Hijab Dan Penantian

Hijab Dan Penantian
Hari yang spesial


__ADS_3

Hari demi hari terus berlalu. Waktu yang terus berjalan maju tanpa henti walau sedetik pun. Akhirnya Hari yang di nantikan oleh Hafiz pun tiba. Hari dimana ia akan mengikat janji dengan gadis soleha yang di cintai nya itu. Hafiz tampak sangat bahagia dengan senyum yang selalu terukir indah di bibirnya. Bibi Farida merasakan bahwa keponakan nya itu seperti orang yang lagi dimabuk cinta. Bibi Farida telah memperhatikan Hafiz sejak kemarin. Hafiz bahkan mengundang anak anak yatim ke rumah nya untuk berbagi kebahagiaan yang ia rasakan. Ia bukan hanya soleh, tetapi juga sangat murah hati. Membuat semua gadis yang ada di kampung itu selalu tergila gila padanya. Tapi pilihan sudah jatuh pada Diana, meskipun saat ini Diana belum menampakkan rasa cinta kepada Hafiz.


Semalaman Hafiz tak bisa tidur, berkali kali ia mengingat ijab qobul yang akan di katakan nanti saat menikah dengan Diana. Jantungnya berdetak begitu kencang tak seperti biasanya. Begitu pula dengan Diana, ia juga mengalami hal yang sama dengan Hafiz. Namun bukan karena rasa cinta. Tapi karena rasa ketakutan yang mendalam. Bayangan akan rumah tangga kedua orang tuanya tiba tiba terlintas di benak nya. Pertengkaran hebat terakhir kali yang ia saksikan membuatnya merasa trauma untuk mencintai seseorang, apalagi untuk hal yang lebih dari itu. Namun ia merasa Oma yang sudah lelah menjaganya. Ia tak mau menambah beban lagi bagi Oma. Ia juga tak mau mengalami hal yang sama seperti yang terjadi pada kedua orang tuanya akibat tak menuruti nasihat orang tua.


Pagi ini Diana telah selesai di rias oleh perias profesional yang ada di desa tempat tinggal nya itu. Ia memejamkan mata sejenak lalu membuka mata nya perlahan. Ia begitu terkejut melihat pantulan dirinya di depan cermin. Diana tampak sangat cantik dengan balutan gaun putih serta Hijab yang dihiasi dengan mahkota dikepalanya. Membuat kecantikan nya semakin terpancar. Ia benar benar tak percaya dengan wajah nya sendiri yang begitu cantik tak seperti biasa. Ijab qobul akan dilaksanakan 15 menit lagi. Hafiz dan keluarganya juga baru sampai di kediaman Diana. Namun Diana tetap berada di dalam kamar sampai prosesi ijab qobul selesai.


Setelah 15 menit, terdengar suara riuh gembira dari ruang tamu. Diana mendengar nya dengan samar samar. Sepertinya prosesi ijab qobul sudah selesai. Tiba tiba pintu kamar Diana terbuka. Mama masuk ke dalam kamar untuk menjemput Diana ke ruang tamu. Mama sudah kembali dari luar negeri sejak dua minggu yang lalu. Karena permintaan Diana, yang ingin Mama Hani hadir di acara pernikahan nya itu.


"Sayang, ayo kita keluar. Ijab qobul sudah selesai. Sekarang kamu udah sah jadi istri," ucap mama Hani sambil menggandeng tangan Diana dan menuntun nya untuk keluar menemui suami nya.


Semua mata terpanah pada saat Diana keluar dari kamar. Penampilan Diana kali ini sangat membuat semua orang yang berada disana terpesona. Terutama Hafiz. Ia tampak sangat mengagumi Diana. Sampai sampai matanya tak sanggup untuk berkedip menatap Diana. Diana yang menyadari hal itu segera menangkupkan wajah nya dengan kedua tangan karena merasa malu.



Lalu ia berjalan perlahan menuju Hafiz. Ia melangkah dengan tatapan yang masih menunduk. Sesampainya di samping Hafiz, ia langsung berinisiatif untuk mencium punggung tangan Hafiz. Hafiz yang mendapat perlakuan seperti itu langsung merasakan jantung nya kembali berdebar kencang. seperti akan loncat dari tempatnya. Lalu Hafiz menyentuh kepala Diana yang masih menunduk dan mencium pucuk kepala Diana. Diana yang mendapat perlakuan seperti itu langsung meneteskan air mata. Entah apa yang ada di dalam pikirannya hanya ia dan Tuhan lah yang tau. Hafiz memandang nya dan menghapus air mata yang menetes di pipi Diana.


