
Pagi yang cerah, matahari mulai menampakkan senyum terindah nya. Membuat udara pagi terasa begitu menyejukkan bagi para perindu udara. Begitu pula dengan Diana, entah kenapa hari ini ia merasa begitu bersemangat untuk berangkat kerja. Ia menatap wajah nya di depan cermin. Dengan balutan hijab berwarna coklat susu membuat wajah putih nya begitu mempesona. Senyum simpul pun mengakhiri aktifitas nya di depan cermin.
"Mau kemana kak pagi gini udah siap?" Tanya Kevin kepada Diana.
"Kerja," jawab Diana singkat.
"Kerja dimana?" Tanya Kevin lagi.
"Di tempat kakak kerja dulu, rumah nya bu Lani," jawab Diana lagi.
Diana pun mengambil tas selempang yang biasa ia bawa. Lalu Kevin mengantar kan nya kerumah Bu Lani. Tidak butuh waktu lama, Diana sampai di rumah bu Lani. Sesampainya di depan rumah bu Lani, Andre tampak sedang menyiram tanaman. Diana mencoba acuh kepada Andre. Ia berjalan lurus ke depan tanpa menoleh ke kanan dan kiri. Andre yang melihat kedatangan Diana, ia menghentikan aktifitas nya.
"Assalamualaikum Diana," sapa Andre kepada Diana.
"Waalaikumsalam," Diana menjawab singkat sambil berlalu.
Andre merasa bahwa sikap Diana begitu dingin kepada nya. Namun ia tak mudah menyerah, ia berusaha untuk mengulang kembali cerita cinta yang dulu pernah terukir di hati nya. Meskipun saat ini status nya sudah berubah. Bahkan Andre menyusun rencana untuk mendekatkan diri dengan Diana, tentu nya dibantu oleh mama nya.
"Diana, kamu sudah datang," sapa Bu Lani pada Diana.
"Iya bu, baru aja," ucap Diana.
"Hari ini ibu mau pergi arisan, ibu titip Miko ya. Kalau ada kamu, dia pasti betah di rumah. Mau ibu ajak, tapi dia nya gak mau," ucap Bu Lani lagi.
Akhirnya Diana pun menyetujui permintaan Bu Lani. Pukul 10 tepat, Bu Lani pun berangkat pergi arisan. Diana juga bergegas ingin menjemput Miko ke sekolah. Andre yang melihat nya pun mencari kesempatan untuk mendekati Diana.
"Kamu mau kemana Diana?" Tanya Andre yang sebenarnya hanya berbasa basi saja.
"Mau jemput Miko Mas," jawab Diana singkat.
"Ayo sama aku aja," ucap Andre lagi berharap Diana menyetujui nya.
Diana hanya menjawab dengan anggukan, Andre pun merasa sangat senang dan segera mengambil kunci motor nya.
Sepanjang perjalanan mereka hanya ada keheningan, baik Diana maupun Andre tidak ada yang memulai pembicaraan. Andre sendiri bingung harus bicara apa kepada Diana, terlebih lagi sikap Diana yang berubah menjadi dingin kepada Andre membuat Andre hilang akal untuk mencari cara supaya bisa menyentuh hati Diana kembali. Hanya butuh waktu 15 menit, mereka pun sampai di halaman sekolah Miko. Tampak Miko berlari lari keluar dari kelas nya.
__ADS_1
"Mbak Diana.....," teriak Miko langsung berhambur ke pelukan Diana.
"Jagoan kecil gimana hari ini di sekolah?" Tanya Diana sambil memeluk Miko.
"Aman mbak," jawab Miko singkat.
"Ehem....hem....kayaknya Mas Andre nya di kacangin nih sama Miko," ucap Andre yang sedari tadi tak dihiraukan oleh Diana dan Miko.
"Mas Andre tumben banget mau jemput Miko, pasti karena sama mbak Diana. Ya kan...?" Ucap Miko sambil tertawa kecil.
"Loh...Miko belum pulang?" Tanya seorang guru pria saat melewati mereka bertiga.
"Ini udah mau pulang pak. Oh ya Pak, kenalin ini mbak nya Miko," ucap Miko sambil memperkenalkan Diana pada gurunya.
"Assalamualaikum kak," sapa Diana kepada lelaki yang ternyata ia kenali.
"Waalaikumsalam. Masya Allah. Diana, seperti nya Allah punya rencana baik untuk kita. Entah kebetulan yang ke berapa kali kita bisa bertemu lagi," ucap Hafiz yang ternyata adalah guru Miko.
