Hijab Dan Penantian

Hijab Dan Penantian
Pekerjaan Baru


__ADS_3

Sejak peristiwa saat itu di rumah Bu Lani, Diana merasa sikap Andre yang kekanakan membuat ia merasa tidak nyaman. Andre yang tidak berbicara sedikit pun padanya menunjukkan sikap Andre yang tidak dewasa. Harusnya kan Diana yang marah, tapi mengapa malah Andre yang tak mau melihat Diana dan menghindar dari nya. Keputusan Diana untuk tidak ikut ke acara itu adalah keputusan yang sangat tepat. Diana kembali ke rumah, membawa sisa sisa tenaga yang masih ada. Ia masih menyusuri jalanan karena Kevin adik nya belum juga muncul untuk menjemput nya. Di tengah perjalanan....


"Assalamualaikum Diana", sapa Faiz yang kebetulan lewat dengan menaiki sepeda motor milik nya.


"Waalaikumsalam kak", jawab Diana singkat.


"Kamu dari mana?", tanya Faiz.


"Oh habis nganterin pesanan gantungan kunci kak", ucap Diana lagi.


"Ayo bareng aku, mau pulang kan?!" Faiz mencoba mengajak Diana.


Tanpa rasa ragu Diana langsung naik ke sepeda motor Faiz, karena rasa lelah yang tak tertahan sudah menyelimuti diri nya. Sampai di depan rumah Diana turun dan tak lupa mengucapkan terimakasih pada Faiz. Ia berjalan dengan sedikit gontai dan langsung masuk ke dalam kamar. Kala itu matahari sudah beranjak naik ke peraduan nya dan mengharap sang bulan akan menggantikan nya. Diana membersihkan diri dan memakai mukena nya untuk melaksanakan kewajiban nya. Setelah selesai sholat, ia pun duduk di tepi ranjang, mulai besok Diana akan menjalani masa liburan sekolah selama dua pekan. Hal yang sangat membosankan. Ia pun berencana untuk mencari pekerjaan mengisi kekosongan selama liburan. Di tengah lamunan nya, tiba tiba ponselnya berdering, tampak sebuah nomor tak di kenal muncul di layar ponsel nya. Ia pun mengangkat ponsel itu.


"Assalamualaikum", sapa Diana saat mengangkat ponsel nya.


"Waalaikumsalam. Siapa ya?" Tanya Diana yang tak mengenal nomor baru yang muncul di layar ponsel nya itu.


"Aku Andre", jawab seorang pria di seberang sana yang ternyata adalah Andre.


"Oh, ada apa mas?" Diana mencoba menjawab dengan sebiasa mungkin.


"Aku mau minta maaf Diana", ucap Andre lirih.


"Maaf untuk apa Mas?" tanya Diana yang mengerti maksud pembicaraan Andre.


"Ehm....", Andre mulai bingung untuk melanjutkan kata kata nya.


"Sudah Mas, gak usah di bahas lagi. Yang berlalu biarlah berlalu, Mas akan menjalani kehidupan yang baru. Aku harap mas gak perlu menghubungi aku lagi. Karena akan menimbulkan kesalahpahaman antara kita. Aku juga gak marah kok sama mas, aku juga udah maafin mas, asal kan mas jangan menghubungi ku lagi dan jangan menyimpan nomor ponsel ku", ucap Diana tegas lalu mengakhiri telepon nya.


Ia menarik nafas lega, karena merasa sudah menyelesaikan masa lalu nya dengan Andre yang sebenarnya bukan lah apa apa. Sampai akhirnya ponsel Diana berdering kembali lagi. Ia pun langsung mengangkat nya dengan sigap.


"Mau apa lagi sih mas?", jawab Diana tanpa melihat lagi nomor ponsel yang baru muncul di hp nya.


"Assalamualaikum Diana", jawab seseorang di seberang sana yang ternyata bukan Andre. Diana menatap layar ponsel nya, ternyata nomor yang berbeda dengan sebelumnya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, eh...Maaf saya pikir tadi mas Andre, ini siapa yah?" Diana tak mengenali suara orang tersebut.


"Aku Fadhil", ucap pria yang ternyata adalah Fadhil. Fadhil meminta nomor ponsel Diana dari bu Lani.


"Oh, ada apa mas?" Tanya Diana lagi.


"Ehm, kamu sibuk gak? Aku cuma mau ngobrol aja sih", ucapan Fadhil setengah berharap.


"Maaf ya Mas, aku lagi gak enak badan, lain kali aja ya", tolak Diana yang sebenarnya hanya malas menanggapi pria itu.


"Oh ya udah, istirahat ya. Padahal aku tadi mau nawarin kamu kerjaan", ucapan Fadhil yang mulai memancing ketertarikan untuk Diana, Fadhil tau bahwa Diana hanya tertarik dengan pekerjaan, ia sudah mencari informasi tentang kehidupan Diana dari Bu Lani.


"Tunggu tunggu mas, apa mas bilang tadi. Ada pekerjaan? Kerjaan apa itu mas?" Diana mulai tertarik.


"Gimana kalau besok kita ketemu, biar kamu bisa langsung kerja", ucap Fadhil lagi.


