
Siang menjelang sore, Hafiz beserta keluarga besar nya sudah bersiap siap untuk berangkat tamasya ke sebuah water park yang ada di sekitar rumah Mia, ibunda Hafiz. Masing masing mereka mempersiapkan perlengkapan ganti mereka, begitu juga Diana yang menyiapkan pakaian ganti untuk suami nya. Tapi ia tidak membawa untuk nya sendiri karena Diana memang sejak kecil tidak bisa mandi di tempat ramai seperti itu. Selain karena ia yang menjaga diri, menutup aurat, ia juga pernah sakit akibat mandi di kolam renang umum. Sejak itu, Diana tidak pernah lagi mandi di kolam renang atau pun aliran air lain nya. Rina dan Rani nampak sudah siap dengan stelan kaos dan jeans, begitu juga dengan Yana namun ia menggunakan jilbab juga. Anita dengan pakaian seksi nya, membuat semua mata lelaki pasti akan menyorot pada nya, kecuali Hafiz yang tak pernah melihat ke arah Anita.
Tepat pukul 14.00 mereka semua berangkat menaiki mobil yang sudah di sewa Mia. Adik2 Hafiz tampak gembira. Diana hanya diam di dalam mobil sejak awal mereka berangkat.
Flashback On
"Kamu tau, sebenarnya saya itu bukan nya gak suka sama kamu. Tapi saya gak suka kalau Hafiz cepat menikah. kamu liat kan adik nya masih kecil kecil? Saya mau Hafiz itu bantu saya untuk biaya sekolah adik adik nya. Jadi kamu harus tau diri ya Diana. Saya itu gak pernah suka sama kamu. Paham kamu!" setiap ucapan Mia terdengar seperti sembilu yang menyayat hati Diana, ia hanya diam menanggapi mertua nya itu.
"Satu lagi ya Diana, tunda kehamilan mu. Jangan terlalu cepat kalian punya anak. Biar Hafiz itu tidak repot ngurusin kamu," tambah Mia lagi.
Apa sih yang ada dalam pikiran mertuaku ini ya Allah. Kenapa selalu bicara kasar padaku. Diana.
Diana tetap dalam diam. Tak lama kemudian Anita juga datang menghampiri Diana, lalu menarik tangan Diana dan membawa nya ke dapur.
"Eh, kamu tau gak. Tempat yang bakal kita datangi nanti itu tempat aku sama kak Hafiz belajar renang dulu. Kak Hafiz itu mahir dalam renang, dan dia yang ngajarin aku dulu," ucap Anita ingin memanas manasi Diana.
Apa sih maksud dia ngomong gitu? Diana.
"Seru banget kan bisa mengulang masa lalu," tambah Anita lagi.
Diana masih tetap diam tak bergeming sedikit pun. Anita mulai kecewa karena tak bisa membuat Diana cemburu. Lalu ia pun segera meninggalkan Diana sendiri. Diana melanjutkan kembali aktifitas nya.
**********
Perjalanan hanya 30 menit, dan akhirnya mereka semua sampai di water park terdekat. Hafiz menggenggam tangan Diana dengan kuat seakan tak ingin kehilangan Diana ditempat umum itu. Diana menatap genggaman tangan suami nya itu yang begitu lembut. Hingga mereka sampai di suatu tempat di bawah pohon. Sebuah kursi taman yang berwarna putih. Saat yang lain nya sedang asyik mandi dan berenang, Hafiz hanya ingin mengajak istrinya untuk berbincang di tempat itu.
"Sayang, apa kamu suka jalan jalan?" tanya Hafiz memulai percakapan.
"Tidak," jawab Diana singkat yang membuat Hafiz sedikit terkejut.
"Apa kamu suka tempat ini?" tanya Hafiz lagi.
"Tidak," jawab Diana untuk kedua kali nya yang lagi lagi membuat Hafiz merasa bingung.
"Kenapa kamu tidak bilang kalau tidak suka," ucap Hafiz.
"Apa kak Hafiz pernah bertanya sama Ana?" yah...benar saja, Hafiz memang tidak bertanya pada istrinya.
__ADS_1
Hafiz terlihat kecewa karena tidak bisa menyenangkan istrinya.
"Kak, terkadang sesuatu yang tidak kita sukai itu berada dekat dengan kita. Kita harus ikhlas menerima nya, karena Allah memberi kan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan atau yang kita sukai," ucapan Diana benar benar menyejukkan hati Hafiz. "Meskipun Ana gak begitu suka keramaian, tapi Ana tetap berusaha untuk menikmati nya," tambah Ana lagi yang mencoba menenangkan suami nya.
"Kak, ayo kita mandi. Ngapain sih disini," Anita datang menjadi pengganggu di antara mereka berdua dan langsung menarik tangan Hafiz.
"Apa apaan sih, sana kamu duluan aja. Aku sama Ana masih mau disini," ucap Hafiz sambil melepaskan tangan Anita.
"Ayo lah kak," Anita masih tak menyerah menarik tangan Hafiz.
"Dengar Anita, kamu dan aku bukan anak kecil lagi. Kamu harus tau batasan antara perempuan dan laki laki, paham!" Hafiz menaikkan nada suaranya yang membuat Anita kecewa.
