
"Bukan hanya tegar, tapi kamu cukup berani Diana. Membuatku semakin jatuh cinta padamu," ucap pria itu.
Andre yang sudah tau dari mama nya tentang perihal Diana yang tak masuk kerja hari minggu ini berinisiatif untuk mengikuti perjalanan Diana dan teman temannya. Ternyata ia mengikuti Diana sejak di sekolah. Andre terus mengikuti Diana kemana ia pergi, tak begitu sulit bagi Andre, karena ternyata Diana hanya tertarik memasuki wahana Rumah Hantu saja. Setelah itu ia kembali ke camp perkumpulan mereka karena merasa kepala nya masih sedikit pusing. Andre juga mengamati saat Hafiz berbincang dengan Diana. Entah kenapa hati nya merasa begitu sakit. Tentu saja rasa cemburu sedang menyelimuti hati nya. Namun ia masih tetap pada tempatnya tak mau sampai Diana mengetahui tentang keberadaan nya. Ia masih mengamati Diana yang memegang kepala nya dengan kedua tangan nya. Diana hanya duduk sendirian. Sampai akhirnya ia menyandarkan kepala nya di atas meja dan memejamkan mata nya. Tiba tiba Diana jatuh ke bawah dan Andre yang melihat kejadian itu seketika berlari menghampiri Diana yang sudah tidak sadarkan diri.
"Diana....Diana...bangun Diana. Kamu kenapa?" Andre mengelus pipi Diana, namun Diana tak sadarkan diri.
"Loh, Diana kenapa kak. Ini aku baru bawain air hangat untuk nya. Tadi dia bilang mau minum obat," ucap Nisa panik melihat keadaan Diana.
"Loh, kak Andre kok bisa ada disini?" Tanya Maryam yang sudah mengenal Andre.
"Mar, kita periksa tas Diana. Biasanya dia bawa minyak telon di tas nya." ucap Purnama tak kalah panik nya.
"Loh, ada apa ini?" tanya guru pembimbing yang baru datang.
"Maaf Om, Diana boleh saya bawa pulang aja ya Om. Seperti nya kondisinya sedang tidak sehat. Biar saya antar kerumah nya aja." ucap Andre pada Pak Harefa yang ternyata Om nya Andre.
Akhirnya Pak Harefa mempercayakan kepada Andre untuk mengurus Diana, karena mereka belum lama sampai. Tak mungkin untuk segera pulang. Mengingat siswa yang lain pasti akan keberatan. Andre segera membopong Diana menuju parkiran dan membawa nya masuk ke dalam mobil Andre. Nisa dan Purnama membantu membawakan tas Diana.
Setelah setengah jam perjalanan, Andre membawa Diana ke klinik terdekat untuk memeriksa kan keadaan Diana. Seorang Dokter langsung memeriksa Diana. Setelah itu dokter menjelaskan kepada Andre bahwa penyebab Diana pingsan hanya karena kelelahan dan dehidrasi. Selang beberapa menit kemudian, Diana pun mulai sadar. Ia mencoba mengerjapkan kedua mata nya sambil memegang kepala nya yang masih pusing. Setelah mata nya sudah terbuka secara sempurna, Diana langsung bangkit dan duduk. Dilihatnya Andre sudah ada di sampingnya.
"Loh, ini dimana Mas? Kok Mas Andre bisa sama aku sih?" Diana menghujani Andre dengan pertanyaan nya. "Aduh...." Diana kembali memegang kepala nya.
"Duduk dulu Diana. Tenang. Biar aku jelaskan semuanya," ucap Andre mencoba menenangkan Diana.
Andre pun menceritakan kronologi kejadian pingsan nya Diana di wahana fantasi itu. Namun tidak semua ia katakan. Termasuk tentang keberadaan nya disana yang sebenarnya sedang mengikuti Diana. Andre mencari alasan lain agar Diana tidak marah padanya.
"Mas, sekarang jam berapa?" Tanya Diana pada Andre.
"Masih jam 11.30. Apa kamu mau makan? Biar kita lanjut kan perjalanan sambil cari makan siang," saran Andre.
"Ehm...Maaf yah Mas, sudah merepotkan Mas Andre. Aku jadi merasa gak enak," ucap Diana lirih.
__ADS_1
"Aku senang kok bisa bantu kamu Diana. Jujur aja aku tadi panik banget liat kamu tiba tiba pingsan," ucap Andre lagi.
Andre dan Diana pun melanjutkan perjalanan mereka kembali setelah menerima resep obat dari dokter. Dokter hanya memberi resep vitamin untuk Diana. Tentu saja Andre dengan sigap menebus nya. Padahal Diana sudah menolak nya berkali kali. Namun Andre begitu mengkhawatirkan keadaan Diana. Tak lama kemudian Andre memarkirkan mobil nya di salah satu restoran. Kemudian Diana dan Andre pun masuk ke dalam restoran tersebut.
"Kamu mau makan apa Diana?" Tanya Andre.
