
Hari ini Diana sudah meminta izin pada Bu Lani untuk tidak kerja, karena hari ini pula akan menjadi hari bersejarah bagi Diana. Hafiz dan keluarga besar nya akan datang untuk melamar Diana secara formal. Diana merasa sangat frustasi. Tapi ia juga tak kan punya keberanian untuk membantah Oma. Satu malaman ia tak bisa tidur, hingga meninggalkan bekas hitam di bawah kelopak mata cantiknya. Oma dan saudara yang lain nya sedang sibuk di dapur untuk memasak berbagai menu makanan untuk menyambut kedatangan Hafiz dan keluarga nya.
"Kok kamu belum mandi sih Diana? Ayo cepat mandi, pakai baju ini dan dandan yang cantik ya," ucap Oma sambil meletakkan bungkusan yang berisi pakaian.
Diana hanya mampu menarik nafas panjang dan berjalan dengan langkah gontai nya menuju kamar mandi. Setelah selesai membersihkan diri, Diana pun kembali ke dalam kamar nya. Lalu memandang wajah nya di depan cermin.
"Apa ini yang dinamakan takdir? Mengapa bagiku begitu menyakitkan. Dia memang pria yang baik, tapi aku juga tidak berpikir akan menikah secepat ini. Andaikan ada pangeran datang membawaku lari dari tempat ini... Tapi itu semua hanya ada di negri dongeng," ucap Diana sambil mengeringkan rambut panjang nya dengan handuk.
tok...tok...tok....
"Masuk," ucap Diana saat mendengar pintu kamar nya diketuk.
"Mbak, emang beneran mbak udah mau nikah?" tanya Kevin yang sudah duduk di tepi ranjang milik Diana.
Diana hanya mengangkat kedua bahu nya sambil mengekspresikan sesuatu yang orang lain pun tak mengerti untuk mengartikan nya.
"Apa mbak suka sama kak Hafiz?" tanya Kevin lagi.
"Memikirkan nya aja mbak gak pernah, apa lagi suka," jawab Diana santai.
"Trus kenapa mbak mau menikah dengannya?" tanya Kevin lagi.
"Mbak cuma gak mau jadi anak yang melawan orang tua. Oma bilang dulu mama kita gak mau dengerin nasehat Oma makanya kehidupan rumah tangganya berantakan. Jadi mbak cuma gak mau aja jadi kayak mama," tambah Diana lagi.
"Trus, mas Andre gimana?" Kevin mulai penasaran, karena di usia nya yang remaja itu ia sudah mulai mengerti tentang cinta.
"Kamu kok jadi detektif gitu sih? udah sana pergi, nanya mulu. Kepo amat sama kehidupan mbak," ucap Diana sewot.
"Cuma tanya doang....." ucap Kevin sambil berlalu meninggalkan kamar Diana.
__ADS_1
**********
Di rumah Hafiz tampak semua orang sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk melamar Diana. Beberapa orang sepupu Hafiz memasukkan parsel hantaran ke dalam mobil. Terlihat ada 3 unit mobil terparkir di depan rumah Hafiz. Mobil mobil itu milik keluarga besar Hafiz yang ingin ikut mengantar Hafiz ke rumah Diana. Sebenarnya sebagian dari mereka hanya penasaran dengan Diana. Karena selama ini Hafiz dikenal tidak mempunyai pacar atau teman perempuan yang dekat.
Hafiz sudah bersiap dengan kemeja putih dan celana hitam, lengkap dengan peci hitam yang menghias di kepalanya.
"Kak, seperti apa sih calon istrinya kak Hafiz?" tanya April adik sepupu Hafiz.
"Nanti kan kamu lihat sendiri, kamu bisa simpulkan sendiri seperti apa," ucap Hafiz sambil tersenyum.
"Cincin nya sudah kan nak?" tanya Bibi Hafiz yang menghampiri mereka.
"Sudah bi," jawab Hafiz singkat.
Setelah semua persiapan sudah lengkap, Hafiz dan yang lainnya pun masuk ke dalam mobil yang sudah tersedia. Lalu mereka pun berjalan beriringan.
