Hijab Dan Penantian

Hijab Dan Penantian
The Winner


__ADS_3

"Hadirin yang berbahagia, marilah kita sambut MC yang luar biasa yang akan memimpin acara pada pagi hari yang cerah ini, marilah kita sambut dengan tepuk tangan yang meriah....Putra Pratama dan Anggia Elsa", kata kata pra MC di balik layar di sambut dengan tepuk tangan yang sangat meriah oleh para tamu yang duduk di kursi yang telah di sediakan oleh pihak sekolah.


Semua orang yang ada di ruangan itu tampak ceria dan gembira, terkecuali Diana. Ia tampak sedikit resah dan gelisah. Entah apa yang sedang menyelimuti pikiran nya.


Acara demi acara pun berlangsung, dari kata sambutan hingga beberapa tari daerah juga di tampilkan. Semua peserta didik yang lulus tahun ini duduk di barisan kursi yang kedua, begitu juga dengan Diana. Mereka semua tampil cantik dan tampan guna mempersiapkan foto terbaik mereka di acara perpisahan itu. Diana mengenakan hijab berwarna biru muda dan gamis yang senada dengan hijab nya. Dengan sedikit polesan di wajah nya membuat nya terlihat sempurna.


"Acara selanjutnya pembacaan puisi yang akan dibaca kan oleh siswi terbaik kita.....Diana Assyfa Marwan", tepuk tangan yang meriah mengiringi langkah kaki Diana yang naik ke atas pentas.


Semua mata tertuju pada nya. Diana menarik nafas panjang guna mengurangi rasa gugup yang sedari tadi sudah menyelimuti dirinya. Di pandangi nya semua hadirin yang ada di hadapan nya. Lalu tak lupa pula ia mengucap salam sebelum memulai membacakan puisi nya.


*Diary Mimpi


Kemarin engkau datang


lalu mengapa engkau menghilang


ketika angan ku mulai melayang


namun yang ku rasa hanya kesendirian


sepi dan sendiri


asa ku mulai menari


tak boleh kah ku mencari


segenap rasa yang terukir di hati


Oh mimpi....berilah diriku asa


secercah lukisan menghias jiwa

__ADS_1


agar aku jadi lentera


jiwa para perindu cinta


Oh mimpi....aku lelah berilusi


duka telah kubawa mati


tegak kan hati menopang diri


pada siapa yang mengerti*


(Diana mulai terisak menghayati puisi nya. Penonton yang terbawa suasana saat itu ikut meneteskan air mata, mereka hanyut dengan pikiran mereka masing masing)


*Banyak mengapa yang tiada karena


sederet tanya tanpa jawab


aku dan asa


Oh mimpi....


rindui lah tubuh kecil ini


agar ia tak lagi menepi


pada cinta yang tlah tercuri....


Dianty Wd


Setelah Diana mengakhiri puisi nya, terdengar sorak sorai tepuk tangan yang di tujukan kepada Diana. Ia bahkan mampu membawa para hadirin yang ada disana hanyut ke dalam puisi yang ia bacakan. Ia pun turun dari atas pentas sambil menghapus air mata yang masih membasahi pipi nya. Dari jauh seseorang datang menghampiri Diana dan memberikan sapu tangan kepada Diana.

__ADS_1


Diana menegakkan pandangan nya dan terkejut melihat seseorang yang memberi nya sapu tangan berwarna navy itu. Ia pun mengambil pemberian orang itu. Dia adalah Andre anak Bu Lani. Andre datang guna mewakili ayah nya yang menjadi bagian dari keluarga besar sekolah tempat Diana mengemban pendidikan. Kemudian mereka berdua kembali duduk ditempat mereka masing masing, Diana masih menggenggam saputangan milik Andre.


Acara demi acara terus berlanjut, sampai akhirnya MC mengumumkan para peserta didik yang mendapat prestasi terbaik. MC sudah mengumumkan peraih juara tiga dan dua umum. Semua hadirin yang hadir masih menanti pengumuman siapa yang menjadi juara satu umum angkatan tahun ini.