Diana hanya tersenyum simpul, namun Andre tampak mulai jutek. Terpancar hawa kecemburuan di balik raut wajah nya. Diana dan Hafiz akhirnya berbincang, Diana menanyakan tentang keberadaan Hafiz yang bisa mengajar di sekolah Miko, padahal jarak tempuh rumah Hafiz ke sekolah Miko hampir satu jam perjalanan. Ternyata Hafiz baru saja menjadi pegawai negeri dan di tempatkan untuk mengajar di sekolah Hafiz dikarenakan sekolah Hafiz juga membutuhkan tenaga pengajar bidang studi agama. Andre semakin kesal dengan kedekatan mereka. Akhirnya ia berniat untuk mengakhiri perbincangan antara Diana dan Hafiz.
"Oh iya, ayo mbak!" Ucap Miko kemudian.
"Kami pamit dulu ya kak," ucap Diana mengakhiri perbincangan mereka karena mengetahui gerak gerik Andre yang mulai tak suka.
"Hati hati ya Diana." Ucap Hafiz membuat Andre semakin menekukkan wajah nya.
Sesampai nya di rumah Bu Lani, Diana langsung merapikan Miko. Mengurus semua kebutuhan Miko dan menidurkan Miko di kamar nya. Anak kecil itu memang sudah sangat dekat dengan Diana. Diana memang penyayang dan sangat keibuan sehingga membuat semua anak kecil akan betah bila bersama nya.
Setelah 15 menit menemani Miko dan menyanyikan beberapa lagu lagu islami, akhirnya Miko pun tertidur.Diana pun segera keluar dari kamar Miko dan menyiapkan pekerjaan nya di dapur. Ketika ia sedang mencuci peralatan makan, tiba tiba Andre datang menghampiri nya.
"Diana, aku mau tanya sesuatu sama kamu," ucap Andre. "Kamu kok bisa kenal sama guru nya Miko?" Pertanyaan yang sebenarnya menurut Diana tidak penting.
"Apa pertanyaan Mas harus di jawab?" Diana balik tanya.
"Maksud aku, kamu kenal dia dimana?" Tanya Andre lagi sedikit gerogi.
__ADS_1
Diana tidak menjawab, ia hanya tersenyum simpul. Membuat Andre makin frustasi dan mengusap wajah nya dengan kedua tangan nya.
"Diana, aku mohon kasi aku kesempatan untuk membuktikan kalau aku serius sama kamu," ucap Andre lagi sedikit lirih. Lama Diana terdiam sampai akhirnya Diana pun berkata.
"Kesempatan apa Mas? Mas aneh deh, seolah olah kita pernah ada hubungan aja deh." Diana hanya menanggapi dengan candaan.
"Diana, aku serius minta maaf sama kamu. Aku tau kita memang gak pernah ada hubungan apa apa, tapi aku mohon sama kamu. Kasi aku kesempatan untuk lebih dekat sama kamu." Diana menghentikan aktivitas nya, dan membalikkan tubuh nya ke arah Andre.
"Maaf ya Mas, mungkin Mas Andre hanya perlu sedikit waktu untuk membuka mata dan hati agar bisa melihat bahwa di sekitar Mas masih banyak wanita yang lebih baik dari aku." ucap Diana sambil berlalu meninggalkan Andre.
Ia menuju meja makan untuk menyiapkan makan siang. Setelah semua sudah selesai, Diana pun menghubungi Bu Lani untuk pamit pulang.
"Assalamualaikum bu, Diana mau pamit pulang bu. Semua nya udah selesai," ucap Diana via telepon.
"Diana, ibu boleh minta tolong gak sama kamu. Ibu belum belanja bulanan," ucap Bu Lani lagi yang membuat Diana mengerti apa maksudnya.
"Iya bu, gak apa apa. Biar nanti Diana belanja dulu," ucap Diana.
"Makasih ya nak," ucap Bu Lani sebelum menutup telepon nya.
Diana menghembuskan nafas. Sebenarnya ia malas jika harus meminta tolong pada Andre untuk mengantar nya belanja, tapi mau tidak mau dia harus melakukannya agar majikan nya tidak kecewa. Diana masih berdiri di depan pintu kamar Andre, masih ragu untuk meminta tolong pada nya. Ia pun membalikkan badan nya dan bersandar di pintu kamar itu. Saat ia mulai bersandar di pintu, tiba tiba pintu pun di buka.
*
*
*
*
*
*
Mohon maaf semua, baru selesai beberes di rumah baru. Jadi baru bisa up hari ini. Terimakasih untuk yang masih setia menanti. Jangan bosan untuk like and vote yah!!!!
__ADS_1
Happy reading....