June yang menemani dalam wujud asap jingga.


Molly sudah menunggu di depan perusahaan Shane. Dia langsung menghampiri lelaki berkaca mata itu ketika melihatnya keluar dari mobil.

__ADS_1


"Permisi, Tuan Davison. Maaf mengganggu sebelumnya. Tapi bisakah kau meluangkan waktu untuk bicara denganku?" ujar Molly. Dia dapat bicara dengan mudah karena sedang mengambil alih tubuh seseorang.


"Apa aku mengenalmu?" tanggap Shane sembari mengerutkan dahi.


"Tentu tidak. Tapi aku punya hal penting untuk dibicarakan," ungkap Molly.


"Ya sudah. Kita bisa bicara di cafe perusahaan." Shane tersenyum ramah. Ia berjalan lebih dulu menuju cafe.


Kini Shane dan Molly sudah duduk saling berhadapan. Kebetulan suasana cafe sangat sepi. Mengingat waktu sekarang masih terbilang pagi sekali.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Shane.


"Ini tentang June. Kau mengenalnya bukan?" sahut Molly.


"Sebelumnya aku ingin memastikan, kau akhir-akhir ini sering mengalami hal aneh bukan? Maksudku seperti merasa tubuhmu berbuat di luar kendali?" tutur Molly.


Shane tertegun. Dia tentu kaget. Bagaimana tidak? Mengenai gangguan yang di alaminya itu hanya diketahui oleh psikiater dan Julie untuk sekarang. Shane semakin heran karena Molly adalah orang asing.


"Kau pasti salah orang." Shane membantah.


"Dengar, aku tak ingin basa-basi. Biar kuberi tahu, June lah yang sudah merasuki ragamu selama ini. Segala hal yang kau lakukan di luar kendali adalah ulahnya. Dan aku adalah Molly temannya June. Aku sekarang terpaksa merasuki wanita ini karena harus bicara denganmu!" ucap Molly panjang lebar.


Shane menggeleng. Dia tentu tak langsung percaya. "Aku semakin tidak mengerti dengan ucapanmu. Maaf, aku sebaiknya pergi," katanya seraya berdiri.


"Kalau kau tidak percaya, biar June yang memberitahukan semuanya padamu!" seru Molly. Tepat sebelum Shane menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Shane melangkah dengan cepat. Lalu masuk ke dalam lift.


"Wanita itu bicara apa?" Shane geleng-geleng kepala. Akan tetapi saat dia memikirkan bagaimana wanita itu mengetahui masalahnya, dirinya merasa ragu.


Kala sudah tiba di ruangan, June merasuki Shane. Hantu tampan tersebut berniat ingin membuktikan langsung kepada Shane.


Dengan menggunakan kamera di ponsel, June membuat video di sana. Lewat situ dia mencoba memberitahu apa yang ingin dikatakannya kepada Shane. Setelah selesai, maka June segera keluar dari badan Shane.


Sensasi kejut langsung dirasakan Shane. Dia kaget dan reflek memegangi dada. Bertepatan dengan itu, dirinya melihat layar ponsel yang masih menyala.


Kening Shane mengernyit. Karena di layar ponsel dia melihat dirinya ada dalam sebuah video.


"Bagaimana bisa? Ini tidak mungkin. Aku tidak pernah membuat video tentang diriku sendiri." Shane mengambil ponsel dengan perasaan ragu. Kemudian memutar video dalam ponsel tersebut.


"Halo, Shane. Maaf mengejutkanmu. Aku adalah June. Sekarang aku hantu. Tapi aku tidak mau terus-terusan merasuki tubuhmu secara sembunyi-sembunyi. Aku ingin membetulkan apa yang dikatakan Molly tadi. Dia benar, selama ini akulah yang merasukimu. Aku pastikan kau tidak memiliki penyakit kepribadian ganda," ujar June dalam video. Dia meneruskan, "dengar, aku baru saja mendapat ingatan baru tentangmu. Aku benar-benar meminta maaf atas perlakuan burukku dulu."


June menjeda ucapannya kembali. Dia mengatakan apa yang direncanakannya dengan Julie terhadap Shane.


Pupil mata Shane membesar tatkala mendengar semuanya. Meskipun begitu, dia tetap membiarkan video terus berputar.


"Aku tahu niatku dan Julie jahat. Tapi karena ingatanku yang baru saja muncul, aku ingin memberimu pilihan. Apapun pilihanmu, aku akan menerima," ungkap June. Video pengakuannya berakhir.


Shane terisak. Ponselnya terjatuh ke lantai. Dia tentu sakit hati menerima fakta yang diberikan June. Kala itu dirinya juga percaya kalau apa yang dikatakan Molly memanglah benar. June-lah yang selama ini diam-diam merasukinya, dan bukan sama sekali karena penyakit kepribadian ganda.


"Berarti apa yang dikatakan dan dilakukan Julie untukku semuanya palsu.." lirih Shane sambil memegangi kepala. Ia tenggelam dalam kesedihan teramat sangat. Shane juga akan berpikir untuk memilih pilihan yang diberikan June. Apakah dirinya memang bersedia dijadikan tumbal atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2