"Kak...." Diana mencoba menenangkan suami nya agar tak terpancing emosi.
Anita pergi begitu saja. Namun dari kejauhan tampak Rina dan Rani menghampiri mereka.
"Kak Hafiz dan Kak Diana di panggil mama tuh disana," ucap si kembar.
Diana dan Hafiz pun segera menghampiri Mia. Terlihat Riko yang sedang bermain air duduk di tepi kolam.
Diana mengambil tempat untuk duduk di samping mertuanya. Lalu ia membantu mertuanya itu untuk menyiapkan cemilan dan teh yang mereka bawa.
"Kau anak ke berapa?" tanya Mia tiba tiba pada Diana.
Diana tanpa ragu menjawab. Bahkan setelah itu Mia terus terusan melemparkan pertanyaan pertanyaan pada Diana. Baik tentang dirinya atau keluarganya. Tidak sedikitpun ada kebohongan dari diri Diana. Diana menjawab semua pertanyaan Mia dengan jujur. Sampai ada pertanyaan terakhir yang membuat Diana bingung untuk menjawab nya.
"Aku tau, kau pasti sudah melakukannya duluan kan sama anak ku, makanya Hafiz ingin segera menikahimu dengan begitu mendadak?" perkataan Mia terdengar seperti hinaan.
Tanpa terasa air mata Diana mengucur bak mata air, namun tak begitu terlihat tertutup oleh kain kecil yang menutupi sebagian wajahnya. Sejak beberapa hari lalu, saat akan berpergian ia sudah meminta izin pada Hafiz untuk menggunakan kain penutup itu karena merasa nyaman jika wajah cantik nya itu di sembunyikan.
"Kenapa diam? Benar kan yang aku katakan? Kau hanya wanita murahan yang berkedok di kerudung. Berpenampilan tertutup untuk menutupi kebusukan mu," cacian demi cacian kembali di katakan oleh Mia. Namun Diana tetap diam tanpa menjawab sepatah kata pun.
"Kau menang, karena aku jauh dari Hafiz sejak kecil. Tapi sampai kapanpun aku tidak akan merestui kalian. Karena bagi ku, Hafiz masih punya banyak waktu untuk mengejar cita cita nya, apalagi jika dia belum menikah dengan mu gadis kampung yang tidak jelas asal usul nya," kata kata terakhir Mia begitu sangat menusuk di hati Diana.
Sampai akhirnya Mia berhenti bicara saat terdengar keributan di tengah kolam. Ada seorang anak kecil yang tenggelam, sehingga membuat anak anak lain nya berteriak. Kolam yang ada di dekat Mia dan Diana memang khusus untuk anak anak. Namun ini anak kecil yang kira kira berusia 2 tahun tak sengaja lepas dari pelampung nya. Diana yang melihat kejadian itu tanpa memikirkan apa pun segera berlari hendak menolong anak itu. Ia langsung menyeburkan diri ke dalam kolam dan menolong anak itu. Syukur lah Diana begitu sigap, sehingga anak kecil itu dapat tertolong. Tak lama kemudian orang tua anak itu pun datang.
"Ya Allah....anak ku. Terimakasih banyak yah mbak. Kalau gak ada mbak, mungkin saya akan kehilangan anak saya," ucap wanita itu sambil menangis tersedu.
__ADS_1
"Iya bu, yang penting lain kali hati hati ya bu," ucap Diana.
"Saya tadi ke kamar kecil, untuk buang air kecil. Saya titip si kecil sama mbak nya, saya gak menyangka bakal begini. Sekali lagi terimakasih mbak," ucap wanita itu sambil memeluk Diana kemudian berlalu pergi.
"Ada apa An?" tanya Hafiz yang baru saja menemani Riko berkeliling. "Kenapa baju kamu basah?" Hafiz terheran melihat pakaian istrinya yang sudah basah kuyup.
"Tidak apa apa mas," ucap Diana mencoba menenangkan Hafiz yang terlihat panik.
"Istri mu sok jadi pahlawan, nolongin anak kecil tenggelam," ucap Mia ketus.
"Ya ampun sayang, jadi gimana kamu gak apa apa kan?" Hafiz khawatir.
"Enggak kok kak, cuma baju ku basah. Dan...." Diana tak melanjutkan kata katanya. Dia tidak membawa pakaian ganti.
"Ya sudah, kita segera pulang saja!" ucap Hafiz.
"Kak, dari mana aja sih. Dari tadi aku cariin," ucap Anita yang baru saja datang sambil bergelayut di lengan Hafiz, seketika Hafiz melemparkan tangan nya.
"Awas, kami pulang duluan. Nanti kamu dan yang lainnya juga Mama pulang bersama," ucap Hafiz tegas.
"Kak, Riko ikut kakak ya," pinta Riko dan Hafiz pun mengiyakan.
Akhirnya Hafiz memesan taksi online dan pulang bersama istrinya.
*
*
*
*
*
Maaf beribu maaf karena belum bisa update dengan teratur, maklum. Sudah new normal. kembali sibuk dengan mengajar, pekerjaan rumah, kateringan....ah....banyak lah pokoke...
buat kalian yg selalu setia.....love u so much...
__ADS_1