
...༻◈༺...
"Tapi kau bersikap tidak seperti Shane!" bisik Julie dengan penuh penekanan. Dia perlahan melepas pelukan June.
"Sebentar lagi Shane akan pergi, menurutku dia harus merubah tampilannya dari sekarang," ucap June.
"Apa kalian sudah selesai?" tegur Axton yang sejak tadi merasa diabaikan.
June lantas memutar tubuhnya menghadap Axton. Dia berusaha bersikap ramah dan akrab. June melancarkan aksinya untuk mendekati Axton.
Julie tersenyum kecut. Dia merasa June sangat bertekad. Sepertinya hantu tampan itu bersungguh-sungguh ingin mendapatkan kehidupan kembali. Semuanya hanya demi cintanya terhadap Julie.
Segalanya berjalan sangat lancar dengan Axton. Kakak lelaki Julie itu semakin akrab dengan Shane. Padahal kenyataannya, orang yang bicara dengan Axton bukanlah Shane.
Puas saling bicara, Axton pamit. Dia akan membiarkan Julie dan Shane menghabiskan waktu berduaan. Terlebih dirinya juga harus menemui Agnes.
Kini Julie dan June tinggal berduaan. Julie tampak sibuk membereskan meja yang dipenuhi piring dan gelas kotor.
"Biar aku yang mencucinya," ujar June. Dia mengambil piring yang sudah dikumpulkan Julie. Lalu membawanya ke wastafel.
Julie mengekori dari belakang. Dia membawa sisa piring kotor yang belum dibawa. Atensinya tertuju ke arah June yang tampak sibuk dengan alat pemutar musik.
"Kau mau memutar musik atau mencuci piring?" tanya Julie.
"Keduanya," jawab June. Tak lama kemudian, musik terputar. June langsung menari dengan menggunakan tubuh Shane yang sedang dalam kendalinya.
__ADS_1
"Apa-apaan, June. Kau..." Julie tergelak sampai tidak melanjutkan ucapannya. Terutama saat menyaksikan tarian aneh June yang melenggak-lenggokkan pinggul dengan percaya diri.
June mendekati Julie. Lalu mengajak gadis itu menari bersamanya.
"Ini benar-benar kuno. Aku tidak mau! Aku tidak akan menari!" tolak Julie sambil mengangkat dua tangan ke udara.
June tidak peduli. Dia memegang kedua tangan Julie. Kemudian menuntun gadis tersebut untuk menari bersamanya. Julie lantas berputar satu kali di bawah genggaman tangannya dan June.
Perlahan Julie mulai menikmati kebersamaannya dengan June. Mereka sesekali tergelak bersama.
Di akhir, tangan June melingkar di pinggul Julie. Dia menempelkan dahinya ke dahi gadis tersebut.
"Aku sangat mencintaimu, Julie..." ungkap June.
Sementara itu, June tersenyum dengan wajah Shane. Dia tidak bisa menahan diri. Hingga perlahan bibirnya memagut bibir Julie. Gadis itu tidak menolak. Ia membalas ciuman June.
Sebuah ingatan kembali terlintas di kepala Julie. Dia ingat kalau dirinya dan June pernah melakukan sentuhan lebih dari ciuman. Julie juga berhasil mengingat pengalaman se-ks pertamanya. Dan itu dilakukan bersama June.
Julie sangat ingat, June memperlakukannya dengan sangat lembut. Berawal dari ingatan tersebut, ingatan lainnya bermunculan.
Sambil terus berciuman, Julie mengingat segalanya. Ia ternyata sudah beberapa kali bercinta dengan June. Hubungan mereka dahulu sangat mesra dan harmonis. Julie dapat merasakan kebahagiaan itu dari lubuk hatinya. Tidak heran dia dan June memutuskan ingin menikah.
Tanpa sadar, Julie melepas tautan bibirnya dari mulut June. Dia meneteskan air mata.
"Julie? Kau kenapa menangis? Apa aku menyakitimu?" tanya June dengan perasaan khawatir.
__ADS_1
Julie menggeleng. Dia masih menangis. "Aku... Mengingat kenangan kita berdua, June... Aku ingat kita sangat bahagia..." ucapnya lirih.
Mata June berkaca-kaca. Dia jadi ikut merasakan apa yang dirasakan Julie. June lantas membawa perempuan itu ke dalam pelukan hangat.
Julie membalas pelukan June. Dia menghamburkan tangisan di sana.
Kebahagiaan tidak selalu membuat orang bahagia. Tetapi terkadang kebahagiaan bisa memberikan rasa sakit. Terutama ketika kebahagiaan itu terasa tidak mungkin bisa didapatkan kembali. Baik dalam waktu atau dengan orang yang sama.
Itulah yang membuat Julie menangis. Rasanya sakit sekali saat menyadari kebahagiaan tersebut tidak bisa dia rasakan dengan orang yang sama. Ada sesuatu yang mengganjal di hati dan sulit dijelaskan oleh Julie.
"Aku berjanji akan kembali bersamamu, Julie. Kita bisa bahagia seperti dulu lagi," ungkap June. Bermaksud menenangkan Julie.
June dan Julie berpelukan di dapur. Ditemani lagu yang masih belum berhenti berputar. Saat itu juga tekad keduanya semakin kuat agar bisa kembali bersama.
Besok June dan Julie sepakat ingin menemui keluarga Davison. Julie harus secepatnya terikat hubungan dengan Shane.
Karena terbawa suasana, June jadi lupa waktu. Sebab hari sudah semakin sore. June bergegas pulang ke apartemen Shane. Dia sudah terlalu lama memakai tubuh itu.
Sesampainya di apartemen, June langsung merebahkan diri ke tempat tidur. Kemudian keluar dari tubuh Shane. Lelaki itu perlahan terbangun. Ia mengerjapkan mata berulang kali.
Shane merasa tubuhnya sakit semua. Dia merasa seperti telah melakukan aktifitas seharian. Shane juga kaget saat melihat jam.
"Apa?! Jam enam sore? Jadi aku ketiduran selama seharian?" gumam Shane terkejut.
"Maaf, Shane." June menyahut. Dia berdiri tidak jauh dari Shane. Wujudnya yang tampak seperti manusia terlihat karena senja sudah tiba. June beranjak pergi untuk menemui Julie dengan wujudnya yang sekarang.
__ADS_1