Hijab Dan Penantian

Hijab Dan Penantian
Perpisahan


__ADS_3

Setelah melaksanakan ujian akhir sekolah, para guru dan siswa siswi Sekolah Menengah Pertama di sekolah Diana akan melaksanakan acara perpisahan. Berbagai kegiatan untuk mengisi acara telah tersusun dengan rapi. Mulai dari penyematan toga wisuda SMP, pemberian bingkisan kepada para juara umum dan juga berbagai acara seni lain nya. Semua siswa dan siswi tampak gembira menyambut acara yang akan di adakan dalam beberapa hari lagi. Tapi tidak dengan Diana. Ia tampak tidak tertarik sedikit pun dengan acara itu.


Rangga si jahil di kelas Diana pun selalu mencoba untuk mengajak Diana berdialog, tapi tetap saja Diana tak menggubris nya. Hampir satu tahun berteman dan belajar dalam satu kelas, namun tak dapat meluluhkan hati Diana. Diana memang gadis polos yang selalu memikirkan tentang jalan kehidupan yang di lalui nya, tak sedikit pun ia memikirkan tentang percintaan. Padahal saat ini ia dalam masa remaja. Kisah hidup nya selama setahun tinggal di kampung hanya ia habis kan untuk sekolah dan bekerja. Miris memang, di usia nya yang masih belasan tahun harus ia jalani dengan kerja keras.


Sama seperti sore ini, seperti biasa Diana tidak langsung pulang ke rumah, ia pasti mendatangi rumah ibu Lani tempat dimana ia diterima bekerja pertama kali saat ia di kampung. Bu Lani sangat senang dengan Diana, ia sangat rajin dan cekatan. Padahal usia masih sangat muda. Diana juga telaten mengurus kebutuhan anak Bu Lani yang masih balita. Tak jarang Bu Lani memberinya bonus dan terkadang membawakan buah buahan dan sayuran untuk di bawa pulang oleh Diana.


"Assalamualaikum Bu", Diana masuk ke dalam rumah Bu Lani.


"Waalaikumsalam. Tumben cepat pulang Di", jawab Bu Lani.


"Iya bu, guru guru mengadakan rapat untuk acara perpisahan nanti", jawab Diana singkat.


"Oh ya sudah. Di, si adek lagi rewel nih seharian gak mau turun dari gendongan, kebetulan ibu belum belanja bulanan. Kamu bisa kan belanja? Nanti di antar sama anak ibu yang baru pulang dari Kota M", ucap Bu Lani meminta tolong pada Diana.


Diana pun langsung mengangguk tanda setuju. Ia langsung masuk ke kamar mandi untuk mengganti seragam sekolah nya dengan pakaian santai. Diana memang selalu membawa pakaian ganti untuk kerja. Setiap hari tugasnya di rumah Bu Lani adalah bersih bersih dan menjaga anak Bu Lani yang balita, tak jarang pula Bu Lani meminta Diana untuk memasak makan malam mereka. Diana memang sangat cerdas dan telaten, ia bahkan bisa menyelesaikan tugas nya dengan sangat baik. Sebab itu Bu Lani merasa nyaman dengan Diana dan menaruh rasa sayang pula kepada gadis itu. Bu Lani bahkan sudah tau bagaimana kisah hidup Diana.


"Andre, bangun dong sayang. Mama mau minta tolong ni. Kamu antarkan Diana belanja ya. Mama gak bisa pergi kalo si adek rewel gini", Bu Lani membangun kan putra sulung nya yang baru tadi malam tiba dari Kota M.

__ADS_1


"Diana siapa ma?", tanya Andre heran. Benar saja, ia belum pernah bertemu Diana sebelum nya. Karena ketika Andre pulang di hari libur, Diana saat itu sedang tidak bekerja.


