
Halo readers....
Mohon maaf karena beberapa hari ini akan telat buat up. Berhubung author lagi gabut banget nih....Halu nya melayang layang entah kemana. Ditambah lagi mau pindahan...
Tetap semangat mendukung author ya guys...
Salam sehat selalu....
**************
Siang ini Diana pulang sekolah tidak seperti biasa, dikarenakan hari ini adalah hari terakhir ujian sekolah. Setelah itu ia akan berlibur sampai hari pengumuman kelulusan keluar. Diana dan teman teman nya yang lain sibuk berfoto foto untuk mengabadikan momen momen perpisahan mereka. Guru guru juga akan mengadakan rapat tentang acara piknik yang akan mereka adakan minggu depan.
"Diana, kamu ikut kan?" tanya Nisa.
"Tentu saja aku ikut, kalau gak karena acara sekolah, mana mungkin Oma mengizinkan aku piknik", ucap Diana sambil mengunyah cemilan dalam mulutnya.
"Diana, kamu kan pintar masak, kamu aja yah yang bawain bekal makan siang buat kita kita, kita kasih uang nya aja deh. Ya ya ya....please!" ucap Purnama memohon.
"Bisa bukan pintar. Lagian kalian ini kan bisa minta mama kalian buat masakin", ucap Diana lagi.
"Ah....kalo mama ku yang buatin, ntar di bawain cah kangkung sama ikan goreng", timpal Nisa lagi.
"Kamu kan jago tuh buat Kentucky. Jadi kita minta di buatkan kentucky ayam sama jamur aja. Mau ya, ntar dari kita semua bahan nya. Kamu tinggal masak aja Di", ucap Purnama lagi.
"Ok deh....beres, tapi kalian jangan lupa ya bawa cemilan", ucap Diana sebelum berdiri dari tempat duduk nya.
"Diana, tunggu", Maryam berlari dengan nafas tersengal menghampiri Diana yang akan beranjak pulang.
"Ya, ada apa Mar?" tanya Diana.
"Ada pesan dari bu Lani, katanya kamu di suruh ke rumah nya siang ini. Kalau kamu bisa, bu Lani minta kamu kerja lagi di rumah nya", ucap Maryam yang masih ngos ngosan.
"Ya udah deh, ntar aku samperin. Apa sekarang aja ya, tapi aku gak bawa baju ganti", ucap Diana lagi.
"Udah deh, datang aja dulu. Ntar ngomong dulu ke bu Lani gimana ceritanya!" usul Maryam.
"Ok deh. Guys, aku sama Maryam pulang duluan ya", Diana dan Maryam pun berjalan beriringan.
***************
"Ibu senang sekali kamu mau datang ke rumah ibu", ucap Bu Lani sambil memeluk Diana.
__ADS_1
"Diana juga seneng bu bisa kerja sama ibu lagi, itung2 nunggu sampai Diana masuk kuliah.
"Memang nya kamu mau kuliah dimana Diana?" tanya Bu Lani.
"Diana akan coba ke beberapa universitas negri bu, mana yang lulus lah bu. Kalau gak lulus di universitas negri, kemungkinan Diana gak kuliah", ucap Diana sedikit sedih.
"Oh ya, sebenarnya ibu mau cerita sesuatu sama kamu. Tentang Andre", ucap Bu Lani membuat Diana sedikit kaget.
Apa lagi yang hendak di cerita kan bu Lani, sedang Andre sudah menikah. Diana merasa ada hal yang aneh di balik ini semua. Akhirnya Diana memutuskan untuk tetap mendengar kan cerita Bu Lani.
"Begini nak, Andre sudah resmi bercerai dengan istrinya", kata kata bu Lani membuat Diana makin syok. Namun ia masih tetap diam.
"Andre hanya di jebak, wanita itu mengaku dihamili oleh Andre dan meminta Andre untuk menikahi nya. Setelah 5 bulan pernikahan ia melahirkan, dari situ kami sudah mencium kebohongannya. Lalu ibu sama Andre memutuskan untuk melakukan tes DNA kepada bayi itu, ternyata benar bahwa anak itu bukan anak Andre. Akhirnya Andre pun mengurus perceraian mereka, karena Andre memang dari awal gak menyukai perempuan itu. Sekarang ibu lega, karena jujur saja ibu gak terlalu suka dengan mantan istri Andre itu yang suka merendahkan orang lain", Bu Lani menceritakan semuanya, Diana hanya menanggapi dengan diam seribu bahasa.
