
Di dalam bus, Diana duduk di samping Hafiz. Leher nya sudah mulai terasa sakit. Perut nya juga sudah terlalu mual. Ia mencoba menghirup minyak telon yang dibawa nya. Namun perasaan mual masih saja terasa. Kepala nya sudah sangat pusing. Hafiz memperhatikan istri nya yang sudah merasa tak nyaman itu.
"Tidur lah di sini sayang," ucap Hafiz sambil menepuk dada nya.
Diana meletakkan kepala nya di dada Hafiz. Anita menatap mereka kesal.
"Manja banget, baru naik bus gini aja udah mabuk. Gimana kalau naik pesawat," ucap Anita ketus namun tak di balas oleh Diana.
Hafiz mengisyaratkan pada Anita untuk menutup mulutnya. Diana mulai memejamkan mata nya saat Hafiz membelai kepala nya yang tertutup kerudung berwarna merah muda itu. Lalu Hafiz juga mencium pucuk kepala nya sambil melantunkan shalawat nabi dengan lembut.
*********
Tepat pukul 20.00, Hafiz dan istrinya sampai di rumah Mia, ibu kandung Hafiz yang sejak Hafiz kecil sudah tidak tinggal bersama nya lagi. Setelah perceraian dengan ayah Hafiz, ibu Hafiz menikah lagi dan memiliki 3 orang anak, dua perempuan dan satu laki laki. Sedangkan ayah nya tidak menikah lagi sampai meninggal dunia. Mia menyambut kedatangan putra nya dengan bahagia, karena sudah lama tak berjumpa dengan anak nya. Sebenarnya Mia tidak menyukai pernikahan Hafiz dengan Diana, karena menurut nya Hafiz masih terlalu muda. Tapi ia tetap memperlihatkan wajah yang biasa saja di hadapan Hafiz.
"Assalamualaikum ma," ucap Hafiz sambil memeluk mama nya.
"Waalaikumsalam. Mama rindu banget sama kamu sayang," ucap Mia pada putranya.
Diana dan Anita bergantian ikut menyalami Mia, tampak Anita yang lebih dekat dengan Mia karena Anita adalah keponakan Mia. Diana yang masih merasa mual, seketika langsung bergegas ke kamar mandi. Mia menatap Diana penuh tanda tanya.
"Apa dia sedang hamil?" tanya Mia pada Hafiz.
"Mama ini ada ada saja, baru juga nikah, masa langsung hamil," ucap Hafiz sambil tersenyum.
Gimana mau hamil, disentuh aja belum. Hafiz.
"Trus kenapa muntah muntah?" ucap Mia lagi.
"Ana gak biasa naik bus ma," jawab Hafiz seadanya.
Tak lama kemudian Hafiz dan juga Diana melaksanakan sholat berjamaah. Setelah itu Diana pamit untuk beristirahat lebih dulu karena tubuhnya sangat tidak enak. Sedang Hafiz berada di ruang tengah untuk berkumpul dengan keluarga nya. Saat Hafiz baru duduk di ruang tengah, tiba tiba terdengar suara teriakan dari kamar Diana. Hafiz pun segera masuk ke dalam kamar untuk melihat keadaan Diana.
"Ada apa sayang?" tanya Hafiz panik.
"Itu kak," tunjuk Diana pada sebuah benda kecil berbentuk kelabang.
Hafiz mendekati benda tersebut. Ternyata hanya mainan yang berbentuk kelabang yang di letakkan di kasur tempat Diana tidur. Hafiz mengambilnya dan mencoba menenangkan istri nya. Setelah Diana tenang, ia pun keluar dengan membawa mainan kelabang tersebut.
"Milik siapa ini?" tanya Hafiz pada adik adik tirinya yang berada di ruang keluarga itu.
__ADS_1
"Sama mainan gitu doang takut," ucap Yana adik kandung Hafiz.
Oh ya, Hafiz mempunyai adik kandung seayah seibu yang bernama Yana, dan saudara seibu 3 orang. Yang dua perempuan bernama Rina dan Rani, mereka kembar dan masih duduk di sekolah menengah pertama. Dan yang satunya lagi laki laki bernama Riko yang masih sekolah dasar. Yana adik kandung Hafiz memang terkenal sangat jahil pada siapapun. Termasuk kali ini, ia mengerjai kakak ipar nya sendiri. Itu semua karena mama Mia selalu menanamkan kebencian pada Yang untuk membenci Diana sebagai menantu satu satu nya di rumah itu yang menurut Mia sudah merebut anak nya dari nya.
"Kamu tau tidak, kalau kakak mu sedang sakit akibat perjalanan jauh, kamu bukan nya prihatin malah ngerjain begitu. Awas aja kalau kamu gitu lagi. Kakak akan menghukum mu," ucap Hafiz tegas.