"Kerjaan apa dulu, ntar mas bohong", ucap Diana mulai sewot.


"Di studio foto tempat aku kerja, beneran loh", ucap Fadhil mencoba meyakinkan Diana.


Setelah berbincang bincang dan menghabiskan waktu selama 30 menit, akhirnya Diana dan Fadhil mengakhiri telponnya. Diana merasa sangat senang karena akan mendapat pekerjaan selama libur dua pekan ini. Sedangkan di tempat lain Fadhil juga merasa senang karena akan mendapat peluang untuk lebih dekat lagi dengan Diana. Mereka bergejolak dalam pikiran masing masing. Sampai akhirnya Diana tertidur dalam keadaan belum makan malam.


*********


Pagi ini Diana bangun dengan penuh semangat karena akan mendapat pekerjaan untuk mengisi waktu luang nya selama dua pekan ini. Diana pun bersiap, ia masih berdiri di depan kaca. Hari ini ia memakai jilbab berwarna peach dan gamis polkadot peach kombinasi hitam. Wajah nya tetap polos namun masih tampak cantik. Ia tersenyum sendiri sambil menatap wajah nya yang terpantul di kaca. Oma masuk ke dalam kamar.


"Loh mau kemana nak?" Tanya Oma yang melihat Diana sudah rapi.


"Ada pekerjaan baru Oma, di studio foto. Lumayan ngisi waktu libur dua pekan Oma", jawab Diana seadanya.


Diana pun langsung bersiap, tak lupa dengan tas sandang nya yang selalu ia bawa. Tapi hari ini ia tidak membawa bekal makan, karena sedang berpuasa. Ia pun menyalami Oma, dan meminta Kevin adik nya untuk mengantar nya.


Tepat pukul 8 pagi, Diana sampai di depan studio foto tempat kerja Fadhil. Fadhil yang melihat Diana langsung berdiri sambil tersenyum ceria. Ia menyapa Diana dengan perasaan bahagia yang tak dapat disembunyi kan nya. Lalu langsung membimbing Diana untuk melakukan pekerjaan nya. Diana di tempatkan di bagian foto copy. Tak butuh waktu lama, karena kecerdasan yang dimilikinya, Diana dengan mudah langsung bisa mempraktekkan nya. Tak lama kemudian Hendra turun dari lantai dua. Ya....studio foto itu milik paman Hendra, ia tinggal bersama paman nya dan ikut membantu pekerjaan di studio. Hendra yang melihat Diana berada di bawah langsung bersemangat untuk turun dan menyapa Diana.


"Assalamualaikum Diana", sapa Hendra.

__ADS_1


"Waalaikumsalam", jawab Hendra.


Hendra langsung menanyakan perihal mengapa Diana bisa ada di studio ini. Setelah tau karena tawaran Fadhil, Hendra langsung manyun. Tapi ia mencoba untuk tetap tersenyum di hadapan Diana. Diana langsung melanjutkan aktivitas nya.


Fadhil pun tersenyum melihat tingkah Hendra yang masih kekanakan itu. Fadhil tetap mengajari Diana secara profesional. Hingga sampai pada waktu jam makan siang, mereka bergantian untuk makan siang di ruang istirahat. Namun Diana tak bergerak dari tempat kerja nya karena ia sedang berpuasa. Ia hanya masih menunggu waktu untuk melaksanakan ibadah seperti biasa. Fadhil menghampiri Diana untuk mengajak makan siang bersama.


"Diana, udah waktu nya istirahat, makan siang dulu yuk!" Ajak Fadhil.


"Aku lagi puasa mas, mas duluan aja", tolak Diana lembut.


Fadhil semakin menaruh rasa kagum pada Diana. Ia pun berjalan ke ruang istirahat sendirian. Di lihat nya sudah ada Hendra di ruangan itu. Hendra langsung mengejek Fadhil yang tak berhasil mengajak Diana karena ia berpikir Fadhil benar benar di tolak oleh Diana. Setelah Fadhil menjelaskan keadaan yang sebenarnya, Hendra menampakan wajah kecewa nya.


***********


Masih seperti biasa, Diana berangkat ke studio foto pagi pagi sekali. Untuk membersihkan studio sebelum di buka. Hari ini ia mendapat tugas yang berbeda dengan hari biasa nya. Hari ini Diana ditugaskan oleh pemilik studio untuk menjadi sekertaris Fadhil, mengurus foto pra wedding pasangan yang akan melangsungkan pesta pernikahan. Diana menerima pekerjaan itu dengan senang hati, artinya hari ini ia akan menghirup udara segar di luar studio. Fadhil tampak sibuk membereskan peralatan yang akan ia bawa menuju lokasi. Diana membantunya dengan senang hati. Mereka pun bergegas pergi menaiki kendaraan yang di sediakan pemilik studio foto. Hanya butuh waktu 45 menit, sampai akhirnya mereka sampai ditempat tujuan. Diana kelihatan takjub dengan pemandangan yang di lihat nya.


*


*


*


*


*


*


*


Kemana mereka pergi????


Pantengin terus yah


JANGAN LUPA LIKE VOTE YAH!!!!

__ADS_1


__ADS_2