
Selesai acara ulang tahun Andre, teman teman Andre pun kembali ke rumah mereka masing masing. Diana masih membantu bu Lani membereskan meja makan dan membersihkan rumah. Setelah semua pekerjaan Diana selesai, Diana pun permisi untuk pulang. Namun Andre mencegah Diana.
"Diana, kamu mau pulang sekarang?" tanya Andre.
"Iya mas, ada apa?" tanya Diana balik.
"Aku pengen ngomong sesuatu sama kamu," ucap Andre lagi.
"Ngomong apa mas?" Diana mulai penasaran.
"Sini deh duduk dulu," ajak Andre ke sofa ruang tamu. Jantung Andre mulai berdebar tak beraturan saat ia ingin menyampaikan sesuatu yang penting kepada Diana.
"Diana, aku sangat mencintai dan menyayangi kamu. Kamu mau kan jadi istri ku?" ucap Andre akhirnya sambil menarik nafas lega setelah menyampaikan keinginan nya itu.
Diana sangat kaget dengan pernyataan Andre, ia tak bisa langsung menjawab. Ia tak pernah membayangkan akan menikah di usia yang masih sangat muda seperti saat ini. Lama ia berdiam. Sampai akhirnya Andre kembali buka suara.
"Kamu gak perlu jawab sekarang kok, aku tunggu jawaban kamu sampai kamu benar benar yakin, kalau aku serius mau jadi imam buat kamu. Diana, kamu cinta pertama ku. Semua yang terjadi dulu, itu bukan karena kemauan ku. Mama pasti udah cerita semuanya ke kamu kan. Aku harap kamu mau percaya padaku Diana," ucap Andre lirih.
"Tapi mas....," Diana menghentikan kata nya sejenak. "Aku masih terlalu muda untuk menikah, aku juga masih pengen kuliah," ucap Diana jujur.
"Setelah kamu menikah sama aku, aku janji bakal ngizinin kamu buat kuliah," Andre pun mencoba meyakinkan.
"Kasi aku waktu untuk berpikir ya mas," ucap Diana pada akhirnya dan Andre menjawab dengan anggukan.
Tak lama kemudian Kevin sudah muncul di pintu gerbang untuk menjemput Diana, karena tadi Diana sudah menelpon adik nya itu. Diana mengambil tas salempang milik nya dan segera pamit pada Bu Lani untuk pulang karena pekerjaannya sudah selesai.
***********
Sementara di rumah Diana sudah ada Hafiz yang bertamu sejak siang tadi. Hafiz berbincang bincang dengan keluarga besar Diana.
"Jadi nak Hafiz ini guru toh," ucap Oma.
__ADS_1
"Iya Oma, alhamdulillah rezeki nya di situ," ucap Hafiz merendah.
Oma terlihat sangat menyukai Hafiz. Hafiz memang lelaki yang ramah dan mudah menyatu dengan orang lain. Ditambah lagi ia memiliki latar belakang agama yang baik. Hafiz juga menjadi ustadz muda di kampung nya. Dimana banyak para orang tua yang menginginkan Hafiz untuk dijadikan sebagai menantu. Namun Hafiz belum menemukan seseorang yang tepat untuk nya. Sehingga saat ini hati nya tertuju pada Diana, gadis yang di kenalnya dua tahun yang lalu di acara festival seni.
"Jadi begini Oma, maksud kedatangan saya kesini selain untuk bersilaturahmi, saya juga ingin menyampaikan sesuatu. Itu pun kalau Oma dan keluarga menyetujui nya," ucap Hafiz lagi.
"Apa itu nak?" tanya Oma mulai penasaran.
"Saya ingin melamar Diana untuk di jadikan sebagai pendamping hidup saya Oma," ucap Hafiz lagi.
"Wah, Oma tentu sangat senang sekali kalau Diana berjodoh dengan nak Hafiz," ucap Oma yang membuat Hafiz semakin menyimpulkan senyum terindah nya.
Dari semua teman lelaki yang pernah datang berkunjung ke rumah Diana, hanya Hafiz lah yang Oma sukai. Padahal ia hanyalah pemuda yang berasal dari keluarga yang biasa biasa saja, bahkan orang tua Hafiz juga bercerai saat Hafiz masih kecil. Tapi entah kenapa wibawa nya yang menjadi guru dan ustad itu menjadi nilai lebih di mata Oma. Dibanding kan teman lelaki Diana yang lain, Hafiz lah yang paling soleh di mata Oma.