"Ibu yang sabar ya bu, mungkin semua ini ada hikmah nya", akhirnya kalimat itu lah yang keluar dari mulut Diana dan bu Lani kembali memeluk Diana.
"Bu, Diana permisi ke kamar mandi dulu ya bu, udah adzan zuhur", ucap Diana lagi.
Diana pun mengambil air wudhu untuk melaksanakan kewajiban nya. Setelah selesai sholat, Diana kembali ke ruang tengah tempat bu Lani bersantai.
"Bu, Diana numpang kamar nya ya bu, Diana mau ganti baju dulu. Tadi Diana pinjam baju nya Maryam", ucap Diana pada bu Lani.
"Oh iya, di kamar Andre aja tuh. Orang nya lagi gak ada kok", ucap Bu Lani lagi.
"Iya bu....", Diana menatap seseorang yang ada di depan pintu, ternyata bukan bu Lani, melainkan Andre.
"Oh, maaf. Aku gak tau kalau kamu yang ada di dalam kamar", ucap Andre.
"Aku yang harus minta maaf mas, karena menggunakan kamar ini", ucap Diana sambil menunduk dan keluar dari kamar itu.
Andre menatap punggung Diana sambil tersenyum. Ia merasa sangat bahagia bisa melihat gadis yang menjadi cinta pertama nya itu.
***************
Malam yang telah larut, namun belum juga membawa rasa kantuk di kamar Diana. Ia masih membalas pesan yang dikirim oleh Tedja. Ternyata Oma dan Mama Hani tidak mengizinkan Diana untuk bekerja dan tinggal di kota M. Oma dan Mama merasa takut akan keselamatan anak gadis satu satu nya di keluarga ini. Tedja pun merasa sedih karena tak kan ada lagi kesempatan untuk mendekatkan diri dengan Diana. Lain hal nya dengan Diana yang hanya sedih karena tak bisa bekerja, namun ia bahagia karena masih bisa bekerja di rumah Bu Lani sebelum ia kuliah nanti. Walaupun Mama sudah mengatakan tidak akan menguliahkan Diana, namun Diana tak langsung menyerah begitu saja.
Tak lama kemudian ponsel Diana pun berdering, tampak sebuah nama pria dilayar ponsel nya.
"Assalamualaikum", ucap Diana pertama kali.
"Waalaikumsalam, apa kabar Diana?" tanya seseorang yang ternyata adalah Hafiz.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik kak, kakak sendiri gimana kabarnya", tanya Diana juga.
"Alhamdulillah, tetap bersyukur dengan nafas yang masih diberikan Allah sama kita", terjadi lah perbincangan ringan di antara mereka.
Tak berlangsung lama, karena Diana sudah sangat mengantuk. Akhirnya Diana pun mengakhiri telepon nya. Sampai baru beberapa menit Diana memejamkan mata, ponsel nya kembali berdering. Diana langsung mengangkat nya tanpa melihat siapa penelpon nya terlebih dahulu.
"Iya, ada apa lagi kak?" ucap Diana masih memejamkan mata.
"Assalamualaikum Diana", suara seseorang diserang sana sontak membuat Diana bangkit dari tidurnya dan terduduk. Dilihatnya layar ponsel, nomor baru.
"Waaalaikumsalam, maaf aku gak tau kalau mas yang telepon", ucap Diana yang sudah tanda dengan suara seorang pria di seberang sana yang ternyata adalah Andre.
"Kamu sudah ngantuk ya, maaf ya Diana", ucap Andre malu malu.
"Sebenarnya sih udah tidur tadi, tapi karena mas telpon jadi bangun lagi deh", ucap Diana ingin mengerjai Andre.
"Oh ya udah deh, sambung lagi tidur nya. Maaf ya", ucap Andre.
"Iya mas", Diana langsung mematikan ponsel nya sambil tertawa kecil.
Kenapa sih para lelaki ini selalu membuat hidupku pusing. Apalagi Andre, masa aku harus mau sama duda sih, ya walaupun duda keren.
Ponsel Diana berdering lagi, dilihatnya nomor ponsel Andre yang tadi memanggil lagi. Diana menghela nafas panjang sebelum mengangkat nya.
"Mau apa lagi sih itu orang", gumam Diana lalu mengangkat ponsel nya.
"Diana, aku rindu sama kamu. Have a nice dream", ucap Andre lalu mematikan ponsel nya.
"Apa apaan ini orang, bilang rindu langsung matiin ponsel. Dasar aneh", ucap Diana lagi.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
bersambung...