"Baiklah hadirin yang berbahagia, peraih juara I umum di terima oleh......", MC mengulur waktu membuat semua penonton penasaran. "Diana Assyfa Marwan", lanjut MC kembali di sambut dengan tepuk tangan yang meriah oleh para hadirin.


Diana berdiri dari tempat duduk nya, mengusap pipi nya dengan kedua tangan nya. Mengucap rasa syukur dan melangkahkan kaki nya naik ke atas pentas. Semua teman teman nya memberi ucapan selamat.


Seorang guru memberi kan bingkisan beserta tropi dan piagam penghargaan atas prestasi yang di raih oleh Diana. Diana menerima nya dengan suka cita dan menyalami guru nya yang tak lain adalah wali kelas Diana yaitu Bu Fauziah. Kemudian MC memberikan kesempatan kepada Diana untuk memberikan kata sambutan. Diana mulai memegang mic dan mengucap salam. Pertama tama Diana mengucap rasa syukur dan....


"Saya ucapkan terimakasih kepada para guru pembimbing yang telah dengan sabar mendidik saya sehingga saya dapat meraih prestasi ini. Dan saya juga sangat bersyukur mempunyai teman teman yang baik di kelas yang selalu mendukung saya selama ini walaupun waktu yang kita jalani bersama sangat lah singkat. Dan yang paling utama saya hadiahkan prestasi ini kepada kedua orang tua saya (Diana menundukkan kepala nya menutupi kesedihannya sambil menghela nafas panjang), tanpa mereka saya mungkin tidak bisa berada di tempat ini. Mama papa.... I will always love u.....", Diana pun mengakhiri kata kata nya dan mengucap salam. Kemudian ia turun kembali ke tempat duduk nya semula.


Bu Fauziah mengetahui apa yang di rasa kan oleh siswi nya itu, karena Diana sudah menceritakan semua tentang latar belakangnya kepada Bu Fauziah saat ia baru masuk sekolah dulu. Di antara semua peserta didik, hanya Diana yang tidak di dampingi oleh orang tua nya. Oma Nuri eyang sudah tua dan harus mengurus Ifan adik bungsu Diana, tidak dapat hadir ke sekolah untuk mendampingi nya.


Acara perpisahan itu pun selesai. Para orang tua dan siswa siswi berfoto di tempat yang telah di sediakan oleh pihak sekolah. Namun Andre masih memandang Diana dari kejauhan, Seperti nya Diana tak ada niat untuk berfoto. Andre yang melihat Diana beranjak ingin meninggalkan tempat itu pun berjalan mendekati Diana.


"Di, apa kamu tidak ingin berfoto?" tanya Andre.


Diana hanya menggelengkan kepala nya. Lalu Andre sedikit memaksa nya untuk berfoto. Diana yang tak ingin berdebat akhirnya menyetujui permintaan Andre untuk berfoto.


"Senyum dong. Masa di foto muka nya cemberut", pujuk Andre.


Akhirnya Diana pun berfoto dengan beberapa pose sesuai permintaan anak majikan nya itu. Dan foto terkahir adalah foto nya berdua dengan Andre. Andre tersenyum senang memandangi foto yang telah tercetak itu. Diana langsung pergi meninggalkan Andre setelah selesai berfoto.


"Hei....Di...kamu mau kemana?" tanya Andre sedikit berteriak karena Diana mempercepat langkah nya.


"Saya mau kerja mas", Diana berlari kecil dan meninggalkan Andre begitu saja.


*********


Andre memandangi hasil foto nya bersama Diana tadi di sekolah. Ia terlalu fokus sehingga tak menyadari Mama telah berdiri di balik punggung nya. Mama memperhatikan tingkah anak sulung nya itu, dan Mama mengetahui prilaku anak nya yang sedang jatuh cinta pada gadis kecil yaitu Diana. Mama hanya tersenyum simpul memandangi putra nya. Terlalu lama Andre memandangi foto itu, sampai akhirnya mama mengagetkan putra nya itu.

__ADS_1


"Hayo.....lagi ngapain", goda Mama....


bersambung.....


__ADS_2