Tak lama kemudian, Diana pun pulang dari rumah Bu Lani.
"Assalamualaikum," Diana mengucap salam saat masuk ke dalam rumah.
"Waalaikumsalam," jawab Oma dan Hafiz yang ada di ruang tamu.
Aduh, ini orang ngapain lagi kemari. Udah pikiran ku masih kacau di buat Andre, tambah satu ini lagi. Gumam Diana dalam hati.
"Iya Oma, tadi ada acara di rumah Bu Lani," ucap Diana. "Diana masuk dulu ya Oma, mau bersih bersih dulu, udah gerah," ucap Diana lagi sambil berlalu dan tak lupa membalas senyuman dari Hafiz.
Diana bergegas menuju kamar nya, membawa semua perlengkapan ganti nya ke kamar mandi, karena mereka hanya memiliki satu kamar mandi saja di rumah itu. Setelah selesai mandi dan berpakaian, Diana kembali lagi ke ruang tamu menghampiri Hafiz. Sekarang mereka hanya berdua saja.
"Diana, aku kesini karena ingin menyampaikan sesuatu ke kamu. Dan tadi aku juga sudah bilang ke Oma tentang niat ku. Aku juga sudah beristikharah beberapa hari ini. Dan semua tertuju padamu Diana," ucap Hafiz mencoba menjelaskan.
"Maksud kak Hafiz apa ya?" Diana belum mengerti niat Hafiz.
"Aku ingin melamar mu, menjadikan mu istri soleha ku, menjadi ibu dari anak anak ku kelak," ucap Hafiz sambil menundukkan kepala nya, ia memang sangat menjaga pandangan nya.
__ADS_1
"Tapi, aku bahkan belum terlalu mengenal mas Hafiz," ucap Diana dengan bingung nya.
Cobaan apa lagi ini. Ya Allah, bagaimana mungkin ada dua pria melamar ku satu hari ini. Huft....
"Maka dari itu, aku juga akan mengajak kamu untuk berkunjung ke rumah ku. Karena bibi juga ingin sekali bertemu dengan mu Diana," Hafiz mulai menaruh harapan pada Diana.
"Maaf kak, aku gak bisa jawab sekarang. Masalahnya aku masih terlalu muda. Aku juga masih ingin bekerja dan kuliah," ucap Diana sedih.
"Diana, mama sama Oma gak sanggup untuk nguliahin kamu. Lagi pula kamu juga selama ini sudah capek berkerja. Lebih baik kamu menikah saja nak, biar Oma juga gak pusing lagi jaga cucu gadis Oma satu satu nya ini," ucap Oma sambil tersenyum. Ternyata Oma mendengar percakapan mereka dari tadi.
"Tapi Oma....," Diana tak melanjutkan kata kata nya lagi, mengingat ia tak bisa melawan Oma yang telah merawat nya sejak kecil.
"Nak Hafiz tenang aja, Diana pasti menerima lamaran nak Hafiz," ucapan Oma seperti petir yang menyambar di telinga Diana, namun ia tetap tak bisa melakukan apa pun selain diam.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi pulang dulu ya Oma, hari sudah sore. Perjalanan saya cukup jauh Oma, takutnya kemalaman," ucap Hafiz mengundurkan diri.
Oma terlihat sangat bahagia, karena akhirnya cucu perempuan satu satu nya itu ada yang melamar. Oma merasa tanggung jawabnya akan segera berakhir. Lain hal dengan Diana yang merasa sangat shock dengan kejadian hari ini. Ada dua lelaki yang melamar nya di hari yang sama. Sementara ia tak tau bagaimana dengan perasaan nya pada mereka. Bahkan ia merasa belum ada cinta tumbuh di hati nya. Untuk memikirkannya saja Diana sudah merinding takut. Sejak dulu ia memang sangat menghindari itu semua. Karena takut terluka.
*
*
*
*
*
*
Hai readers....
__ADS_1
Semoga kalian semua yang setia membaca novel ini dan menantikan tiap episode nya akan selalu di beri kesehatan.
Happy reading!!