Hijab Dan Penantian

Hijab Dan Penantian
Penantian Hafiz


__ADS_3

Pagi ini tepat pukul 05.00 Diana dan Hafiz sampai di rumah. Diana segera masuk ke dalam rumah dan membersihkan diri, lalu ia segera melakukan ibadah salat subuh. Setelah salat subuh Hafiz segera duduk di teras rumah sambil menikmati kopi hitam pahit buatan istrinya. Sebenarnya dia ingin sekali menanyakan perihal perkataan Andre saat berada di luar kota waktu itu namun ia masih ingin menunggu penjelasan dari Diana. Diana masih sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya. Hafiz yang sudah merasa tidak sabar segera menghampiri Diana ke dapur.


"Masih lama kah?" tanya Hafiz.


"Sebentar lagi kak," jawab Diana.


Hafiz sudah mulai resah menunggu. Untuk membahas tentang perkataan yang diucapkan oleh Andre tempo hari. Tak lama kemudian Diana datang dengan membawa dua piring nasi dan dua gelas air hangat untuk mereka. Mereka pun sarapan bersama, tanpa si pengganggu Anita. Karena Hafiz sudah menyuruh adik nya untuk menjemput nya agar tak mengganggu hubungan ia dengan istrinya. Acara sarapan pagi terlihat hening senyap. Tak ada sepatah kata pun keluar dari mereka. Hafiz menyudahi makan nya, nasi di piring sudah bersih. Menu pagi ini hanya nasi goreng pelangi buatan Diana dengan hiasan telur mata sapi di atas nya. Hafiz merasa sangat beruntung karena mempunyai istri yang pintar memasak seperti Diana.


"Alhamdulillah, makasih ya sayang," ucap Hafiz sambil mengecup pucuk kepala Diana.


"Iya kak, sudah menjadi kewajiban Ana untuk melayani kakak," ucap Diana sambil tersipu malu.


"Jadi sekarang sudah selesai makan, kamu mau jelaskan tentang perkataan Andre kemarin?" tanya Hafiz.


Diana lagi lagi tersenyum simpul menanggapi pertanyaan suaminya. Ternyata sedari tadi Hafiz sudah tak sabar menanti penjelasan Diana.


"Dalam suatu hubungan, menurut kakak apa yang paling penting?" tanya Diana sebelum memberikan penjelasan.


"Kepercayaan.... Ehm...Iya memang aku percaya padamu sayang. Tapi....masalah nya....." Hafiz menjeda kata kata nya. "Aku belum pernah mendengar kamu mengatakan cinta padaku," ucap Hafiz jujur yang membuat Diana tertegun.


"Apakah cinta harus di ucapkan?" ucap Diana. "Bukankah tindakan sudah bisa menjadi bukti?" tambahnya lagi.


"Sayang, jadi kamu sebenarnya cinta tidak sama aku?" tanya Hafiz sambil menghela nafas panjang.


"Cinta? Entahlah kak," ucap Diana sambil berlalu menggoda Hafiz.

__ADS_1


Hafiz mengusap wajah nya dengan kedua tangan. Tingkah Diana membuat nya benar benar tergila gila sekarang. Di tambah lagi, ia belum memiliki Diana seutuhnya.


*********


Sebuah rumah yang sederhana, namun tampak indah dan nyaman. Bangunan bercat hijau muda dengan pintu berwarna bata terlihat sangat padu. Halaman yang tidak begitu luas, namun bisa dijadikan tempat untuk bersantai di sore hari. Diana masih memandang rumah itu dengan seksama sambil sesekali melihat ke arah suami nya. Hafiz tersenyum puas.


"Ini rumah kita sayang, maaf yah selama ini sudah membuat kamu susah tinggal di rumah kontrakan itu," ucap Hafiz dan Diana tersenyum simpul.


