
Setelah kata kata Faiz kemarin, Diana menjaga jarak dengan Faiz. Tentu nya tak mau memberi harapan yang lebih. Ditambah lagi Oma yang menunjukkan sikap ketidaksukaan nya pada Faiz. Oma juga berpesan agar Diana tidak terlalu dekat dengan Faiz, membuat Diana sendiri tak percaya entah hal apa yang membuat Oma tidak menyukai Faiz. Faiz cukup tampan, keluarga nya juga terpandang. Yah....mungkin Oma punya penilaian sendiri berdasarkan feeling nya. Tapi yang jelas, Diana sudah tidak lagi begitu dekat dengan Faiz, bahkan beberapa kali Faiz mengirim kan pesan tidak mendapat balasan dari Diana.
Hari ini hari Sabtu, namun di kalender menunjukkan tanggal merah, jelas saja Diana tidak sekolah. Tapi hari ini ia akan pergi ke rumah Bu Lani, tentu saja atas permintaan Bu Lani. Diana diminta untuk membantu beberapa pekerjaan disana. Karena hari ini adalah hari yang spesial untuk Bu Lani, persis nya Bu Lani akan mengadakan resepsi pernikahan Andre. Diana tidak keberatan, kesibukan lebih menyenangkan dari pada harus berdiam diri seharian di rumah pikirnya. Ya, walau pun sebenernya ia merasa tak nyaman jika harus bertatap muka dengan Andre, lelaki yang pernah menyukai nya dulu.
Diana tampak masih berdandan di depan cermin. Ia mengenakan hijab berbahan wolfis berwarna coklat susu dengan gamis yang sewarna dengan hijab nya. Tampilan Diana kali ini sedikit berbeda, ya karena ia akan berada di tengah para undangan dan diminta oleh Bu Lani untuk menjaga hidangan. Diana sedikit memoles wajahnya, tipis saja. Namun menambah kecantikan nya. Ia tersenyum menatap wajah nya sendiri di cermin. Tak lama kemudian, ponsel milik Diana bergetar, sebuah pesan masuk.
Minny, mas sudah sampai loh. Kamu dimana?
Pesan singkat yang ternyata dari Fadhil, entah sejak kapan Fadhil mempunyai paggilan sendiri untuk Diana. Karena Diana mempunyai kesukaan mengoleksi gambar kartun Minnie mouse, Diana jadi dapat panggilan itu dari Fadhil. Dan ia tak pernah menolak nya, tampak ada rasa nyaman di hati Diana karena di perlakukan spesial oleh Fadhil. Namun mereka tetap menjalani hubungan tanpa status. Diana yang masih terlalu muda, takut untuk menjalin hubungan yang lebih dekat. Terlebih lagi ia telah tumbuh menjadi gadis yang taat beragama.
Diana mengetik sesuatu, guna membalas pesan dari Fadhil. Kemudian ia bergegas mengambil ransel kecilnya dan memakai sepatu pansus favorit nya. Kevin sudah siap siaga untuk selalu mengantar jemput kakak nya. Diana pun segera naik ke sepeda motor itu.
**********
Fadhil sedang sibuk menyiapkan peralatan foto nya. Setelah selesai semua, ia pun duduk di kursi yang telah di sediakan sambil menunggu pasangan pengantin keluar. Fadhil mengeluarkan ponsel dari saku nya, mulai membuka galeri. Sebuah file khusus bertuliskan kan Minny. Ternyata isi nya adalah koleksi foto foto Diana yang di ambil nya secara diam diam dan beberapa foto yang di ambil saat persiapan pertunangan Andre bulan lalu. Ia tersenyum sendiri. Sampai seseorang datang dan menepuk bahu kanan nya.
"Oh....jadi sekarang kamu yang mau gantikan aku?!" ucap Andre datar.
"Kalau iya memang nya kenapa? Toh....Kamu sudah menikah", jawab Fadhil.
"Kamu pikir ini semua kemauan ku", ucap Andre setengah berbisik seperti tak ingin orang lain mendengar nya.
"Apa urusan nya dengan ku", timpal Fadhil lagi.
Andre menarik lengan Fadhil dan mencoba membisikkan sesuatu padanya. Tampak ekspresi Fadhil mulai berubah. Ternyata Andre belum sepenuhnya melupakan Diana. Andre menikah disebabkan oleh tuntutan keluarga Meli calon istri nya itu untuk bertanggung jawab atas apa yang tidak ia lakukan.
