
Diana yang terjatuh di depan pintu kamar Andre membuat tangan kiri nya yang tak sempat bertumpu pada dinding mengalami cedera, bisa dikatakan sedikit keseleo. Andre berkali kali meminta maaf pada Diana, padahal ia sama sekali tak bersalah. Diana masih memijat tangan kiri nya itu. Andre mencoba untuk membantu nya, namun dengan secepat kilat Diana menolak nya karena haram bagi nya bila di sentuh laki laki yang bukan muhrim nya.
"Diana, maafin aku ya," Andre merasa sangat bersalah.
"Gak apa apa kok mas, bukan mas Andre yang salah. Ini murni kesalahan ku sendiri. Tadi aku cuma mau bilang, ibu nyuruh belanja bulanan, tapi mau manggil mas Andre ragu takut nya Mas Andre lagi tidur," ucap Diana lagi.
Andre bingung harus melakukan apa. Yang jelas ia sangat khawatir dengan keadaan tangan Diana yang mengalami cedera. Akhirnya Diana meminta izin pada Andre untuk pulang ke rumah nya. Andre segera mengambil kunci motor nya dan membujuk Diana agar mau di antarkan pulang oleh nya. Diana segera mengambil tas selempang milik nya dan menerima tawaran Andre karena tangan nya mulai membengkak.
Sampai nya di rumah, Diana meminta Oma untuk mencari kan tukang urut. Oma pun menanyakan kejadian apa yang membuat tangan Diana keseleo. Diana menjelaskan pula kepada Oma Nuri. Oma segera pergi memanggil tukang urut. Tak lama kemudian tukang urut pun datang dan mulai mengurut tangan Diana.
"Nek, kira kira tangan ku bisa sembuh gak yah dalam waktu dua hari?" Tanya Diana khawatir.
"Belum bisa sembuh total nak, tapi mudah mudahan kalau tidak di bawa mengangkat beban berat bisa segera sembuh." ucap nenek tersebut.
"Lusa ada acara piknik sekolah, padahal aku ingin sekali ikut nek," ucap Diana sedih.
"Sebenarnya tidak masalah, yang penting nak Diana hati hati," pesan si nenek tukang urut tersebut.
Selesai di urut, Diana pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Namun, ternyata tangan nya yang sakit itu cukup membuat nya kesulitan. Ia pun menghela nafas panjang. Merasa sangat kelelahan menahan sakit di tangan kiri nya itu. Matahari yang mulai terbenam, membuat awan semakin gelap. Diana pun bersiap untuk melaksanakan ibadah maghrib. Setelah makan malam bersama keluarga, Diana pun masuk ke dalam kamar nya. Ia duduk di meja belajar nya sambil memainkan ponsel nya yang sedari tadi ia silent. Tampak ada beberapa pesan masuk belum terbaca. Diana mulai membuka pesan itu satu persatu. Tampak ada satu pesan dari Tedja, satu pesan dari Faiz, satu pesan dari Hafiz, banyak pesan dari Andre dan satu pesan dari nomor baru. Diana menghembuskan nafas panjang. Jempol mungil nya mulai tertarik untuk membuka pesan yang dikirim dari nomor baru tersebut yang isi nya hanya berisi pesan yang mengingatkan untuk menjaga kesehatan.
'Jaga kesehatan ya Minny'
"Astaga...., ini pasti...." Diana mengusap wajah nya dengan kedua tangan nya. "Kenapa yah ini semua laki laki demen amat gangguin hidup ku?" Diana mengeluh lagi.
Ia pun merebahkan tubuh nya ke atas ranjang. Tatapan nya masih menatap ke langit langit kamar nya. Sambil berkhayal jauh entah kemana. Hidup nya yang begitu sulit membuatnya selalu berkhayal suatu saat nanti ia akan menemukan pangeran berkuda putih yang akan membawa kebahagiaan untuk nya. Hahaha dongeng kali ya. Tak lama kemudian terdengar ketukan di pintu kamar Diana.
"Masuk dek," ucap Diana yang mendengar panggilan dari Kevin.
"Mbak, tuh di depan ada kak Faiz," ucap Kevin.
"Bilang aja mbak udah tidur," ucap Diana malas meladeni Faiz yang suka ngegombal.
__ADS_1
"Temuin dulu deh mbak, tadi aku keburu bilang mbak belum tidur," ucap Kevin sambil berlalu.
