Hijab Dan Penantian

Hijab Dan Penantian
Rencana masa depan


__ADS_3

Hari ini hujan turun, seakan membawa duka yang masih melanda hati Hafiz yang baru saja kehilangan ayahnya. Hafiz belum berkerja, karena hari ini masih hari ketiga kepergian ayahnya. Bibi nya bu Farida menghampiri Hafiz yang sedang termenung.


"Teman kamu yang sering kamu telpon itu kemarin datang gak Le?" tanya Bu Farida pada Hafiz.


"Datang kok bi, kemarin malah dia heran waktu salaman sama bibi, katanya bibi memeluk dia", ucap Hafiz setelah kemarin Diana bercerita tentang bibi nya.


"Oh ya, bibi belum tanda sama orang nya, maklum aja kan semalam banyak orang", ucap Bu Farida.


"Tapi di antara semua teman perempuan yang dekat sama Hafiz, cuma dia yang datang bi. Padahal jarak rumah nya jauh loh bi", ucap Hafiz yang tak sengaja menyanjung Diana.


"Berarti dia gadis yang baik dong, kamu itu udah tinggal sendiri di rumah. Pesan bibi, kalau memang sudah ada jodoh nya, kamu segera menikah aja le, biar ada yang ngurusin kamu", ucap bibi yang merasa kasihan dengan keponakan nya yang hidup seorang diri di rumah.


************


Diana masih sibuk dengan buku buku nya, pasal nya minggu depan ia akan mengahadapi ujian akhir sekolah. Diana ia akan lulus SMA. Angan angan nya sudah melayang tinggi. Ia ingin bekerja dan kuliah, walau pun orang tua nya tidak menyanggupi, namun Diana ingin berusaha sendiri.


"Diana, sebentar lagi kamu tamat SMA, kalau sudah ada jodoh nya lebih baik kamu menikah lah nak, biar Oma gak pusing lagi mikirin kamu. Kamu pun gak harus kerja lagi kan", ucap Oma santai.


Nasibnya kok gini banget sih. Tamat sekolah disuruh nikah, astaga. Kapan mau menikmati hidup. Gumam Diana.


Diana hanya diam tak menjawab perkataan Oma, hanya berani berkata kata dalam hati nya. Ia kembali memegang buku pelajaran nya, sampai sebuah pesan masuk ke ponsel nya.


'Assalamualaikum Diana. Apa kabar?'


Tedja.


Diana pun mengetik sebuah pesan balasan untuk Tedja. Akhirnya Tedja mengajak Diana untuk bertemu karena ada sesuatu hal yang ingin dibicarakan oleh Tedja pada Diana. Diana mencari celah agar bisa menemui Tedja diam diam tanpa sepengetahuan Oma nya. Karena Oma pasti tak memberi izin. Diana mengajak Irfan untuk bermain PS, dan mengalihkan perhatian semua orang. Tedja pun menjemput Diana di tempat permainan PS itu.


***********


"Apa rencana kamu setelah tamat nanti Diana", tanya Tedja setelah mereka memesan minuman di sebuah cafe.

__ADS_1


"Pengen nya sih kuliah sambil kerja kak", ucap Diana.


"Mau ikut aku gak tinggal di kota? Ntar aku cari kan kos kosan deh. Trus kamu bisa jadi guru TK di tempat aku kerja", ucap Tedja.


"Wah keliatan nya asyik tuh kak", ucap Diana sambil menyeruput jus yang baru saja disajikan pelayan. "Tapi aku harus tanya mama sama Oma dulu ya kak", ucap Diana lagi.


Sebenarnya aku mau bilang kalau aku tuh sayang sama kamu Diana. Gumam Tedja.