Deg. Kenapa ia menyentuhku? Ah bodoh sekali aku ini. Setelah ini bahkan ia berhak atas semua yang ada pada diriku. Ya Allah....kuatkan hamba mu ini... Ucap Diana dalam hati.


**********


Malam telah tiba. Suasana rumah tampak sepi. Tamu tamu sudah kembali ke rumah mereka masing masing. Tinggal keluarga terdekat Diana saja yang masih tetap berada di situ. Diana yang masih canggung dengan suami nya itu meninggalkan sang suami di dalam kamar sendiri. Sedangkan ia bersenda gurau di ruang tamu dengan para sepupunya. Mama yang melihat itu langsung menghampiri Diana.


"Sayang, kamu kok masih disini. Udah malam, kamu pasti lelah. Pergilah istirahat. Temani suami mu," ucap Mama lembut yang dijawab dengan anggukan oleh Diana.


Diana pun langsung melangkah menuju kamar nya. Dengan ragu ia membuka pintu kamar. Dilihatnya Hafiz sudah duduk di tepi ranjang sambil membaca buku. Hafiz pun tersenyum simpul padanya dan langsung meletakkan buku itu di atas nakas yang ada di kamar Diana. Sedang Diana bingung harus bagaimana. Ini adalah pertama kali nya ia tidur dengan laki laki selain adik kecil nya Ifan. Dan akan menjadi tradisi seumur hidupnya. Ia tersenyum getir menghampiri Hafiz. Dengan perlahan ia naik ke tempat tidur dan langsung menarik selimut hingga menutupi hampir seluruh tubuhnya.

__ADS_1


"Hey, kamu udah ngantuk sayang?" ucap Hafiz memulai pembicaraan.


'Apa aku gak salah dengar? Dia memanggilku sayang?' ucap Diana dalam hati.


"Ehm, iya kak. Maaf," hanya itu yang mampu Diana ucapkan.


"Apa kamu mau tidur dengan menggunakan hijab?" tanya Hafiz yang membuatnya Diana terkaget.


'Aduh, bagaimana ini?' Diana masih berkata dalam hati.


"Ehm...ia kak. Diana akan buka hijab ini," ucap Diana yang terdengar lebih akrab dari biasanya sebelum menjadi istri Hafiz.


Diana membuka hijab nya perlahan, tentu tak luput dari perhatian Hafiz. Kemudian ia turun dari ranjang dan duduk di depan cermin. Lalu ia menyisir rambutnya perlahan. Hafiz menatap nya dengan lekat. Rambut panjang hitam lurus membuat Diana terlihat sangat cantik di depan Hafiz. Setelah menyisir rambut nya, ia kembali naik ke ranjang. Lalu merebahkan tubuhnya dan tidur membelakangi Hafiz.


'Menyebalkan sekali orang ini, kalau tidak karena Oma, mungkin aku tidak akan mau menikah dengan nya,' gumam Diana kesal namun tak berani berucap.


'Hahaha...Aku yakin sekali bahwa ia adalah istri yang patuh,' ucap Hafiz dalam hati.


Hafiz menatap Diana dengan tersenyum puas. Lalu mereka pun sama sama memejamkan mata. Namun Diana tampak gelisah. Karena ia belum terbiasa tidur bersama lelaki. Sikap nya yang gelisah membuat Hafiz juga tak dapat terlelap.


"Kenapa gelisah?" tanya Hafiz.


"Ehm....tidak kak. Aku....ehm...maksud Diana, Diana hanya belum bisa tidur..." ucap Diana lembut, ia tau harus menjaga sikap dengan orang yang sudah menjadi suami nya, ia berkata lembut dan tidak sedingin biasanya.


"Kemarilah..." Hafiz membawa kepala Diana untuk tidur di dada nya.

__ADS_1


Entah kenapa Diana hanya menurut saja dan melakukan apa yang Hafiz perintahkan. Seketika tubuh Diana merasakan kehangatan dan kenyamanan saat merebahkan kepala nya di dada bidang milik Hafiz. Ia pun terlelap dalam tidur nya hingga pagi tiba.


*******


"Akhhhhhh.... Diana....Aku mencintaimu. Kenapa kau menikah dengan orang lain...." teriak Andre keras.


Prankk....


Ia membanting semua benda yang ada di kamar nya. Andre begitu merasa frustasi.


*


*


*


*


*


Halo readers....


Terimakasih buat yang selalu setia menanti.


Semoga sehat selalu.

__ADS_1


__ADS_2