Huft....lagi lagi Diana menghela nafas. Di sisir nya rambut panjang yang hitam itu lalu di ikat satu. Diana pun mengambil hijab simpel miliknya dan mengenakan nya. Lalu ia langsung keluar dari kamar untuk menemui Faiz. Oma yang tau kedatangan Faiz sudah memasang wajah tak suka. Diana tak begitu menghiraukan, karena ia juga tidak suka dengan Faiz.
Diluar Faiz sudah menunggu Diana, ia duduk di kursi teras rumah Diana.
"Ada apa yah kak?" Tanya Diana begitu sampai di hadapan Faiz.
"Minggu depan aku akan berangkat ke kota M, alhamdulillah dapat panggilan kerja. Aku cuma mau kasi ini buat kenang kenangan sama kamu," Faiz menyerahkan sebuah kotak kecil terbungkus kertas kado dan di terima oleh Diana.
"Oh...Makasih kak. Semoga kak Faiz betah disana," ucap Diana lagi.
Faiz pun pamit pulang. Diana masih melihat Faiz sampai ia masuk ke dalam rumah nya yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah Diana. Diana menggenggam bungkusan kecil itu dan membawa nya masuk ke dalam kamar lalu meletakkan nya di atas meja. Diana seperti tak penasaran dengan isi bungkusan itu. Ia langsung merebahkan tubuh nya di ranjang. Tak lama kemudian ponsel nya pun berdering. Tertera di layar sebuah nomor baru.
"Halo...Assalamualaikum," sapa Diana saat mengangkat telepon nya.
Namun tak ada jawaban dari si penelepon. Diana melihat lagi ke layar ponsel yang masih tersambung.
"Halo....Halo.....siapa ya?" ucap Diana lagi namun tak juga ada suara di seberang sana.
***********
Di tempat yang berbeda, seorang pria sedang menatap layar ponsel nya dimana ada foto seseorang yang menjadi wallpaper di ponselnya itu. Ia mengusap lembut layar ponsel itu, seolah olah sedang mengelus pipi si pemilik wajah yang ada di wallpaper itu.
"Diana, apa kabar kamu disana? Kenapa belum ada yang bisa menggantikan kamu di hatiku," ucap pria itu lirih.
Fadhil sudah setahun lebih meninggalkan desa tempat ia merintis menjadi fotografer dulu. Namun belum juga bisa melupakan sosok Diana yang begitu lembut, tegar dan soleha. Hari ini ia mengganti nomor ponsel nya untuk mencoba menghubungi Diana agar Diana mau mengangkat telepon dan pesan yang ia kirimkan. Saat mendengar suara Diana, Fadhil seperti menghirup udara yang sangat segar, membuat ia bisa tersenyum kembali.
**********
Di kediaman Andre, ia pun masih tak bisa tidur mengingat kejadian yang menimpa Diana, ia sangat mengkhawatirkan keadaan Diana. Beberapa kali ia sudah mengirimkan pesan pada Diana, tapi tak satu pun ada balasan dari gadis itu. Seperti nya Diana benar benar sudah berhasil menjadi pencuri hati pria pria perindu cinta itu. Hihihi.... Pasalnya semua pria pria itu memilih Diana untuk menjadi pujaan hati mereka.
__ADS_1
Andre mengambil ponsel nya dan mencoba menghubungi Diana. Terdengar nada sambungan namun belum ada jawaban dari si penerima telepon. Hingga panggilan ke tiga akhirnya Diana mengangkat panggilan nya
"Assalamualaikum Diana," sapa Andre dengan senang hati.
"Waalaikumsalam," jawab Diana singkat.
"Sudah tidur ya?" Tanya Andre lagi.
"Gimana mau tidur kalau Mas telpon terus," ucap Diana jutek.
"Maaf yah, aku cuma mau tanya gimana dengan tangan kamu," ucap Andre merasa bersalah.
"Udah gak apa apa kok," jawab Diana lagi.
Andre yang mendengar jawaban Diana yang ketus akhirnya memilih untuk mengakhiri panggilan nya itu.
*
*
*
*
*
"Thor, kok gini gini aje, kapan konflik nya???"
"Sabar ye....author masih pengen berlama lama nih. Terus netizen mau nya gimana???"
"Buruan donk itu si Diana dijadiin sama salah satu dari mereka."
__ADS_1
"Ok deh, kalian komen aja ya, mau nya si Diana sama tipe yang kayak gimana...."
Happy reading