Hari ini Bibi Farida juga ikut mengantarkan Hafiz dan Diana pindah ke rumah baru. Hafiz sudah menjelaskan pada Diana tentang pembangunan rumah itu yang ia lakukan tanpa sepengetahuan Diana, dan rumah itu juga sudah ia bangun sejak sebelum menikah dengan Diana. Kerja keras Hafiz selama ini ia tabung untuk membangun rumah itu. Apalagi sosok Hafiz sudah sangat di kenal di lingkungan masyarakat. Bukan hanya karena kesolehan nya, tapi juga kecerdasan nya dalam berbagai bidang. Hafiz juga sempat mengikuti sekolah tehnik selama satu tahun. Hingga ia bisa memperbaiki berbagai alat elektronik. Dan itu belum diketahui oleh Diana.


"Diana, semoga kamu kerasan tinggal disini yah. Kalau ada apa apa hubungi bibi aja!" ucap Bibi Farida pada Diana yang sedang berberes beres.


"Iya kak. Kalau kakak merasa bosan, nanti April pasti sering main kesini," ucap April anak bibi Farida.


Diana tersenyum. Ia merasa sangat bahagia karena mendapat perlakuan dan perhatian dari keluarga suami nya itu. Sangat jauh berbeda saat ia berada di rumah mertua nya tempo hari. Namun walau begitu, ia tidak pernah menceritakan kejadian itu pada Hafiz ataupun bibi Farida.


Setelah selesai, Diana langsung naik ke atas kasur empuk itu tanpa menoleh ke arah Hafiz yang jantung nya sudah berdebar debar tak karuan melihat sang istri yang entah kenapa malam ini kelihatan lebih cantik dari biasanya.


"Ana, tidur duluan ya kak? Capek banget soalnya," ucap Diana sambil memijat tengkuk nya.


"Mau aku pijat?" tanya Hafiz.


"Ah...tidak perlu kak," secepat kilat Diana menjawab.


"Ehm....jadi kamu mencintai aku atau tidak? Ayo lah sayang....katakan," ucap Hafiz yang tidak sadar entah sejak kapan sudah menjadi bucin. Hahaha...

__ADS_1


"Ehm...." Diana kembali duduk dan mengangguk kecil.


"Ucapkan dong sayang," tingkah Hafiz mulai membuat Diana semakin merasa serba salah.


"Iya loh kak, Ana cinta sama kakak," ucap Diana sangat pelan.


"Tidak dengar...." ucap Hafiz merasa kesal dengan suara Diana yang terlalu halus.


"Udah ah, Ana ngantuk kak," ucap Diana sambil memanyunkan bibirnya. membuat Hafiz semakin gemas melihat tingkah istrinya itu.


Diana kembali bangkit untuk menyisir rambut nya perlahan sebelum tidur. Ia memang selalu melakukan itu setiap malam menjelang tidur. Tiba tiba Hafiz memeluk pinggang Diana erat dari belakang membuat Diana merasa sangat terkejut dan degupan jantung nya pun mulai berirama syahdu di dalam dada.


"Sayang, aku sangat bersyukur karena Allah telah mempertemukan kita," ucap Hafiz di telinga Diana hingga membuat Diana bergidik geli.


"Ehm....Ana juga kak," hanya itu yang dapat di ucapkan Diana.


Tiba tiba Hafiz mencium tengkuk Diana dengan sangat lembut. Sambil menuntun Diana untuk berbaring kembali ke kasur. Diana hanya pasrah mendapatkan perlakuan seperti itu dari suami nya dan mengikuti apa yang diinginkan Hafiz. Sebulan lebih sudah Hafiz menunggu saat seperti ini, dimana Diana sudah bisa menerima perlakuan dari suami nya itu. Dan terjadilah malam yang panjang di antara mereka. Dimana mereka menyatukan diri, meluapkan rasa cinta yang bergetar dalam jiwa. Mengungkapan perasaan masing masing. Pelabuhan terindah yang telah di nanti Hafiz. Dan mulai detik ini, Diana telah menjadi milik Hafiz sepenuhnya.


*


*


*


*

__ADS_1


*


Thanks so much buat kalian yang tetap setia menanti!!!


__ADS_2