Andre langsung bangkit dan bergegas menuju kamar mandi. Sampai di depan pintu kamar mandi, langkah nya terhenti melihat gadis yang mengenakan hijab merah muda. Ia adalah Diana. Entah sejak kapan, Diana istiqomah dengan hijab nya. Sejak ia bersekolah dengan mengenakan hijab yang awalnya hanya lah mematuhi peraturan sekolah, namun lama kelamaan ia merasa nyaman dan selalu mengenakan hijab kemana pun ia pergi.


Andre masih terdiam memandangi gadis manis di depan nya.


Masya Allah....bidadari surga dari mana ini? Wajah polos nya itu loh, menggemaskan sekali. Andre.


"Maaf mas, saya mau lewat", suara Diana membuyarkan lamunan Andre.


"Eh iya, maaf", Andre memberi jalan pada Diana dan bergantian masuk ke kamar mandi.


"Bu, itu tadi anak ibu ya?" Diana bertanya pada Bu Lani.


"Iya Di. Kamu belum pernah ketemu yah? Waktu dia pulang libur kuliah, kamu lagi sakit waktu itu gak masuk kerja", jelas Bu Lani. "Ini catatan belanjaan nya ya Di, ini uang nya", Bu Lani memberi kan sebuah kertas nota catatan belanja bulanan dan beberapa lembar uang seratus ribuan. Diana pun langsung menerima nya.


"Ma, yang mau di belanjain banyak gak Ma, Andre perlu bawa mobil gak Ma?", tanya Andre kepada mama nya.

__ADS_1


"Bawa mobil aja ya sayang, kasian Diana kalau nanti tiba tiba hujan. Ini kan lagi musim hujan. Oh ya, belanja nya di kota saja nak, biar Mama gak bolak balik belanja lagi. Di kota kan lebih lengkap", saran Bu Lani.


Diana tampak berpikir.


"Tapi apa nanti gak kelamaan Bu, apa ibu tidak apa apa di tinggal. Si adek lagi rewel, sementara tadi saya lihat belum ada masakan apa apa di meja makan", Diana mencoba menjelaskan, padahal ia hanya mencari alasan saja karena tak mau berlama lama dengan anak lelaki Bu Lani.


"Tak apa Di, ibu nanti suruh si Ana untuk beli Soto yang di depan rumah Bu Hasnah saja, kamu gak perlu khawatir ya, sekalian kamu juga bisa refreshing melihat pemandangan kota", senyum Bu Lani menyiratkan sesuatu yang Diana tak terlalu paham maksud dan tujuan nya. Diana pun hanya mengangguk tanda menyetujui.


Diana dan Andre pun masuk ke dalam mobil milik Andre, Andre membukakan pintu untuk Diana. Diana yang merasa canggung segera masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil mereka berdua masih dalam suasana hening, dengan pikiran mereka masing masing.


Kenapa jadi begini yah, kenapa aku jadi bingung sendiri mau mulai pembicaraan dari mana. Padahal aku biasa menjadi MC dan protokol acara, tapi kenapa di depan gadis ini aku merasa begitu canggung seperti habis kamus saja. Andre.


"Maaf mas, saya lupa membawa ponsel. Boleh saya pinjam ponsel nya mas untuk menghubungi ibu, karena sepertinya ada barang yang terlewat di nota belanja ini", ucap Diana halus memecahkan kesunyian mereka.


Andre segera memberikan ponsel miliknya pada Diana. Diana pun menerima nya dengan sedikit sungkan, namun merasa harus menghubungi majikan nya.

__ADS_1


"Mas, ponsel nya terkunci", ucap Diana yang tak bisa membuka ponsel Andre yang menggunakan pola itu. Andre pun memberi tahu kode kunci ponsel nya pada Diana untuk membuka nya.


"Assalamualaikum bu, ini Diana bu. Sepertinya ibu lupa menuliskan sesuatu di dalam nota belanja nya", kata kata Diana yang terlalu halus membuat Andre penasaran dengan apa yang Diana bicarakan pada mama nya.


__ADS_2