"Ish...apaan sih kakak," ucap Yana sambil berlalu pergi begitu saja.
Hafiz kembali duduk bersama dengan mama Mia. Hafiz memulai perbincangan dengan menanyakan kabar ibunda nya itu. Lalu tiba tiba Anita ikut bergabung dengan mereka. Terjadilah obrolan panjang itu.
"Kemana istri kamu nak?" tanya Mia pura pura tidak tau dan berbasa basi.
"Hafiz suruh istirahat ma, dia masih tidak enak badan," ucap Hafiz.
"Istri kak Hafiz memang begitu Tan, manja banget," ucap Anita memojokkan Diana.
"Jaga ucapan mu Nita!" ucap Hafiz sedikit menaikkan nada bicara nya.
"Nak, sudah berapa lama kamu mengenal istri kamu itu?" tanya Mia lagi kepada anaknya.
"dua tahun ma," ucap Hafiz singkat.
************
Tepat pukul 04.00, Diana terbangun karena suara alarm di ponsel nya berbunyi. Ia pun segera bangkit menuju kamar mandi dan mengambil air wudhu. Lalu melaksanakan sholat sunnah seperti yang biasa ia lakukan. Setelah itu ia menuju ke dapur. Melihat persediaan makanan yang ada di kulkas mertua nya itu, siapa tau ada yang bisa di olahnya untuk sarapan pagi. Ketika ia membuka kulkas, dilihatnya ternyata kulkas itu penuh dengan sayuran segar. Sepertinya mertuanya memang sudah menyediakan itu semua untuk kedatangan mereka. Diana melihat wadah tempat menanak nasi, nasi yang tinggal sedikit. Ia langsung memasak nasi dan air untuk minum.
Tak lama kemudian adzan subuh pun berkumandang. Diana segera membersihkan diri dan melaksanakan sholat subuh. Setelah itu ia kembali ke dapur untuk melanjutkan perkerjaan yang biasanya ia lakukan. Ia memasak untuk suami dan keluarga besar mertua nya itu. Saat itu, Mia muncul dari balik pintu tengah.
"Ngapain kamu di dapur ku?" tanya Mia ketus.
"Maaf ma, saya masak untuk sarapan pagi," jawab Diana.
"Gak perlu repot repot. Saya tak terbiasa makan masakan orang lain," tambah Mia lagi, tampak kekecewaan di hati Diana.
"Maaf ma," ucap Diana lirih.
"Apa yang kamu masak ini? Kamu tau, Hafiz tidak suka menu ini," ucap Mia menaikkan nada bicara nya.
"Saya cuma memasak apa yang tersedia di dalam kulkas ma," ucap Diana kembali dengan lembut.
__ADS_1
"Dasar menantu tidak berguna, pergi sana! Jangan sentuh apa pun yang ada di dapur ku ini!" ucap Mia sambil mendorong Diana keluar dari pintu.
Diana tak kuasa menahan rasa sakit di hati nya atas perlakuan mertua nya itu. Butiran air mata nya pun tumpah tak terbendung lagi. Saat ia akan memasuki kamar, Hafiz sudah berdiri di depan pintu. Dengan sigap ia menghapus air mata yang membasahi pipi nya itu.
"Sudah bangun kak, maaf Ana tidak membangunkan kakak untuk ke mesjid. Tadi malam kakak tidur larut malam, Ana tak tega membangunkan kakak," ucap Diana pada Hafiz.
"Iya gak apa kok sayang. Kamu kenapa?" tanya Hafiz sambil membelai pipi Diana.
"Gak ada apa apa kok kak," ucap Diana mencoba menutupi kejadian yang baru di alami nya tadi.
"Ya sudah, aku mandi dulu ya," ucap Hafiz meninggalkan Diana menuju ke kamar mandi.
Kenapa dia tidak bicara jujur padaku? Aku bahkan mendengar semua nya. Jika bukan karena takut pada Allah, mungkin aku sudah memarahi ibuku sendiri karena perlakuan nya yang tak baik pada mu Ana. Hafiz.
Di dapur Hafiz melihat mama nya sedang membereskan meja makan.
"Sudah masak ma?" ucap Hafiz saat melewati mama nya.
"Oh sebenarnya mama gak pernah masak sepagi ini, tapi karena ada kamu. Yah....Gak apa deh..." ucap Mia berbohong.
Hafiz menggelengkan kepala sambil berlalu.
Mama, tetap saja tak berubah. Masih seperti dulu. Hafiz.
*
*
*
*
*
Sebentar lagi hari raya Idul Adha.
Selamat hari raya Idul Adha untuk umat muslim semua.
Happy reading!!
__ADS_1