Flashback on
Malam itu Andre pergi ke pesta ulang tahun teman nya Meli yang juga berada di kota M. Kebetulan di rumah teman nya itu hanya ada pembantu, sedangkan orang tua Meli sedang pergi ke luar kota mengunjungi nenek Meli yang sedang sakit. Meli memang sangat menyukai Andre, namun Andre tak pernah merespon nya. Sampai terjadilah sesuatu antara mereka malam itu. Saat itu Andre dan beberapa orang teman kampus nya mengadakan acara barbeque di rumah Meli. Tiba tiba menjelang malam, terjadi pemadaman listrik dan hujan deras. Akhirnya Andre dan teman teman nya memutuskan untuk menginap di rumah Meli.
Hari mulai larut, akhirnya teman teman Andre pun bergegas untuk tidur, sebelum mereka tidur, Meli memberikan mereka minuman teh hangat. Tanpa rasa ragu, Andre langsung meminumnya. Tak lama kemudian ia merasa mata nya sangat berat dan tertidur.
__ADS_1
Lalu pagi harinya saat ia bangun, ia sudah berada satu ranjang dengan Meli dalam keadaan tanpa sehelai kain. Meli langsung histeris dan meminta pertanggung jawaban dari Andre. Andre merasa frustasi karena merasa tak melakukan apapun, sialnya lagi saat Andre belum selesai dengan perasaan frustasi nya, tiba tiba orang tua Meli masuk ke dalam kamar dan memergoki mereka. Dan akhirnya drama itu pun terjadi. Andre dimintai pertanggungjawaban. Akhirnya Andre hanya bisa pasrah, karena tidak ada yang percaya dengan kata katanya, termasuk Bu Lani sendiri.
Akhirnya Bu Lani menyegerakan acara pertunangan dan pernikahan Andre. Andre hanya bisa meratapi nasib yang sudah tak kan ada lagi kesempatan untuk menggapai hati Diana. Setiap kali menatap wajah gadis itu, rasanya ingin sekali ia membawa lari gadis itu dan menjelaskan semua nya pada Diana. Hati Andre begitu sakit dengan kenyataan pahit yang ia alami, perasaan yang selama dua tahun ia jaga akhirnya harus ia kubur dalam dalam. Mengingat ini semua adalah ulah nya sendiri, akibat kelalaian nya sendiri.
***********
Fadhil seakan tak percaya mendengar penuturan Andre. Namun ia sebisa mungkin untuk tak berekspresi. Andre yang merasa sudah menjelaskan semua nya, akhirnya berdiri dari kursi yang ia duduki.
"Ndre, mungkin ini sudah suratan takdir yang harus kau jalani", ucap Fadhil tegas.
"Yah, aku tau itu. Aku sudah ikhlas menerima nya. Mulai hari ini, jaga lah dia!" ucap Andre lagi sebelum beranjak meninggal kan Fadhil.
Fadhil tak menjawab kata kata Andre, ia fokus kepada seseorang yang baru saja datang hendak menghampiri nya yang masih berdekatan dengan Andre.
"Assalamualaikum Mas", sapa Diana.
Mereka berdua pun menjawab bersamaan.
Andre mengambil nya dengan sigap, tanpa mengucap apapun ia segera berlalu dari Diana. Diana menatap Andre heran dan merasa aneh.
Kenapa dia sekarang menjadi dingin seperti itu? Seperti orang marah saja, harusnya kan Aku yang marah. Gumam Diana.
"Udah, gak usah dipikirin lagi", Fadhil membuyarkan lamunan Diana.
"Eh iya mas. Enggak kok", jawab Diana.
"Diana, aku mau tanya sama kamu. Apa kamu masih menyukai Andre?" tanya Fadhil.
"Masih.....???! Memang nya pernah.....?" Diana tertawa kecil.
"Maksudnya kamu gak suka sama Andre?" Fadhil mencoba memastikan.
__ADS_1
"Ya enggak lah. Waktu itu aku baru tamat SMP mas, mana berani aku mikirin yang macam macam. Udah ah gak usah dibahas. Masa lalu", ucap Diana lagi.
"Jadi aku masa depan kamu ya", Fadhil tersenyum girang.
"Apaan sih. Udah aku masuk dulu ya Mas", Diana pun segera berlalu masuk ke dalam rumah untuk menemui Bu Lani.
Tak lama kemudian Diana keluar lagi dari rumah dan menata meja hidangan yang sudah terletak di teras rumah. Fadhil pun mencari kesempatan untuk mengambil beberapa foto Diana yang sedang sibuk dengan aktivitas nya itu.
*
*
*
*
*
*
Hallo readers....
Beberapa hari ini mungkin akan telat up nya, soalnya mau pindahan nih....
Sabar menanti yah....
Jangan lupa itu jempol sama vote nya yah...
bintang nya juga...
Oc.....
__ADS_1