"Sebenarnya aku lagi gak selera makan Mas. Lidah ku rasa nya pahit banget. Masih sedikit pusing lagi," ucap Diana sambil memegang kepala nya.
Andre seketika menyentuh kening Diana untuk mengetahui apakah Diana demam atau tidak. Namun Diana yang terkejut karena tak pernah di sentuh oleh lelaki membuatnya kaget dan langsung menepis tangan Andre. Andre pun menyadari nya.
"Maaf," ucap Andre singkat, Diana hanya menundukkan wajah nya malu.
Tak lama kemudian tampak seorang pelayan menghampiri mereka dan memberi daftar menu. Andre pun memesan sesuatu untuk nya dan menanyakan kembali pada Diana tentang makanan yang bisa ia makan saat ini, mengingat kondisi Diana sedang tidak sehat.
"Aku makan sayur aja deh mas, lagi gak pengen makan nasi," ucap Diana pada Andre.
Andre pun memesan menu yang dipilih oleh Diana. Tak butuh waktu lama, pelayan pun datang mengantar makanan. Diana terperanjat melihat menu yang ia pesan itu. Ia tak menyangka bahwa menu yang ia pesan itu dicampuri dengan udang. Diana pun bingung harus bagaimana. Sebenarnya ia alergi dengan udang. Tapi ia merasa sangat tidak enak bila harus mengatakan nya pada Andre. Ia masih menatap makanan itu.
"Ada apa Diana?" tanya Andre yang melihat Diana masih belum mulai memakan makanannya.
Namun saat Diana ingin memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya, tiba tiba Andre menepis tangan Diana. Diana pun kaget dan terheran.
"Jangan di makan! Nanti alergi kamu kambuh," ucap Andre yang sebenarnya pernah mengetahui tentang hal itu dari mama nya.
Loh, kok Mas Andre bisa tau ya. Aduh....Aku harus ngomong apa coba. Gumam Diana dalam hati.
"Aku tau dari mama, waktu itu mama pernah bilang kalau kamu pernah cerita ke mama soal alergi udang dan kepiting," tambah Andre lagi.
Andre pun menyuapkan makanan yang ada di piring nya ke mulut Diana. Diana seakan ragu untuk menerima nya.
"Makanlah. Biar kamu bisa minum obat yang tadi," ucap Andre lagi.
__ADS_1
"Maaf Mas, aku bisa makan sendiri," jawab Diana.
Andre menghela nafas panjang karena Diana keberatan saat ia suapi. Padahal ia ingin sekali menciptakan suasana romantis di antara mereka. Di saat mereka sedang menikmati makanan mereka, tiba tiba ada seorang wanita menghampiri mereka.
"Oh, jadi perempuan ini yang buat kamu menceraikan aku," ucap seorang perempuan yang ternyata adalah Meli mantan istri Andre.
Diana seperti tersambar petir mendengar perkataan perempuan itu. Ia merasa sangat sakit hati atas tuduhan itu. Ia merasa tak pernah mendekati Andre, apalagi menggodanya. Bahkan belum terlintas di pikiran nya untuk menyukai Andre. Air mata langsung menetes dari kelopak mata nya, mengalir deras di pipi putih nya tanpa suara.
"Jangan kurang ajar kamu Mel, kamu yang sudah menjebak ku untuk menikahimu. Apa kau sudah tak punya malu," ucap Andre menyela kata kata Meli.
"Oh, ternyata hanya seperti ini selera mu. Gadis kampung murahan," ucap Meli sambil menarik hijab yang dikenakan Diana membuatnya yang masih dalam kondisi lemah itu sontak terjatuh.
"Astagfirulloh," ucap Diana yang terkejut dan semakin membuat air mata nya mengalir deras.
"Kurang ajar kamu Mel, aku bisa melaporkan tindakan mu ini ke pihak berwajib. Diantara kita sudah tidak ada apa apa, jadi jangan kau ganggu aku lagi. Jika kau berani mengganggu ku dan keluarga ku, aku tidak akan segan segan untuk menghancurkan mu," ucap Andre sambil membantu Diana yang terjatuh karena ulah Meli.
Meli pun berlalu begitu saja tak menghiraukan Diana dan Andre lagi. Di saat Andre sedang menuntun Diana untuk duduk kembali ke bangku nya, tiba tiba Diana merasa sulit untuk menghirup udara di sekitar nya. Pandangan nya tiba tiba menjadi gelap dan akhirnya ia pingsan untuk ke dua kali nya di tangan Andre. Andre segera memapah Diana dibantu oleh pelayan yang ada di restoran itu. Andre segera melajukan mobil nya menuju arah pulang yang masih memakan waktu satu jam perjalanan lagi. Setelah hampir sampai, Andre membawa Diana ke rumah sakit terdekat dengan rumah nya agar memudahkan ia untuk mengabari orang tua nya dan keluarga Diana.
*
*
*
*
*
Halo readers.
Author selalu setia menanti jempol cantik yang kasih vote, like and rate 5 nya yah!!!
__ADS_1
Semoga sehat selalu.
Happy reading....