Hijab Dan Penantian

Hijab Dan Penantian
Pandangan Pertama


__ADS_3

Brukkkkk...... Diana yang berlari kecil tak sadar ada orang di depan nya sehingga menabrak orang itu...


Seorang laki laki berparas tampan, berkulit putih, dengan hidung nya yang mancung dan senyum yang menawan. Diana pun meminta maaf kepada pria yang kelihatan nya lebih tua dari Diana.


"Ma..maaf Mas. Ehm....aku gak sengaja", Diana langsung menarik tangan Purnama dan mengajak nya berlari meninggalkan pria yang di tabrak nya tadi karena merasa sangat malu.


Diana pun berlalu dari hadapan pria itu. Lalu pria itu masih menatap Diana, kemudian tersenyum simpul.


'Gadis yang manis', gumam pria itu. Ia bernama Fadil, seorang pria mandiri yang suka bekerja keras. Dia adalah seorang fotografer yang handal. Dan....Dia bekerja di salah satu studio foto yang ada di dekat sekolah Diana.


**********


Hari ini Diana berangkat ke sekolah seperti biasa. Ketika ia baru membuka pagar, seorang teman Diana berhenti di depan pintu pagar rumah nya. Dia bernama Rian. Heran deh, kenapa yah hidup Diana selalu di kelilingi oleh banyak pria tampan. Yah...mungkin karena wajah nya yang manis, santun dan baik hati pula. Sayang nya, dari banyak pria itu belum ada yang mampu menaklukkan hati Diana. Begitulah Diana yang selalu menyibukkan diri nya dengan pekerjaan dan sekolah. Sehingga tak sempat untuk memikirkan hal lain.


"Bareng yuk Diana", ajak Riyan teman satu sekolah Diana. Diana yang merasa mendapatkan keberuntungan hari ini karena tak perlu berjalan kaki untuk ke sekolah, ia langsung naik ke boncengan.


Di dalam kelas:


"Diana, gimana tentang tugas Bahasa Jepang kita? Kapan nih mau kita kerjakan?", tanya Purnama dan Nisa kepada Diana.


"Siang ini aja deh, kebetulan hari ini aku gak ada kegiatan", usul Diana.


"Ok lah. Kita bagi tugas yah. Aku ntar ngambil buku dulu di rumah, ntar Nisa yang cari makan sama es ya Nis, trus kamu yang print sama cetak foto buat cover kliping nya yah!" usul Purnama dengan tegas.


"Ok deh siap bos", Nisa dan Diana menjawab bersamaan.


Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Nisa, Diana dan Purnama langsung bergegas fokus pada tugas mereka masing masing. Diana pun berjalan ke studio foto untuk mencetak foto yang akan di jadikan cover kliping tugas mereka. Letaknya tak terlalu jauh dari lingkungan sekolah. Dan berada di pinggir jalan, Diana hanya butuh waktu 5 menit untuk berjalan ke tempat yang ia tuju. Sampai nya disana....


"Mas, tolong cucikan foto ini yah!" Diana menyerahkan ponsel milik Purnama ke seorang pria yang sedang menjaga tempat itu. Karena ia tak memiliki ponsel kamera. Jadi ponsel Purnama yang digunakan untuk cetak foto.


Pria itu pun menoleh dan tersenyum. Memandangi sekilas wajah polos Diana dan mencoba mengingat sesuatu. Benar saja, Diana yang pernah menabrak nya di pinggir jalan beberapa hari lalu. Sementara Diana tak merasa mengenali pria itu, dan merasa risih dengan tatapan Fadhil.

__ADS_1


"Mas, foto ini tolong di cetak yah. Bukan muka saya", Diana mengulang kata kata nya ketus karena merasa tak nyaman dengan tatapan Fadhil.


"Oh iya, biar aku cetak ya. Ehm....kamu yang menabrak aku kemarin kan?" Fadhil mencoba mengingat kan Diana.


Diana tampak berpikir dan mengingat.


"Maaf ya Mas, aku gak inget sama sekali kalo mas yang aku tabrak kemarin. Maaf ya...", Diana tersenyum malu.


"Oh iya gak apa. Ya udah ini foto nya satu aja?" tanya Fadhil memastikan kembali.


Diana hanya mengangguk kecil.


