
Pagiku sendu
Bersama matahari yang enggan menampakan diri
Burung-burung riang bernyanyi
Mencoba menghibur hati yang lirih
Ada rasa yang tak terlukis di jiwa
Menguap ke atas tanpa arah
Berucap aku malu
Namun diam aku tak kuasa
Jangan merindu
Biar aku saja yang rasa
Ku simpan rapat dalam kalbu
Ku ungkap jika kau ada
Dianty WD
Sudah tiga hari setelah kepergian Hafiz, hari ini Hafiz berkemas untuk segera pulang ke rumah. Namun ia tidak memberi kabar kepada Diana. Hafiz sengaja untuk memberikannya kejutan. Rasa hati berbunga-bunga saat akan kembali ke rumah, ia begitu sangat merindukan istrinya. Tanpa sadar senyum simpul terukir manis di bibirnya.
"Kelihatannya ada yang senang nih akan kembali ke rumah", ucap Raihan.
"Yah begitulah, makanya bapak segera menikah biar bisa ngerasain kayak saya", ucap Hafiz.
"Wow.....tenang bro. Tunggu tanggal main nya", ucap Raihan sambil terkekeh.
"Atau perlu saya Carikan", tawar Hafiz.
"Emang ada kenalan pak Hafiz atau saudara perempuan gitu," ucap Raihan.
"Ada, tenang aja. Ntar saya kasih kontak nya deh, kalau cocok yah Alhamdulillah. Kalau enggak ya hitung-hitung buat silaturahmi aja", ucap Hafiz santai.
"Ok lah kalau gitu", sambut Raihan lagi.
Mereka pun berkemas kemas. Sore ini semua anggota Diklat akan kembali ke rumah mereka masing-masing.
__ADS_1
*******
Lain dengan Hafiz, Diana yang sedang berada di rumah seperti tak bersemangat untuk melakukan apa pun. Bahkan ia tidak masak apa pun hari ini, mengingat ia akan makan sendiri membuat nya tak berselera. Beberapa hari sering terlambat makan. Hingga hari ini kondisi tubuh nya menjadi tak baik, suhu tubuh yang mulai tak teratur. Pandangan nya juga mulai berkunang kunang. Diana pun berinisiatif untuk menghubungi bidan sekitar untuk memeriksa kan kondisi tubuhnya.
"Sepertinya kondisi asam lambung kamu naik, jaga kesehatan, jangan terlambat makan, kurangi makanan pedas dan berlemak ya Diana", ucap bidan tersebut.
"Iya buk, terimakasih ya buk", ucap Diana sambil menerima obat obatan dari Bu Bidan.
"Sebenarnya melihat kondisi kamu yang selemah ini, harusnya kamu di infus. Kamu sangat kekurangan cairan," tambah Bu bidan.
"Tidak usah Bu, soalnya suami saya belum pulang, nanti takutnya saya repot sendiri", ucap Diana melemah.
"Baiklah kalau gitu, saya permisi dulu ya. Kalau ada apa-apa segera hubungi saya", ucap Bu bidan sebelum keluar meninggalkan rumah Diana.
Setelah kepergian Bu bidan, Diana mencoba menghubungi bibi Farida. Ia meminta tolong agar April membawakan nya makan karena ia sudah tidak bertenaga untuk masak. Bibi pun dengan segera menyuruh April untuk pergi kerumah Diana dan membawakan nya makanan. Tepat pukul 5 sore April tiba di rumah Diana, ia pun dengan segera masuk ke dalam kamar Diana yang tak terkunci.
"kakak kenapa kak? Kok nggak ngabarin April sih kalau kakak sakit", ucap April.
"Tidak apa-apa kok, hanya sedang kurang enak badan saja", ucap Diana lemah.
"Pasti karena kakak telat makan", ucap April sambil mengeluarkan makanan yang ia bawa dari ibunya.
"Maaf ya sudah merepotkanmu dan Bibi", ucap Diana.
"Kakak sudah mengabari kak Hafiz belum?" tanya April.
"Ya udah deh, kalau gitu kakak makan dulu ya", ucap April sambil menyodorkan makanan ke tangan Diana.
Dengan perlahan Diana menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Baru beberapa suap, dia meletakkan kembali makanan itu dan mengambil obat yang diberikan oleh Bu bidan.
Drrrtt...drrrtt....ponsel milik April bergetar tanda masuk sebuah pesan lewat WhatsApp. Tertera nama kak Hafiz.
'Gimana keadaan istri ku dk?'
Dengan segera April membalas pesan tersebut.
'Kak Diana sakit, dia baru saja memanggil bidan dan baru saja minum obat. Kakak kapan pulang?'
'Ini sudah otw.'
April tersenyum ketika membaca balasan pesan dari kak Hafiz. Itu tandanya dia tidak perlu repot-repot untuk mengajak Diana tidur di rumahnya.
'Jangan bilang ke Diana, kakak mau buat surprise'
__ADS_1
'Ok'
Tidak sengaja Diana memperhatikan April yang senyum senyum sendiri.
"Kenapa senyum-senyum sendiri, baru dapat pesan dari pacar ya?" tebak Diana pada April.
"Tidak kak, hanya baru baca pesan lucu dari teman", jawab April berbohong.
"Oh....", ucap Diana singkat.
*******
"Assalamualaikum...", Hafiz telah sampai di depan rumah.
Diana yg mendengar ucapan salam dari luar langsung bangkit dari tidur nya, namun ia duduk kembali.
Mungkin hanya perasaanku saja, mana mungkin Kak Hafiz pulang gak ngabarin terlebih dahulu. Diana.
"Assalamualaikum...", Hafiz kembali mengucapkan salam sambil mencoba membuka pintu yang kebetulan tidak terkunci.
Ah.... benar-benar parah sakit ku ini, sampai-sampai mendengar suara kak Hafiz berulang kali. Diana.
"Astagfirullah sayang, kenapa gak jawab salam dari tadi?" ucap Hafiz yang membuat Diana tersadar dari lamunannya.
"Masya Allah....kak.... Kok pulang gak bilang-bilang sih? Ana pikir tadi....." Diana tak melanjutkan kata-katanya.
Hafiz mengecup lembut kening istrinya, tanpa sadar Diana meneteskan air mata. Hafiz yg melihat itu langsung memegang pipi istrinya dan menghapuskan air mata Diana dengan lembut.
"Kenapa kamu nangis?" tanya Hafiz.
"Enggak apa-apa kok Kak", jawab Diana sambil memeluk erat suami nya.
"Aku juga rindu banget sama kamu sayang...." ucap Hafiz percaya diri.
"Apaan sih....Ana kan gak bilang rindu kak", ucap Diana malu-malu.
Mereka pun bercanda tawa melepaskan kerinduan. Sampai tiba-tiba ada seorang tamu tak di undang datang.
*********
Alhamdulillah bisa melanjutkan kembali cerita ini.
Terimakasih untuk yang sudah setia.
__ADS_1
Mohon maaf karena jadwal offline yg begitu padat, akhirnya novel ini terbengkalai.
Mudah2an bisa segera saya selesai kan.