**********
"Diana izin gak masuk hari ini, katanya ada urusan keluarga," ucap Bu Lani sambil membaca majalah di ruang tengah.
"Urusan apa sih ma?" Andre mulai penasaran.
"Kepo amat sama urusan orang. Tanya sendiri saja," ucap Bu Lani sambil tertawa.
Andre bertingkah seperti anak kecil. Mondar mandir seperti anak ayam kehilangan induk. Bu Lani terkekeh melihat tingkah putra sulung nya. Andre mengeluarkan ponsel miliknya dari saku celananya dan ingin menghubungi Diana. Tapi masih timbul keraguan di dalam hati nya. Ia pun mulai mengetikkan sebuah pesan untuk dikirimkan ke Diana, namun ia ragu dan menghapusnya kembali. Andre mengambil kunci motor nya lalu bergegas untuk pergi ke rumah Diana.
"Mau kemana kamu Ndre?" tanya Bu Lani yang melihat Andre memakai hodie milik nya.
"Mau cari udara segar bu," ucap Andre santai.
__ADS_1
Bu Lani menggelengkan kepala melihat tingkah putra nya itu. Andre melajukan motor nya menuju rumah Diana. Namun ia tidak langsung mendatangi Diana. Andre memutuskan untuk melihat situasi disana dari seberang rumah Diana. Kebetulan tidak jauh dari rumah Diana ada sebuah warung. Andre pun memutuskan untuk menunggu disitu sambil memesan jus jeruk kesukaan nya.
Suasana di luar rumah Diana tampak ramai. Tampak beberapa anggota keluarga berkumpul di teras rumah Diana. Namun sosok Diana belum juga muncul. Andre masih sabar menanti hingga hampir satu jam ia pun melihat ada 3 unit mobil terparkir di halaman dan di luar rumah Diana. Andre pun berdiri untuk melihat kemana orang orang itu pergi. Ternyata semua tamu itu adalah tamu Diana. Akhirnya Andre yang penasaran bertanya pada pemilik warung itu.
"Maaf bu, ibu tau ada acara apa ya di rumah Diana?" tanya Andre pada Bu Saidah pemilik warung sebelah rumah Diana.
"Oh....Itu si Diana lamaran mas. Diana itu sebenarnya bukan asli orang sini. Tapi dia menjadi kembang desa disini. Banyak laki laki yang suka padanya. Tapi Diana itu terkenal dingin mas, jaga jarak sama lelaki. Anak ibu aja pernah suka sama dia, dia gak mau," tutur Bu Saidah.
Andre yang mendengar penuturan Bu Saidah merasa seperti tersambar petir, sekujur tubuh nya terasa lemas tak berdaya. Ia mengusap wajah nya dengan kedua tangan nya.
"Lalu, siapa calon suami nya Diana bu?" tanya Andre lagi penasaran.
"Ibu kurang tau mas, tapi yang ibu dengar dari Oma nya Diana, calon suami Diana itu seorang ustadz muda, seorang guru pegawai negeri juga. Mereka sudah kenal sejak 2 tahun yang lalu. Memang setau ibu Diana juga gak pernah punya teman dekat laki laki, karena Oma nya selalu tidak suka, dan calon suami Diana ini hanya beberapa kali bertemu langsung melamar," ucap Bu Saidah lagi.
Andre terdiam seketika. Ia memegang dada nya yang tiba tiba terasa seperti tertusuk belati. Hati nya begitu sakit. Nafas nya menjadi berat. Matanya sudah mulai berkaca kaca. Ia hampir hilang kendali. Andre pun membayar jus nya dan meninggalkan tempat itu. Andre melajukan motor nya dengan kencang. Sehingga ia hampir saja menabrak kendaraan yang ada di depan nya, untung nya ia masih dapat mengelak.
*
*
*
*
*
Maaf ya readers telat up.
Belakangan ini author suka gabut....
__ADS_1
Terimakasih buat semua pendukung author....