Hijab Dan Penantian

Hijab Dan Penantian
Kesembuhan Diana


__ADS_3

"Bi, Ana pusing banget. Nanti kalau kak Hafiz tanya, Ana tidur di kamar adik April ya Bi," Bibi mengangguk mengiyakan.


Diana merasa tak rela melihat suami nya bersama dengan Anita, maka ia memutuskan untuk berpura pura tidur di kamar April anak bibi Farida. Emosi nya selalu tak menentu sejak sakit ini. Namun ia tetap tidak terlalu menunjukkan perasaan nya di depan Hafiz. Ia berusaha untuk tetap menjaga keharmonisan dalam rumah tangga nya.


Diana dengan tenang melafadzkan shalawat dalam hati untuk menenangkan hati dan pikiran nya, sambil ia memejamkan mata, sampai akhirnya ia tak sadar sudah terlelap di kamar itu. Sementara di luar rumah, Anita dan Hafiz masih membicarakan sesuatu.


"Ini sudah malam, aku akan menyuruh adik mu untuk menjemput mu," ucap Hafiz ketus pada Anita.


"Kenapa sih, kak Hafiz selalu saja ketus sama aku," ucap Anita kesal.


"Kamu harus tau batasan Nita, kamu ini perempuan. Tidak baik malam malam begini masih di luar rumah. Dan lagi pun, keberadaan mu itu hanya akan mengganggu ku saja. Kalau sudah tidak ada lagi yang akan kau katakan, tunggu adik mu datang. Aku ingin melihat istri ku," ucap Hafiz sambil berlalu meninggalkan Anita sendiri di teras rumah bibi.


Sebenarnya kedatangan Anita ke rumah Hafiz hanya ingin menciptakan suasana yang buruk saja antara Hafiz dan Diana. Namun ia beralasan untuk menyampaikan pesan tante nya pada Hafiz. Dengan kekecewaan akhirnya Anita pergi dari rumah bibi.


Hafiz masuk ke dalam rumah. Di ruang makan terlihat Paman Doni, Bibi Farida dan April sedang makan malam.


"Assalamualaikum," ucap Hafiz.


"Waalaikumsalam," jawab mereka serempak.


"Dimana Diana bi?" tanya Hafiz pada Bibi.


"Tadi dia bilang kepala nya agak pusing, jadi masuk ke dalam kamar April untuk rebahan, coba lihat deh. Mana tau dia ketiduran. Belum makan malam juga," tutur Bibi.


Hafiz segera melangkah menuju kamar April. Rasanya sudah sangat merindukan istri yang padahal baru sehari di tinggalnya. Dilihat nya mata Diana sudah terpejam, nafasnya pun terdengar lembut teratur. Menandakan ia sudah tertidur pulas. Ada rasa tak tega untuk membangunkan nya. Di pandangi nya wajah mulus istrinya itu. Lalu diusapnya dengan lembut, dan terakhir Hafiz mencium kening istrinya dengan hati hati. Ternyata ciuman lembut yang diberikan Hafiz membuat Diana tersentak, ia langsung terjaga dari tidurnya dan memandang Hafiz.


"Sudah pulang kak," ucap Diana pertama kali ketika melihat wajah tampan suami nya itu.


"Alhamdulilah belum lama sampai.Gimana hari ini sayang, sudah merasa lebih sehat kan?" tanya Hafiz.

__ADS_1


"Alhamdulilah, lebih baik dari sebelumnya. Kita pulang yuk!" ajak Diana sambil bangkit dari ranjang.


"Ya udah ayo kita pulang!" Hafiz menggenggam tangan istrinya.


Setelah berpamitan pada bibi, akhirnya mereka berdua pun kembali pulang ke rumah.


***********


6 bulan berlalu, Diana sudah kembali pulih seperti sedia kala. Hafiz juga sudah kembali menjalankan aktivitas nya seperti biasa. Urusan pekerjaan nya berjalan dengan lancar, Hafiz dapat kembali bekerja di daerah yang dekat dengan rumah nya. Selama Diana sakit, Hafiz dan Diana sangat menjaga pola makan dan segala hal yang menyangkut kesehatan Diana. Oleh sebab itu, saat ini Diana sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. Mereka tampak senang dan bersemangat untuk mengawali hari yang baru, dimana Diana sudah bisa beraktivitas normal seperti saat ia belum sakit dulu.