Fadhil yang sedang mengutak atik ponsel itu tidak sengaja melihat ada foto Diana bertiga dengan Nisa dan Purnama. Ia pun mengambil kesempatan untuk mengambil foto itu dan mengirim kan ke ponsel miliknya. Setelah selesai melakukan tugas nya, ia pun menyerahkan foto itu kepada Diana. Diana segera membayar nya dan langsung pergi begitu saja seakan tak ingin berlama lama dengan Fadhil. Fadhil masih menatap kepergian Diana, dan memandang foto yang ada di layar ponsel nya.


"Aku crop aja ini foto nya, biar aku bisa liat foto kamu terus. Sial, kenapa aku tak sempat menanyakan nama nya", Fadhil masih sibuk berbisik bisik pada dirinya sendiri dan tak menyadari Hendra teman nya sudah masuk ke dalam ruko.


"Woi....ngapain", Hendra merampas ponsel dari genggaman Fadhil dan melihat apa yang ada di ponsel itu. Mata nya terbelalak saat memandang foto itu.


"Diana? Yang mana yang nama nya Diana?" tanya Fadhil lagi penasaran. Hendra pun menunjuk ke arah gambar Diana.


"Oh, jadi gadis manis ini nama nya Diana toh", ucap Fadhil bahagia saat mendapatkan informasi berharga itu.


"Jangan macam macam kamu, dia itu milik ku!", tegas Hendra.


Fadhil melotot ke arah Hendra seakan tak percaya dengan ucapan nya, Hendra kan playboy, Mana mungkin gadis sepeti Diana bisa semudah itu masuk perangkap nya. Pikir nya dalam hati.


"Hey, kenapa kau melihat ku seperti itu?" ucap Hendra ketus.


"Memang nya Diana sudah jadi pacar mu?" Fadhil mencoba memastikan.


"Yah belum, tapi aku lagi pedekate alias pendekatan sama doi", jawab Hendra lemas menyadari kalau ia memang bukan siapa2 bagi Diana.

__ADS_1


"Ya udah, kalo gitu kita bersaing secara sportif, gimana? Deal!" Fadhil menyeringai senang. Sementara Hendra hanya mendengus kesal menyadari status nya yg memang bukan siapa siapa bagi Diana.


Diana kembali ke sekolah, tempat dimana ia dan teman temannya akan mengerjakan tugas, ia menggenggam hasil foto yang sudah di cetak nya tadi. Dilihatnya Nisa dan Purnama sudah menunggunya. Ia pun mempercepat langkah nya.


"Purnama, kamu inget gak sama mas mas yang gak sengaja kita tabrak di jalan kemarin?", Diana mencoba mengingat kan.


"Idih....kamu tuh yang nabrak, aku mah gak ikut ikutan", ucap Purnama sambil sedikit tertawa.


"Ish...kamu tuh ya", Diana mendengus kesal.


"Udah deh...gak usah dibahas, ayo buruan kita ngerjakan ini. Kapan selesai nya ini", Nisa menengahi.


Mereka pun mulai mengerjakan tugas mereka. Tak terasa waktu pun mulai sore. Sekolah sudah sangat sepi, anak anak yang latihan voli sudah bubar. Diana dan teman teman nya pun mengakhiri pekerjaan mereka. Mereka pun pulang ke rumah masing masing.


Diana tampak berjalan dengan langkah gontai nya karena sudah merasa sangat lelah. Ia hanya menunduk kebawah, hingga lupa untuk memperhatikan ke depan. Sampai akhirnya....


Brakkkkk


Kecerobohan nya membuat ia jatuh, menabrak seseorang yang tak ia lihat.


"Astaga....maaf....", saat ia melihat ke atas ternyata ada Fadhil yang sudah berdiri tegak di hadapannya, ia langsung menunduk malu.


Kenapa bisa seceroboh ini sih Diana.


"Oh iya gak apa. Aku Fadhil...", Fadhil mengulurkan tangan nya.


"Aku Diana Mas", Diana menangkupkan kedua tangan nya. Fadhil mengerti dan hanya melempar senyum pada Diana.


Diana langsung bergegas mempercepat langkahnya karena malu sudah menabrak orang yang sama untuk kedua kalinya. Fadhil yang di tinggal kan Diana tanpa kata merasa bingung melihat tingkah Diana.


Aneh....lucu....mungil....so sweet lah pokoknya. Tunggu aku ya Diana. Fadhil.

__ADS_1


__ADS_2