Tedja adalah kakak kelas Diana yang sudah tamat tahun lalu, Diana juga akan tamat SMA beberapa bulan lagi. Sejak dulu Tedja memang sudah menyukai Diana, namun Tedja selalu di tolak oleh Diana dengan alasan Diana masih ingin fokus pada sekolah nya. Saat ini Tedja akan mendekati Diana pelan pelan. Tedja bermaksud akan mengajak Diana untuk bekerja di luar kota dan ingin membantu Diana untuk kuliah. Karena setahu Tedja orang tua Diana tidak akan menguliahkan nya. Karena keadaan ekonomi mereka yang tidak memungkinkan.


"Diana, apa kamu sudah punya pacar?" tanya Tedja yang sebenarnya ia sudah tau jawabannya.


"Aku belum mau pacaran kak, bikin ribet. Belum siap sakit hati", jawab Diana.


"Kamu mikirnya bakal disakiti, belum tentu kan orang yang menyayangi itu akan menyakiti mu Di", ucap Tedja mencoba menjelaskan.


"Kalau dia gak menyakiti entar aku yang menyakiti, pokoknya aku belum mau repot lah kak. Aku gak mau terlalu dekat dengan teman pria", ucap Aduan tegas.


"Trus kenapa mau kakak ajak kesini?" tanya Tedja senang.


"Alhamdulillah aku nyaman. Lagi pun bisa di sambil kuliah juga. Oh ya Diana, aku sarankan kamu minta izin dari sekarang, siapa tau kalau kamu cepat bilang sama Oma, ntar di izinin. Jadi aku bisa bantu urus semua keperluan mu di kota", ucap Tedja.


"Yah deh kak, ntar aku coba bilang ke Oma", ucap Diana singkat.


Tedja masih memandangi kagum kepada Diana, dengan hijab berwarna peach menutupi aurat Diana, membuat Tedja semakin larut dalam perasaan nya pada Diana. Diana pun merasa risih karena tatapan Tedja padanya.


"Apaan sih kak? Apa ada yang aneh di wajah ku?" Diana mencoba mengusap ucap pipi nya.


"Kamu cantik", ucapan Tedja seketika membuat Diana malu dan memerah pipinya.


"Ish...apaan sih", ucap Diana sambil menundukkan kepala nya. "Lain kali aku pakai cadar aja ya, biar kakak gak bisa melihat wajah ku", ucap Diana sambil tertawa.

__ADS_1


"Boleh juga tuh ide kamu, biar yang lain gak bisa lihat kecantikan mu. Cukup aku saja yang tau, sampai nanti kamu jadi istri ku", perkataan Tedja membuat Diana tersedak saat meminum jus jeruk milik nya.


"uhuk....uhuk....Apaan sih kak, gak lucu tau becanda nya", ucap Diana sambil mengambil tisu di depan nya.


"Siapa yang becanda, kamu aku ajak pacaran gak mau, berarti kan mau nya langsung nikah", ucap Tedja lagi dengan santai nya.


"Gak gitu juga kali kak, aku cuma belum siap aja", ucap Diana lagi. "Udah ah ayo buruan antar aku pulang, ntar keburu mereka nyariin aku", ucap Diana yang mulai tak tenang.


Tedja pun menyetujui Diana dan mengantar nya pulang. Di tengah perjalanan Diana duduk agak menjauh dari Tedja. Tiba tiba motor yang dikendarai Tedja menabrak sebuah lubang, dengan terpaksa Diana harus memegang pinggang Tedja, membuat Tedja menjadi salah tingkah.


Deg, aduh....Diana. Sentuhan tangan mu membuat jantungku seakan ingin loncat keluar. Mungkin aku akan gila bila terus terusan ada di dekat mu seperti ini. Kenapa sih kamu itu gak mau jadi pacar ku. Tedja.


"Maaf ya kak", Diana pun melepas pegangan nya dari pinggang Tedja.


"Eh iya gak apa apa kok", dalam hati nya merasa sangat senang bisa berdekatan dengan Diana.


*


*


*


*


*


*


Maaf ya semua, telat up nya.


Pikiran lagi gabut banget nih.

__ADS_1


Mana lusa mau pindahan lagi.


Semoga sehat selalu ya guys...


__ADS_2