Sore ini Diana tampak sudah cantik dengan balutan gamis berwarna tosca serta hijab yang senada dengan gamis nya. Ia siap menyambut kedatangan suami nya. Besok adalah hari ulang tahun Hafiz. Diana berencana untuk memberikan kejutan untuk Hafiz. Tentu rencana nya tak luput dari bantuan Bibi Farida dan April. Bibi dan April yang pergi ke kota untuk membelikan cake sesuai pesanan Diana. Sedang Diana sudah membeli Koko Toyoba sebagai hadiah ulang tahun untuk suami nya.


Tak lama menunggu, Hafiz pun pulang. Ia tersenyum begitu melihat Diana menyambut kedatangan nya. Entah kenapa sore ini ia melihat istrinya begitu ceria dengan senyuman cantik yang tersimpul di bibirnya. Diana menyambut tangan Hafiz dan mencium nya dengan lembut. Membuat Hafiz merasa istimewa.


"Gimana hari ini kak?" tanya Diana mengawali percakapan.


"Ehmm....mandi dulu yah kak, biar seger," ucap Diana.


Hafiz pun segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri bersiap menunggu datang nya adzan maghrib.


Pukul 21.00. Hafiz masih berkutat di depan laptop. Diana berencana untuk menggoda suami nya. Pasal nya mereka telah berbulan bulan sejak Diana sakit tidak pernah melakukan nya ( jangan tanya melakukan apa yah..). Hafiz begitu menyayangi istrinya, sehingga ia rela puasa berbulan bulan (jangan tanya lagi puasa apaan yah..hihi). Malam ini Diana menggoda suami nya dengan memakai pakaian yang tidak biasa nya. Ia mengenakan gaun tidur berwarna birel yang membuat kulit putih nya terlihat kontras, dengan bagian depan yang sangat rendah. Sebelum menghampiri Hafiz, ia menatap dirinya dari cermin. Rasanya ia sangat malu, dan tiba tiba irama jantung nya lebih cepat dari sebelumnya membuat nya ragu untuk menghampiri Hafiz.


15 menit sudah ia berdiam di pinggir ranjang, dengan perasaan yang berkecamuk. Seakan ragu untuk rencana awal yang sudah di susun nya.


"Sayang, kamu sudah tidur ya?" Hafiz memanggil Diana dari luar.


Suara Hafiz membuyarkan lamunan Diana. Ia pun segera berdiri, seakan bingung harus berbuat apa. Diana segera mengambil sisir dan menata rambutnya dengan rapi dan mengikat nya ke atas. Diana juga berencana untuk membatalkan rencana awalnya. Ia segera mengambil piyama lengan panjang dan ingin segera menganti gaun malam nya itu. Namun sayang, saat ia masih mencari nya di lemari, Hafiz sudah keburu masuk ke dalam kamar. Diana pun terkaget dan langsung melihat ke arah pintu.


"Sayang.....," Hafiz menatap istrinya dengan tatapan yang tidak dapat diartikan dengan kata kata.

__ADS_1


Kemudian Hafiz melangkah mendekati istri nya. Diana menjadi salah tingkah, degup jantung nya yang terlalu cepat seakan membuat nya sulit untuk menghirup udara segar. Begitu pun dengan Hafiz, ia seperti melihat bidadari surga berdiri di hadapan nya. Dengan sejuta rasa rindu yang sudah lama ia tahan, sepertinya hari ini rasa rindu itu akan terbayar.


"Sayang, kamu cantik sekali.... Apa kamu benar benar sudah sehat?" tanya Hafiz saat jarak mereka sudah sangat dekat.


"Ehm, maaf kak. Ini.....ehm....aku...mau ganti baju dulu..." ucap Diana terbata bata.


"Sayang....kenapa harus di ganti. Gaun ini sangat cocok di tubuhmu," ucap Hafiz sambil mencium dengan lembut kening istrinya yang dilanjutkan dengan kecupan kecupan lain di seluruh bagian wajah Diana hingga ke bibir Diana yang berpoles lipstik berwarna pink. Mendapat perlakuan seperti itu, membuat Diana bergidik geli dan membuat nafas nya mulai tak beraturan.


"Terimakasih yah sayang untuk semua nya. Aku rinduuuu....sekali padamu," ucap Hafiz sambil mendekap erat pinggang Diana dan membawa nya ke ranjang.


Suasana malam itu terulang lagi, seperti saat dimana mereka pertama kali menyatukan seluruh jiwa dan raga mereka dalam ikatan cinta yang suci. Malam yang panjang mereka lalui dengan luapan cinta satu sama lain.


*


*


*


*


*


*


Tabarakallah....buat kita semua.


semoga kita semua selalu dalam limpahan rahmat yang tiada tara...


Aamiin...

__ADS_1


__ADS_2